Dari Jabir AlMuqni berkata: “Aku tidak akan merasa sehat sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya pada bekam itu terdapat kesembuhan.”

Bekam sangat dianjurkan oleh penduduk langit, sebagaimana sabda Rasulullah saw:

“Tidaklah aku melewati sekumpulan malaikat pada malam aku di-Isra’kan, melainkan mereka (para malaikat) semua mengatakan kepadaku: Hai Muhammad, Engkau harus berbekam.” (HR.Tirmidzi)

 Dari  Abdullah bin Mas’ud r.a berkata:

“Rasulullah saw pernah menyampaikan sebuah hadits tentang malam dimana beliau saw di-Isra’kan bahwa beliau tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh beliau saw dengan mengatakan,perintahkanlah umatmu untuk berbekam.”

Bekam (hijamah) ini merupakan salah satu metode pengobatan yang dilakukan dengan cara membuang darah kotor yang ada dalam tubuh melalui sayatan tipis di permukaan kulit. Bukan disayat sadis dengan pisau ya, tapi cuman di sayat tipis dengan pisau bedah kecil seukuran pensil. Bekam sendiri merupakan salah satu metode pengobatan tradisional yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Tujuannya agar anggota tubuh kembali melakukan fungsinya dengan baik. Tetapi semua itu juga harus dibarengi dengan mengubah pola makan kita. Bila tubuh sudah dibantu dengan bekam tetapi kemudian pola makan kita tetap tidak sehat, maka upaya tubuh untuk meregenerasi sel-sel dan mengembalikan fungsinya menjadi sia-sia. Oleh karena itu berikut makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama proses tersebut/ setelah berbekam.

1. Goreng–gorengan.
2. Kopi
3. Makanan yang dibakar di atas arang seperti sate
4. Minuman yang bersoda.
5. Makanan berlemak.

Hari ini saya membuat janji dengan ummi adzkia seorang therapist yang sudah biasa membekam beberapa tetangga saya. Keinginan saya untuk bekam sebenarnya sudah sangat lama akan tetapi banyak sekali kendala sehingga berakhir tidak jadi. Saya mengenal ummi lewat akun facebook beliau, sile langsung inbox kesini https://www.facebook.com/rumah.bekamadzkia

Jadi bekam ala Rumah Bekam Adzkia berupa paket massage, lulur baru kemudian dibekam. Sementara ini umi masih menerima panggilan ke rumah-rumah karena rumah bekamnya masih dalam proses. Karena bekamnya di rumah jadi nyaman dan privat sekali. Hanya saja anak-anak yang nggak sabar dan bosan sudah mulai berulah dengan menggedor gedor pintu kamar.
Sebelum dibekam, saya dipijat refleksi terlebih dahulu dimulai dari jari kaki, betis, paha, pinggang, punggung sampai kedua tangan.

Setelah rileks baru dilulur sambil dimassage di beberapa titik lelah ibu-ibu, beliau sudah tahu mana-mana keluhan pasiennya. Bahkan tadi saat memijat punggung saya, beliau tahu kalau saya sering begadang dan ternyata semalam masuk angin.

Setelah dibersihkan sisa-sisa lulur yang menempel pada badan, punggung saya kemudian diolesin minyak. Setelah dimassage dan lulur, akhirnya saya dibekam. Meski lepas pakaian tetapi tetap pakai selimut kok. Mulailah ummi melaksanakan tugasnya. Pertama cup – cup di rekatkan di titik-titik bekam. Belum ada darah yang keluar, ini masih pemanasan. Lalu setelah itu dibuka dan ummi menunjukkan jarum kecil yang baru untuk proses selanjutnya. Dengan alat seperti pulpen dan ujungnya diberi jarum tadi, tiap titik bekam di tusuk-tusuk (ga terlalu sakit, hanya seperti digigit semut) lalu ditutup lagi dengan cup tadi dan akhirnya darah kotor yang kental keluar di tiap titik bekam yang rekatkan cup-cup tadi.

Setelah melalui semua prosesnya hingga selesai. Akhirnya bekampun selesai. Kepala tersaa ringan begitu juga tubuh. Pesan ummi, jangan mandi dulu selama lima jam kedepan dan jangan digaruk kalau gatal. Cukup obat-obatan herbal dan madu yang diminum insyaAllah akan bekerja memulihkan bekas bekam itu.

Jadi siapa yang masih takut untuk bekam? 

Pengalaman Pertama Kali Bekam di Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *