Assalaamu’alaikum wr wb.. innalillaahi wa inna ilaihi rooji’uun.. telah meninggal dunia putri kami “khoirun nisa” td malam +- jam 19.50, mudah2an ananda ditempatkan di tempat yang terbaik di syurganya Alloh Swt, serta dapat menjadi tabungan kami di akherat kelak… alhamdulillaah dibalik kekurangannya Alloh mencukupkan sempurnanya.. lengkap jari2 tangan dan kakinya.. tuk teman2 semuanya saya ucapkan terima kasih atas do’a dan bantuannya, serta mohon maaf lahir dan bathin.. semoga Alloh Yang Maha Pemurah membalas kebaikan teman2 dengan lebih baik

Sedih itu ketika saya mendapat message mengenai kematian seorang anak dari teman di dharmawanita kantor suami. Hal ini menjadikan hikmah kepada saya khususnya mengenai pentingnya menjaga kehamilan dan mengatur jarak kelahiran. Sebelumnya pada hari minggu kemarin saya membaca pesan singkat di grup kantor suami yang mengabarkan bahwa istrinya akan menjalani operasi caesar karena bayi yang dikandung ternyata divonis dokter terserang “anencephaly” di usia kehamilan 20 minggu. Sebagai orang tua kaget bak disambar petir iya pasti. Pasti sejuta pertanyaan muncul di benak, kenapa sampai bisa terjadi dan mengapa baru terdeteksi saat usia kehamilan yang sudah memasuki trimester 2. Sebuah kebimbangan jelas dirasakan oleh mereka, apakah bayi ini akan tetap lanjut dipertahankan ataukah dikeluarkan saja demi alasan kesehatan? Tidak tega itu pasti karena memang menurut pengalaman bayi yang lahir dengan cacat di bagian jaringan otak hampir semuanya tidak mampu bertahan hidup setelah dilahirkan atau hanya bertahan sesaat saja setelah dilahirkan. Kejadian ini menjadikan peringatan tersendiri dalam diri saya bahwa semua yang ada di dunia ini sudah diatur Alloh sesuai dengan ketetapanNya jauh-jauh hari sebelum kita diciptakan akan tetapi menjaga apa yang telah Alloh karuniakan kepada kita hukumnya wajib. Karena saat Alloh mengambil titipannya pastilah banyak perasaan kecewa dan menyesal muncul di belakang. Sungguh kejadian ini membuat saya lebih hati-hati dan ingin selalu menjaga kesehatan keluarga. Apa sih anencephly itu? Memang sih saya pernah membaca artikel ini di dalam buku panduan saat saya hamil, dan yang saya ingat hanya sedikit, kalau tidak salah kelainan jaringan otak ini dikarenakan kekurangan asam folat sehingga saat pembelahan zygot tidak berlangsung sempurna di bagian kepala inilah yang mengakibatkan tempurung kepala hanya ada sebagian saja. Qodarullah akhirnya calon bayi mas Arif dilahirkan terlebih dahulu di usia kehamilan 20minggu melalui proses operasi caesar. Dengan beberapa pertimbangan karena apabila kehamilan ini tetap dipertahankan berbahaya bagi ibu dan calon bayi ini. Proses caesar merupakan solusi yang terbaik dari dokter karena jika dipaksakan kelahiran dengan jalan normal tengkorak bayi yang tidak tertutup secara sempurna itu bisa melukai dan merusak jalan lahir. Setelah dilahirkan bayi mungil bernama ” khoirun nisa” tersebut hanya bertahan hidup selama kurang lebih 24jam saja. Semua sempurna kecuali tempurung kepala – mulai alis mata ke atas – tidak ada. Meski kebanyakan berakhir fatal, belajar dari pengalaman ini dengan bekal informasi yang cukup, calon orangtua bisa kok mempersiapkan diri dengan lebih baik. Dengan ketidaksempurnaannya Alloh berikan kesempurnaan pada bagian tubuh yang lainnya sehingga bayi nampak cantik dan berseri. Ah, mungkin Alloh terlalu menyayanginya sehingga Alloh peluk kembali bayi mungil itu. Semoga dia bisa menjadi tabungan pahala bagi kedua orang tuanya. Aamiin :oops::oops:

Bagi yang belum tau apa itu anencephaly, ini detil informasi yng saya ambil dari majalah ayah bunda.
Anencephaly adalah suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak bayi tidak terbentuk. Sisa jaringan otak – biasanya bagian dari batang otak – terlindung oleh selaput yang tipis saja.
Kondisi ini merupakan bagian dari Neural Tube Deffect (NTD) atau cacat tabung saraf. Selain anencephaly atau cacat otak, yang termasuk NTD adalah spina bifida atau cacat tulang belakang. Meski kasusnya jarang, sekitar 1 setiap 1.000 kehamilan, anencephaly adalah kelainan bayi yang paling serius bila dibandingkan dengan NTD jenis yang lain. Kemungkinan yang bisa dialami bayi penderita anencephaly adalah cacat fisik seperti buta, tuli, dan tidak memiliki pergerakan refleks.
Sampai kini, tidak ada perawatan atau penyembuhan bagi bayi anencephaly, dengan keseluruhan kelahiran berakhir dengan kematian bayi. Bila bisa lahir dalam keadaan hidup, biasanya akan meninggal dalam hitungan beberapa jam atau hari.

Deteksi Dini
Anencephaly bisa terdeteksi melalui pemeriksaan menggunakan alat ultrasonografi atau USG pada usia kehamilan sekitar 12 minggu. Dulu pernah dianjurkan deteksi dengan cara melakukan triple blood test pada usia kehamilan 15 minggu. Dengan teknologi yang jauh lebih baik, sekarang anencephaly dapat dideteksi dengan cukup akurat melalui pemeriksaan USG sejak usia kehamilan dini saat kehamilan 18 minggu.

Bila seandainya tidak terdeteksi dini, salah satu ciri khas dari kehamilan dengan bayi anencephaly adalah terjadi post maturitas atau persalinan lewat waktu. Misalnya, belum ada tanda-tanda persalinan padahal usia kandungan sudah 42 minggu. Penyebabnya adalah, karena tidak adanya refleks dari otak bayi untuk memicu terjadinya proses persalinan. Selain itu, perlu juga dicurigai hasil pemeriksaan fisik yang menyebutkan adanya kelainan letak pada bayi, misalnya sungsang atau melintang.

Lahir Normal
Tidak ada yang bisa dilakukan oleh dokter untuk membantu bayi anencephaly. Sehingga, jika kasus ini ditemukan pada kehamilan, calon ibu akan disarankan untuk menghentikan kehamilannya – terminasi atau pengguguran kandungan, dengan alasan medis.
Pertimbangan lainnya dari dokter untuk segera mengeluarkan bayi anencephaly tanpa menunggu usianya lebih besar, adalah:
Agar proses pengeluaran bayi lebih mudah, karena bila bayi sudah besar, tidak adanya tempurung kepala bayi untuk membuka jalan lahir, atau karena posisi yang misalnya sungsang, berisiko membuat bayi tersangkut di jalan lahir.
Akan ada risiko tambahan bagi ibu pada proses persalinan bayi anencephaly, yaitu terjadinya robekan-robekan pada jalan lahir karena tulang rahang bayi yang tajam. Tidak jarang proses persalinan bayi anencephaly bersifat traumatik bagi ibu.
Sekitar 25% wanita yang mengandung bayi anencephaly, terancam mengalami polyhydramnios atau kelebihan air ketuban yang menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi sang ibu.

Walau demikian, cukup banyak orangtua dalam kasus anencephaly di Indonesia, tetap memilih untuk memertahankan kehamilan sampai cukup bulankarena ingin anaknya tetap mendapatkan kasih sayang, apapun yang terjadi.
Persalinan bayi anencephaly umumnya dilakukan per vaginam. Tindakan operasi hanya berlaku bila ada indikasi gawat pada ibu. Berhubung bayi tidak memiliki tempurung kepala, maka leher rahim diupayakan untuk bisa membuka dengan tekanan air ketuban.

Pentingnya Asam Folat!
Salah satu penyebab anencephaly yang paling mungkin diatasi adalah defisiensi asam folat. Untuk itu, ibu hamil harus memenuhi kebutuhan tubuh akan asam folat, sekitar 30-100 mcg per hari, bahkan sejak sebelum merencanakan kehamilan.
Penyebab lain anencephaly adalah adanya suhu lingkungan yang tinggi atau hyperthermia. Suhu tinggi diduga bisa memengaruhi proses peleburan sperma dan sel telur, dan mengganggu proses pembelahan sel. Untuk itu, ibuhamil dianjurkan untuk memperkecil risiko terpapar lingkungan bertemperatur tinggi, misalnya, dengan mengurangi frekuensi berjemur atau berendam air panas.
Penyakit diabetes yang diderita ibu, juga dikaitkan dengan risiko mengandung bayi anencephaly. Itu sebabnya, untuk memperkecil risiko terjadinya bayi anencephaly pada pengidap diabetes, calon ibu dianjurkan untuk mengontrol dulu penyakitnya sebelum berusaha hamil.

Semoga kejadian ini dapat menjadi hikmah dan pembelajaran terhadap diri ini ya Rabb 😌

Duka 😭

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *