​Backpaker ala Keluarga Kami

Menurut saya, travelling bawa anak itu menyenangkan. Banyak hal baru bahkan insidentil yang terjadi menambah keseruan liburan keluarga kami. Liburan bagi kami yang notabene perantau menjadi sesuatu hal yang mahal karena kami benar-benar liburan kalau ada momen libur panjang nasional seperti hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Maka dari itu kami sering mengada adakan sendiri liburan singkat ala kami 😀 Misalnya nih, suami ada jadwal dinas ke luar kota beberapa hari, jika memungkinkan kami pergi sekeluarga meski tanpa perencanaan sebelumnya, asal kondisi badan fit jadilah liburan singkat dan murah meriah ala keluarga kami. 

Sejak dulu, saat kami belum memiliki anak kami memang hobi travelling ala backpacker. Kemanapun jadi asal berdua cie.. cie. Yah, dulu kan travelingnya gaya DINK (Double Income No Kids) yang seharian bisa pergi jalan ke mana saja. Makan juga nggak pake mikir. Di mana aja, kapan aja, apa aja, hayuk. Kayaknya travelingnya bebas merdeka menyenangkan banget gitu. 😀
Liburan seru dengan bawa bayi? Bisa kok Bisaaa! ^_^ 

Berawal dari keinginan kami agar anak-anak bisa tangguh dan mudah beradaptasi dengan alam, itulah mengapa saya dan suami tidak segan mengajak mereka untuk travelling kemana saja, naik apa saja jadi. 

Faris,  anak sulung saya pertama kali travelling saat usianya 3 bulan. Kala itu pergi ke tanjung pinang menggunakan speedboat selama kurang lebih satu jam perjalanan, alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Perjalanan keduanya dengan tujuan ke jakarta naik pesawat selama 1,5 jam perjalanan dari batam saat usianya 6bulan. Lanjut saat usianya hampir satu tahun, Faris naik pesawat ke Yogyakarta dilanjutkan ke Purwokerto via kereta api. Kalau ditanya apa nggak repot traveling sambil bawa bayi? Belum lagi mengurus tentengannya. Lelah itu pasti tetapi di setiap pengalaman travelling pasti banyak cerita lucu yang mewarnainya. 

Apalagi sekarang, anak sudah 2 traveling sambil gendong tas ransel dan anak :), jadi nggak bisa seenaknya main atur itinerary sesuka hati. Harus mengikuti ritme anak-anak. 
Apa sih yang perlu dipersiapkan kalau kita mau travelling sama anak, yuk kita simak 😉
Pesan tiket dan buat activity list 

Setelah punya anak, udah bukan jamannya lagi liburan dengan gaya koboi: booking last minute tanpa perencanaan. Apalagi sampai salah pesan tiket. No, no, no. (ini kebiasaan papanya anak-anak yang suka spekulasi sama harga tiket). Semua sudah harus terencana dengan baik. Mulai dari pesawat, hotel sampai aktivitas apa aja yang akan dilakukan. Ini untuk meminimalisir kemungkinan kekacauan dengan rengekan tangis bayi yang bikin pusing kepala 😀
Extra Time

Untuk segala sesatu persiapkan waktu yang lebih banyak dari biasanya karena kalau bawa bayi tuh, bisa ada aja hal-hal tak terduga yang terjadi 😀 . Contoh, lagi mau berangkat dari rumah, eeeh adenya pup, atau kakaknya merengek minta makan. Kalo sudah mepet waktu berangkat ke bandara kan jadi deg-degan takut ketinggalan pesawat. Pas di tempat wisata juga gitu. Misalnya kita orang dewasa cuma butuh 1 jam di kebun binatang, tapi kalau anak-anak mungkin butuh waktu 2-3 jam karena anak-anak kan hobi banget eksplor segala sesuatu.
Ikuti jadwalnya bayi

Kalau mau liburannya asyik tanpa bayi cranky, cranky yang nangis-nangis nggak jelas, maka kita wajib mengikuti jadwalnya bayi. Buat saya, ini kunci utama liburan bareng bayi. Sudah tau kan kalau bayi itu punya jam sirkadian yang teratur? Ada waktu makan, tidur pagi, tidur siang, main, dst. yang selalu tepat setiap harinya. Nah, begitu jadwal itu bergeser atau kacau, biasanya bayi jadi rewel banget. Pokoknya pinter-pinter kita biar anak enjoy dan nyaman ^_^.
Persiapkan bekal makanan dengan baik

Kalau bayi sudah mulai makan (umur 6 bulan ke atas) maka kita harus mempersiapkan makanan bayi yang pas. Kalau perlu saya pesan catering khusus untuk anak di tempat tujuan liburan. Anak-anak saya pakai metode BLW sejak awal belajar makan jadi mereka bisa makan apa aja tanpa ribet. Mereka biasa makan buah potong, roti atau kentang rebus sendiri. Meskipun sedang liburan saya sangat selektif terhadap apa yang anak-anak karena terbiasa makan makanan homemade jadi kalaupun terpaksa harus jajan kami usahakan makan makanan rumahan. 
Cari hotel yang ramah anak

Hotel yang punya aktivitas segudang buat anak dan orang tuanya. Antisipasi apabila tidak bisa keluar hotel karena anak cranky, kami bisa eksplor hotel biar anak-anak tidak bosan.
Jangan Maraton

Kondisi fisik bayi dan manusia dewasa itu sangat berbeda. Jadi kalau membuat itinerary jangan maraton. Jangan memaksakan untuk berkunjung ke banyak tempat wisata, satu atau maksimal dua tempat wisata dalam sehari. Lihat kondisi bayi kalau sudah mulai lelah, ya pulang ke hotel aja. Jangan memaksakan diri. 
Persiapkan perlengkapan liburan dengan baik

Kalau bawa bayi liburan, lebih baik packing mulai dari seminggu sebelumnya supaya tidak ada yang kelupaan. Biasanya saya bikin list perlengkapan apa aja yang mau dibawa dan list itu menyesuaikan tempat liburannya.
Contoh list perlengkapan bayi kalau liburan :
1. Pakaian, baju harian (perkiraan dihitung 4stel baju u/ sehari menyesuaikan akan pergi berapa hari, 3x ganti dan 1stel untuk cadangan kalau dalam perjalanan), baju tidur, baju renang, tidak lupa pakaian dalamnya. 

2. Selimut tipis dan bedong jika mengajak baby di bawah 3 bulan. 

3. 1 sepatu, 1 sandal, dan kaos kaki. 

4. Gendongan kain atau SSC yang praktis.

5. Stroller (optional, bisa juga sewa di kota tujuan berlibur jika ada). 

::Tambahan::

Aksesoris: kaca mata hitam, kaca mata renang, ban renang, topi. 

Peralatan makan: 1 piring, 1mangkok, 4 sendok, 1 gelas minum, 4 slabber, 4 sapu tangan kecil. 

Peralatan mandi: sabun shampo 2in1, sikat gigi, pasta gigi anak. 

Perlengkapan lain: Pospak, Tisu Basah, Tisu kering, cairan antiseptik, korek kuping, minyak telon, anti nyamuk, aromatheraphy, salep motaderm untuk biang keringat, balsam vick ukuran saku, minyak tawon, betadine, plester, kain kasa, dll 

Mainan: diecast, bola, ember sekop dll.

Makanan: cookies, granola, biji2an. 
Nah, itu tadi sebagian yang harus dipersiapkan sebelum memulai trip. Jangan lupa juga persiapkan satu tas ransel yang dibawa kemana mana berisi cemilan dan pakaian ganti, handuk kecil, pospak serta perlengkapan ke kamar mandi sebagai antisipasi jika bayi BAB saat dalam perjalanan. Ribet dan banyak ya?

Tetapi jika persiapan kita matang insyaAllah akan membuat kami bisa enjoy liburan. Hehehe. Sebenarnya sih, traveling bawa anak tuh paling enak pas masih bayi di bawah 6 bulan. Baby belum mulai makan jadi haus atau lapar tinggal disusuin aja. Ga usah bingung juga bawa tetek bengek untuk urusan mpasinya..hehehe.
Jadi jangan ragu untuk mengajak anak-anak travelling karena sesungguhnya kenangan ini pasti akan mereka rindukan kelak saat mereka beranjak dewasa. 💕

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *