💐Belajar Menuang Air dari Botol satu ke Botol yang lain

Latihan menuang air dilakukan dengan beberapa variasi latihan. Tujuannya adalah melatih kemampuan berkonsentrasi, melatih kemandirian, melatih kemampuan motorik halus dan kasar, dan juga koordinasi tangan dan mata.

Lalu mengapa harus pakai barang yang bisa pecah? Bukankah akan lebih aman seandainya itu memakai peralatan yang terbuat dari melamin ataupun plastik.

Alasan utamanya adalah anak-anak harus diperkenalkan pada hal-hal yang akan mereka temui sehari hari.

Dan barang-barang seperti gelas, piring, mangkok, vas bunga dan lain lain yang bisa pecah akan ditemui oleh anak-anak dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka perlu tahu bagaimana memperlakukan barang pecah belah tersebut dengan benar dan bertanggung jawab. 
Kita memang tidak bisa berharap bahwa anak-anak akan mengerti dengan sendirinya, itu tanggung jawab orang dewasa agar mereka tahu bagaimana memperlakukan segala macam benda di sekitar mereka dengan benar.

Saya baru menyadari bahwa begitu banyak yang dipelajari anak dengan materi “pouring water” nya. Saya menyimpulkan bahwa, agar barang bawaannya tidak jatuh, anak harus berkonsentrasi untuk menjaga keseimbangannya dengan baik. Dan itu berarti latihan konsentrasi sekaligus latihan buat motorik halus dan kasarnya.

Pada saat yang sama, kemandirian anak pun sedang dilatih, dia membawa baki itu sendiri, tanpa bantuan dari orang dewasa disekitarnya. Dan ketika dia dengan sangat hati hati membawa perlatan tersebut , dia secara tidak langsung telah belajar bertanggung jawab atas apa yang sedang dilakukannya.

Saya menyadari bahwa kepercayaan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak-anak akan membangun rasa percaya diri mereka , karena saat itu mereka bisa mengatakan, “Lihat, aku bisa melakukannya sendiri”.

“Free the child’s potential, and you will transform him into the world”.

-Maria Montessori-

💐 Belajar Matching Gambar

Kegiatan melatih otak ini disebut dengan Matching Game, di mana anak harus mengingat pola yang ada di kartu kemudian mencocokkannya dengan pola yang ada di board hingga gambar tersebut bertemu dengan pasangannya.

Ternyata dari sebuah permainan sederhana kita bisa melatih memori pada otak anak, untuk memperkuat daya ingat terhadap segala hal. Kita dapat melakukan permainan ini dengan mudah saat sedang berkumpul dengan keluarga atau teman. Selain memperoleh kesenangan, juga mendapat manfaat dalam meningkatkan daya kerja otak. Permainan ini mendorong anak untuk menghafal bentuk gambar yang di buka dan mencari pasangannya yang terletak dengan acak. Secara tidak langsung, permainan ini akan menstimulus indera penglihatan atau mata yang melihat gambar, menyimpan penglihatannya dalam pikiran secara berulang-ulang sehingga memaksa memori pada otak untuk mengingat letak dari pasangan gambar yang dicari

💐 Keterampilan Menggunting

tahapan-tahapan pelatihan menggunting untuk anak-anak, diantaranya:

1. Ripping atau Merobek, pada tahap ini,kita bisa memberikan kertas agak tebal dengan potongan memanjang (persegi panjang) untuk dirobek oleh si Kecil menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Pada tahap ini, anak akan belajar pemahaman merobek/memotong kertas yang nantinya merupakan fungsi dari gunting. Anak juga dilatih untuk menggerakkan kedua tanganya ke arah yang berlawanan untuk membuat kertas robek, selain melatih koordinasi tangan dan jari-jarinya sebelum menggunakan gunting.

2. Snipping, hampir mirip dengan Ripping hanya saja anak diharuskan menggunakan gunting untuk memotong kertas potongan memanjang (persegi panjang) menjadi potongan-potongan yang lebih kecil sesuai dengan garisnya.

3. Fringe adalah potongan yang berulang tanpa memotong kertas menjadi dua. Gunakan penggaris untuk menggambar garis jarak yang merata dari bagian bawah sehelai kertas konstruksi hijau seukuran dua inci. Lalu, tempatkan stiker di bagian atas setiap baris. Mintalah anak merangkai kertas dengan memotong garis dan berhenti di stiker.

                                              (Faris sedang belajar pada tahap ke-3)

4. Begitu anak menguasai tiga yang pertama, mereka mulai mengerjakan pemotongan garis lurus dari titik A ke titik B. Ini mengharuskan anak membuka dan menutup gunting beberapa kali per potong, yang jauh lebih sulit daripada potongan atau pinggiran. Jangan kaget kalau mereka mengeluh kelelahan pada tangan mereka. Kelelahan menunjukkan bahwa mereka masih membutuhkan lebih banyak latihan dengan gunting untuk mengembangkan keterampilan motorik halus.

5. Berikutnya adalah Garis Zig-zag. Garis Zig-zag lebih sulit dipotong karena mereka meminta si Kecil untuk membalik kertas atau tangan mereka saat dipotong. Keterampilan memotong Zig-zag jauh lebih sulit daripada memotong garis lurus dan dapat menyebabkan kelelahan tangan dengan cepat. Pastikan anak-anak benar-benar siap sebelum memperkenalkan Garis Zig-zag.

6. Yang lebih sulit daripada Garis Zig-zag adalah garis melengkung yang ditemukan pada bentuk-bentuk tanpa sudut seperti lingkaran atau oval. Amati mereka merobek, memotong, memotong garis lurus dan zig zag. Jika anak bisa melakukan hal-hal itu, maka mereka mungkin siap untuk melanjutkan tahap ini.
Memotong kotak dan persegi panjang juga bisa menantang bagi anak-anak. Ajarkan kepada anak untuk memutar kertas dan melatih naluriah mereka untuk mengubah posisi tangan si Kecil. Namun hal ini akan menjadi sangat menyenangkan jika mereka telah memahami kegunaan gunting sepenuhnya. Orang tua tetap disarankan untuk selalu mendampingi anak-anak saat belajar agar dapat menggunakan gunting dengan benar. Happy cutting! ^ ^

Belajar Menuang hingga Menggunting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *