Me time? sebagai IRT rasanya mustahil punya waktu luang bagi sebagian orang! Tapi bagi saya tidak ada yang mustahil dan saya tidak menyukai kata “mustahil” menurut saya, banyak jalan menuju roma. Saya yakin ada celah disela kesibukan saya sebagai IRT, yang setiap bangun pagi dan menjelang tidur malam pun tetap harus rajin bergerak . Mengurus suami, anak, belum lagi kerjaan rumah yang tidak ada habisnya.

Mungkin bagi mereka yang mampu, punya babysitter akan lebih mudah mempunyai me time. Tetapi berhubung saya belum jadi horang kayaa *belum? artinya saya ngarep juga.hihii* Saya tidak mungkin menitipkan anak saya kepada mertua saya. Jadi, saya harus pintar-pintar mensiasatinya. Karena walau bagaimanapun, saya sebagai IRT sangat rentan dengan yang namanya stress, karena kita hanya berada di dalam rumah dan jarang melihat dunia luar. Tetapi kalau keluar rumah pun saya mikir-mikir mau kemana? kepentingannya apa? Saya saja sudah lupa kapan terakhir pergi ke mall.

Manfaat me time sangat banyak untuk kita, selain terhindar dari stress, setelah me time kita akan kembali fresh lagi. Otomatis hati kita juga akan lebih ikhlas melayani suami dan anak kita. “Bagi saya, me time tidak harus mengorbankan” yang artinya, saya tetap bisa me time walaupun saya hanya berada didalam rumah. Menurut saya, yang bisa saya definisikan me time adalah sebagai berikut :

Mandi
Mandi adalah rutinitas yang menyegarkan sekaligus menyenangkan, bagi saya. Suami memberikan waktu saya untuk mandi (dengan tenang) pun saya sudah sangat senang. Karena air itu mempunyai manfaat menenangkan. Saya meluangkan waktu untuk mandi sambil luluran dan creambath. Karena kalau ke salon, saya sering merasa was-was. Anak-anak rewel nggak yah? suami saya udah makan belum? Pikiran seperti itu membuat saya berasa tidak me time. Jadi kalau kegiatan nyalonnya masih bisa dilakukan sendiri dirumah mengapa harus keluar rumah?

Tidur Siang 
Kadang ada waktunya saya kelelehan karena mengurus rumah, walaupun suami saya bukan kategori yang memaksa saya untuk selalu membuat rumah rapi, dan mewajibkan saya untuk memasak. Tetapi karena saya ini anemia jadi saya gampang lelah, bahkan kadang kliyengan yang membuat saya memerlukan untuk tidur siang walaupun hanya 30 menit. Kalau sekarang sudah tidak masalah, karena anak saya sudah berusia 3 tahun dan 1 tahun yang artinya tidurnya sudah mulai teratur.

Beberes Rumah
Bagi saya diberi waktu beberes rumah tanpa diganggu itu juga me time, karena ada kepuasan hati jika rumah itu rapi. Walau sebentar juga tak mengapa. Memang kendala kita yang punya balita sangat sulit untuk beberes rumah. Karena rumah kita pasti di acak-acak lagi, sehabis bermain pasti campur aduk lagi, belum masalah baju atau sepatu yang tidak pada tempatnya.
Sekarang saya mempunyai trik dalam beberes yaitu memanfaatkan kegiatan beberes ini menjadi sebuah kelas agar anak juga belajar bertanggung jawab dan disiplin mengembalikan barang ke tempatnya lagi. Saya sering memberikan tugas menyusun atau mengumpulkan hanger yang berantakan, melipat baju bahkan sesekali menyusun baju mereka ke dalam laci dengan sedikit bantuan. Mensortir mainan juga menjadi kegiatan rutin kami setiap minggunya, meletakkan mainan sesuai kategorinya sambil menyisihkan mainan yang sudah tidak terpakai agar bisa dijual atau diberikan kepada yang lebih membutuhkan. Ternyata kegiatan beberes ini menjadi kelas yang  menyenangkan.

Menyetrika
Menyetrika merupakan me time bagi saya. Siapa yang hobi menyetrika?https://moniquefirsty21.wordpress.com/2017/09/20/hobimenyetrikaadakah-yang-samadengansaya/Tanpa disadari kegiatan yang cukup memakan waktu ini bisa saya manfaatkan untuk mengejar ketertinggalan ilmu agama dengan mendengarkan ceramah kajian ilmiah islam dari chanel favorit saya tanpa diganggu oleh siapapun. Alhamdulillah bi ni’matimushaalihat. 

Menurut saya hal-hal tersebut yang saya sebut me time, saya tidak mengharuskan diberi izin kongkow bareng teman-teman (karena sejak sebelum nikah, saya memang tidak diizinkan papa saya, kumpul-kumpul tanpa manfaat, jadi tidak masalah) atau shopping ke mall sendirian. Karena saya IRT jadi otomatis harus bawa suami saya kalau shopping biar dibelikan.hihii *modus ini namanya yah*
Sebaiknya kita sama-sama belajar ikhlas dan sabar menjalankan peran sebagai IRT, karena tidak semua merasakan apa yang kita rasakan. Bukan hanya IRT, Ibu-ibu yang berkarir pun biasanya mereka menjalankan peran sebagai karyawan di kantor dan dirumah menambah peran lagi sebagai Ibu dan istri. Peran tersebut tentu tidak mudah, oleh karena itu ayo sama-sama luangkan waktu untuk me time walaupun tidak yang benar-benar me time, lakukan saja apa yang membuat kita senang. Itu akan mengurangi beban fikiran dan tenaga kita. Pikiran kita fresh, nilai plus nya juga kesehatan dan rumah pun menjadi adem karena tidak ada yang ngomel-ngomel 😬😬 Demikian sedikit cerita me time dari saya. Masih penasaran dengan cerita “me time” ala emak-emak blogger, silahkan berkunjung ke rumah mbak ovi yang memenangkan arisan tulisan IIP pekan ini pasti banyak cerita seru lainnya disana. 💕

Mencuri Waktu Luang ala Ibu Rumah Tangga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *