Mengenal si Sulung

Mengapa Orangtua (bersama anak) perlu mengenali keunikan bakat anak? “

Because “You Can Be Anything You Want” is totally wrong.

Seiring manusia dewasa, kita hanya akan bisa semakin menjadi diri kita sendiri, dan justru itulah letak kekuatan kita. Anak kita tidak perlu menapaki jalan yang sama dengan orang lain, justru anak akan sukses dalam jalan anak sendiri, jalan yang disitu seluruh potensi kekuatannya termanfaatkan maksimal. Inilah jalan menuju misi unik anak.

Di jalan ini, aktivitas yang dilakukan adalah aktivitas yang mempertemukan bakat, passion, dan produktivitas sekaligus. Ciri aktivitas ini adalah 4E : ENJOY, EASY, EXCELLENT, EARN.

Inilah sebabnya menurut Abah Rama Royani, mengetahui jalan sukses itu harus lebih dahulu daripada cara mencapai suksesnya. Karena kalau kita (orang tua dan anak) sudah tahu jalannya, sudah berada di jalan yang tepat, maka selambat apapun caranya, anak akan sampai ke kesuksesan. Tapi kalau anak salah jalan, secanggih apapun caranya tetap tidak sampai ke kesuksesan.

Kesuksesan ini bukan tentang kekayaan materi, tapi tentang kebahagiaan sejati, kehidupan yang bermakna dan bermanfaat bagi orang lain.

3 alasan penting mengapa orang tua berada pada posisi strategis untuk mengenali bakat anak :

Karena orang tua lah pihak pertama dan utama yang paling mempengaruhi pertumbuhan self worth dan proses self discovery.Orang tualah yang paling mungkin memberikan ruang pertumbuhan yang sehat untuk fitrah bakat anak sepanjang hidup anak.Orang tua lah yang bisa menjadi coach membimbing anak melatih dan mengandalkan bakat kuatnya, dan membimbing anak menyiasati bakat lemahnya sendiri.

🔡 Bagaimana caranya mengenali bakat anak ?

Langkah pertama dan utama mengenali bakat anak adalah Observasi jangka panjang.

Observasi artinya kita mengamati secara obyektif, bebas dari asumsi dan persangkaan kita. Secara umum, yang diobservasi adalah setiap aktivitas yang dilakukan anak. Untuk itu, anak perlu diberikan keleluasaan mengalami berbagai ragam aktivitas, sehingga benar-benar tahu bagaimana rasanya ketika menjalani aktivitas tersebut.

Ini PR terbesar saya dalam membersamai anak. Ternyata banyak ilmu yang belum saya punya sebagai bekal mendampingi ananda. Bismillah.. dengan tekad semoga Allah memudahkan. Aamiin 😇😇

Baiklah sebagai awal langkah pertama saya ingin mengenal anak sulung saya, Faris. Faris adalah anak pertama yang lahir lebih dulu sebelum perkiraan hpl kelahirannya. Menjadi orang tua baru tanpa didampingi orang tua ataupun mertua. Saya benar-benar belajar dari nol keterampilan mengasuh bayi, menyusui sampai dengan belajar mendidiknya. Perkembangan Faris sesuai dengan umurnya, meskipun karena memiliki riwayat alergi dingin dan debu menyebabkan berat badannya naik tidak terlalu signifikan. Tetapi saya bersyukur saat ini kekebalan tubuhnya sudah lebih baik daripada dulu. 

Fadis memiliki kecerdasan bahasa yang menonjol dibandingkan dengan anak seusianya. Saat usia 1tahun, dia sudah memiliki banyak kosakata dan di usia 1,5tahun sudah bisa mengkomunikasikan apa yang diinginkan dalam satu kalimat utuh. Saya hampir tidak pernah menghadapi anak tantrum karena komunikasi kami sudah dua arah dan dia sangat suka bercerita apa saja setiap harinya. 

Faris mempunyai ingatan fotografis. Dia akan dengan mudah mengingat sesuatu dari bentuk, penampilan, warna dan sebagainya yang berhubungan dengan visual. Saat umurnya menjelang 2 tahun, saya terheran-terheran karena dia sudah hafal jalan menuju pulang, hafal apa saja yang ditemui di jalan meski kami hanya sekali melewatinya. Bahkan di usianya yang ke-3 ini dia tahu kalau kami lewat jalan yang berbeda dengan saat perjalanan berangkat. MasyaAllah tabarakallah Allah yang Maha Pencipta. Makin kesini kemampuan bahasanya semakin baik bahkan tanpa diajari dia senang mempelajari banyak bahasa. Setiap hari dia suka bermain peran dan sudah bisa menceritakan ulang suatu peristiwa. Faris suka memperhatikan detail gambar, dan memperhatikan gejala-gejala fenomena alam yang terjadi di sekitarnya. Kekurangan anak visual ini mudah terdistraksi oleh sesuatu yang bergerak di sekitarnya. 

Sedari kecil Faris tidak pernah kenal dengan gadget, di usianya ini dia tahu fungsi gadget untuk berkomunikasi dan sarana berdagang (dia melihat kami berjualan online :D) 


Makin kesini makin nampak kecenderungannya sehingga saya bisa menentukan gaya belajarnya. Dari umur satu tahun Faris sudah senang membaca board book bergambar hewan-hewan. Ketertarikannya pada hewan sudah terlihat bahkan sejak dia masih berumur 6 bulan. Secara tidak sengaja saya melihat dia sangat ekspresif ketika melihat tayangan hewan-hewan Asia di chanel National Geographic. Kecintaannya pada hewan makin nampak saat dia senang sekali mempelajari bunyi-bunyian dari masing2 hewan ketika kami jalan-jalan ke Batu Secret Zoo. Dia sangat berani memegang dan memberi makan hewan-hewan yang ada di sana. Pecinta olahan ikan ini sangat suka belajar.


Untuk urusan makanpun sejak usia 8 bulan sudah belajar makan sendiri dengan metode BLW. Dia sangat suka makan kentang dan sayuran. Semua jenis buah pun lahap dimakannya. Sejak kecil anak-anak sudah saya biasakan untuk minum jus sayur mix dengan buah. Alhamdulillah kebiasaan baik ini berlanjut hingga sekarang. Kami lebih senang memasak bersama ketimbang jajan di luar yang kebanyakan erornya (eror di perut hehe). 

Layaknya anak laki-laki kecil lainnya, Faris juga suka bermain mobil-mobilan. Dia sangat menyukai mobil alat berat seperti excavator, traktor, roller, molen dll. 

Dulu di awal umur 2 tahun cerita role play ala Faris tidak pernah jauh-jauh dari proyek apartemen, hotel atau kantor untuk mama. Geli sekali kalau mendengar dia bercerita. 

Mendampingi anak usia 3 tahun, cukup menguras otak saya. Betapa tidak, setiap hari banyak pertanyaan ajaib yang keluar dari hasil pemikiran Faris. Dia lagi senang mengamati apa saja yang ada di alam. Kenapa burung begini, kok itu begitu sih, kenapa harus begitu sedangkan itu kan bla bla… 

Dia betah sejam lamanya duduk dan mengamati semut. Saya dibuat heran olehnya karena sejak kecil dia tidak pernah mau duduk dan fokus memperhatikan apa yang saya ajarkan kepadanya kecuali saat saya membacakan cerita untuknya

Di balik ketidak fokusannya dan problem sulit diajari untuk mencontoh dia sangat mudah mengikuti kebiasaan dan terstruktur. Meskipun Faris tidak pernah memperhatikan apa yang saya ajarkan (mungkin dulu saat saya belum tahu gaya belajar yang asyik buatnya). 

Kita tidak bisa main memaksakan anak harua belajar dengan suasana dan cara yang kita inginkan. Dulu sekali di awal pembelajaran dengan Faris saya memilih mengajar menggunakan flashcard dan printable worksheet. Alhamdulillah dia menikmati metode ini (saat itu masih meraba-raba Faris tipe atau gaya belajarnya). Dan memang terbukti, kemampuan anak dalam menangkap materi dan pelajaran tergantung dari gaya belajarnya. 

Banyak anak jaman sekarang yang menurun prestasi belajarnya di sekolah karena di rumah anak dipaksa belajar tidak sesuai dengan gayanya. Sesungguhnya anak akan mudah mennguasai materi pelajaraan dengan menggunakan cara belajar mereka masing-masing. 

Semoga Allah memudahkan saya dan suami untuk memetakan bakat dan keunikan Faris agar seluruh potensi kekuatannya termanfaatkan maksimal. 💕

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *