Setelah menonton tayangan Syafaat di Trans7 yang membahas mengenai Thalasemia, saya merasa kalau harus menambah level rasa syukur saya terhadap Allah SWT. Terlebih lagi atas nikmat sehat. Bahkan nikmat darah yang mengalir di dalam tubuh ini tanpa adanya masalah, nikmat udara sehingga saya masih bisa bernafas hingga saat ini, dan nikmat-nikmat yang lain semua berada pada tempatnya, berjalan sebagaimana fungsi dan kebutuhannya.

Ya Allah, betapa saya merasa kecil sekali. Sewaktu baby Y kemaren berpulang saya juga merasa seperti ditampar oleh Allah sebab mungkin terkadang saya kurang bersyukur atas hidup ini. Padahal saya sendiri merasa untuk mempertahankan suatu kehidupan adalah suatu hal yang sangat sulit. Saya sudah berusaha untuk menjaga kesehatan, nutrisi dan kebutuhan istrirahat akan tetapi apabila Allah berkehendak lain, kehidupan pun tidak akan berlanjut. Kemarin saya bahkan merenung lebih dalam, melihat orang-orang yang berlomba-lomba untuk bunuh diri saya merasa betapa mereka sangatlah tidak bersyukur. Kenapa saya berkata demikian? Tidak lain dan tidak bukan karena memperjuangkan sebuah kehidupan itu SULIT!! Saya benar-benar merasakan ketika saya berjuang dalam proses menjadi ibu.

Saya berusaha yang terbaik untuk anak saya, apapun itu. Tahulah bagaimana rasanya orang mengandung. Badan sakit semua karena perubahan hormon, pinggang kaku, makan susah, kerja apa aja terasa berat akan tetapi tidaklah dihiraukan oleh seorang ibu. Pastilah dia melakukan apapun demi keberlangsungan hidup anaknya. Maka dari itu kalau saya melihat orang yang ingin bunuh diri itu miris. Ingin aja loh, masih niatan belum melakukan tindakan bodoh dan konyol macam itu saja saya pikir mereka sudah tidak memiliki otak. Hanya karena masalah dan putus asa saja sampai bisa membuat orang bunuh diri, naudzubillah…:(

 

Kembali ke cerita Thalassemia, menyeramkan memang penyakit ini karena kita tidak pernah tahu gejala sakitnya dan hanya bisa diketahui melalui tes darah saja. Biasanya gejala awalnya hanya seperti pusing, lemas, sulit tidur, nafsu makan hilang  bahkan mual. Nampak seperti orang yang terkena anemia biasa saja. Jadi sebenarnya apa sih Thalassemia itu?

Untuk ukuran awam, istilah Thalasemia mungkin masih cukup jarang terdengar sebab penyakit ini sebenarnya berasal dari daerah Timur Tengah. Padahal, di Indonesia sendiri terdapat cukup banyak penderita penyakit kelainan darah yang bersifat diturunkan secara genetik dan banyak terdistribusi di Asia ini, dan data yang ada juga pernah menyebutkan ada sekitar ratusan ribu orang pembawa sifat thalasemia yang beresiko diturunkan pada anak mereka, serta data lain yang menemukan bahwa 6-10% penduduk kita merupakan pembawa gennya.

 Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari sel darah normal (120 hari). Gangguan tersebut mengakibatkan kehancuran yang berlebihan pada sel darah merah yang mengarah ke anemia. Akibatnya penderita thalasemia akan mengalami gejala anemia diantaranya pusing, muka pucat, badan sering lemas, sukar tidur, nafsu makan hilang, dan infeksi berulang. Thalassemia bukan penyakit menular melainkan penyakit yang diturunkan secara genetik dan resesif.

Hemoglobin/HB terdiri dari 2 protein yakni alpha globin dan beta globin. Thalassemia terjadi bila ada kerusakan dalam gen yang membantu produksi mengontrol salah satu protein. Thalassemia terbagi 2 jenis utama yakni alpha thalassemia dan beta thalasemia

Alpha Thalassemia terjadi ketika gen / gen yang berhubungan dengan alpha protein hilang/ berubah (bermutasi). Beta Thalassemia terjadi ketika cacat gen yang sama mempengaruhi produksi protein beta globin. Alpha Thalassemia terjadi paling umum dari orang Asia Tenggara, Timur Tengah, Ciina dan orang keturunan Afrika. Beta Thalassemia terjadi pada orang asal Mediterania dan lebih sedikit terjadi di Cina, negara Asia lainnya, Afrika-Amerika.

Mekanisme penurunan penyakit thalassemia :

 Gambar

 

 

Jika kedua orang tua tidak menderita Thalassemia trait/bawaan, maka tidak mungkin mereka menurunkan Thalassemia trait/bawaan atau Thalassemia mayor kepada anak-anak meraka. Semua anak-anak mereka akan mempunyai darah yang normal.

 

 Gambar

 

Apabila salah seorang dari orang tua menderita Thalassemia trait/bawaan, sedangkan yang lainnya tidak maka satu dibanding dua (50%) kemungkinannya bahwa setiap anak-anak mereka akan menderita Thalassemia trait/bawaan, tetapi tidak seseorang diantara anak-anak mereka Thalassemia mayor.

 Gambar

 

Dari skema diatas dapat dilihat bahwa kemungkinan anak dari pasangan pembawa sifat thalassemia beta adalah 25% normal, 50% pembawa sifat thalassemia beta, dan 25% thalassemia beta mayor (anemia berat).

 

Anak-anak yang menderita thalassemia akan tumbuh lebih lambat dan mencapai masa pubertas lebih lambat dibandingkan anak lainnya yang normal. Karena penyerapan zat besi meningkat dan seringnya menjalani transfusi, maka kelebihan zat besi bisa terkumpul dan mengendap dalam otot jantung, yang pada akhirnya bisa menyebabkan gagal jantung.

 

Secara garis besar, pengobatan thalssemia terdiri dari pengobatan terhadap penyakitnya dan pengobatan terhadap komplikasi. Pengobatan terhadap penyakitnya meliputi transfusi darah, splenektomi, induksi sintesa rantai globin, transplantasi sumsum tulang dan terapi gen. Pengobatan terhadap komplikasi meliputi mencegah kelebihan dan penimbunan besi, pemberian kalsium, asam folat, imunisasi dan pengobatan terhadap komplikasi lainnya.

 

Karena penyakit ini menurun, maka kemungkinan penderitanya akan terus bertambah dari tahun ke tahunnya. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah sangat penting dilakukan untuk mencegah bertambahnya penderita thalassemia ini . Untuk memutus rantai Thalassemia adalah dengan cara menikah dengan orang yang normal agar keturunannya tidak menderita Thalassemia mayor).  Sehingga dianjurkan sebaiknya semua orang Indonesia dalam masa usia subur diperiksa kemungkinan membawa sifat thalassemia. Pemeriksaaan akan sangat dianjurkan bila terdapat riwayat : (1) ada saudara sedarah yang menderita thalassemia, (2) kadar hemoglobin relatif rendah antara 10-12 g/dl walaupun sudah minum obat penambah darah seperti zat besi, (3) ukuran sel darah merah lebih kecil dari normal walaupun keadaan Hb normal. 

 

Oh iya, menurut Tribun Nabawi kurma boleh dikonsumsi untuk menjaga sel-sel dalam darah, biasanya dibuat dalam bentuk jus yang ditambahkan madu. Selain itu dapat pula melakukan bekam sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dengan adanya tayangan seperti ini membuat saya merasa harus lebih bersyukur dan lebih concern untuk menjaga kesehatan karena nikmat ini sudah Allah berikan kepada saya dengan cuma-cuma (nikmat mana yang kau dustakan *muhasabah), tinggal saya yang wajib menjaganya. 🙂

Apa Sih Thalassemia Itu ??
Tag pada:                

Satu gagasan untuk “Apa Sih Thalassemia Itu ??

  • Mei 3, 2015 pukul 8:23 pm
    Permalink

    karna acara syafaat di trans7 saya bisa terdiagnosa thalasemia..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *