Memberikan ASI eksklusif kepada anak merupakan impian semua wanita yang sudah mempunyai anak. Sebab tidak ada makanan terbaik bagi bayi di dunia ini selain ASI bahkan di dalam islam jika kita, seorang ibu memberikan ASI kepada anaknya setiap tetesannya dihitung pahala oleh Allah. Sungguh Allah telah mengatur segala sesuatu bagi umatnya. Berbicara mengenai ASI, saya bersyukur sekali kepada Allah karena diberikan kesempatan dan kemudahan dalam memberikan ASI kepada anak-anak saya. Alhamdulillah tidak ada kendala yang berarti untuk memberikan ASI kepada mereka. ASI saya tergolong lancar bahkan bisa dibilang lancar sekali. Betapa tidak, saat hamil anak pertama, kolostrum ASI saya sudah keluar sejak kehamilan saya memasuki usia kehamilan 16 minggu, kemudian saat hamil kedua kemarin ASI saya juga sudah keluar saat usia kehamilan 24 minggu. Awalnya kolostrum saja tetapi jika dimassage berubah menjadi mature milk. Di saat banyak orang yang mengeluhkan ASInya tidak lancar saya merasa ikut sedih karena pasti ada rasa bersalah dari dalam hati mereka. Masa iya ASI kalah sama susu pabrikan yang notabene kandungannya tidak sebanding dengan ASI. Akan tetapi memang ada beberapa kondisi tertentu dari si ibu sehingga mengakibatkan dirinya tidak bisa memberikan ASI eksklusif terhadap anaknya, misalnya si ibu menderita sakit tertentu dan harus mengkonsumsi obat secara rutin dalam jangka waktu tertentu atau memang kualitas dan kuantitas ASI ibu kurang sehingga belum bisa memberikan ASI eksklusif untuk anaknya bahkan merasa kalau si anak kekurangan nutrisi jika tidak diberikan sufor.
Alhamdulillah sampai saat ini kebutuhan ASI Faris dapat saya penuhi bahkan berlebih sehingga sebagian bisa disimpan sebagai stock jika diperlukan mendadak.

image

kalau ditanya, apa saja sih yang saya lakukan agar produksi asi melimpah?

*Saat hamil, saya rutin membersihkan dan melakukan massage lembut payudara. Di usia kehamilan sekitar 4-6 bulan, sering keluar kolostrum dalam jumlah kecil saat saya melakukan massage. Hal ini untuk merangsang kelenjar ASI (tips dari kakak ipar saya)

*Setelah melahirkan, saya minum jamu tradisional. Alhamdulillah dari kecil saya doyan minum jamu, kebetulan kemarin mama saya buatkan sendiri di rumah (maklumlh di batam jarang ada tukng jamu keliling, kalopun ada saya sudah parno dengan proses pembuatannya bersih nggak ato bahannya jangan jangan dicampur gula biang). Jamu juga bermanfaat biar kondisi badan lebih enak. Ada kunyit juga yang membantu rasa nyaman menjalani masa nifas.

*Konsumsi sayur hijau setiap hari. Ini wajib sekali karena saat menyusui rasanya tiap hari kepengen makan sayur yang banyak kuahny dan minum yang banyak karena tenggorokan terasa sangat kering kalau sampai kurang minum (berasa kaya di padang pasir dehidrasinya hehe…lebay yah kata suami). Sayur hijau seperti bayam dan katuk jadi cemilan. Dimasaknya kalo udah mau dimakan. Cemilannya berubah dari biskuit ke sayur bayam dan katuk.( meskipun tetep aja ngemil kacang kulit, biskuit, cracker ato roti).

*Mencari mood booster. Buat saya, makan donat dengan aneka topping cukup ampuh untuk meningkatkan mood pembangkit hormon produksi ASI.

Lalu gimana caranya stok ASIP bisa banyak? Saya mulai laktasi saat si faris umur seminggu. Awalnya hanya punya target satu hari satu botol. Nah, tambah lama tambah banyak deh itu stok ASIPnya. Satu hari bisa dapat 4-5 botol, bahkan bisa lebih kalo durasi laktasi antara 2-3 jam. Tips laktasinya, saya menyusui si Faris sambil memerah pakai pompa ASI. Lumayan lah, selama menyusui bisa dapat satu botol ASIP.
Merutinkan laktasi memang terkadang berat, ada saja halangannya mulai dari kecapekan mengurus baby sampai rasa kantuk yang tiada tara, menyusui memang harus egois kata hati saya jikalau godaan rasa malas datang. Sekalipun lagi malas, saya memaksakan untuk tetap laktasi dan upaya ini ampuh membuat saya untuk tetap teguh pendirian.

Nah terakhir, ini juga jadi kunci stok ASIP bisa banyak. Kuncinya adalah cinta dan dukungan dari suami. Alhamdulillah, suami beneran sukses memberi dukungan dalam pemberian ASI eksklusif. Buat para ayah asi, bantu dan dukunglah istri agar mereka selalu bahagia sehingga produksi ASI melimpah dan sukses menyusui. Semangat para pejuang asi \^^/

Tulisan ini diikutsertakan dalam Give Away AIMI Kepri “KASIh ibu sepanjang masa”

berkah itu ya ASI
Tag pada:        

5 gagasan untuk “berkah itu ya ASI

  • Oktober 30, 2014 pukul 1:13 pm
    Permalink

    Halo salam kenal, mom… aku kok nggak keluar ya saat hamil? ASI ku bahkan sempat belum keluar saat anak pertama lahir. Sekarang aku lagi hamil kedua dan anak pertamaku terpaksa disapih, tapi aku pengen gitu pas hamil udah muncul kolostrum buat si kakak hehe..

    Balas
    • Oktober 30, 2014 pukul 1:34 pm
      Permalink

      Hai mom, selamat atas kehamilan keduanya ya. Sudah berapa minggu? Semoga sehat dan lancar kehamilannya sampai lahiran nanti. Kalau ASI belum keluar saat hamil tak apa akan tetapi mom bisa mulai rajin2 treatmen aja agar nanti saat si baby lahir ASI (terutama kolustrum bisa langsung keluar) caranya ya dengan rajin2 makan sayuran n banyak minum air putih, kompres PD dg air hangat plus dimassage, dan yang pasti mom harus positif thinking yakin nanti ASInya pasti keluar. Semangatt 🙂

      Balas
      • Oktober 30, 2014 pukul 1:53 pm
        Permalink

        makasih mom doanya.. Ini kira-kira mau 16 minggu. ya positif thinking dan semangat yang lebih perlu diusahakan karena aku hampir kelelahan kan sambil ngurus si kakak yang 17 bulan, sampai ngurus diri sendiri ketinggalan nih, mom.. kadang makan seadanya aja hihihi malu..
        semangat! 😀

        Balas
        • Oktober 30, 2014 pukul 2:14 pm
          Permalink

          Melewati masa kehamilan sambil merawat si kakak memang nggak mudah dan lumayan menguras energi. Kalo bisa mom bagi tugas dg suami ato orang terdekat agar tidak terlalu capek. Usahakan menghemat energi saat menemaninya bermain dan istirahat saat si kakak juga tidur. Kalo bisa masak menu makanannya sama aja dengan si kakak jadi mom ga kerepotan memasak dua kali. Semoga diberikan kemudahan dlm menjalani semuanya ^^/

          Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *