RESUME KULWAP PARENTING BERSAMA @PARENTINGISLAM dan KIKI BARKIAH “BIJAK MENGENALKAN GADGET PADA ANAK SESUAI USIA

Alhamdulillah, senang sekali saya mendapatkan kesempatan belajar melalui WAG bersama teh @kikibarkiah yang dipandu oleh admin @parentingislam dengan tema khas pengasuhan anak jaman sekarang. Banyak yang bilang, saat ini kita berada di zaman Abad 21 yang disebut juga Abad Milenium, di mana semua alat-alat serba canggih, hampir semua menggunakan mesin, contohnya memasak nasi, pemanas air sampai media komunikasi. Hal ini memberikan efek positif yakni mempermudah/mempercepat proses tersebut. Tetapi, di sisi lain bisa memberi efek negatif, contoh apabila alat  komunikasi  seperti handphone tidak di gunakan dengan benar bisa merusak generasi anak-anak kita.

Saat ini peralatan canggih yang bernama smartphone, tidak hanya dimanfaatkan oleh orang dewasa saja,  tetapi juga sudah menjadi konsumsi anak-anak.  Bahkan banyak anak yang masih berusia 3 tahun – 5 tahun yang sudah terbiasa dengan peralatan digital ini.  Hal ini harus sangat diwaspadai, sebab kecanduan dengan peralatan digital atau gadget ini akan berdampak kurang baik pada anak. Kecanduan gadget akan membuat anak kehilangan minat untuk belajar, bersosialisasi dan selain itu juga bisa berdampak buruk pada pengelihatan anak.
Diperlukan metode khusus mendidik generasi Islam di Abad 21 yang penuh tantangan, dilema, dan banyak faktor yang akan menjauhkan mereka dari agamanya, terutama paham liberal/kebebasan dalam bersikap dan berpendapat tanpa aturan menjadi kepribadian anak-anak kita.
Wahai Kaum Muslim,” didiklah anak-anak mu sesuai dengan zamannya karena mereka hidup bukan di zamanmu, demikian kata Ali bin Abi Thalib. Di zaman ilmu pengetahuan yang semakin maju yang harus kita tanamkan kepada anak-anak kita yang paling utama adalah keimanan dan ketaqwaan (IMTAQ) kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Jadikan Halal dan Haram sebagai tolak ukur dalam perbuatan, meraih Ridho Allah Subhanahu Wata’ala sebagai tujuan hidupnya, agar generasi anak-anak kita menjadi generasi umatan wasathan (umat yang paling mulia di sisi Allah Subhanahu Wata’ala) serta mempunyai kepribadian Islam yang utuh, (baca surat 2:143). Aamiin…Aamiin…
Materi yang menjadi perhatian saya dalam kuliah whatsapp tersebut adalah mengenai cara agar anak tidak terlalu tertarik dengan gadget dan hanya menggunakan gadget untuk beribadah kepada Allah. Hampir semua orang, dari kalangan manapun pasti tertarik mendapatkan informasi melalui paparan multimedia. Saking asyiknya, perhatian kita saat melihat multimedia akan fokus terpusat. Bahkan sulit peduli pada kondisi sekitar. Ketika ada orang lain di sekitar kita, kita kurang aktif merespon. Ini nyata adanya. Oleh karena itu untuk sesuatu yang sangat mengasyikan ini, kita tidak perlu terburu-buru menawarkan mereka sedari dini. Karena semua anak pada akhirnya akan suka dan tertarik dengan gadget dan multimedia.
Jadi sekarang bagaimana upaya kita agar anak-anak tidak tertarik dengan paparan multimedia. Dengan kata lain, bagaimana membuat anak tertarik pada hal lain selain multimedia. Tentunya perlu pembiasaan dalam lingkungan, agar anak-anak memiliki kegemaran lain selain berinteraksi dengan multimedia.
Anak-anak tidak pernah saya berikan gadget, sulung saya saat usianya 2 tahun baru tahu fungsi handphone itu untuk berkomunikasi, untuk telepon atau videocall saja. Baru-baru ini saja dia tahu kalau ternyata di hp kita bisa lihat video edukasi (tetapi tetap belum tahu youtube😁). Jadi kita mencari informasi mengenai pembahasan tematik harian, bisa lewat video tutorial atau video edukasi melalui youtube.
Apa tidak repot membersamai dua balita sekaligus tanpa dialihkan dengan gadget? Tidak tentunya. Akan lebih repot lagi apabila anak sudah kecanduan dan tantrum sudah menjadi keseharian kala permintaannya tak dituruti.
Apa solusinya?
Kita perlu memberikan sekian banyak pilihan menu aktifitas dalam rangka beribadah kepada Allah. Ketika ada banyak menu pilihan aktifitas, otomatis waktu untuk berinteraksi dengan multimedia itu menjadi semakin sedikit.
 Ketika mereka sudah diperbolehkan terpapar multimedia, jadikan gadget dan multimedia sebagai sarana belajar dan melihat keagungan Allah melalui pengetahuan akan tanda-tanda kekuasaan-Nya,  sarana mengingat Allah, sarana menuntut ilmu agama, sarana untuk memudahkan ibadah, serta sarana untuk meningkatkan kualitas ibadah. 
Ketika hal ini kita biasakan sedari kecil, insya Allah anak-anak pun akan memahami bahwa multimedia dan gadget ini memiliki berbagai pilihan dalam memanfaatkannya. Tidak hanya sekedar untuk hiburan. Apabila dari awal suasana keluarga yang dibangun dalam memanfaatkan gadget indentik dengan bermain games dan hiburan lainnya, maka wajar jika ditengah jalan kita butuh effort yang lebih besar ketika ingin menghadirkan gadget sebagai sarana lain selain hiburan. Mendidik anak itu memberikan teladan. Ketika kita ingin anak-anak berbuat baik maka orang tualah yang seharusnya memperbaiki diri terlebih dahulu.
Oleh karena itu sedari kecil, anak-anak pun saya berikan pilihan aktifitas permainan sehingga multimedia itu hanya sebagian kecil dari keseharian mereka. Saya tidak mengidentikkan permainan masa kini selalu berupa games multimedia. Sehingga otomatis ketika anak jaman sekarang masuk pada jam bermain mereka sibuk dengan gadget. Ketika anak berkumpul dengan teman selalu bermain games. Sungguh memprihatinkan. Oleh karena itu, sedari kecil mari kita perkenalkan bahwa multimedia dan gadget adalah sarana belajar yang bisa meningkatkan keimanan kita kepada Allah dan meningkatkan ibadah kita kepada Allah. Mari kita sodorkan sebanyak-banyaknya sisi positif dari gadget dan multimedia. Yang dengan sendirinya membuat mereka tidak ada waktu untuk menggunakannya pada hal-hal yang sia-sia apalagi bermaksiat kepada Allah.
Pesan penting bagi orang tua di luar sana, perhatikan kapan waktu terbaik orang tua memberikan gadget kepada anak-anak dan berikan aturan yang jelas terhadap penggunaan gadget. Bagi orang tua yang anaknya sudah terlanjur kecanduan gadget maka segera putuskan rantai masalahnya, dorong anak-anak melakukan aktivitas outdoor. Minta anak-anak bermain di luar rumah, bersama teman-temannya atau anak-anak lainnya. Bermain atau melakukan kegiatan outdoor akan membangun kebugaran mental dan fisik anak, terutama jika mereka bermain dalam kelompok.  Orangtua bisa membantu anak bermain dengan teman sebayanya, misalnya dengan mengantarkan atau mengenalkan anak dengan tetangga yang sebaya. Sediakan permainan fisik, yang dimaksud di sini adalah permainan yang menuntut mereka bermain secara fisik seperti lompat tali, main boneka, masak-masakan, robot-robotan, menggambar, mewarnai dan lain sebagainya yang membuat mereka aktif secara fisik dan lepas dari gadget. Kembangkan hobi anak, hal ini bisa dijadikan hobi yang menjauhkan anak dari gadget. Anak akan lebih antusias dengan menekuni hobinya daripada menghabiskan waktu dengan gadget. Dukung dan fasilitasi anak untuk melakukan hobinya.
Ada banyak keterampilan seni atau olahraga yang bisa membantu fisik motorik dan kognitif anak sehingga anak lebih kreatif dan punya hubungan sosial yang baik. Ajak anak untuk membuat barang-barang dari barang bekas, atau berlatih berenang, les musik dan lain sebagainya untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya.
Apabila anak memang tidak terlalu suka kegiatan fisik, maka orangtua bisa mengalihkan perhatian anak dengan mengajak anak membaca.  Sediakanlah buku-buku yang menarik dan mendidik sesuai dengan usia anak.  Ajak anak membaca bersama-sama,  lalu orangtua bisa mengajukan tanya jawab tentang isi bacaan dan sebagainya.  Bisa juga dengan mengajak anak menyelesaikan puzzle. Kenalkan puzzle secara bertahap mulai dari yang jumlah kepingannya sedikit hingga bertambah banyak. Selain itu piknik atau berlibur ke alam
Sesekali ajak anak untuk lebih dekat dengan alam, mentadaburinya. Menyadari bahwa dunia ini sangat indah, dan ada banyak hal yang bisa dieksplor selain berkutat dengan gadget. Biarkan anak-anak menikmati waktunya bermain di alam dan menemukan banyak hal yang belum pernah ia alami.
Ada banyak alternatif permainan dan kegiatan yang jauh lebih seru dibanding hanya memandang layar gadget di luar sana. Bukannya tidak boleh mengenal teknologi dengan lebih dekat, namun alangkah baiknya jika waktu yang dihabiskan anak dengan gadget tidak lantas merusak interaksinya dengan teman-teman dan merenggut waktu bermainnya bersama anak-anak lain. Semangat berubah lebih baik, insya Allah💕 #kulwapparentingislam10nov @parentingislam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *