QoTD (18_19/10/17) Berkenalan dengan Mengkudu hingga Umbi-Umbian

Pagi ini banyak sekali pertanyaan yang muncul, ditambah simpanan pertanyaan yang belum terjawab dari semalam. Karena semalam kami belajar tentang buah mengkudu atau yang biasa disebut pace. Faris melihat pohon mengkudu untuk pertama kalinya di samping lapangan futsal. Pertanyaan dimulai dari kenapa kok buah mengkudu warnanya ada yang hijau ada yang putih? Kok kulitnya ada totol-totolnya ma? Belum selesai dijawab sudah muncul lagi pertanyaan baru kenapa kok air kolam ikan itu warnanya hijau? Kalau yang di aquarium nggak? 

Akhirnya kami membuka buku ensiklopedi tentang tumbuhan.

Mengkudu (mengkudu) – mengkudu itu pake huruf ‘M’  ya ma, suaranya kan “emmm”

Informasi mengenai tanaman mengkudu atau disebut juga pace atau noni. (ini catatan tambahan informasi mengenai mengkudu buat mama)

Tanaman ini tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya merupakan buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol, dan ketika sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam.

Pohon🌳
Pohon mengkudu tidak begitu besar, tingginya antara 4-6 m. batang bengkok-bengkok, berdahan kaku, kasar, dan memiliki akar tunggang yang tertancap dalam. Kulit batang cokelat keabu-abuan atau cokelat kekuning-kuniangan, berbelah dangkal, tidak berbulu,anak cabangnya bersegai empat. Tajuknya selalu hijau sepanjang tahun. Kayu mengkudu mudah sekali dibelah setelah dikeringkan. Bisa digunakan untuk penopang tanaman lada.

Daun🌿
Berdaun tebal mengkilap. Daun mengkudu terletak berhadap-hadapan. Ukuran daun besar-besar, tebal, dan tunggal. Bentuknya jorong-lanset, berukuran 15-50 x 5-17 cm. tepi daun rata, ujung lancip pendek. Pangkal daun berbentuk pasak. Urat daun menyirip. Warna hiaju mengkilap, tidak berbulu. Pangkal daun pendek, berukuran 0,5-2,5 cm. ukuran daun penumpu bervariasi, berbentuk segi tiga lebar. Daun mengkudu dapat dimakan sebagai sayuran. Nilai gizi tinggi karena banyak mengandung vitamin A.
(emaknya baru tahu kalau ternyata daun mengkudu bisa dimakan sebagai sayur)

Bunga🌼
Perbungaan mengkudu bertipe bonggol bulat, bergagang 1-4 cm. Bunga tumbuh di ketiak daun penumpu yang berhadapan dengan daun yang tumbuh normal. Bunganya berkelamin dua. Mahkota bunga putih, berbentuk corong, panjangnya bisa mencapai 1,5 cm. Benang sari tertancap di mulut mahkota. Kepala putik berputing dua. Bunga itu mekar dari kelopak berbentuk seperti tandan. Bunganya putih, harum.

Buah🍐
Kelopak bunga tumbuh menjadi buah bulat lonjong sebesar telur ayam bahkan ada yang berdiameter 7,5-10 cm. Permukaan buah seperti terbagi dalam sel-sel poligonal (segi banyak) yang berbintik-bintik dan berkutil. Mula-mula buah berwarna hijau, menjelang masak menjadi putih kekuningan. Setelah matang, warnanya putih transparan dan lunak. Daging buah tersusun dari buah-buah batu berbentuk piramida, berwarna cokelat merah. Setelah lunak, daging buah mengkudu banyak mengandung air yang aromanya seperti keju busuk. Bau itu timbul karena pencampuran antara asam kaprik dan asam kaproat (senyawa lipid atau lemak yang gugusan molekulnya mudah menguap, menjadi bersifat seperti minyak atsiri) yang berbau tengik dan asam kaprilat yang rasanya tidak enak. Diduga kedua senyawa ini bersifat aktif sebagai antibiotik.

MANFAAT TANAMAN
Secara tradisional, masyarakat Aceh menggunakan buah mengkudu sebagai sayur dan rujak. Daunnya juga digunakan sebagai salah satu bahan nicah peugaga yang sering muncul sebagai menu wajib buka puasa. Mengkudu (keumeudee) karena itu sering ditanam di dekat rumah di pedesaan di Aceh. Selain itu mengkudu juga sering digunakan sebagai bahan obat-obatan.

Kandungan mengkudu
Zat nutrisi: secara keseluruhan mengkudu merupakan buah makanan bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, viamin, dan mineral penting, tersedia dalm jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan yang hebat. Berbagai jenis senyawa yang terkandung dalam mengkudu : xeronine, plant sterois,alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium, dll.Terpenoid. Zat ini membantu dalam proses sintesis organic dan pemulihan sel-sel tubuh.Zat anti bakteri.Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari buah mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S . scotmuelleri, S . typhi, dan Shigella dusenteriae, S . flexnerii, S . pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus. Scolopetin. Senyawa scolopetin sangat efektif sebagi unsur anti peradangan dan anti-alergi. Zat-zat anti kanker yang terdapat pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.Xeronine dan Proxeronine. Salah satu alkaloid penting yang terdapt di dalam buah mengkudu adalah xeronine. Buah mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tapi banyak mengandung bahan pembentuk (precursor) xeronine alias proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur dan bentuk sel yang aktif.

💐Pertanyaan selanjutnya kenapa kolam ikan berwarna hijau sedangkan air di aquarium nggak? Kolam menjadi hijau karena adanya alga.  Makanya air kolam berwarna hijau. Alga juga makhluk hidup kan ma tanya faris selanjutnya. Iya benar alga termasuk makhluk hidup, tapi kenapa kok ga kelihatan ma di air kolam itu mana alganya (mohon bersabar ya ibuk ibuk, makhluk kecil ini memang seperti mesin pertanyaan yang pertanyaannya tak kunjung berakhir). Akhirnya saya menjelaskan bahwa alga itu makhluk hidup kecil yang Allah ciptakan sangat unik. Kita harus menggunakan mikroskop untuk melihat bentuknya. Baiklah diskusi berakhir sampai faris dapat mikroskop mini nanti.

Sudah 2 hari ini faris sangat tertarik dan penasaran dengan pohon tebu yang ada di samping rumah. Setelah melihat bentuk batang dan daun kami coba observasi dan membandingkan dengan yang ada di buku. Tetapi bahasan hari ini tidak terlalu detil karena terbatas waktu dan adiknya mulai mencari-cari perhatian.

Kegiatan kami lanjutkan dengan membaca buku saja karena masih banyak pertanyaan yang belum selesai kami diskusikan. Faris ingin tahu sekali mengenai tanaman berumbi. Kenapa bisa tumbuh tanaman di akar?
.
.
.
Apa sih akar itu? Kenapa harus ada akar?

Perjalanan kita mengenal tumbuhan sesungguhnya dimulai dari bagian yang paling bawah yaitu akar. Akan tetapi mungkin karena tidak nampak anak-anak lebih tertarik untuk mengamati batang, daun, bunga atau buah dari tumbuhan. Mungkin teman-teman juga jarang memperhatikan bagian ini karena akar hampir selalu berada di dalam tanah. Padahal akar punya tugas yang sangat penting loh. Akar menjaga agar tumbuhan tetap berdiri tegak. Di dalam tanah, akar terus bekerja mencari air tanpa kenal lelah. Akar mengirimkan air ke daun. Di daun, air akan diolah hingga menjadi makanan yang lezat. Jika sudah jadi akar juga akan mendapat bagiannya.

Firman Allah dalam QS. Ibrahim 14:24
“Tidakkah kamu perhatikan, bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. ”

Bentuk akar bermacam-macam, ada yang berbentuk seperti rambut, tombak, atau gangsing dan ada beberapa jenis akar yang dapat kita makan loh! Umbi-umbian seperti singkong, ubi, kentang, wortel, bengkuang dll sebenernya termasuk akar juga. Umbi ini digunakan untuk menyimpan cadangan makanan. Jadi sudah tidak bingung lagi ya kenapa di akar pun bisa tumbuh tanaman. Akar inilah yang biasa kita makan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *