Sudah hampir enam bulan lamanya saya tidak mengunjungi blog ini. Yah..mungkin saya terlampau lelah mengurus ini itu setiap harinya…hehe. Entah mengapa semenjak saya resign untuk sementara dari rutinitas kantor, saya merasa bahkan jauh jauh lebih sibuk di rumah. Berkali kali lipat tidak sebanding antara pekerjaan rumah dengan di kantor. Kalau rutinitas kantor saya mulai pukul 08.00 tet (masih santai, bisa dimulai sambil sarapan n bercerita dengan kawan) dan berakhir pukul 17.00 lebih lebih dikit kalau ada pekerjaan yang belum selesai. Setelah itu perjalanan pulang ke rumah tidak sampai 30menit sudah sampai kemudian mandi dan beristirahat sejenak sambil menunggu magrib. Setelah lahirnya faris dan saya memutuskan untuk di rumah karena bayi ini memang sudah lama saya tunggu-tunggu plus 90% nanny dipastikan bakalan stress menghadapi anak yang superbb aktif sekali dan m2m alias manja banget sama mamanya ini. Apa-apa maunya sama mama, pokoknya mama nampak dari penglihatannya dah aman..*kadang suka geli juga lihat tingkah anak bayi satu ni

Hari ini faris sudah 8m22d, nggak terasa sebentar lagi sudah mau setahun usianya. Setiap hari mendampingi masa-masa milestonenya faris sudah banyak kebisaannya dan termasuk cepat juga tumbuh kembangnya. Rasa syukur tak terhingga mama bisa ada di setiap momen-momen perkembangannya. Di usianya ini faris sudah mulai belajar berdiri dari posisi tengkurap kemudian duduk dan dengan berpegangan pada kasur atau meja/rak tv selama 30-60 detik. Setelah bisa berdiri/posisi setengah berdiri dia sangat senang sekali mengeksplor banyak hal. Seperti mengambil barang-barang yang ada di sekitarnya kemudian membuangnya. Faris juga sudah lihai turun dari sofa/kasur yang tinggi (kegiatan ini harus dengan pengawasan ekstra). Setelah dia bisa berdiri secara perlahan ia melangkahkan kaki ke depan atau ke samping dengan sebelah tangan yang berpegangan pada kasur/rak tv. Sesekali ia terhuyung  dan jatuh tapi kembali berdiri dan berjalan sambil berpegangan. Mengambil dan memegang mainan dengan kedua tangannya. Faris udah bisa bermain sendiri, membolak-balikkan mainan dalam genggamannya lalu mengamatinya dengan serius, kadang diangkat sambil bercerita sendiri nampak seperti membayangkan sesuatu. Kemudian, kedua mainan itu diambil kembali, masing-masing digenggam di kedua tangannya. Faris menepukkan kedua mainan tersebut sampai mengeluarkan suara kemudian tersenyum senang. Faris sudah mahir diajak bermain cilukba. Begitu bersemangatnya, faris ikut memegangi tangan saya saat melakukan gerakan menutup dan membuka wajah. Bahkan saya sering mengajaknya bermain hide n seek. Dia biasa mengejar saya yang bersembunyi di balik bantal kemudian dia membuka tumpukan bantalnya sambil berkata “hwaaaa”, setelah menatap mata saya dia menuju ke saya sambil berkata mama dan memeluk saya. Ahh…anak-anak memang tulus apa adanya, disitu saya merasakan betapa dia begitu membutuhkan dan menyayangi saya meski dia belum fasih mengutarakan isi hatinya.

Sudah beberapa minggu ini nafsu makannya fluktuatif, kadang
Menolak disuapi dan ingin memegang sendiri dengan cara menjumput finger food yang saya berikan. Ya…belakangan saya memang menerapkan metode blw juga sembari tetap curi-curi kesempatan menyuapi kalau dia lagi buka mulut. Jadi saya buatkan beberapa makanan yang bisa dia makan sendiri seperti nugget ikan, perkedel isi sayur, makaroni schotel, kentang keju, kentang panggang, pizza salmon, pancake bayam, carrot cake sampe brownis n talam labu ahh…macam-macamlah asalkan dia mau makan.. Setelah berhasil menjumput menggunakan tangan kanan, kemudian fingerfoodnya dipindahkan ke tangan kiri untuk digenggam. Lalu tangan kanannya kembali menjumput makanan yang lain dan menyuapnya ke dalam mulut. Sudahlah dia makan sendiri berbagai macam makanan yang ada dicampur jadi satu bahkan sering makanannya pun jadi shampoo dan masker..hahaha. Memang ada masanya bayi ini belajar makan sendiri jadi ya orang tua harus memfasilitasi agar mereka bisa mengeksplor kemampuannya 🙂
image

Selesai makan, faris minum menggunakan cangkir plastik yang memiliki dua pegangan dengan penampang yang luas. Meski sudah dapat memegang cangkir dengan baik, namun dia belum dapat mengontrol tangan dan mulutnya dengan sempurna sehingga  sebagian air tumpah. Banyak hal yanh dilakukan oleh faris diusianya sekarang, kemampuan motorik halus bayi terus meningkat, ditandai dengan kemampuannya menggenggam benda menggunakan kedua tangannya bahkan menjumput benda-benda kecil. Misalnya nih sudah hampir dua bulan dia amat sangat tertarik dengan benda-benda kecil yang dia temukan di lantai. Mulai dari kancing baju, koin, remahan makanan, beras, benang bahkan hewan-hewan seperti semut atau laba-laba ingin dipegangnya. Itulah mengapa saya harus lebih waspada lagi dalam mengawasinya takut-takut dimasukannya ke mulut…

Rasa ingin tahu dan logika berpikirnya mulai berkembang, salah satunya dengan membolak-balikkan benda yang dipegangnya. Ia ingin tahu apa yang terjadi jika benda itu menghadap arah yang berbeda. Saat ini faris sedang senang-senangnya bermain di depan kaca besar yang saya letak di kamar depan. Setiap hari dia semangat sekali menuju kamar depan hanya untuk bercerita di depan kaca sambil senyum-senyum sendiri dan mengangkat tangannya seperti membayangkan sesuatu. Lama-lama mencoba meraih bayangan yang ada di kaca. Saking penasarannya dia cari bayangannya di balik kaca dan dia tak menemukan apa-apa. Sungguh lucu sekali bayi ini. Kemampuan lain adalah menepuk dua benda hingga berbunyi, termasuk bertepuk tangan. Faris sudah jago tepuk tangannya dan bilang “hoyeee” sambil angkat kedua tangannya. Sudah bisa dadah dadah dan kissbye kalo berpisah dengan orang..bersyukur sekli, sungguh cepat sekali pertumbuhanmu, nak.

image
Ada yang nggak boleh main di luar

Untuk menguatkan  otot kaki yang berkaitan dengan kemampuan berjalan, faris berlatih di tepi kasur atau berdiri di teralis jendela. Biasanya saya letakkan sesuatu yang menarik agar dia mau meraihnya dengan merambat sambil berpegangan pada pinggir kasur. Tak lupa beri sedikit pujian bahkan ciuman bila dia mau berjalan agar dia lebih semangat lagi.

Faris mulai meniru apa yang dilihat dan didengarnya. Saya tidak heran lagi kalau tiba-tiba faris bisa membuka resleting tas atau mengambil tisu dan membuangnya sampai habis karena ternyata diam-diam memperhatikan apa saja yng saya dan suami saya lakukan. Bahkan suami saya terkaget-kaget melihat faris mencoba untuk membuka lemari bajunya, mengambil baju dan berusaha memakai baju sendiri padahal tidak ada yang mengajarkan kepadanya. kemampuan bicara dan bahasanya sudah lumayan bagus, kosakatanya pun semakin banyak dan semkin komunikatif. Memang sejak faris masih berusia 1bulan papanya hobi sekali berbicara dengan boneka. Memainkan boneka dan berpura-pura kalau boneka itu yang berbicara kepada bayi dan hal ini memang membuat faris memberikan respon dengan berbicara kembali dengan boneka itu. Bersenandung dan bernyanyi kepada bayi sesering mungkin ternyata membuat faris cepat sekali bisa mengucapkan berbagai kosakata. Sejak umur 3bulan dia sudah fasih memanggil saya mama, kemudian umur 5bulan dia bisa memanggil papa. Makin kesini makin banyak kosakatanya seperti mama, papa, nen, maem, mau, dah, agi, ga au, hoye, atu, dua, (li)ma, mbah, tatak, mbak, tatatua, tetet (ketek), apa, liyat, net2 (remot),dll sudah tau kalau ditanya giginya mana langsung dia meringis..lucu sekali lah..alhamdulillah bersyukur tiada tara kepada Allah semoga Allah selalu berikan kesehatan dan kemudahan dalam mengantarkan anak-anak menjadi hamba Allah yang taat n teguh dalam islam. Aamiin 🙂

image
Faris sudah bisa mainan loconya

Absen Menulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *