Kunjungan Pertama ke Dokter Gigi Anak di Batam

Halo teman…. tau nggak? Gigi Faris itu jelek. Gigi susunya terkena karies gigi. Jadi 4 gigi susu depannya ada yang coklat-coklat, padahal baru setahun tapi tak terselamatkan 🤕

Mama dan papa bingung. Kok gigi Faris bisa begitu, kenapa ya? Padahal Faris belum pernah makan permen apalagi coklat. Kami, orang tua Faris tidak pernah ngenalin yang namanya permen lho. Faris juga nggak ngedot. Faris juga rajin sikat gigi sejak gigi susunya tumbuh. Setiap hari, selesai sarapan dan setiap malam sebelum pergi tidur. Trus kenapa coba sebabnya?

Sebabnya ketahuan pas kemaren, saat Faris periksa ke dokter gigi. Hiiii ke dokter gigi, apa teman-teman takut dengarnya? Ya, teman-teman, Faris ke dokter gigi.

Kebetulan di dekat rumah ada klinik dokter gigi, kebetulan dokter gigi khusus untuk anak-anak. Tak berpikir lama, akhirnya kami mengunjungi dokter gigi anak yang berpraktek di sekitar Baloi. Nama kliniknya Alia Dental Care Alamatnya di Jalan Bunga Raya Nomor 7, Telp. 0812-616-7626 Nama dokternya drg. R. Ayu Alia Z, Sp. KgA.

Papa dan Mama emang lagi nyari-nyari dokter gigi yang oke buat Faris. Maksudnya oke itu, dokter yang telaten dan sabar sama anak-anak. Dokter yang khusus menangani anak itu sebutannya pedodontist, dokter gigi yang khusus merawat gigi anak. Akhirnya dengan bismillahirrahmanirrahim semoga Faris cocok, kami pun berangkat Sabtu pagi itu juga setelah sebelumnya Mama menelepon terlebih dahulu untuk memastikan kalau dokter berpraktek hari ini.

Seminggu sebelum jadwal berangkat ke dokter gigi, Mama melakukan sounding melalui cerita dari buku agar Faris mau ke dokter gigi. .
Jadinya, pengalaman pertama ke dokter gigi kali ini Faris dibesar-besarkan hatinya oleh Mama  bahwa Faris akan mengalami kejadian yang sama dengan tokoh cerita di buku yang pastinya akan sangat menyenangkan. Dan Farispun berhasil terhipnotis cerita dalam buku itu.

Ternyata Alia Dental Care benar-benar disetting untuk anak-anak! Pas masuk aja Mama langsung merasa senang dengan suasananya yang anak-anak banget dan banyak sekali mainan dan buku disediakan untuk anak-anak. Dan dokter Lia juga childlike banget :D. Mama dan Papa sangat bersyukur.

Sesaat setelah datang dan mengisi formulir registrasi data pasien, Faris langsung diajak sikat gigi bersama dengan boneka Singa didampingi dokter Lia yang ramah sekali. Pas Mama praktek menggosok gigi Faris ketahuan deh Mama salah cara menyikat giginya, tapi kalau Papa benar. Yaitu naik turun atau memutar. Tapi Papa cerita juga kurang sabar, kadang-kadang sikatan begitu, sering nggak. Akibatnya gigi Faris jadi kurang bersih. Apalagi di usia setahunnya ini sulit sekali digosok giginya.

Mama lalu sibuk membuka buku Faris yang Mama bawa. Mama menunjukkan pada Faris apa saja yang sama dengan yang ada dalam buku. Kursinya yang bisa naik turun, peralatan dokternya, masker dan sarung tangan dokternya, lampu yang diatas, tempat kumurnya bahkan dokternya yang sama-sama baik juga mama tunjukkan kepada Faris (tetapi harap dimaklumkan seberapa jauh sih pemahaman anak umur setahun)

Setelah itu Faris diajak naik ke tempat duduk yang bisa dinaikan dan diturunkan. Di buku Faris yang lama namanya kursi astronot. Tapi di buku Faris yang baru hanya dibilang kursi khusus. Faris awalnya mau duduk. Tapi ketika sandaran kursinya diposisikan datar, Faris nangis. Jadinya dipangku Mama deh.

Setelah duduk, suster mengenalkan kepada Mama masing-masing alat yang ada di situ teman-teman. Lalu tiba-tiba alatnya dinyalain, rrrrr. Faris agak takut awalnya. Tapi suster bilang, “Lihat ini mainan yang berguna untuk menyedot air atau kotoran…” Suction ya namanya? “Sini tangannya, coba, asyik kan ada anginnya..” Lalu tangan Faris dicoba dengan alat itu. Iya, nggak sakit. Faris tidak takut.

Faris awalnya tidak mau membuka mulutnya waktu ditunjukkan alat seperti sendok itu. Mama bilang, loh itu kan seperti di bukunya Faris. Itu berguna untuk membantu melihat kondisi gigi Faris. Tapi Faris tetap tidak mau. Dokter lalu meminta Papa mencoba alat seperti sendok itu ke mulutnya. “Begini lho, nggak apa-apa kan?” Akhirnya Faris mau deh buka mulutnya. Kemudian dokter mulai memeriksa gigi Faris. Dokter juga menyentuh gigi Faris satu per satu. Kata papa, biar dokter tahu mana gigi Faris yang sakit. Suster lalu mencatat semua yang dibilang dokter, misal gigi atas berlobang parah, begitu teman-teman. Bahkan ada nomornya teman-teman. Lucu ya gigi Faris bernomor.

Tibalah saatnya untuk membersihkan gigi Faris. Awalnya Faris menangis melihat alat seperti sedotan berujung tajam itu. Mama belakangan cerita, itu alat untuk membersihkan karies gigi. Dokter Lia dengan telaten dan sabar mengenalkan Sofi peralatan-peralatan dokternya terlebih dahulu sebelum memeriksa gigi Faris. “Lihat, ini untuk membersihkan giginya Faris. Ini nggak sakit kok. Coba mana tangan Faris?” Lalu dengan sedikit ragu ia mengulurkan tangannya. “Lihat dokter coba di kuku Faris. Nggak sakit kan? Nah, gigi itu lebih kuat daripada kuku. Jadi pasti tidak sakit.” Gigi Faris kemudian dibersihkan, awalnya ia juga meronta-ronta dan menangis kencang. Papa  akhirnya menawarkan, apakah ganti dipangku papa? Ya, Faris mau dipangku papa. Sepanjang pemeriksaan itu Faris duduk dipangku papa.

Hasilnya, ada 4 gigi susu yang berlubang dan seharusnya ditambal agar kerusakannya tidak berkembang. Untungnya ketujuh gigi itu lubangnya belum sampai syaraf, maka Faris belum merasa sakit gigi (parah). Akan tetapi, di usianya yang masih setahun dan Faris belum bisa duduk tenang maka diputuskan untuk dilakukan perawatan saja dan menunda proses penambalannya. Dr lia juga bilang, “lebih baik ditunggu dulu sampai anaknya siap, takutnya kalau sekarang ditambal malah membuat anak trauma pergi ke dokter gigi.” 

Dokter bilang gigi susu anak harus dipertahankan sampai tanggal sendiri agar bentuk giginya bagus dan tidak berubah bentuknya akibat gigi susu yang lepas belum pada waktunya. Yang penting Faris sudah tidak takut lagi ke dokter gigi.

Sebelum pulang, mama diskusi sama dokter, kenapa ya giginya Faris bisa keropos begitu padahal dia tidak pernah makan permen dan tidak ngedot. Ternyata sebabnya, tiap habis nenen Faris tidak diminumin air putih sama Mama. Kata bu dokter emang penyebab karies gigi pada anak lain-lain. Ada yang karena permen. Ada juga yang karena tingkat keasaman air susu ibu itu berbeda-beda. Jadi sebaiknya diberi minum air agar rongga mulut jadi bersih dari sisa air susu ibu, sehingga gigi tidak mudah terserang karies. Dokter juga memberikan sikat gigi panjang untuk membantu mama saat menggosok gigi Faris (sikat gigi ini direkomendasikan agar Faris semangat menggosok gigi tanpa paksaan) dan toothmouse sebagai pertahanan bagi gigi yang terserang karies agar kariesnya tidak menyebar ke gigi lainnya.

Well, buat pelajaran Mama ini, nanti kalau Faris punya adik harus rajin dikasih air putih habis nenen. Oke Ma?!

Itu tadi sepenggal review Mama saat kunjungan pertama Faris ke dokter gigi. Mama lega Faris tidak rewel dan Mama merekomendasikan dokter Lia sebagai dokter gigi anak yang ramah dan friendly sekali kepada pasiennya. Jadi jangan takut untuk pergi ke dokter gigi lagi ya, teman 😁

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *