โ€‹๐Ÿ“•โ˜๐Ÿป๐Ÿ“•๐Ÿ“•โ˜๐Ÿป๐Ÿ“•โ˜๐Ÿป๐Ÿ“•๐Ÿ“•โ˜๐Ÿป๐Ÿ“• 

MATERI PERTEMUAN PERTAMA 

๐Ÿ“•โ˜๐Ÿป๐Ÿ“•๐Ÿ“•โ˜๐Ÿป๐Ÿ“•โ˜๐Ÿป๐Ÿ“•๐Ÿ“•โ˜๐Ÿป๐Ÿ“•โ˜๐Ÿป

โž–โž–โž–โž–โž–โž–

๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–

โž–โž–โž–โž–โž–โž–

 ๐ŸŒบ๐Ÿ“‘ Pentingnya Dakwah Tauhid Ke Keluarga Kita ๐Ÿ“‘๐ŸŒบ
๐ŸŽ€ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ๐ŸŽ€
โœ_1. Tentunya kita sangat sayang dan cinta kepada keluarga kita, orang tua tercinta, istri tersayang, anak-anak permata hati dan keluarga lainnya.
โœ_2. Tentunya juga kita menginginkan yang terbaik bagi orang lain, lebih-lebih keluarga kita. Karena ini adalah salah satu  kesempurnaan iman.

Rasulullah shallallahu โ€˜alahi wa sallam bersabda,
ู„ุงูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุญูุจู‘ูŽ ู„ุฃูŽุฎููŠู’ู‡ู ู…ูŽุง ูŠูุญูุจู‘ู ู„ูู†ูŽูู’ุณูู‡ู
โ€œTidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinyaโ€ (HR. Bukhari)
โœ_3. Cara paling baik menginginkan kebaikan kepada keluarga kita adalah dengan cara mengajaknya untuk beribadah kepada Allah, agar bisa masuk surga tertinggi dan berkumpul bersama melihat wajah Allah Taโ€™ala yang mulia serta terhindar dari neraka.
โœ_4. Intinya adalah berdakwah kepada keluarga adalah yang paling utama dan paling diprioritaskan. Sebagaimana kita diperintahkan oleh Allah dalam Al-Quran,
ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู‚ููˆุง ุฃูŽู†ููุณูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ููŠูƒูู…ู’ ู†ูŽุงุฑุงู‹ ูˆูŽู‚ููˆุฏูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽุงู„ู’ุญูุฌูŽุงุฑูŽุฉู
โ€œWahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.โ€ (QS. At-Tahrim : 6)
โœ_5. Dari semua materi dakwah yang paling prioritas adalah dakwah tauhid yaitu dakwah agar beribadah kepada Allah semata , tidak menyekutukan-Nya dalam ibadah dan dalam hak-hak khusus Allah

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu โ€˜alahi wa sallam tatkala mengutus Muโ€™adz bin Jabal untuk berdakwah ke Yaman,
ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุชูŽู‚ู’ุฏูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู…ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ููŽู„ู’ูŠูŽูƒูู†ู’ ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ูŽ ู…ูŽุง ุชูŽุฏู’ุนููˆู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠููˆูŽุญูู‘ุฏููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ 
 โ€œSesungguhnya engkau akan mendatangi kaum dari ahli kitab. Maka jadikanlah dakwah engkau pertama kali pada mereka adalah supaya mereka mentauhidkan Allah Taโ€™ala.โ€  (HR. Bukhari dan Muslim)
โœ_6. Sebagaimana tauhid adalah perintah terbesar dalam agama, maka kebalikannya yaitu syirik adalah larangan terbesar dalam agama. Maka kita juga perlu menjaga diri kita, keluarga dan kaum muslimin dari praktek kesyirikan.
โœ_7. Karena dosa kesyirikan jika dibawa mati, yaitu belum bertobat sebelum meninggal maka dosanya tidak akan diampuni dan bisa masuk neraka

Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman,
ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุบู’ููุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุดู’ุฑูŽูƒูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู ู…ูŽุง ุฏููˆู†ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุดูŽุงุกู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู ุงูู’ุชูŽุฑูŽู‰ ุฅูุซู’ู…ู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง
โ€œSesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang derajatnya di bawah kesyirikan itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.โ€ (QS. An Nisaโ€™: 48).
โœ_8. Jika salah satu saja keluarga kita terjerumus dalam kesyirikan (semoga tidak ada, amin). Tentu kita tidak bisa berkumpul bersama di surga sekeluarga. Karena dosa kesyirikan bisa menyebabkan pelakunya kekal di neraka.

Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman,
ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽู…ูŽุฃู’ูˆูŽุงู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ู„ูู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู
โ€œSesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.โ€ (QS. Al Maidah: 72).
โœ_9. Jadi, agar bisa berkumpul di surga bersama keluarga dan kaum muslimin, mari kita jaga diri kita, keluarga dan kaum muslimin dari kesyirikan dan kita saling menasehati agar senantiasa bertauhid. Karena tauhid adalah pelajaran seumur hidup dan terus diulang-ulang.
โœ_10. Mari  kita lihat teladan Nabi Ibrahim โ€˜alaihissalam, beliau berusaha menjaga keluarganya dari praktek kesyirikan dan menjaga agar selalu bertauhid. Beliau berdakwah tauhid kepada bapaknya,
ุฅูุฐู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูุฃูŽุจููŠู‡ู ูŠูŽุง ุฃูŽุจูŽุชู ู„ูู…ูŽ ุชูŽุนู’ุจูุฏู ู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ู…ูŽุนู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุจู’ุตูุฑู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุบู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู’ูƒูŽ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง
โ€œIngatlah ketika ia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya; “Wahai Ayahku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong engkau sedikitpun?โ€. (Maryam/19:42)
โœ_11. Beliau juga berdakwah dan berdoa agar dirinya dan anak keturuan beliau dijauhkan dari kesyirikan
ูˆูŽุฅูุฐู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ู ุฑูŽุจู‘ู ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽุฏูŽ ุกูŽุงู…ูู†ู‹ุง ูˆูŽ ุงุฌู’ู†ูุจู’ู†ููŠ ูˆูŽุจูŽู†ููŠู‘ูŽ ุฃูŽู† ู†ู‘ูŽุนู’ุจูุฏูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุตู’ู†ูŽุงู…ูŽ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata,”Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini (Mekkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.โ€ (Ibrahim:35).
โœ_12. Demikian juga orang-orang shalih pendahulu kita, mereka sangat berusaha menjaga tauhid keluarga mereka dan mencegah dari praktek kesyirikan. Luqman berpesan kepada anak-anaknya,

ูˆูŽุฅูุฐู’ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู‚ู’ู…ูŽุงู†ู ู„ุงุจู’ู†ูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽุนูุธูู‡ู ูŠูŽุงุจูู†ูŽูŠู‘ูŽ ู„ุงูŽุชูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุงู„ู„ู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูŽ ู„ูŽุธูู„ู’ู…ูŒ ุนูŽุธููŠู…ูŒ
โ€œDan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, pada waktu memberi pelajaran kepadanya,”Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar. ” (Luqman:13)
โœ_13. Karenanya mari kita jaga diri kita, keluarga yang kita cintai serta kaum muslimin agar senantiasa bertauhid seumur hidup dengan keimanan yang tinggi dan terhindar sejauh-jauhnya dari dosa kesyirikan.
โœ_14. Sekali lagi mari kita renungkan, dakwah tauhid di keluarga adalah dakwah prioritas utama jika kita memang sayang kepada keluarga kita. Jika memang orang tua kita masih sering ke dukun dan paranormal, adik masih sering lihat peramalan lewat zodiak perbintangan, kakak masih sering percaya dengan takhayul dan khurafat serta masih memberikan sesajenan. Maka kita usahakan semaksimal mungkin dakwah kepada mereka dengan cara yang lembut dan bijaksana.
โœ_15. Semoga Allah menjaga diri kita, keluarga dan kaum muslimin agar senantiasa bertauhid dan dijauhkan dari kesyrikan dan semoga Indonesia menjadi negara bertauhid sehingga Allah melimpahkan keberkahan kepada negara kita, menjadi negara yang makmur, bahagia dan puncak kejayaan dalam naungan Allah Subhanahu wa Taโ€™ala. 
โœ_16. Aamiin yaa mujibas saa-iliin (perkenankanlah, wahai Engkau yang mengabulkan doa)
๐ŸŽ€ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ๐ŸŽ€
๐Ÿ’ Alhamdulillaahilladzii bini’matihi tatimmush shaalihaat

(Segala puji bagi Allaah yang dengan nikmat-Nya lah segala kebaikan menjadi sempurna)

โœ’ Tim Indonesia Bertauhid

โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–
๐Ÿ“•๐Ÿ‘†๐Ÿป๐Ÿ“•๐Ÿ“•๐Ÿ‘†๐Ÿป๐Ÿ“•๐Ÿ‘†๐Ÿป๐Ÿ“•๐Ÿ“•๐Ÿ‘†๐Ÿป๐Ÿ“•๐Ÿ‘†๐Ÿป๐Ÿ“•๐Ÿ“•๐Ÿ‘†๐Ÿป๐Ÿ“•
๐Ÿ”— *ZIYADAH (Tambahan)*: 
Pekan  pertama: 
๐ŸŒบ๐Ÿ“‘ Pentingnya Dakwah Tauhid Ke Keluarga Kita ๐Ÿ“‘๐ŸŒบ
1. http://indonesiabertauhid.com/pembagian-tauhid-dalam-al-quran-2/
2. http://indonesiabertauhid.com/makna-dua-kalimat-syahadat/
3. http://indonesiabertauhid.com/la-ilaha-illallah-antara-yang-benar-dan-yang-salah/
4. http://indonesiabertauhid.com/semoga-kita-selalu-memprioritaskan-dakwah-tauhid/
5. http://indonesiabertauhid.com/ciri-dakwah-ahlus-sunnah-adalah-terdepan-dan-memprioritaskan-dakwah-tauhid/
๐Ÿ’ Jazaakumullaahu Khayran ‘Alaa ihtimaamikum

(Semoga Allaah membalas kalian dengan kebaikan atas perhatian kalian)

Belajar Tauhid 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *