Project Bedah Rumah ala Konmari With Kids

Setelah hampir satu bulan, saya dan teman sekelas #shokyuuclass menerima materi demi materi tentang basic metode konmari, sekarang tiba saatnya special event yang ditunggu-tunggu yaitu Tidying Festival.

Sesuai dengan namanya, Tidying Festival berarti berbenah secara besar-besaran, menyeluruh dan sekaligus dilakukan sekali seumur hidup. Karena begitu spesialnya, para peserta Shokyuu Class harus benar-benar mempersiapkan diri sebelum melakukan festival sekali seumur hidup ini.

Berbenah Sekaligus, Jangan Sedikit-Sedikit

“Mulailah dengan membuang. Kemudian rapikan ruangan anda secara sekaligus, menyeluruh, dalam satu waktu, ” Ini yang Marie Kondo sampaikan nelalui bukunya the life-changing magic of tidying up. Kesimpulannya berbenah harus dilakukan sampai tuntas agar terasa perubahan yang terjadi.

Dulu saya suka berbenah sedikit-sedikit. Hasilnya, barang-barang kembali berantakan. Tapi melalui kelas ini saya mencoba berbenah secara sekaligus dan tuntas, harapan saya mudah-mudahan barang-barang akan tertata lebih rapi dan akan banyak space di dalam rumah. Hari ini saya mencoba mencicil membenahi kategori baju, semoga ruangan “baru” yang kami benahi tidak berantakan kembali, kecuali tempat bermain anak yang memang (harus) dibereskan setiap hari.

Jadi, mulai hari ini saya meluangkan waktu khusus untuk berbenah baju sampai selesai dalam kurun waktu kurang lebih dua minggu ke depan. Tak lupa diiringi dengan do’a dan penuh rasa syukur karena Allah telah memberikan banyak rezeki sampai detik ini. Saya tidak habis pikir, rupanya momen berbenah ini ternyata menjadi sesuatu yang penting dan istimewa.

Beberapa persiapanpun saya lakukan untuk menyambut festival ini, diantaranya:

1. Membuat Schedule of Tidying Festival bersama anak-anak

Dengan membuat jadwal berbenah yang telah disepakati oleh saya dan suami, akan sangat memudahkan kami dalam mengatur dan melihat target-target yang telah dibuat. Anak-anak sengaja saya libatkan dalam kegiatan ini agar mereka mengenal barang-barang miliknya dan lebih bertanggung jawab terhadap barang kepunyaan mereka. Di sisi lain, mereka juga belajar untuk melipat dan meletakkan barang-barang kembali pada tempatnya. Istilah yang mereka pakai adalah ‘masuk kandang,’ misalnya baju yang baru dilipat langsung dimasukkan ke dalam laci (kandangnya,pinjam istilah anak-anak).

Baca juga : Konmari Bukan Sekedar Belajar Seni Berbenah

●》Meluangkan waktu untuk berbenah tiap akhir pekan.

Kalau biasanya akhir pekan banyak kami habiskan untuk melakukan kegiatan diluar rumah seperti berlibur, berolahraga, berenang, bermain di taman kota atau silaturahim ke beberapa teman dan saudara, kali ini saya dan anak-anak sepakat menggunakan weekend kami untuk berbenah besar-besaran.

●》Mengunduh foto-foto dan video tutorial yang berhubungan dengan Metode Konmari.

●》Menyiapkan beberapa keranjang atau kardus sebagai storage sementara untuk barang-barang spark joy dan mengumpulkan karung bekas untuk barang yang tidak spark joy.

●》Menentukan akan didonasikan kemana barang-barang yang tidak akan kami simpan.

Itulah beberapa persiapan kami sebelum memulai “Tidying Festival”. Saya sangat bersyukur menjadi bagian dari keluarga @konmariindonesia. Mudah-mudahan kami bisa mengikuti tahapan belajar yang disiapkan tim #konmariindonesia dan semua target berbenah keluarga tercapai di akhir program Intensive Class ini. Aamiin

#konmariindonesia
#komunitaskonmariindonesia
#menatadirimenatanegeri
#shookyuclass
#shookyuB2task3
#sparkjoy

Hidup Minimalis Sebagai Wujud Rasa Syukur

Pagi, mak sudah sebulan terakhir pasca mudik saya mulai membenahi kembali rumah yang hampir sebulan kosong. Bisa dibayangkan apa yang terjadi di dalamnya? Barang-barang banyak yang tidak kembali pada tempatnya dan kotor serta lembab khas rumah yang tidak pernah dibersihkan.
Harap dimaklumi suami yang balik ke rumah terlebih dahulu dan menempati rumah ini hanya sekedar buat tidur malam doang.

Perlahan saya mencoba membersihkan rumah meski dengan keterbatasan waktu dan tenaga yang saya punya. Sempat terbersit untuk menyerah dan order go clean saja demi mengurangi kekacauan yang ada di rumah namun akhirnya urung saya lakukan. Pasti budget akan membengkak untuk urusan bersih-bersih *rasanya ingin melambaikan tangan saja.
Sudah dua kali dalam seminggu ini saya tidur malam lebih cepat karena kepala berat. Pusing banget rasanya entah kenapa. Ternyata, rumah yang kacau dan berantakan mempengaruhi mood saya untuk mulai kembali produktif. Rasanya waktu untuk menjalani kehidupan normal pun sulit dilaksanakan kalau rumah masih kotor dan acak adut. Gimana mau bermain dan bebikinan sama anak kalau nyari material bebikinannya saja entah tertimbun dimana. Rasanya seperti baru pindah rumah, kerjaan di rumah kaya nggak selesai-selesai. Belum cuaca yang nggak enak banget, sebentar panas sebentar badai.

Iyaaa, cuacanya nggak enak banget. Gimana bisa di Batam yang panas, angin besar sekali sampai dahan-dahan pohon jatuh? Hujan nggak sampe seharian ada pula yang rumahnya kebanjiran. Padahal hawanya masih gerah, tapi angin besar, gimana nggak masuk angin kan?

Belum lagi urusan anak-anak yang sakit bareng-bareng haduhhhh. Sabarrrr.. Tapi dengan banyaknya kejadian beberapa minggu terakhir ini, saya juga jadi lebih aware sama kondisi rumah. Sejak pertengahan tahun ini barang yang menumpuk nggak jelas mulai dipilah untuk dibuang atau diberikan pada orang yang lebih membutuhkan. Terutama baju-baju lama saya, duh baju ini dikasihin kok sayang, disimpen kok ya nggak dipake. Bulan Ramadhan lalu sebenarnya saya sudah menkonmarikan baju sampai 2 kardus banyaknya untuk didonasikan ke Sejuta Cinta Komunitas Ibu Profesional Batam. Termasuk baju kebaya yang saya pakai wisuda S1 pun saya relakan karena udah nggak mungkin dipake lagi. Ujung-ujungnya kemarin saya sortir satu kardus lagi baju saya dan baju anak yang sudah nggak terpakai. Akhirnya tutup mata, satu kardus pindah ke belakang untuk didonasikan

Setelah saya pikir, buat apa juga disimpen, nggak dipake juga. Mending dikasih ke orang, mungkin akan diperlakukan lebih baik daripada cuma ngejugruk doang di atas lemari. Sepatu juga sama, sudah hampir dua tahun ini saya cuma menyisakan 2 sandal gunung dan 1 sepatu lari. Apakabar koleksi sepatu sandal dan beberapa heels. Satu lemari udah bhay semua. Kebanyakan saya jual murah meriah via marketplace.

Iya! saya sama juga lagi usahaaaaa banget menjaga konsistensi ingin hidup lebih minimalis. Nggak lagi menumpuk barang karena rumah yang penuh barang itu tidak nyaman ya. Dulu banget, masalah besar bagi saya adalah terkadang masih menyimpan kenangan pada barang. Padahal barangnya nggak penting!

Yang menguatkan tekad saya untuk berhenti menumpuk barang adalah ungkapan dari sebuah kajian Ust. Syafiq Basalamah. Perumpamaannya jika kita hendak pindah rumah balik ke kampung halaman. Pengennya kita nggak bawa barang-barang yang berat kan biar nggak susah nantinya. Jadi kita kirimkanlah dulu sebagian barang-barang lewat ekspedisi ke kampung kita. Seperti itulah hidup dengan sedekah. Kita pindahkan sebagian harta kita untuk di akhirat nanti, supaya ketika meninggal nggak berat lagi bawaan kita, karena nanti semuanya akan dimintai pertanggungjawaban nya. Melalui sedekah saya lebih tenang dalam melepaskan barang-barang yang sudah memberikan kebermanfaatan dalam hidup saya. Tercerahkan sudah kenapa saya mempertahanankan minimalist sebagai ideal lifestyle saat ini. Yang mau mencoba hidup minimalis juga, yuk kita coba memulainya

1. Sortir Koleksi Bajumu

Ayolah akui saja, baju di lemari pasti BANYAK yang sangat jarang dipakai kan? Atau malah seperti saya (yang dulu) bahkan ada baju yang belum dicopot tagnya karena belanja lewat onlineshop dan ternyata nggak cocok ketika dicoba. Ketika mensortir baju-baju yang sangat jarang dipakai, pisahkan ke satu wadah besar besar bisa kontainer atau kardus. Kalau masih sayang, jangan diapa-apain dulu kontainer atau kardus tersebut. Biarkan saja dulu di rumah 1-2 bulan. Selanjutnya, pasti baru terasa efeknya oh ternyata baju itu nggak ada pun kita nggak sadar kok! Baru setelah itu kita bisa diberikan pada orang yang lebih membutuhkan, mak. 🙂

2. Buku! Alih-Alih Ingin Membuat Perpustakaan Mini
Ini berat banget ngomongnya tapi lebih baik koleksi lah buku dalam versi digital karena merawat buku fisik itu susah! Dulu saya punya banyak novel dan majalah remaja yang berujung didonasikan ke rumah baca rintisan saya dan sahabat di Trenggalek. Novel-novel itu bagus, tapi tidak sebagus itu sampai saya ingin baca ulang. Disimpan pun hanya makan tempat dan sarang debu.
Akhirnya rak buku saya di Batam sekarang hanya berisi buku-buku anak yang memang dibaca berulang-ulang. Saya hanya menyisakan buku pegangan homeeducation dan pendukung kegiatan belajar. Nggak lagi pusing dengan debu di atas buku. Saya pun masih bisa meminjam buku di ipusnas agar tetap bisa baca buku dan punya buku banyak tanpa menumpuk buku dan debu.

3. Declutter paling berat itu Mainan Anak
Mainan anak ini adalah objek paling sayang banget ya dienyahkan dari rumah. Tapi beneran deh, meski sudah disortir setiap minggu mainan anak-anak ini jumlahnya masih banyak banget padahal yang mereka bener-bener suka pegang cuma beberapa aja. Bulan Ramadhan kemarin, kami sudah sale untuk donasi sekalian mengajar anak berjualan sambil beramal karena yah, buat apa menumpuk mainan banyak-banyak? Melalui kelas intensif Shookyu ini juga sebagai ikhtiar untuk mulai menata kembali demi rumah yang lebih lega.

4. Koleksi Mainan Suami
Ini berat banget di suami saya. Entah sudah berapa ratus diecast yang dikoleksi oleh suami saya, yang bahkan belum ada rumahnya. Saya sudah berulang kali mengingatkannya agar mengurangi beli karena buat apa dehhh? Cuma numpuk barang doang! Iya sih sebagian dijual tapi kan nggak ada lagi tempat buat menyimpan. Belum kalau kita pindahan 😑

Untuk menghibur hati yang lara karena belum berhasil sounding ke si bapak pasal ini yasudah saya membantunya berjualan di marketplace demi mengurangi stok mainannya di rumah. Jadi kan nggak cuma ngejogrok doang.

*

Hidup minimalis ini buat saya ngaruh banget loh ke kesehatan jiwa. Rumah lebih lega dan terasa lebih terang karena nggak banyak barang. Debu juga berkurang sekali.

Dari sisi fisik juga saya merasa lebih nyaman, karena apa? Salah satunya karena menumpuk barang itu biasanya jadi sarang nyamuk. Semoga semangat berbenah yang baru ini bisa membentuk habbit baru dan menular ke anak-anak serta suami. 😅

Konmari Bukan Sekedar Belajar Seni Berbenah

Kali ini, saya akan menuliskan kembali bahasan mengenai mindset dalam metode KonMari yang saya pelajari beberapa minggu terakhir dan bagaimana cara menjaga mindset tersebut. Menurut pemahaman saya, Task 1 dan 2 di Shookyu Class KKI ini masih berkutat seputar mindset dan visualisasi. Kenapa begitu? Setelah saya tarik benang merah, mindset adalah hal terpenting saat kita ingin melakukan sesuatu. Perubahan yang besar dan langgeng hanya bisa terjadi jika kita terlebih dahulu mengubah pola pikir kita mengenai hal tersebut. Dalam hal ini, pola pikir yang “benar” mengenai berbenah yang perlu kita jaga. Sementara visualisasi diperlukan untuk menguatkan keyakinan dan semangat kita dalam mencapai tujuan, sekaligus memprogram pikiran bawah sadar kita untuk menujunya.

Banyak orang yang tidak berhasil mencapai tujuan bukan karena tak mampu. Tetapi, lebih disebabkan oleh mindset yang salah. Begitu juga dengan berbenah. Jika kita mengalami masa-masa berbenah tiada akhir, melelahkan, bahkan frustasi, saatnya kita harus memeriksa ulang mindset kita. Ketika mendapat tugas terkait mindset dan menjaga mindset, saya dan suami lalu berdiskusi. Berdiskusi terkait mindset apa yang kami miliki selama ini, dan bagaimana seharusnya mindset itu dibangun. Dari hasil diskusi itu akan nampak mana saja mindset yang salah selama ini, dan terbentuk mindset baru dengan harapan dapat menata hidup yang lebih baik. Di task kedua, saya merasa mindset yang baru pun harus dijaga agar tetap on track. Membangun mindset yang benar, bukanlah hal mudah. Terlebih lagi menjaganya. Bagaimana kami akan menjaga mindset untuk sebuah goals atas tujuan proses berbenah ini? Dan bagaimana cara menjaga mindset positif dalam berbenah itu menjadi poin yang harus saya diskusikan lagi bersama suami.

Menjaga Mindset

“The question of what you want to own is actually the question of how you want to live your life.” – Marie Kondo

“Focusing solely on throwing things away can only bring unhappiness. Why? Because we should be choosing what we want to keep – not what we want to get rid of.” – Marie Kondo

Kutipan yang pertama mengingatkan saya pada mindset yang sudah cukup mengakar di lingkungan sosial kita: semakin banyak benda yang dipunyai seseorang, maka semakin sukses pula hidupnya. Sayangnya, mindset seperti itu akan membuat kita menjadi gemar mengumpulkan barang-barang hanya demi terlihat ‘sukses’ (dalam banyak artian), padahal sebenarnya kita tidak terlalu membutuhkan barang-barang tersebut. Atau kalaupun butuh, kita hanya perlu dalam jumlah kecil saja.

Kutipan yang kedua juga sangat berkaitan dengan ini. Alih-alih berbelanja dan menyimpan banyak barang, akan lebih baik jika kita menyimpan sedikit, tapi kita tahu bahwa yang sedikit itulah yang paling bisa memberi kebahagiaan dan kebermanfaatan untuk kita.

Visualisasi Ideal Lifestyle Keluarga Kami

Tahap awal yang saya lakukan ketika memilih hidup minimalis adalah membuang hingga tuntas. Membuang barang disini artinya membuang barang yang sudah tidak bisa dimanfaatkan kembali sedangkan barang yang masih layak pakai dapat disedekahkan atau dijual kembali. Perumpamaannya jika kita hendak pindah rumah balik ke kampung halaman. Pengennya kita nggak bawa barang-barang yang berat kan biar nggak susah nantinya. Jadi kita kirimkanlah dulu sebagian barang-barang lewat ekspedisi ke kampung kita. Seperti itulah hidup dengan sedekah. Kita pindahkan sebagian harta kita untuk di akhirat nanti, supaya ketika meninggal nggak berat lagi bawaan kita, karena nanti semuanya akan dimintai pertanggungjawaban nya. (Ust syafiq basalamah). Intinya, saya harus menjaga konsistensi agar jangan terbiasa menumpuk barang!

Lalu untuk saya pribadi, bagaimana caranya agar mindset-mindset ini tetap terjaga? Ini PR bagi semua orang yang sedang berjuang untuk berubah lebih baik. Barang yang paling mudah membuat saya melakukan penimbunan (hoarding) adalah buku dan mainan anak. Barang-barang ini, bisa dibilang, adalah barang-barang yang paling berpotensi untuk menghancurkan kembali mindset yang sudah saya bangun. Akhirnya saya pun mengaplikasikan prinsip One In One Out. Awalnya saya sortir dulu, buku dan mainan anak mana yang lebih sering dibaca dan dimainkan. Jadi fokusnya ke buku dan mainan yang ingin disimpan, bukan yang harus dipensiunkan. Baju anak yang sudah kekecilan dan jarang dipakai lagi saya discard dari lemari.

Saya sudah melakukan perubahan kecil ni sejak lebih dari setahun yang lalu. Hasilnya, hidup saya terasa lebih simpel dan bahagia. Kenapa? Karena sekarang saya tidak perlu lagi mengurus terlalu bangsa barang di rumah. Apalagi dalam situasi berlama-lama di depan lemari yang penuh sesak sambil kebingungan mencari barang yang hendak saya pakai. Menurut saya, kita tidak perlu merasa sedih atau baper, karena sebetulnya those book and toys (in this case) have served their purpose: barang-barang ini sudah memberikan kebahagiaan pada saya saat saya membeli mereka. They had brought me joy, but now it’s time to move on. Efek samping dari ini: sekarang saya tidak mudah lapar mata. Kalau pun saya akhirnya memutuskan untuk membeli buku atau mainan anak, saya hanya membeli buku yang berkualitas saja bahkan kebanyakan barang yang kami pakai di rumah hasil hunting di flea market dan mudah dijual kembali with good price.

Berdasarkan goals tersebut, maka saya harus membuat timeline dan meluangkan waktu khusus untuk berbenah secara total. Memulai berbenah sama halnya dengan membuka lembaran baru. Setelah membuat timeline berbenah kita harus mengantisipasi juga hambatan atau tantangan apa yang akan muncul dalam proses berbenah nantinya serta solusi apa yang harus kita siapkan jika kemungkinan-kemungkinan hambatan itu terjadi. Berikut ini timeline project konmari saya bersama anak-anak.

 

Hambatan dalam Berbenah

Hambatan pertama dan utama yang pasti akan saya hadapi adalah ‘keikutsertaan’ anak dalam proses berbenah. Ini saya alami juga ketika saya dan suami harus packing besar-besaran saat kami pindah rumah beberapa tahun yang lalu. Anak saya ketika masih Faris dan baru berumur 1,5 tahun, ketika itu terasa agak susah jika ia harus dilibatkan dalam proses berbenah. Yang ada berbenah malah makin lama selesainya dan saya jadi stres karena pekerjaan tidak kunjung selesai. Nah, apa kabar sekarang saya sudah punya dua balita laki-laki yang MasyaAllah sedang heboh-hebohnya.

Jadi bagaimana solusinya? Solusi untuk kegiatan ini ada dua. Pertama, saya dan suami berbenah ketika anak-anak tidur. Kedua, saya berbenah sendirian dan anak-anak diajak papanya bermain outdoor saja. Dua solusi ini pernah kami lakukan, and it worked.

Hambatan kedua berkaitan dengan komonos. Untuk kosmetik, alat tulis dan mainan anak, saya sangat susah membuat benda-benda ini rapi dalam jangka waktu yang lama. Ketika saya sudah selesai merapikan, pasti tidak lama nanti akan berubah berantakan lagi.

Solusi untuk kosmetik dan alat tulis, saya akan membuat storage divider agar lebih rapi dan mudah menemukan apabila sedang mencari.

Untuk mainan anak-anak, saya akan sortir seluruh mainan sesuai kategori untuk kemudian saya kemas ke dalam kotak-kotak tertutup. Toh tidak semua mainan harus dimainkan pada hari itu. Jadi saya harus lebih konsisten dalam kegiatan bermain dan belajar bersama mereka dengan cara membuat tema harian atau mingguan. Peralatan/buku/mainan yang di-display hanya yang sesuai tema saja dan ditaruh di rak berbeda dengan mainan yang sudah disimpan di kotak tertutup.

Hambatan ketiga yaitu ketika saya sudah berhasil memisahkan barang-barang yang akan disimpan dengan barang-barang yang akan saya discard, pasti rumah jadi terlihat penuh dan berantakan (terutama oleh barang-barang yang akan di-discard).

Solusinya, sejak awal saya akan menyediakan kotak kardus besar yang terdiri atas dua kategori: kardus untuk barang yang didonasikan dan kardus untuk barang yang akan dibuang. Jadi barang-barang tidak berceceran di lantai karena saat selesai disortir, semuanya langsung dimasukkan ke kotak kardus.

Hm, tugas kali ini tantangan besar bagi saya. Karena saya harus segera memulai dan menuntaskan kegiatan berbenah yang telah saya jadwalkan. Kebetulan saya dan suami sudah mulai berbenah minggu ini, semoga kerapian bisa bertahan lebih lama. Yes, we’ll start doing the KonMari Method from zero.

 

#konmariindonesia
#komunitaskonmariindonesia
#menatadirimenatanegeri
#shokyuuclass
#shokyuuB2Task2
#sparkjoy

Kenapa Menulis (lagi)?

Kenapa menulis lagi?
Bagi saya menulis itu melegakan hati, yang susah itu memulainya. Menulis adalah bagian dari ikhtiar kita untuk menceritakan sejarah. Kehidupan kita, kehidupan orang-orang sekeliling kita, dan kehidupan orang-orang yang berpengaruh di sekitar kita akan hilang seiring tua dan matinya orang itu, jika kita tidak menulisnya. Kemudian ia akan hilang dari ingatan kita.

Saya adalah seseorang yang ketika mulai berhijrah nyaris “hilang” dari ingatan publik ketika saya tidak pernah menulis lagi bahkan hendak menghapus segala social media yang saya punya. Kesibukan sebagai seorang ibu adalah alasan yang umum dan klasik yang saya sampaikan ketika ada orang bertanya, “Mengapa kamu tidak menulis lagi?”

Adalah Mbak Unna, biasa saya menyapanya. Lubnah Lukman alias bubun zafruby adalah seorang sahabat baik saya, sesama penulis, blogger dan ibu pembelajar yang hampir setahun tahun terakhir mendorong saya untuk menulis lagi. Perkenalan saya dengan Mbak Unna adalah ketika saya mencoba bergabung ke grup Rulis Ibu Profesional Batam. Setelah bertemu langsung dan ngobrol banyak mengenai program kerja Rulis saya pun mulai mengenal sosok Mba Unna.

Perempuan yang tegas namun sabar. Dia orang yang terbuka dan sangat humble. Saya senang berdiskusi banyak hal dengannya, bertukar pengalaman dan cerita.

“Saya suka tulisan mba Moniq, apalagi basic mba Moniq dulu jurnalis” adalah kata yang paling sering diucapkan Mba Unna ketika bertemu saya. Saking seringnya pernyataan itu diucapkannya, kadang saya menghindar dan memberi ruang untuk berpikir kembali. Kenapa saya tidak memulai menulis kembali, toh insyaAllah melalui tulisan ini saya bisa membuat kenangan dan mengikat ilmu yang pernah saya pelajari. Setelah kopdar perdana Rulis, saya pun memantapkan hati untuk kembali ke dunia menulis. Saya berjanji pada diri sendiri untuk mengosongkan gelas dan belajar dari awal kembali bersama PJ Rulis Ibu Profesional Batam.

kenang-kenangan belajar ngeblog di rumah Mbak Unna

Mba Unna adalah orang yang tidak pernah menyerah untuk mengajak saya menulis. Beberapa bulan bergabung di Rulis semangat dan kebiasaan menulis saya pun terbentuk. Komunikasi kami pun semakin intens seiring dengan pengerjaan project buku antologi Jungkir Balik Dunia Emak (Haru Biru Perjuangan Membersamai Buah Hati) yang alhamdulillah rilis juga pertengahan bulan ini.

Setelah bergabung ke dala Rulis, saya pun semakin semangat untuk terus belajar menulis dan mencoba berbagai tantangan menulis yang lain.

Padahal selama hampir tujuh tahun terakhir saya nyaris berhenti menulis. Jika pun ada hanya tulisan curhatan sebagai sarana pelarian semata dan jumlahnya bisa dihitung pakai jari. Pertengahan tahun 2013 saya hijrah ke Batam, dan terjebak dalam rutinitas kantor. Saya pun lupa bagaimana cara memulai menulis lagi. Berkenalan dengan orang baru dan lingkungan kerja yang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya membuat saya semakin nyaman dan melupakan kegiatan menulis apalagi ngeblog.

Mengapa Tidak (Kembali) Menulis?

Saya tidak pernah bertanya, mengapa Mbak Unna getol sekali dan terus menyemangati saya untuk menulis. Suatu ketika saya menemukan sebuah kutipan dari seorang novelis ternama, Pramoedya Ananta Toer. Katanya: “Orang boleh pandai setinggi langit, tetapi selama ia tdak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Kutipan Maestro ini mengagetkan saya. Apakah saya akan hilang seperti yang diceritakan Novelis kebanggaan bangsa ini?

Dua pekan lalu, saya bertemu untuk yang terakhir kali sebelum Mbak Unna pindah ke kota Surabaya. Rasanya sedih sekali, baru saja saya mengenal sosok yang selalu tulus berkontribusi dalam Komunitas Ibu Profesional Batam. Mbak Unna terus menyemangati saya untuk terus menulis dan berbagi apapun lewat tulisan. Ah, rasanya saya masih ingin berdiskusi dan belajar banyak hal dari Mbak Unna.

Tulisan ini tentu bukan tulisan yang bagus. Namun, berangkat dari sini saya ingin menancapkan tekat, saya akan memulai lagi, lagi dan lagi. Menulis untuk kesenangan, menulis untuk menambah kebahagiaan.

Saya ingin mengikuti anjuran pepatah yang saya kutip di awal tulisan ini, bahwa sejarah hidup dan pergaulan saya dengan warga dunia tidak boleh menjadi dongeng. Saya ingin buktikan, bahwa sejarah hidup saya layak jadi sejarah, bukan jadi dongeng.

Belakangan ini, kekuatan untuk menulis tiba-tiba muncul begitu kuat. Jika kembali membaca tulisan-tulisan lama saya rasanya nano-nano sekali. Kadang sangat memuaskan, malu, heran, tapi selalu berujung dengan bahagia. Kenapa? saya lega sudah menuliskan apa yang ada dalam pikiran. Menulis merupakan sarana untuk menormalkan pikiran. Hal ini terdengar aneh tapi ini nyata. Dengan menulis otak kita terefleksi untuk mengurai satu persatu hal yang memenuhinya dan hidup terasa lebih bahagia setelah menulis, menurut saya sih begitu.

Bagaimana caranya agar terus konsisten menulis? Tentu saja hal pertama yang perlu dilakukan adalah menguatkan niat dan istiqomah untuk melakukannya. Dua hal tersebut adalah kunci untuk melakukan segala sesuatu.

Hal kedua, menemukan media untuk menulis. Setelah belajar dan bergabung ke dalam komunitas blogger, saya memilih dua media untuk menyusun strategi istiqomah tersebut. Media pertama ialah buku catatan, dan media kedua adalah blog pribadi.

Buku menjadi hal wajib yang diperlukan, bisa dibawa kemana saja dan membuat saya merasa lebih kreatif. Menulis langsung dengan tangan dan melihat langsung tulisan kita, menghiasi kertas dengan berbagai gambar dan warna. What a happy, right? Tapi buku ini tidak bisa saya isi dengan berbagai unek-unek dengan tulisan panjang lebar. Tangan emak-emak terlalu pegal untuk menulis dan inspirasinya ga begitu dapat jika menulis dengan tangan. Saya mencatat kilat sebagian besar aktifitas harian anak-anak, to do list dan jadwal penting lainnya.

WordPress saya pilih sebagai media ketiga yang saya pilih setelah sebelumnya saya menggunakan blogspot (blog ini berisi curhatan random dan catatan semasa kuliah), dan tumblr (lumayan istiqomah entah berapa banyak puisi dan cerita alay yang berhasil terangkai dalam kata tapi sekarang sudah tidak bisa dibuka lagi, entah mengapa, hiks). WordPress saat ini terasa lebih simple untuk dipelajari tanpa perlu ngotak ngatik template dan tema. Saat ini banyak juga referensi pengguna wordpress yang tulisannya lebih mencerdaskan dan mengkayakan wawasan saya. Itu yg membuat saya tertarik!

Lalu gadget macam apa yang digunakan untuk menulis? Haha ini yang lucu. Dulunya saya paling tidak bisa menulis di blog kalau tidak menggunakan PC. Bahkan salah satu alasan saya off ngeblog lantaran saya merasa terhambat karena laptop rusak (padahal hp ada tapi rasanya tidak pernah mendapatkan inspirasi menulis jika menulis menggunakan hp). Tetapi kebiasaan lama ini lambat laun bergeser seiring tuntutan pekerjaan dan ternyata saya pun bisa menulis melalui media hp karena terbiasa. Jadi tidak ada alasan untuk absen menulis lagi ya. Wkwk. Bismillah..

At least, thats all my reason why i am back writing. Terima kasih atas perkenalan yang indah ini ya Mbak Unna, semoga di tempat yang baru dirimu selalu menginspirasi dan menebar manfaat bagi banyak orang. Love 💞

Foodwaste dan Apa Solusinya?

Ketika membahas makanan sisa alias foodwaste, kebanyakan orang merasa hal ini bukanlah suatu masalah besar karena kebiasaan ini sudah membudaya dalam kehidupan masyarakat. Bahkan, buruknya lagi beberapa orang tidak berpikir ada sesuatu yang salah apabila membuang makanan segar dan makanan yang masih bisa dimakan karena itu sudah menjadi keseharian.

Sampah makanan adalah salah satu problem saat ini. Bahkan salah satu survei menyebutkan Indonesia adalah salah negara penghasil sampah makanan terbanyak di dunia. Menurut Economist Intellegence Unit, ada 300 kilogram makanan/bahan makanan yg dibuang oleh setiap orang Indonesia per tahunnya.

Jika kembali kepada petunjuk hidup, sesungguhnya terdapat aspek yang sering diabaikan oleh kita dari ajaran agama Islam yakni penekanan pada kesederhanaan, penghematan dan menghindari pemborosan.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran:
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Surat Al A’raaf ayat 31)

” Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (Surat Al Israa ayat 26-27)

Dalam masalah pemborosan, Islam bahkan telah selangkah lebih maju ketika menyatakan bahwa jika waktu tidak dihabiskan untuk kegiatan yang berarti dan produktif maka hal tersebut dianggap sebagai bentuk pemborosan.

Allah berfirman:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (surat Al Asr ayat 1-3)

Jika manusia dapat lebih bijaksana, banyak masalah akan diselesaikan secara otomatis tanpa perlu melakukan terlalu banyak usaha. Mari berpikir ulang, berapa jumlah sumber daya alam yang dapat diselamatkan, jumlah orang lapar yang bisa makan, dan tingkat kerusakan lingkungan yang dapat diperbaiki atau dicegah jika pemborosan makanan terjadi sedikit.

Perintah ajaran Islam bahwa sebagai Khalifah Allah di bumi, manusia harus mengelola dunia ini dengan cara yang terbaik untuk mendapatkan kebaikan dan melakukan keadilan untuk semua makhluk, bukan untuk memanjakan keserakahan manusia dan nafsu yang tak pernah puas.

Meskipun benar bahwa sebagian besar keadaan sulit dunia saat ini adalah murni buatan manusia, manusia juga memiliki kemampuan beragam dan kekuatan pikiran untuk menghadapi krisis terbesar dan menyelesaikan bencana terburuk.

Saat merubah mindset dan tidak ingin membuang makanan yang masih bisa dimakan sebab pemborosan saat ini adalah kekurangan untuk besok.

Miris yah, di tengah maraknya pemberitaan gizi buruk, orang-orang mengantri berjam-jam untuk membeli sembako, ternyata tanpa kita sadari masih banyak makanan dan bahan makanan yang terbuang sia-sia. Sampah yang kita hasilkan sehari-hari kebanyakan berasal dari limbah rumah tangga makanan yang tidak habis termakan atau bahan makanan yang sudah rusak tanpa sempat diolah.

Nah, salah satu solusi mengurangi produk sisa tersebut adalah beli dan masak bahan makanan seperlunya saja. Loh, berarti kita nggak boleh nyetok bahan makanan? Trus apa mesti ke pasar tiap hari? Gimana kalo emak-emak yang sempatnya belanja seminggu sekali? Itulah kegalauan yang muncul di benak kita berkaitan dengan kampanye less food waste ini.

Tetapi semua pasti ada solusinya kan, mak? Kita tetap bisa belanja bahan makanan seminggu sekali, simpan di dalam kulkas dan dibagi dalam beberapa porsi agar bisa digunakan seperlunya sedikit-sedikit. Kalaupun terpaksa ada sisa dalam pengolahannya maka kita bisa menyelamatkan bahan sisa ini dengan mengolah mereka menjadi kompos.

Saatnya kita menjadi konsumen bijak. Wortel bengkok dengan wortel yang tegap lurus, nutrisinya sama loh. Bayam yang daunnya kecil-kecil memang lebih susah disiangi, tapi rasanya sama kan dengan bayam yang daunnya bulat cantik lebar? Untuk konsumsi harian kan tidak masalah. Industri pangan adalah industri terpadu, zero waste. Sisa makanan bisa digunakan untuk pakan ternak kan? Sehingga akan menekan biaya pakan dan meningkatkan akses masyarakat untuk protein hewani. Adil untuk manusianya, adil untuk hewannya.

Kemana Perginya Sampah kita?


Bukan rahasia lagi, pengelolaan sampah yang tepat adalah modal utama untuk mengurangi masalah akibat sampah. Berapa banyak sampah yang kita hasilkan setiap hari? Sampah itu berasal darimana saja sih? Mari kita memilah jenis sampah tersebut. Sampah itu berasal dari mana saja, sih? Dari rumah tangga, sekolah, perkantoran, stasiun, pabrik, dan lain sebagainya. Jika barang yang sudah tidak terpakai atau tidak digunakan lagi maka disebut “sampah”, jadi sampah bisa bersumber dari mana saja.

Menilik ke dalam rumah, sampah apa saja sih yang paling banyak saya hasilkan? Berdasar pengamatan yang saya lakukan selama ini maka, tiga sampah organik terbanyak kami hasilkan berdasarkan beratnya adalah sampah dapur, plastik dan kertaslah yang menduduki peringkat teratas sebagai sampah rumah tangga. Bila kita telusuri kemana perginya sampah kita, tentu kita mempunyai alur yang berbeda-beda. Dari rumah sampah kita masuk ke laut. Ada juga yang dibakar. Namun, inti dari semua proses itu adalah sampah yang kita hasilkan akhirnya akan ditimbun.

Pengelolaan sampah dengan cara dibakar sering dianggap dapat menyelesaikan masalah. Kita tidak tahu bahwa mengubur, membakar, dan membuang sampah di sembarang tempat dilarang oleh negara berdasarkan Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Membuang sampah seperti itu juga hanya memindahkan masalah tidak menyelesaikan masalah. Bisa jadi akan menimbulkan masalah baru. Saat rumah kita bersih, nyatanya orang lain terkena akibat dari sampah yang kita buang hiks.

Perjalanan Sampah di Kota Batam

Pengelolaan sampah Kota Batam secara struktural tanggung jawab DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN. Total timbulan sampah kota Batam = 1.153 m3/hari. Karakteristik sampah didominasi oleh sampah organik sebesar 50-60% dan sisanya merupakan sampah anorganik seperti plastik, logam, gelas/kaca, kertas.
Jumlah sampah yang masuk ke TPA ± 850 ton/hari (data tahun 2014)

Penyelenggaraan pengelolaan sampah yang dilakukan meliputi kegiatan sebagai berikut :
1. Pengurangan Sampah yang meliputi : 

  1. Pembatasan Timbulan Sampah 
  2. Pendaur ulang sampah 
  3. Pemanfaatan Kembali Sampah
  4. Penanganan Sampah yang meliputi :

🍀Pemilihan Sampah yang terdiri atas :
a. Sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun serta limbah bahan berbahaya dan beracun
b. Sampah yang mudah terurai
c. Sampah yang dapat digunakan kembali
d. Sampah yang dapat didaur ulang

Pengumpulan Sampah dilakukan oleh :

  • Pengelola kawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industry, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas lainnya.
  • Pemerintah Kabupaten/Kota
    Pengangkutan Sampah dilakukan oleh Pemerintah, dalam hal ini pemerintah daerah menyediakan alat angkut sampah dan melakukan penganggkutan dari TPS ke TPA. Pengolahan Sampah meliputi kegiatan :
    a. Pemadatan
    b.Pengomposan
    c. Daur ulang materi
    d. Daur ulang energy (Energy Vecovery)
  • Pemrosesan akhir sampah dilakukan dengan metode : metode lahan urug terkendali (Control Landfill),metode lahan urug saniter (Sanitary Landfill), teknologi ramah lingkungan pemusnah sampah (Green Incinerator).
sumber : https://arsipskpd.batam.go.id/batamkota/skpd.batamkota.go.id/kebersihan/kebersihan-kota-batam/index.html

Perjalanan sampah yang saya gambarkan dalam tulisan ini hanyalah garis besarnya saja. Pengelolaan sampah umumnya dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing (baik pemerintah kota maupun pemerintah kabupaten) sehingga praktek yang dilakukan daerah yang satu dengan yang lain tidaklah sama. Informasi mengenai pengelolaan sampah di kota Batam secara lengkap dapat diakses di website Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam. Bagaimana dengan kota teman-teman?

Lantas bagaimana cara mengelola sampah yang baik? Supaya sampah yang kita hasilkan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan masalah baru. Kita bisa memulai mengelola sampah dari rumah dan komunitas kita, bismillahirrahmanirrahim mudah-mudahan project green family yang mulai kami jalankan bisa konsisten penerapannya. Aamiin 😇

Sebenarnya kita dapat turut serta membantu pemerintah menyelesaikan persoalan sampah dari rumah kita sendiri. Bukan hal yang mudah memang. Membiasakan untuk mengelola sampah secara mandiri dapat mulai kita lakukan dengan dua langkah. Hal kecil inilah yang sedang coba kami terapkan di dalam rumah kami. Langkah pertama, kita pisahkan sampah organik dan non-organik sejak membuang. Ini sangat penting supaya kita tahu mana sampah yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi kompos dan mana untuk di daur ulang. Selain itu sampah yang sudah tercampur menjadi sumber masalah. Racun yang terkandung dalam sampah non-organik dapat berpindah ke sampah organik.

Mengelola Sampah Rumah Tangga berbahan Organik

Sampah organik berasal dari bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari, seperti kulit sayur dan buah, cangkang telur, tulang ikan, dan sebagainya. Cara mengolah sampah rumah tangga berbahan organik yang paling ramah lingkungan adalah menjadikannya kompos untuk berkebun. Kebetulan keluarga kami sedang belajar berkebun. Buat teman-teman yang kurang suka berkebun tetap bisa menyumbangkan kompos kepada tetangga atau saudara yang memiliki kebun.

 

Baca Juga : Langkah Kecil Mengolah Sampah Rumah Tangga 



Mengelola Sampah Rumah Tangga berbahan Anorganik

sampah hasil safar kemarin

Sampah-sampah yang tidak berasal dari bahan makanan dan tidak bisa dikomposkan bisa dibagi-bagi lagi menjadi beberapa kategori. Berikut ini cara keluarga kami mengelolanya berdasarkan jenisnya.

🔢Daur ulang Sampah Rumah Tangga
Sebagian sampah anorganik bisa didaur ulang untuk mengurangi dampak negatifnya pada lingkungan. Bahan-bahan yang bisa didaur ulang meliputi kertas, kardus, botol kaca, botol plastik, kaleng, dan sebagainya. Jika kita tidak yakin apakah suatu kemasan bisa didaur ulang atau tidak,kita dapat memeriksa apakah terdapat simbol daur ulang di salah satu sisinya. Setelah dikumpulkan kita dapat menyetorkan kepada bank sampah atau pemulung sampah beberapa kali per bulan agar tidak menumpuk di rumah.

🔢Barang-barang elektronik
Televisi yang rusak atau ponsel dengan layar pecah, sampah elektronik kini menjadi masalah polusi yang serius. Agar sampah elektronik ini tidak menjadi bahaya bagi lingkungan, berikut ini beberapa tips yang sedang kami terapkan antara lain:

1. Mencoba memperbaiki barang yang rusak, terutama jika masih bergaransi.
2. Sumbangkan ke tempat perbaikan perangkat elektronik, agar elemen-elemennya yang masih berfungsi bisa digunakan untuk memperbaiki perangkat-perangkat lain.
3.Kembalikan ke perusahaan yang memproduksinya. Beberapa perusahaan menerima barang elektronik rusak untuk didaur ulang.
4. Sampah yang berbahaya bagi lingkungan seperti baterai, wadah tinta printer, cairan kimia, dan bola lampu tidak boleh dibuang di tempat sampah biasa. Pisah sampah jenis ini ke dalam tempat-tempat terpisah sesuai jenisnya, kemudian bawa ke pusat daur ulang sampah. Petugas di sana tahu bagaimana sebaiknya sampah-sampah ini diolah, atau ke mana seharusnya disalurkan agar didaur ulang secara benar.

Kita juga bisa melakukan beberapa perubahan kecil untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan di rumah tangga. Misalnya, menggunakan tas kain untuk berbelanja, memprioritaskan membeli barang-barang berkualitas bagus agar tidak cepat rusak, dan menghindari membeli makanan yang dibungkus plastik dan stirofoam atau polystyrene.

 

Baca juga : Bagaimana Cara Memulai Green Lifestyle? 



Sudah saatnya kita bertanggung jawab terhadap sampah masing-masing. Membuang sampah dengan dengan benar dan sesuai pemisahannya akan memudahkan kita mengelola sampah.

Meskipun kami bukan bagian dari LSM lingkungan tetapi kami juga punya kepedulian terhadap isu sampah. Kami ingin mengajak orang lain juga mempunyai pemahaman yang tepat untuk memahami persoalan sampah yang ada di rumah dan sekitar kita. Mari kelola sampah dengan benar, dengan begitu tidak akan ada sampah yang menumpuk serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Lingkungan yang bersih dan sehat akan menciptakan kenyamanan bagi diri kita.

 

Living Your Healthy Life : Olahraga Bagi Anak Usia Dini

Agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optima, ada sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian. Apa saja? Yang pertama tentu asupan gizi. Bukan hanya jumlah, kualitas makanan yang dikonsumsi setiap hari turut mempengaruhi performa tubuh. Orang tua perlu memastikan bahwa anak-anak sudah mendapatkan asupan nutrisi cukup. Yang kedua, waktu tidur dan istirahat yang amat penting sebagai sarana untuk mengisi ulang cadangan energi di dalam tubuh anak serta memberi kesempatan kepada sel-sel tubuh yang rusak untuk melakukan proses regenerasi. Yang ketiga, aktivitas fisik. Sama seperti orang dewasa, anak-anak memerlukan olahraga cukup agar selalu sehat. Namun, olahraga bagi anak-anak adalah beraneka jenis kegiatan fisik yang dilakukannya sehari-hari seperti bermain sepeda, berguling-guling di atas rumput, bermain kejar-kejaran dan sebagainya.

Sudah banyak terbukti bahwa olahraga dan aktivitas fisik dapat meningkatkan daya tahan tubuh, bukan hanya bagi orang dewasa namun juga untuk anak-anak. Pasalnya,ketika tubuh banyak bergerak maka kemampuan sel darah putih dalam memerangi infeksi atau penyakit lain yang menyerang anak-anak.

Menurut sebuah jurnal, Asosiasi Kesehatan Amerika menyarankan mulai usia dua tahun sebaiknya anak aktif bergerak dengan berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari. Kita bisa memberikan pilihan kegiatan yang menarik seperti bersepeda, lompat-lompat atau jungkir balik. Selain meningkatkan daya tahan tubuh, banyak manfaat lain yang bisa diperoleh anak-anak dari kegiatan berolahraga, misalnya

  1. Bersepeda

Sepeda merupakan salah satu media bermain yang memberikan banyak manfaat pada anak-anak. Sebelum mengenalkan sepeda kepada mereka ada beberapa hal yang perlu kita ketahui loh, Mak. Tahapan mengayuh merupakan kegiatan yang mengasyikan karena kita bisa menghirup udara bebas lepas. Mengayuh sepeda roda merupakan jenis permainan tidak terstruktur yang banyak sekali manfaatnya bagi tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan bersepeda kita dapat melatih berbagai keterampilan anak, seperti keseimbangan, kemampuan berkonsentrasi, kemampuan motorik dan sensomotoriknya akan terstimulasi.

Nah, sebelum memilih sepeda sebaiknya kita pun mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyaman bagi anak-anak. Ada beragam jenis sepeda yang dapat orang tua perkenalkan kepada anak-anak sesuai dengan tahapan usianya. Yang pertama, adalah sepeda roda tiga. Sepeda ini umumnya merupakan sepeda pertama bagi anak-anak yang biasanya dilengkapi dengan lagu-lagu dan warna-warna lampu meriah yang membuat anak tertarik untuk mengendarainya. Biasanya anak-anak sudah bisa menguasai sepeda roda tiga dengan baik ketika usianya menginjak 3 tahun. Melalui sepeda roda tiga, mereka belajar bertanggung jawab atas kepemilikan barang, belajar arah, belajar berkonsentrasi dan berdisiplin dengan mengerem dan melajukan sepeda di saat yang tepat. Yang kedua adalah sepeda roda empat yakni ketika anak sudah mahir mengayuh dan mengendarai sepeda roda tiga maka orangtua bisa langsung melatih anak ke tahapan selanjutnya menggunakan sepeda roda dua. Biasanya roda belakang sepeda ditambah dengan roda latihan ukuran kecil yang diletakkan di bagian kiri dan kanan roda belakang. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat beradaptasi mengayuh sepeda dengan lingkar ban yang lebih besar. Selain itu, mereka dapat belajar hal baru yakni tentang ruang untuk ‘memarkir’ sepeda di tempat yang sesuai dengan ukuran sepeda mereka. Terakhir, sepeda roda dua. Anak-anak dapat belajar mengayuh sepeda roda dua jika mereka sudah bisa belok dengan baik, mengerem tepat waktu, dan bisa mengarahkan sepeda dengan stabil ke arah depan.

bersepeda sambil bermain peran menjadi kurir antar sayur

Apa Saja Manfaat Bersepeda?

  1. Anak-anak dapat mengkoordinasi panca indera dengan seluruh anggota tubuh dan melatih keseimbangan tubuh.
  2. Melatih kekuatan tangan dan kaki.
  3. Mengasah keberanian anak dan mental pantang menyerah.
  4. Menstimulus kemampuan sosial anak-anak karena biasanya mereka bermain sepeda bersama teman-teman ketika usia mereka antara tiga sampai dengan delapan tahun.

Melihat betapa banyak manfaat dari olahraga ini mari kita stimulasi keinginan anak untuk belajar mengendarai sepeda dengan mengajaknya melihat saudara kandung, teman, tetangga yang terlihat asyik bersepeda roda dua di depan mata anak. Sediakan sarana pendukung  berlatih seperti jalan yang rata dan tidak berlubang atau tanah lapang di sekitar rumah untuk bersepeda.

2. Bermain bola

Bermain bola merupakan olahraga sederhana yang dapat diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia bayi. Berikut ini beberapa alternatif permainan bagi batita akhir yang biasanya sudah terampil memanjat, berlari, meloncat-loncat, melambungkan bola ke atas ataupun menendang bola dari jarak agak jauh.

Pertama, belajar melambungkan bola. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh anak dengan usia satu tahun ke atas menggunakan bola berukuran sedang atau sebesar ukuran bola voli yang terbuat dari plastik atau kain lembut. Manfaat dari kegiatan ini, anak-anak dapat
#Melatih kekuatan otot-otot tangan anak karena ia harus mengangkat kemudian melemparkan objek.
#Belajar mengoordinasikan gerakan tangan dan penglihatannya karena saat melambungkan bola ia harus mengarahkan perhatiannya agar tepat sasaran.
#Belajar menentukan arah secara tepat sehingga mengasah kecerdasan spasialnya.


Kedua,belajar menggelindingkan bola. Gunakan bola berukuran sedang yang mudah digenggam anak sekaligus berbahan ringan, semisal bola plastik atau karet. Kegiatan ini biisa dilakukan di dalam ruang atau di ruang terbuka namun tetap harus diperhatikan keamanannya. Cara bermain bola gelinding bisa menggunakan tali panjang untuk membuat jalur khusus sepanjang 1 sampai 2 m seperti pada permainan bowling. Kemudian minta anak untuk menggelindingkan bola ke arah sasaran melewati jalur khusus tadi. Namun, jangan kaget bila kebanyakan batita lebih mudah melempar daripada menggelindingkan bola karena menggelindingkan bola membutuhkan lebih banyak fokus dan kontrol diri. Manfaat dari kegiatan belajar menggelindingkan bola antara lain

  • Mengembangkan koordinasi tangan dan mata. Skill ini penting tidak hanya untuk melempar/menggelindingkan bola, tetapi juga sebagai ajang mengasah keterampilannya untuk makan sendiri, menggambar, menulis, dan keterampilan lain yang membutuhkan koordinasi tangan dan mata.
  • Merupakan media pembelajaran untuk mengenalkan konsep bulat yang merupakan salah satu bentuk geometris. Orang tua dapat mengenalkan konsep bentuk dengan berkata, “Ayuk lihat deh, bolanya bisa menggelinding loh karena bentuknya bulat.”
  • Mengasah kecerdasan spasial dengan menentukan arah.

    Ketiga, belajar menendang bola. Ketika mengajarkan anak menendang bola orang tua dapat memilih bola berukuran sedang atau sebesar ukuran bola sepak, terbuat dari bahan plastik atau kain lembut karena tidak keras atau menyakitkan ketika mereka menendangnya. Pastikan menyediakan lokasi bermain yang cukup empuk, misalnya tempat yang berkarpet atau berumput tebal di luar rumah. Boleh juga apabila sesekali mengajak anak ke fasilitas umum berupa lapangan di komplek perumahan yang memungkinkan anak belajar bermain bersama anak-anak lain seusianya sehingga mereka pun dapat mulai belajar mengenal konsep kepemilikan, konsep berbagi, bersosialisasi, dan sebagainya. Namun sebaiknya kita memilih lokasi yang tidak terlalu ramai agar orang tua tetap bisa mendampingi dan mengawasi mereka.

    Manfaat kegiatan menendang bola bagi anak-anak antara lain:
  • Melatih kemampuan motorik batita, terutama kakinya. 
  • Membantu memperkuat otot-otot kaki anak-anak untuk berbagai keterampilan, yakni berjalan, berlari, melompat, loncat-loncat, dan memanjat-manjat.Anak jadi menyadari kalau kakinya bisa dimanfaatkan untuk menendang bola.
  • Melatih koordinasi sekaligus memperkuat otot-otot matanya. Karena saat menendang bola, mata si kecil akan mengikuti ke mana bola bergerak.
  • Anak diperkenalkan pada aturan permainan.

Keempat, kegiatan mandi bola menggunakan bola-bola kecil (namun tidak sekecil bola bekel) dan terbuat dari plastik yang aman bagi kulit dan pernapasan. Orang tua bisa menciptakan arena bermain di dalam rumah atau teras menggunakan kolam plastik yang diisi banyak bola. Untuk aktifitas ini, orang tua wajib mendampingi selama anak berada di dalam area bermain, agar anak jangan sampai “tenggelam” dalam timbunan bola. Manfaat dari kegiatan ini, anak-anak dapat memahami tentang konsep warna dan bentuk serta merasakan sensasi yang berbeda dengan kolam air.


Kelima, bermain lempar bola. Untuk kegiatan belajar melempar, anak-anak dapat menggunakan bola berukuran sedang atau sebesar ukuran bola tenis. Pilihlah bola yang tidak keras dan anak pun cukup mudah melemparkannya. Salah satu ide permainan lempar bola adalah dengan  menggunakan keranjang cucian sebagai “basket”-nya. Kita dapat meminta anak untuk berdiri sejauh 1 sampai 1,5 m dari keranjang pakaian yang kosong. Kemudian tunjukkan caranya memasukkan bola ke dalam keranjang, lalu biarkan mereka mencobanya sendiri. Kegiatan ini, kita dapat membantu mengembangkan koordinasi tangan dan mata. Anak-anak dapat belajar mengatur kekuatan dan akurasi supaya bolanya bisa mencapai keranjang sasaran. Jika kemampuan melempar tidak dikembangkan dengan baik, anak akan bermasalah dengan aktivitas menulis yang melibatkan gerak bahu, lengan bawah, tangan dan jari-jari tangan. Tulisannya akan tampak terlalu tebal/menekan sehingga tembus ke halaman sebaliknya.

 

Baca juga : Mengenalkan Olahraga Panahan Kepada Anak Balita

 

3. Berenang

Berenang tentunya merupakan hal yang seru dan menyenangkan. Tak heran jika bayi pun tampak sangat gembira ketika sedang berenang sambil bermain air. Selain menyenangkan, berenang merupakan aktifitas yang memiliki banyak manfaat baik bagi si Kecil, termasuk untuk menstimulasi di masa perkembangannya. Olahraga air yang satu ini sudah bisa mulai dipraktekkan pada anak-anak sejak ia berusia tiga bulan, karena di atas usia tiga bulan bayi sudah memiliki refleks yang sangat baik untuk berenang. Ada banyak manfaat baik dari kegiatan seru ini, seperti melatih gerak refleks bayi dan melatih kebugaran fisiknya. Selain itu, berenang juga membuat anak-anak bahkan bayi merasa lebih rileks.

Apa Saja Persiapan Berenang bagi Bayi?
Agar anak merasa nyaman ketika berenang, kita perlu menyiapkan beberapa keperluannya. Keperluan ini penting untuk persiapan ketika mereka akan berenang dan sesudahnya agar tubuhnya tetap hangat.

Beberapa hal yang perlu Mama siapkan sebelum mengajak anak-anak berenang antara lain :

1.Siapkan pakaian renang yang nyaman bagi anak-anak. Jangan yang terlalu ketat maupun terlalu longgar. Pilih bahan pakaian renang yang lembut di bagian dalamnya, untuk menghindari iritasi pada kulit bayi.

2. Berikan pelampung dan mainan tahan air dengan warna-warna cerah untuk menemani aktifitas mereka di dalam air. Sebaiknya, pilih mainan berbahan karet maupun plastik.

3. Jangan lupa untuk membawa handuk berbulu lembut yang nyaman di kulit anak-anak

4. Bungkus tubuh bayi dengan handuk, seketika setelah ia diangkat dari kolam renang

5. Untuk anak di atas satu tahun, selalu sediakan cemilan kesukaan mereka untuk dinikmati setelah berenang agar tubuhnya kembali hangat dan terisi asupan sehat.

6. Berikan anak-anak pakaian ganti yang berbahan lembut dan ringan, agar pori-pori kulitnya tetap merasa nyaman.

7. Bawalah perlengkapan keamanan seperti betadine, kain kasa atau plester.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Membawa Bayi Berenang

Ayah atau bunda perlu menjamin bahwa semua kebutuhan anak-anak untuk berenang itu aman dan nyaman bagi mereka. Berikut adalah beberapa hal untuk membuat bayi tetap aman dan merasa nyaman ketika berenang.

1. Pastikan suhu kolam cenderung hangat. Suhu terbaik untuk kolam renang yang ramah bagi bayi ada di antara suhu 30 – 32 derajat celcius.
2. Bagi waktu berenang bersama bayi dalam beberapa sesi. Ini menghindari bayi terendam terlalu lama di dalam air. Untuk awal, bayi cukup menghabiskan waktu selama 10 – 15 menit di dalam air. Bila frekuensinya sudah semakin sering, kita bisa menambahkan waktunya hingga 20 – 25 menit setiap sesinya.

  1. Hindari bayi terendam di dalam kolam renang hingga di atas 30 menit, karena ini bisa menyebabkan hiportemia pada bayi.

Selain banyak manfaat yang sudah kita ketahui mengenai manfaat olahraga, ternyata olahraga juga merupakan sarana untuk menstimulasi kecerdasan kinestetik anak loh, Mak. Biarkan anak-anak mengeksplorasi kekuatan tubuh dan motorik kasarnya melalui berbagai aktifitas seperti jalan kaki, berenang, bermain bola, bersepeda di sekitar rumah atau datang ke babygym. Anak-anak juga bisa diperkenalkan kepada permainan tradisional yang melibatkan aktifitas fisik, misalnya petak jongkok, petak umpet, ular naga panjang, gobak sodor, galasin atau engklek. Menari dan berjoget bersama pun bisa kita mulai dengan bertepuk tangan, menggoyangkan kepala, menghentakkan kaki dan berputar dengan riang.

Untuk anak yang umurnya sudah agak besar, orang tua dapat memperkenalkan pada salah satu jenis olahraga dan aturan permainannya. Misalnya dengan mengajak menonton pertandingan bulu tangkis, membelikan buku tentang basket atau mengumpulkan koleksi kartu sepak bola. Tetap semangat memberikan stimulus agar anak tumbuh sehat dan cerdas ya, Mak. Mau tahu tips berolahraga lainnya, silahkan berkunjung ke rumah Bunda Lilis, sahabat saya yang energik sekali.

 

referensi :

[1]Majalah Ayah Bunda Nomor 20 Edisi 06-19 Bulan Oktober 2014

[2]Majalah Parenting Indonesia Kids Health Guide, ISBN 978-602-98774-4-1

[3]https://www.ayahbunda.co.id/balita-bermain-permainan/manfaat-main-sepeda-untuk-anak

[4]http://www.parenting.co.id/balita/5+permainan+dengan+bola

[5]http://www.parenting.co.id/bayi/manfaat+berenang+untuk+bayi

Cerita tentang Bunga Kamboja

“Ini bunga apa Ma?” Pertama kali yang ditanyakan Faris ketika kita menemukan banyak bunga kamboja yang gugur di halaman rumah tetangga kami. “Kenapa kok namanya bunga Kamboja?”
Ini edisi pertanyaan bersambung dari pertanyaan tempo hari. ” Emang bunga kamboja asalnya dari Kamboja, Ma? “

Nama bunga ini memang sama dengan nama sebuah negara tetangga, yaitu negara kamboja. Namun, ternyata bunga cantik ini bukan berasal kamboja.

Pohon kamboja ditemukan oleh seorang botanis berkebangsaan Prancis yang bernama Charles Plumier, oleh karena itulah bunga kamboja mempunyai nama Latin Plumeria.
Yaitu diambil dari nama belakang penemunya, yaitu Plumeria. Bunga ini tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan negara Kamboja sebab bunga ini ternyata berasal dari Amerika Tengah yang meliputi Equador, Colombia, Cuba, Venezuela, dan Mexico.

Kok bisa sampai ke Indonesia?

Bunga kamboja diperkirakan dibawa ke Indonesia oleh bangsa Portugis dan Belanda. Diperkirakan kamboja asli Indonesia adalah bunga kamboja yang berwarna putih dengan bagian dalam berwarna kuning di mana kuntumnya tidak terbuka penuh serta berukuran kecil. Keunggulan tanaman ini adalah bisa tumbuh subur di semua tempat dan mudah ditanam, yaitu dengan stek.

Jenis-Jenis bunga kamboja

Bunga kamboja mempunyai beberapa jenis, yaitu Plumeria Bali-Whirl, Plumeria Kok Putih, Plumeria Acuminata, Plumeria Cendana, dan Plumeria Acutifolia. Setiap jenis ini memiliki bentuk dan aroma yang berbeda. Ada juga Adenium Obesum, biasanya orang-orang menyebutnya dengan bunga kamboja Jepang. Bunga ini bukan berasal dari negeri sakura melainkan dari Benua Afrika.
“Bunga Kamboja”

Bunga kamboja (Plumeria rubra L.cv. Acutifolia.) merupakan tanaman yang berasal dari daerah Amerika tropik dan Afrika. Kamboja termasuk tanaman hias yang ditanam di pekarangan rumah maupun di dalam pot. Kamboja memiliki beberapa jenis, ada yang kerdil ada juga yang besar yang bisa mencapai tinggi beberapa meter. Kamboja yang besar biasa ditanam di tempat pemakaman.

‌Selain ukuran pohonnya, jenis pohon kamboja juga bisa dibedakan dari daunnya. Ada pohon kamboja yang daunnya lebar dengan ujung lancip, ada kamboja yang daunnya kecil dan lonjong dengan ujung tumpul. Kembang bunga kamboja memiliki aneka warna, dari mulai putih, kuning, merah dan merah muda atau kombinasi dari warna-warna tersebut.

Pohon Kamboja Bisa untuk Apa Saja?

Sekarang pohon kamboja ditemukan di mana-mana, yaitu di halaman rumah sebagai tanaman hias, di makam sebagai penanda, juga di pura-pura di Bali. Sama seperti tanaman hias lainnya, misalkan bunga melati dan bunga kenanga, bunga pohon kamboja juga menyebarkan wangi yang khas sehingga bisa digunakan juga diambil minyaknya dan dijadikan sebagai aromatherapy. Selain bermanfaat sebagai tanaman hias, bunga kamboja juga sering digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi beberapa penyakit. Diantaranya bisul, kencing nanah (Gonorrhea), bengkak, kutil, kapalan, menghaluskan kulit dan frambusia.

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah akar, daun, getah, serta kulit pohonnya. Getah Pohon Kamboja (Plumeria acuminata) mengandung senyawa sejenis karet, triterpenoid amyrin, lupeol, kautscuk dan damar. Kandungan minyak mrnguapnya terdiri dari geraniol, sitronellol, linallol, farnesol dan fenetilalkohol.

Berikut ini beberapa pengobatan menggunakan bunga kamboja.

1. Mengobati Bisul
Untuk mengobati bisul dengan bunga kamboja, bisa dilakukan dengan dua cara. Cara pertama menggunakan daun kamboja dan minyak kelapa. Daun kamboja dilemaskan dan diolesi dengan minyak kelapa, kemudian ditempelkan pada bagian tubuh yang ditumbuhi bisul. Setelah kering ganti dengan daun yang lain.

Cara kedua, menggunakan getah pohon kamboja. Ambil getah kamboja langsung dari pohonnya dan dioleskan pada bagian tubuh yang ditumbuhi bisul.

2. Mengatasi Bengkak
Cara mengobati bagian tubuh yang bengkak adalah dengan kulit pohon kamboja. Caranya, ambil 1 sirap kulit pohon kamboja kemudian ditumbuk hingga halus. Rebus dengan setengah cerek air hingga mendidih. Air tersebut digunakan untuk merendam bagian tubuh yang bengkak jika memungkinkan. Jika tidak, gunakan untuk mengompres.

3. Kencing Nanah (Gonorrhea)
Cuci bersih 1 potong akar pohon kamboja, kemduian direbus dengan dua gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Air ramuan tersebut diminum satu kali sehari sebanyak 1 cangkir.

4. Mengobati Sakit Gigi Berlubang
Untuk mengobati sait gigi akibat gigi berlubang, caranya mudah. Ambil getah pohon kamboja menggunakan kapas, kemudian kapas tersebut dipakai untuk mencocok gigi yang berlubang.

5. Menghilangkan Tahi Lalat
Tahi lalat bisa menambah kecantikan wajah seseorang, namun juga bisa mengganggu. Jika anda memiliki tahi lalat yang mengganggu, bisa dihilangkan dengan menggunakan getah pohon kamboja. Caranya, ambil getah kamboja menggunakan kapas, kemudian tempelkan pada tahi lalat. Lakukan secara rutin sampai tahi lalat hilang dengan sendirinya.

6. Menghilangkan kutil
Caranya sama dengan menghilangkan tahi lalat, yaitu menggunakan getah kamboja. Namun harus waspada karena getah kamboja sifatnya tajam, jadi jangan sampai terkena bagian tubuh yang yang lain.

Bunga kamboja memang kaya akan kandungan emolien dan vitamin E. Selain untuk pengobatan, bunga kamboja juga bermanfaat untuk kecantikan, terutama perawatan kecantikan kulit. Bunga eksotis ini memberikan sensasi melembabkan, melembutkan, serta menambah nutrisi dan menjaga elastisitas kulit.

Referensi :
[1]http://bobo.grid.id/read/08675015/bunga-kamboja-ternyata-tidak-berasal-dari-kamboja
[2]http:/manfaatbuahdaun.blogspot.com/2014/01/manfaat-bunga-kamboja-untuk-kesehatan.html

QOTD : Ma, Kenapa Kalau Mau Puasa Harus Melihat Hilal Dulu? Gimana Cara Lihatnya?

Hari ini, kami belajar mengenai apa itu puasa dan kenapa setiap akan memasuki bulan Ramadan selalu ditentukan dengan melihat hilal. Berikut ini beberapa pertanyaan yang muncul hasil dari diskusi Mama dan Faris hari ini.

Mengenal Hilal

referensi bacaan mengenai hilal dan fase bulan

Menurut bahasa Arab, hilal merupakan istilah yang artinya bulan sabit. Lebih detilnya lagi adalah bulan sabit yang pertama kali dapat dilihat setelah fase bulan baru atau mati. Dengan kata lain, hilal adalah bulan sabit yang sangat tipis karena umurnya masih sangat muda. Hilal harus diamati setelah Matahari terbenam.

Apabila hilal terlihat, maka pada petang tersebut telah memasuki bulan baru yakni tanggal 1romadhon sebagaimana dalam firman Allah SWT :

يَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِ ؕ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ؕ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِاَنْ تَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ ظُهُوْرِهَا وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقٰى ۚ وَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ اَبْوَابِهَا ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّکُمْ تُفْلِحُوْنَ‏‏
“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.”…. “(QS. Al-Baqarah: Ayat 189)

Anak-anak shaleh ternyata ilmu tentang fase fase bulan sangat penting dlm kehidupan seorang muslim. Sehingga kita tahu permulaan awal bulan berkaitan dengan ibadah seorang muslim( dalam kalender hijriyah). Sehingga kita bisa menentukan awal ramadan diperintahkan untuk puasa sebulan penuh.

صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته
“Berpuasalah karena kalian melihat bulan, dan berbukalah ketika kalian melihat bulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nah, berdasar dari hadits itu, kita sebagai seorang muslim umat Rasulullah Muhammad diperintahkan untuk mengawali dan mengakhiri puasa romadhon dengan berpatokan pada bulan/hilal.

Masya Allah seru yah, animasi hilal yang anak-anak saksikan bersama Mama. Fenomena hilal inilah bukti kebesaran Allah, Nak. Emm, Jika hilal tidak nampak kira kira bagaimana yah? Kita sebagai muslim bisa menentukan awal ramadan. Eh, hilalnya tidak keliatan bisa jadi ketutup mendung, maka kita diperintahkan untuk menggenapkanya, Rasulullah teladan kita bersabda:

لا تصوموا حتى تروا الهلال ، ولا تفطروا حتى تروه ، فإن غمى عليكم فاقدروا له. و في رواية فاقدروا له ثلاثين

” Jangan kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal, dan jangan berbuka sampai melihatnya lagi, jika bulan tersebut tertutup awan, maka sempurnakan bulan tersebut sampai tiga-puluh.” (HR Muslim)

Jadi, gimana caranya kita bisa melihat hilal? Faris pengen bisa lihat hilal

source : tirto.id

Sebelum belajar jauh, Faris sebaiknya terlebih dahulu belajar bahwa bulan adalah satu-satunya satelit bumi. Apa itu satelit? satelit yaitu benda langit yang bergerak mengelilingi bumi. Dalam peredarannya, bulan memerlukan waktu 29,5 hari untuk sekali putaran. Karena posisinya berubah-ubah terhadap posisi bumi dan matahari, ini menyebabkan kita yang tinggal di bumi akan melihat bentuk bulan (yaitu bagian yang bersinarnya) berubah-ubah pula.

Coba Faris ingat-ingat kembali, cahaya bulan itu sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari. Bentuk-bentuk bulan yang berbeda itulah yang kita sebut dengan fase-fase bulan.

Berikut ini adalah 8 Fase bulan yang kita kenal!

1. Bulan Baru (New Moon)

2. Bulan Sabit Muda (Waxing Crescent)

3. Bulan Kuartal Pertama (First Quarter)

4. Bulan Separuh Mengembang (Waxing Gibbous)

5. Bulan Purnama (Full Moon)

6. Bulan Separuh Menyusut (Waning Gibbous)

7. Bulan Kuartal Terakhir (Last Quarter)

8. Bulan Sabit Tua (Waning Crescent)

belajar fase bulan dengan boardcard

Mengapa terjadi fase Bulan?

Ternyata ada tiga penyebabnya loh teman-teman, mari kita mempelajari kembali apa saja penyebabnya

1. Tidak Bercahaya

Bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri sama dengan planet. Bulan tampak terang pada malam hari, karena bulan memantulkan cahaya dari Matahari.

2. Berotasi dan Berevolusi

Bulan itu bergerak. Dalam satu saat, bulan melakukan 3 gerakan sekaligus yaitu bulan berotasi. Artinya, bulan bergerak pada porosnya sendiri. Dan bulan berevolusi, yaitu bergerak mengelilingi bumi. Dan yang terakhir bulan bersama bumi mengelilingi Matahari.

3. Berubah Posisi

Ada fase bulan karena ada Bumi dan Matahari. Ketika bulan mengelilingi bumi, maka posisi bulan terhadap matahari berubah-ubah. Cahaya matahari yang jatuh di permukaan bulan dan terlihat di bumi pun berubah. Suatu saat bulan berada di antara bumi dan matahari. Sehingga permukaan bulan yang tidak mendapat cahaya matahari akan menghadap Bumi.

Saat itulah kita melihat bagian permukaan bulan yang gelap. Fase ini dinamakan fase bulan baru. Di saat lain, bumi berada diantara bulan dan matahari. Maka seluruh bagian bulan yang menerima cahaya matahari akan menghadap bumi. Fase ini kita namakan fase bulan purnama.

Dari fase bulan baru yang gelap sampai ke fase bulan purnama, permukaan bulan yang mendapat cahaya matahari dan terlihat di Bumi, makin lama makin lebar. Sebaliknya, dari fase bulan purnama ke fase bulan baru, permukaan Bulan yang mendapat sinar matahari makin berkurang.

Ketika Bulan berada di antara bumi dan matahari, bulan disebut bulan mati atau bulan baru karena saat itu kita tidak bisa melihat bagian bulan yang bersinar. Dari bumi, bulan dan matahari akan tampak terbit dan terbenam dalam waktu bersamaan. Kemudian secara perlahan Bulan akan bergerak menjauhi Matahari lalu menjadi Bulan sabit yang terbenam setelah Matahari terbenam. Nah, Bulan sabit di awal-awal seperti inilah yang disebut hilal. Kita bisa melihat hilal ini di langit barat.

Namun mencari dan melihat hilal tidaklah mudah karena sabitnya masih sangat tipis dan langit senja masih tampak terang. Akibatnya cahaya hilal akan kalah terang oleh cahaya langit. Selain itu kesempatan atau rentang waktu untuk melihat hilal juga sangat sempit karena tidak lama setelah Matahari terbenam, hilal pun akan ikut terbenam. Umur hilal tidak pernah lebih dari 25 jam dengan ketinggian kurang dari 12,5 derajat. Seringnya, hilal berumur kurang dari 12 jam dengan ketinggian di bawah 6 derajat. Dengan ketinggian sekecil itu, artinya hilal akan terbenam tidak lebih dari 24 menit setelah Matahari terbenam. Hanya sebentar saja, bukan?

Menurut, Hanief Trihantoro, pengelola DuniaAstronomi.com untuk mempermudah dalam melihat hilal, kita bisa menggunakan alat bantu seperti teleskop dan kamera CCD (Charge Coupled Device) yang sangat sensitif. Dengan pengaturan yang benar, maka kemungkinannya membesar untuk kita dapat melihat hilal yang sangat tipis dan rendah. Dalam melakukan pencarian hilal pun kita sudah sangat dipermudah oleh kecanggihan teknologi. Perhitungan posisi hilal, gerhana (Bulan ataupun Matahari), dan benda langit lainnya kini sudah bisa ditentukan untuk puluhan bahkan ratusan tahun ke depan. Selain itu, sekarang sudah ada banyak program komputer atau telepon pintar yang bisa menunjukkan kondisi langit kapanpun kita mau. Dengan begitu, menghitung dan menentukan posisi hilal di awal bulan depan pun tidak sulit. Jadi, kemanakah tujuan kunjungan kita selanjutnya? Faris mau ikut mencoba mencari hilal?

referensi :

[1] Al Qur’an dan Hadist

[2] Al Qur’an Menakjubkan Hewan dan Bumi, QIBLA, DK Wardhani.

[3] IMC Little Scientist, Erlangga for Kids, Elvina Lim.

[4]http://anakbertanya.com/apa-itu-hilal-bagaimana-cara-melihatnya/

[5]https://negerinower.com/2015/10/19/mengenal-perubahan-bentuk-bulan/

Family Project#3 For Ramadan by G-Fam

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)

“Barang siapa yang berpuasa (di bulan) Ramadan (dalam kondisi) keimanan dan mengharapkan (pahala) dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu. (HR. Bukhari No. 38 dan Muslim No.760)

lapbook ramadan 1439H digunakan sebagai panduan tema belajar pekan ini

Masya Allah, terharu dan campur aduk rasa hati ketika mencium aroma ramadan. Nggak terasa dalam hitungan jam, Insya Allah kita akan berjumpa dengan bulan Ramadan. Dan mudah-mudahan Allah sampaikan saya dan keluarga berpuasa di bulan yang dinanti-nantikan ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, meskipun dalam kondisi hamil atau menyusui saya tetap berusaha untuk bisa ikut puasa. Tahun 2014, saya pertama kali berpuasa dalam kondisi hamil di trimester akhir kehamilan Faris. Alhamdulillah cuma bolong 3 hari di depan gara-gara ragu mau puasa atau nggak, tetapi ternyata ketika dicoba ternyata saya mampu menyelesaikan hingga hari puasa terakhir. Bersyukur sekali rasanya untuk yang kedua kalinya saya pun diberikan kesempatan berjumpa dengan bulan Ramadan tahun 2016 dan hamil kedua di trimester akhir. Jadilah dalam empat tahun terakhir ini, bulan Ramadan saya nikmati sambil hamil dan menyusui. Alhamdulillah bi ni’matimushaalihat, Allah mudahkan segalanya, tanpa drama dan halangan yang berarti. Mudah-mudahan tahun ini pun demikian juga, kami bisa lancar berpuasa meskipun masih menyusui Irbadh. Irbadh sudah hampir 20 bulan. Jadi sudah makan dan tidak terlalu tergantung nenen.

Menjelang Ramadan, kami sekeluarga membuat family project#3 khusus untuk bulan Ramadan. Ini merupakan family project ketiga di tahun ini setelah project #FarisNandur. Kami membuat project ini karena kami nggak mau Ramadan berlalu begitu aja tanpa ada yang membekas di hati. Bulan yang penuh berkah dan rahmat, kok sayang kalau hanya diisi dengan puasa saja. Apalagi tahun ini, Faris akan memasuki usia yang keempat dan momen ini akan kami manfaatkan untuk mengenalkan bab puasa padanya. Saya ingin melalui kegiatan ini, Faris merasa berkesan dengan bulan Ramadan yang selalu dinanti semua umat muslim di muka bumi ini.

FAMILY PROJECT#3 FOR RAMADAN by G-Fam

Sebelum Ramadan

1. Marhaban Ya Ramadan

Deskripsi Kegiatan :

Mempersiapkan keluarga, terutama Faris dan Irbadh, dalam rangka menyambut Ramadan.

Kegiatan :
a. Sounding ke anak-anak, terutama Faris tentang puasa Ramadan, membuat lapbook untuk panduan belajar tentang Ramadan, dan membacakan buku tentang puasa.

b. Papa dan Mama membaca buku Fiqh Puasa dari Yusuf Qardhawi.

c. Membacakan buku tentang Puasa, Zakat Fitrah, Lailatul Qadr, ‘Itikaf dan panduan belajar.

d. Mencetak printable worksheet dan bahan belajar selama bulan Ramadan dan yang akan dibawa ketika mudik.

e. Mendekorasi rumah dengan tema Ramadan.

Durasi : Seminggu menuju Ramadan.

Peserta : Semua anggota keluarga.

Tujuan Program : Agar semua anggota keluarga siap lahir dan batin beribadah di bulan Ramadan.

2. Rumah Bersih

Deskripsi Kegiatan :

Membersihkan dan merapikan rumah agar bersih dan rapi.

Kegiatan yang Dilakukan :

a. Membersihkan debu di seluruh rumah, merapikan buku dan perabotan, dan mencuci perlengkapan salat.

b. Komari. Mengurangi isi lemari baju, sepatu, tas dan seluruh perabotan yang sudah jarang dipakai untuk dijual dan disumbangkan.

c. Membersihkan kulkas dan segala isinya.

d. Mengumpulkan dan memilah sampah kering dan plastik untuk ditabung ke bank sampah.

Peserta : Semua anggota keluarga.

Durasi : Seminggu 2x.

Tujuan Program : Agar suasana rumah lebih nyaman dan lebih fokud beribadah di bulan Ramadan.

 

Baca Juga : Ramadan Menu Planner dari Dapur G-Fam 

 

3. Menu Sehat dan Praktis

Deskripsi Kegiatan :

Menyusun menu sehat dan praktis selama bulan Ramadan.

Kegiatan yang dilakukan :

a. Menyusun menu selama satu bulan, menyiapkan bumbu siap pakai, membersihkan kulkas, dan menyusun daftar belanja.

b. Membuat stok homemade frozen food pekanan.

Peserta : Mama.

Durasi : sekali di akhir pekan.

Tujuan Program : memudahkan Mama menyiapkan menu berbuka puasa dan sahur agar aktivitas di dapur bisa berjalan dengan lancar.

 

4. Celengan Sedekah

Deskripsi Kegiatan :

Membuat celengan khusus berbentuk ka’bah untuk diisi selama satu bulan.

Kegiatan yang dilakukan :

Celengan ini dibuat untuk diisi sedekah setiap harinya oleh Faris dan Irbadh. Usai Ramadan, celengan tersebut diserahkan ke masjid.

Peserta : Mama dan 2 Al.

Durasi :

a. Membuat celengan sedekah dari barang bekas yang ada di rumah.

b. Mengisi celengan sedekah, setiap hari selama Ramadan.

c. Menghitung sebelum diserahkan ke masjid dengan tujuan agar Faris memahami perlunya bersabar dan melatih ikhlas.

Tujuan Program : Meningkatkan semangat Faris untuk bersedekah.

Super Project of Ramadan

1. One Day One Juz

Deskripsi Kegiatan : Mengaji minimal satu juz atau boleh lebih dalam sehari.

Kegiatan yang Dilakukan : Untuk Faris, murojaah juz 30 sambil belajar mengenal makhraj huruf melalui buku nuramadan

Peserta : Semua anggota keluarga.

Durasi : Setiap hari.

Tujuan Program : Papa dan Mama khatam Al Qur’an. Faris melancarkan hafalannya.

2. One Day One Hadits

Deskripsi Kegiatan : Menambah hafalan hadits.

Kegiatan yang Dilakukan : Memilih hadits yang mudah dihafal Faris, membaca dan mengulang-ulang 1 hadits dalam sehari.

Peserta : Mama dan Faris.

Durasi : Setiap hari.

Tujuan Program : Menambah hafalan hadits dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

3. Semangat Sahur 

Deskripsi Kegiatan : Bangun dan menyantap sahur dengan niat agar Allah memudahkan ibadah hari ini.

Kegiatan yang dilakukan :

a. Membangunkan Faris dan Irbadh dengan lembut.

b. Menyiapkan soya hangat kesukaan Faris dan Irbadh.

c. Menyiapkan makanan kesukaan sesuai request anak-anak.

Peserta : semua anggota keluarga.

Durasi : setiap hari.

Tujuan Program : agar anak-anak merasa senang dan semangat bangun sahur.

4. Kajian Tafsir

Deskripsi Kegiatan : program membaca tafsir bersama kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan kisah yang terkait.

Kegiatan yang dilakukan : membaca tafsir Qur’an Ibnu Katsir Qur’an dan buku-buku parenting nabawiyah serta buku-buku pendukung untuk berkisah.

Peserta : Mama dan Papa.

Durasi : Seminggu 3x.

Tujuan Program : Menambah keilmuan keluarga tentang parenting Nabawiyah.

5. Berbagi Menu Berbuka Puasa

Deskripsi kegiatan : berbagi menu berbuka puasa.

Kegiatan yang dilakukan :

a. Memberikan makanan untuk berbuka puasa di masjid dan sekitar rumah. Mama yang masak, Faris yang memberikan.

b. Berbagi makanan untuk berbuka puasa dan berusaha untuk meminimalisir sampah dengan kemasan bukan plastik.

Peserta : Mama dan 2 Al.

Durasi : seminggu 1x.

Tujuan program :

a. Agar anak-anak memiliki empati kepada orang lain yang sangat membutuhkan bantuan. Sekaligus mengamalkan hadits tentang memberikan makanan kepada orang lain untuk berbuka puasa.

b. Eco Ramadan, berbagi tanpa menambah sampah.

 

6. Ramadan FunTastic 

Deskripsi kegiatan : berkreasi dan bermain bersama anak.

Kegiatan yang dilakukan : bermain dan belajar dengan tema Ramadan. Mama sudah menyiapkan materi yang akan dipelajari disarikan dari materi e-learning di kelas Yayasan Generasi Juara dan rencana berkisah bulan ini.

Peserta : Mama dan 2 Al.

Durasi : Setiap hari.

Tujuan program : agar anak-anak semangat menyambut dan menjalani kegiatan pengenalan puasa dan enjoy menunggu waktu berbuka.

 

Baca juga : Ma, Kenapa Kalau Mau Puasa Harus Melihat Hilal Dulu? Gimana Cara Lihatnya?

 

7. Tarawih and Dhuha Time

Deskripsi kegiatan : Mengajak anak-anak salat Tarawih dan Dhuha.

Kegiatan yang dilakukan :

a. Salat Tarawih bersama anak-anak di rumah, karena Irbadh belum bisa diajak ke masjid untuk rentang waktu salat yang lama.

b. Salat dhuha bersama anak-anak sambil mengulang bacaan salat.

Peserta : Mama dan anak-anak.

Durasi : Setiap hari.

Tujuan program : agar anak-anak terbiasa dengan salat sunnah Tarawih yang hanya ada di bulan Ramadan dan Dhuha.

8. Cinta Rasulullah

Deskripsi Kegiatan : program membacakan buku dan berkisah bersama anak-anak.

Kegiatan yang dilakukan :

a. Membaca buku tentang rumah Rasulullah SAW dan keseharian Rasulullah SAW dengan bersumber pada Al Qur’an dan Hadist serta referensi buku yang ada di perpustakaan keluarga. Faris yang memilih bukunya.

Peserta : Mama dan anak-anak.

Durasi : setiap hari.

Tujuan program :

a. Memupuk rasa cinta dan rindu terhadap Rasululla SAW dengan mengetahui keseharian beliau yang telah mereka baca di buku dan referensi pustaka yang ada.

b. Mengembangkan daya imajinasi Faris, dan menjadi fasilitator atas banyaknya pertanyaan yang muncul ketika ia belajar mengenal Rasulnya, sehingga menambah keilmuan Faris.

 

Masya Allah tabarakallah…semoga Allah SWT memudahkan dan memberikan kelancaran family project#3 yang kami buat ini. Semoga keluarga kami bisa menyelesaikan tantangan dalam project kali ini. Aamiin. Jadi, kalau teman-teman di rumah punya project apa selama bulan Ramadan ini? Bagi pengalaman dan ide kegiatan menarik keluarga teman-teman di kolom komentar ya. Wassallamu’alaikum warrahmatullahi wa barakatuh.