Sudah tiga hari kami berada di kota Jakarta dan hujan pun mengguyur ibukota negara tercinta. Rupa-rupanya musim hujan sudah merata ke seluruh Indonesia. 

Pertanyaan yang muncul dari diskusi kita hari ini adalah berasal darimanakah air? Gimana ya Allah menciptakan air? 

Air, betapa dengan air ini kita bisa hidup. Betapa dengan air ini makhluk-makhluk bisa hidup karena dihidupkan oleh yang Maha Hidup.

Semua makhluk yang ada di langit dan di bumi semua bertasbih kepada Allah SWT, Rabbul ‘alamiin, masing-masing memiliki cara untuk bertasbih sendiri. Setiap waktu, setiap saat bertasbih kepada Allah SWT.

Dan manusia yang mau bertasbih adalah orang-orang muslimin, yang mau meletakkan dahinya di tempat yang rendah, demi bersujud kepada Allah SWT, Dzat Yang Maha Suci, Yang berhak untuk disembah.

Ketika kita tidak bisa tidur, lebih baik kita mengambil wudhu dan kemudian bertasbih, berdzikir, memuji asma-Nya. Ketika memiliki begitu banyak masalah yang menghimpit dada, maka bersegeralah untuk menghadap-Nya. Jangan keras kepala untuk menyelesaikannya sendiri, sampaikan kepada Allah, Yang Maha Menyelesaikan Masalah.

#1. Ayatayat air dalam Al-Quran 
[Q.S  An-Nur : 43]
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ

Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. 

➡Ketika melihat awan yang bergerak, maka sudah semestinya fokus kita kepada Allah SWT, memuji keindahan ciptaan-Nya. Itulah yang membedakan kita dengan orang-orang kafir.

Dalam ayat ini, Allah tidak hanya membicarakan tentang peristiwa hujan, namun juga membicarakan tentang kilat.

[QS. Al-Mulk : 4]
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ

Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. 

➡Dalam ayat ini, kita diminta untuk memperhatikan ciptaan-Nya berulang-ulang. Kita perlu effort, tenaga, riset, dan usaha untuk melihat kesempurnaan ciptaan Allah SWT. Maka, dengan cara itu kita senantiasa akan terus menerus bertasbih, memuji Kebesaran Allah SWT melalui ciptaanNya.

[QS. Al-Furqan : 48]
وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih. 

➡Dalam ayat ini Allah  SWT menyebutkan bahwa hujan turun sebagai Rahmat, “Ma’aan thohuran, air yang sangat bersih”, inilah sifat air hujan. Namun manusia seringkali menyebut bahwa hujan itu sebagai pembawa bencana. Sebenarnya yang membawa bencana bukanlah air hujannya melainkan tindakan manusia yang melampaui batas sehingga membuat keseimbangan alam terganggu yang mengakibatkan ketika turun hujan terjadi bencana banjir.

[QS. Al-Anfal : 11]
إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu). 

➡ Dalam ayat ini menjelaskan bahwa fungsi hujan adalah untuk menyucikan, untuk membersihkan. Hal ini terjadi pada saat perang Badr. Waktu itu, pasukan muslimin hanya sekitar 300 orang sedangkan lawannya adalah sekitar 1000 orang. Karena sangat khawatir, Rasulullah meminta pertolongan kepada Allah SWT. Kemudian Allah pun memberikan kekuatan dan ketenangan, yaitu dengan menurunkan hujan. Dimulai dengan diberikan rasa kantuk, kemudian diturunkan hujan. Sehingga dengan turunnya hujan tersebut bisa digunakan untuk membersihkan diri.

#2. Darimana Asal Air

Pada awal penciptaan bumi, kondisi permukaan bumi sangat panas. Tekanan dan temperaturnya amat sangat tinggi. Maka jelaslah tidak ada air saat itu. Lalu darimana datangnya air?

“Hujan berasal dari gumpalan awan dan juga dari gunung-gunung.”

Dan ilmuwan cukup lama mempertanyakan darimana asalnya  air? Apakah dari bawah permukaan bumi?

Distribution of Earth’s Water

Earth’s Water, terdiri dari :
– Saline, Oceans : 97%
– Fresh water : 3%

Fresh Water :
– Ice Caps, Glacers : 68.7 %
– Ground Water :  30.1%
– Surface Water : 0.3 %
– Others : 0.9%

Fresh Surface Water :
– Lakes : 87%
– Swamps : 11%
– Rivers : 2%

Nilai dari data jumlah air tersebut kalau dihitung pada kenyataannya selalu kurang, padahal jumlah air selalu mengalami penambahan. Penambahan air ini dari mana?

Komet pembawa kristal es

Temuan mutakhir menunjukkan bahwa air berasal dari komet pembawa kristal es yang kemudian membentur atmosfer bumi dan berurai menjadi uap air di atmosfer bumi. Uap air ini akan bergabung dengan uap air lainnya yang berada di awan.

[QS. An-Nahl : 65]
وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan pelajaran

[QS  Al-Mukminun : 18]
وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya

Allah SWT menurunkan air dalam suatu ukuran, tidak terlalu banyak dan juga tidak kurang. Hal ini menetap di bumi. Bagaimana jika Allah melenyapkannya kembali?

Mari kita berpikir, apa yang akan terjadi ketika Bumi sedikit saja mendekat ke matahari? Tentu saja akan terjadi kenaikan temperatur, “heating up”, akan terjadi penguapan terus-menerus, sehingga lautan bisa lenyap. Inilah kuasa Allah. Atau dengan cara-cara Allah lainnya yang tidak akan pernah terpikirkan oleh kita.

Sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah SWT, karena Dia sudah menurunkan air dengan ukuran yang cukup. Air ini ditetapkan di bumi bukan karena tanpa alasan. Hal ini berkaitan dengan adanya gaya gravitasi. Bayangkan jika bumi dijauhkan dari matahari, maka akan temperatur akan semakin dingin, air pun akan membeku dan kita tidak bisa melakukan apa-apa dengan air ini. Inilah salah satu hal yang membuktikan kebenaran tentang Al-Qur’anul Karim. Ketika posisi gravitasinya kecil, ini akan mempengaruhi temperatur dan tekanan, sehingga air akan berubah wujud menjadi es.

#3. Rahasia Air Dalam Al-Qur’an :
– Al-Qur’an mengelompokkan berdasarkan kejernihannya :

1. Al-Qur’an menyebut Al maa’ al muqthir (air hujan) : air yang membersihkan.
2. Al maa’ al furaat (air tawar) : Air yang biasa kita minum dari sumur atau air sungai.
3. Air laut yang mengandung kadar garam disebut dengan Al maa’ al ujaj.

1. Al maa’al Muqthir

[QS  Al Furqan : 48]
وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih

– Air suling, filtrasi. Air yang dididihkan pada suhu 100 derajat celcius hingga menjadi uap, kemudian dikondensasi membentuk butiran air. Dengan kadar-kadar kejernihan tinggi/sangat jernih.

– Air hujan, air suling yang paling baik.
Sains dan teknologi telah menunjukkan hal ini. Air yang ada diuapkan, kemudian dikondensasi, kemudian diturunkan dalam bentuk hujan. Jadi ketika Allah SWT menyebut hal ini tidak sembarangan. Air hujan ini memiliki karakteristik tertentu.

– Air hujan mampu menjadi pembersih (udara, kulit), menyerap kotoran yang ada.

Jadi sebenarnya ketika orang tua melarang main hujan-hujanan karena takut sakit itu yang berbahaya bukan air hujannya. Air hujannya bersih, namun di sekitarnya banyak mengandung polutan dan air hujan ini berfungsi untuk membersihkan udara. Pembasmi kotoran terbaik. Yang mampu mensterilkan, membersihkan bumi yang tercemar. Sehingga ketika air hujan yang bercampur dengan polutan ini mengenai badan dapat menyebabkan sakit.

– Thohuran menghilangkan berbagai kotoran. 

2. Al maa’ Al furaat

[QS. Al-Mursalat : 27]
وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُمْ مَاءً فُرَاتًا

dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar

Air ini memiliki beda fungsi
– Al maa’ al furaat berarti nikmat rasanya
– Berbeda dengan air hujan, yang memiliki kemampuan membasmi bakteri, kuman, tidak memiliki rasa.
– Air yang kita minum (sumur, sungai, mata air) terasa segar karena mengandung mineral yang bermanfaat untuk kehidupan manusia, tumbuhan, dan hewan.
– Air mengandung 13 unsur garam mineral. Diantaranya N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, Cl.

Ini merupakan mukjizat yang luar biasa. Rasulullah SAW belum tahu ini sebelum Allah SWT memberi tahu. Sains dan teknologi telah membuktikannya.

3.  Al maa’ al ujaj (Air asin)

[QS. Fathir : 12]
وَمَا يَسْتَوِي الْبَحْرَانِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَائِغٌ شَرَابُهُ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ ۖ وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا ۖ وَتَرَى الْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur

Ini berbeda dari air suling.
Yan ini adalah air yang asin dan pahit. Hal tersebut menandakan bahwa mineral-mineral yang ada di laut sangat besar.

Ini adalah kuasa Allah SWT.

Menakjubkan !!!
– Mengapa Allah SWT menyebutkan dua macan air dengan 2 sifat : asin dan pahit?
– Sementara air hujan hanya satu, yaitu thahurun
– Bukan sekedar pengulangan kata, namun mengandung keistimewaan yang luar biasa. Ujaj berarti melebihi batas. Ta’ajjala melampaui dan melebihi. Ini karena air tersebut mengandung kadar garam yang tinggi. Tidak cukup dengan milhun (asin), tapi juga ujaj. Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

#4. Air Dalam Tubuh Manusia.

– Tubuh manusia terbuat lebih dari 70 % air :
– Kebutuhan air masing-masing organ tubuh
– Otak : 75%
Jika kurang dari itu, maka akan terjadi gangguan. Misalnya cara berpikirnya lemah. Kurang konsentrasi dan fokus.
Jantung : 86%
Paru : 86%
Liver : 86%
Ginjal : 83%
Darah: 83%
Otot : 75%
Tulang : 22%

Seluruh organ tubuh kita membutuhkan air. Analoginya seperti ketika kita menanam tanaman dari bibit sampai tubuh besar, apa yang dibutuhkan selain pupuk (makanan), yang selalu kita berikan setiap hari?

➡ Air. Tidak ada tanaman yang tidak membutuhkan air. Oleh karena itu, jika kita ingin sehat, harus rajin minum air. Karena saat ini gaya hidup kurang sehat menyebabkan penyakit mewabah. Salah satu contohnya adalah diabetes. Ini adalah penyakit yang diakibatkan karena gaya hidup yang kurang sehat. Kita bisa mencegahnya dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Karena itu kita perlu pola hidup yang mencukupkan minum air. Dan perlu diprogram. Minimal 2 liter/hari.

#5. Fungsi Air Bagi Tubuh

– Fungsi terbesar air adalah untuk melancarkan aliran darah dan mendorong metabolisme.
– Air berfungsi menghidupkan kehidupan bakteri dalam usus dan enzim.
– Air berfungsi mengeluarkan kotoran dan racun (dioksin, polutan, bahan-bahan tambahan makan yang bersifar karsinogen).
– Air berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Note : Waktu minum air yang baik 

– Saat bangun tidur di pagi hari 1-3 gelas (sekitar 500 mL), agar tidak terasa kembung maka minumnya secara perlahan dan bertahap. Misalnya : saat baru bangun minum 1 gelas dahulu, kemudian kita berwudhu lalu shalat tahajjud. Setelah itu baru minum lagi.

– 1 jam sebelum makan siang 2-3 gelas

Sebelum makan siang adalah kondisi yang pas untuk minum, karena perut dalam kondisi kosong. Sehingga ketika kita makan tidak kalap atau berlebihan.

– 1 jam sebelum makan malam : 2-3 gelas

Jika hal ini dilakukan dengan baik, insya Allah akan terjadi perubahan yang baik bagi tubuh kita, juga hidup kita.

(Disarikan dari kajian ilmiah : Ustadz Dr. Eng. Yunus Daud, Dipl. Geotherm. Tech., M.Sc) 

QOTD : Air berasal dari mana sih, Ma? 

3 gagasan untuk “QOTD : Air berasal dari mana sih, Ma? 

  • November 25, 2017 pukul 6:07 pm
    Permalink

    Duh nulis blog tanpa digangguin anak-anak itu juga jadi me time saya. Saya jadi susah nulis nih sejak anak-anak udah masuk usia prasekolah.
    Pernah saya nonton acara meliput suatu suku di indonesia yang memberikan semacam pengasingan bagi seorang istri yang sedang haid. Pengasingan itu maksudnya dia tinggal di sebuah gubuk tersendiri di luar rumahnya dan tinggal sendirian disana selama haid, selain itu juga harus menduduki lipatan kain karena proses alamiah bulanan tersebut. Saya kira itu persis me time yang diberikan secara tradisi agar sebagai istri bahkan ibu bisa beristirahat dari aktivitas repetitif yang rutin selama haid. Ide tradisional atau sederhana yang dianut oleh suku tersebut menginspirasi saya bahwa waktu istri haid adalah waktu yang tepat untuk melakukan me time atau memanjakan diri sejenak, melepaskan diri sebentar saja dari tugas harian keluarga. Tapi ya ga selama seminggu ambil 1 atau 2 hari pas heaviest flow aja 🙂

    Balas
    • November 27, 2017 pukul 7:05 am
      Permalink

      Haii mba intan, udah lama ga menyapa. Kalo sy sejak anak2 masuk toddler entah mengapa ga sempat mau menulis. Mlm hari udah tepar sampe penuh sarang laba2 blognya ini😂 skrg mulai digiatkan lagi kebiasaan menulisnya untuk mencatat kegiatan anak2 di rumah. Mba skrg mengajar yah? Long time no see 😘

      Balas
      • November 29, 2017 pukul 6:06 am
        Permalink

        Hai juga mbak Monique, apa kabar? Iya saya sekarang ngajar Bahasa Inggris di yayasan Belanda. Lumayan di tempat kerja bisa nulis blog dikit-dikit 🙂

        Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *