Tidak ada anak yang dilahirkan sama persis satu sama lain. Anak-anak dilahirkan dengan berbagai pribadi unik yang dibentuk oleh dunia di sekelilingnya. Namun, faktor yang paling dominan tetaplah kepribadian yang mereka bawa semenjak lahir. Mungkin anak yang sulung supel dan mudah bergaul, sementara yang lain lebih suka menyendiri. Mungkin yang satu senang diperhatikan terus menerus, sementara yang lain tidak terlalu mempermasalahkannya. Karakter-karakter yang dimiliki anak jelas akan sangat mempengaruhi bagaimana mereka berinteraksi dengan dunia yang ada di sekeliling mereka.

Dengan mengetahui karakter dan kepribadian masing-masing anak, Mama berharap komunikasi dan interaksi antara Mama dengan anak-anak akan menjadi lebih mudah, lebih efektif seperti yang Mama harapkan. Florance Littauer di dalam bukunya Personality Plus For Parents,mengatakan ada empat kepribadian dasar yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi karakter dan kepribadian anak, yaitu:
1. Kepribadian Populer~Sanguinis
2. Kepribadian Kuat~Koleris
3. Kepribadian Sempurna~Melankolis
4. Kepribadian Damai~Phlegmatis

Irbad, anak laki-laki kedua Mama terlahir membawa karakter berkemauan yang kuat. Jika bercerita tentang sosok anak sungsang saya ini, hati terasa nano-nano. Dia termasuk anak yang berkepribadian kuat~koleris. Mama belajar banyak bersabar, berkata baik dan lembut darinya. Sejak Irbad lahir Mama dan Papa sudah bisa melihat karakteristik yang menonjol darinya. Keras kepala dan kuat kemauannya. Betapa tidak? Kalau dia tidak memiliki kemauan kuat mungkin dia tidak terlahir sungsang dengan kaki satu yang keluar terlebih dahulu (membayangkan saja pun saya merinding).

Ada beberapa karakteristik anak yang bisa diamati dan menunjukkan sikap keras kepala, antara lain :

🐣cenderung lebih aktif dan kurang sabaran;
🐣cenderung kurang mampu
mengontrol keinginannya, sehingga sering bertindak tanpa pikir panjang;
🐣Tidak mau menurut, misalnya ketika dilarang melakukan sesuatu oleh orangtuanya, dia hanya akan melihat sekilas kepada orangtuanya untuk kemudian melakukan hal yang telah dilarang tersebut;
🐣Cenderung lebih mudah marah dan bersikap keras;
🐣Cenderung menunjukkan ekspresi yang berlebihan baik ketika gembira maupun sedih;
🐣Cenderung lebih sensitif dan mudah tersinggung.

Namun demikian, di balik sikap keras kepala yang melekat pada dirinya, Mama yakin sebenarnya ada beberapa hal positif yang sebenarnya menunjukkan bahwa ia adalah pribadi yang berani dan bersemangat.

Anak keras kepala cenderung memiliki semangat yang tinggi, sehingga ketika dia menginginkan sesuatu maka akan ada usaha keras untuk mencapainya dan memiliki keyakinan bahwa dia mampu mencapainya. Hal ini sudah nampak sejak Irbad masih berumur 6 bulan, betapa dia berusaha keras saat belajar duduk dan merangkak. Tidak pernah mau dibantu sama sekali dan percaya diri saat mengambil keputusan.
Anak keras kepala cenderung tidak suka diatur, sehingga dia akan memilih sesuai keinginannya dan merasa bertanggungjawab dengan apa yang sudah menjadi pilihannya tersebut. In case, Mama belajar untuk lebih bersabar dan lebih lembut kala menghadapimu yang selalu ingin makan sendiri tanpa bantuan. Meskipun Mama harus menahan keinginan untuk sekedar membantu memotongkan daging yang ada di piringmu. Mama tahu ini adalah proses belajar dan Mama belajar untuk memahamimu, anakku.

Anak keras kepala cenderung suka belajar sendiri dan kurang menyukai pendapat orang lain sehingga sering merasa paling benar sendiri dalam banyak hal. Betapa engkau tidak pernah mau mendengar peringatan dari Mama, Papa atau bahkan masmu. Mencoba memegang kuah sayur yang masih panas atau mencoba memakan tulang ayam yang keras adalah hal yang biasa. Karena engkau lebih suka membuktikan sendiri daripada patuh pada perkataan kami.

tidur di ruang tunggu bandara

Anak yang keras kepala cenderung memiliki integritas sehingga lebih kuat dalam mempertahankan pendiriannya dan tidak mudah terpengaruh atau goyah. Inilah dinamika yang sudah menjadi pemandangan umum dalam keseharian keluarga kita, saat Irbad bermain bersama mas Faris, dan engkau tidak pernah mau diarahkan dan lebih memilih untuk bermain sendiri sesuai inginmu.

Berbicara mengenai bahasa kasih tentu erat kaitannya dengan masalah komunikasi. Tak kenal maka tak sayang. Jika ingin nyambung dalam banyak hal tentunya Mama harus memahami karaktermu terlebih dahulu, nak.

Lalu harus Mama mulai darimana? Sepertinya mama dapat memulainya dengan memperhatikan hal sederhana, seperti menjaga komunikasi yang baik di dalam keluarga. *

Berbicara mengenai komunikasi pasti tidak lepas dari bahasa. Orang-orang di luar sana pasti mengucapkan bahasa kasih yang berbeda-beda. Ini dikarenakan setiap orang memiliki kebutuhan akan bahasa kasih yang berbeda-beda juga. Penulis buku Lima Bahasa Kasih, Gary Chapman menyebutkan ada Lima jenis bahasa kasih, yaitu:
Bahasa kasih #1 : Kata-kata penguatan
Bahasa kasih #2 : Waktu yang berkualitas
Bahasa kasih #3 : Menerima hadiah
Bahasa kasih #4 : Tindakan melayani
Bahasa kasih #5 : Sentuhan fisik

Bagaimana gaya berkomunikasi dengan anak yang keras kepala?

Memahami karakter masing-masing anak membuat Mama dapat berkomunikasi lebih efektif lagi saat membersamai mereka. Bahasa kasih #2 waktu yang berkualitas merupakan jalan yang mama pilih dengan aspek pokok yang utama adalah kebersamaan. Ini tidak berbicara mengenai kedekatan secara fisik. Kebersamaan berbicara tentang perhatian yang terfokus. Mama berusaha menjaga kontak mata saat berbicara denganmu karena hal ini terbukti manjur diterapkan agar engkau mau mengikuti arahan dari Mama. Ketika engkau menolak saat Mama mengarahkan untuk duduk saat buang air besar di toilet dan engkau lebih memilih berdiri saja. Mama berhasil mengkomunikasikan agar Irbad mau duduk dan tidak lompat-lompat saat BAB. Luar biasa sekali, ternyata kekuatan kontak mata bisa merubah keadaan menjadi lebih baik.

Saat membersamaimu, Mama juga belajar lebih untuk mendengarkan dan tidak menginterupsi. Biasanya anak yang keras kepala belajar dari pengalaman, sehingga ketika hanya diberi penjelasan dengan kata-kata mereka cenderung tidak begitu saja mau menerimanya. Sebagai contoh ketika Mama mengatakan bahwa jangan bermain di dekat kompor karena panas dan berbahaya, maka Irbad perlu membuktikannya dengan merasakan sensasi panas di dekat kompor.

gegoleran setelah makan di anambas kopitiam [/caption]

Anak yang keras kepala akan lebih menyukai penguasaan yang lebih, sehingga Mama tidak perlu terlalu banyak menyuruhnya namun cukup dengan mengingatkannya. Mama biasa memberikan pilihan kepada Irbad daripada memerintahkannya, karena kemungkinan besar perintah Mama akan ditolak. Dengan memberikan pilihan kepada anak, mereka akan merasa diajak mengambil keputusan sehingga merasa lebih bertanggungjawab atas apa yang sudah dipilihnya tersebut. Hal yang paling Mama hindari adalah memaksakan keinginan Mama kepadanya karena hal itu justru akan membuat ia semakin menentang. Misalnya nih saat kegiatan makan bersama, Irbad sejak belajar makan tidak pernah mau disuapi. Maunya makan sendiri, pegang sendok sendiri. Apabila Mama memaksakan kehendak (misalkan dalam situasi makan di luar atau ada undangan Mama berinisiatif menyuapinya agar tidak tumpah atau kotor maka ia akan marah dan menolak).

keukeh makan sendiri saat di mobil [/caption]

Tips menghadapi anak model begini adalah dengan menjalin komunikasi yang baik, walaupun tentu butuh kesabaran besar untuk menghadapinya, apalagi jika ia sudah lancar berbicara kemungkinan besar pasti akan mengajak berdebat. Mama mencoba untuk memberikan kebebasan pada dirinya sendiri namun tetap berada dalam batas kewajaran, selama hal itu tidak membahayakan dirinya tentunya.

MasyaAllah tabarakallah, Allah telah menitipkan seorang mujahid yang kuat pendiriannya sepaket dengan kelembutan hatinya. Mama tidak pernah menyangka ternyata meskipun Irbad memiliki watak yang keras ternyata di sisi lain hatinya sangat lembut bahkan dia sangat peka terhadap perasaan Mama. Pernah suatu ketika, secara tidak sengaja karena gerakannya yang sangat lincah saat bermain Irbad menendang mata Mama. Sontak Mama langsung lemas dan meneteskan air mata karena memang lumayan membuat nyeri di sekitar bola mata Mama. Irbad langsung mendekati Mama, mengusap wajah Mama dan nampak khawatir. Memeluk Mama dari belakang dan memastikan bahwa Mama baik-baik saja. Tak lama dia mengulurkan tangannya tanda meminta maaf. Ah, makhluk kecil ini sungguh lembut sekali hatinya bagaimana bisa Mama marah kepadanya, tidak ada satu alasan yang bisa membuat Mama marah dan melukai perasaanmu, nak. Ketika Mama pernah melarangmu dengan nada meninggi sehingga membuatmu ingin menangis rasanya Mama merasa sangat bersalah padamu.

Memiliki anak yang keras kepala tetapi sensitif tentu membutuhkan kesabaran ekstra. Terlepas dari itu semua Mama bersyukur dianugerahi anak sepertimu. Yang selalu ingin diperhatikan dan mendominasi masmu.

Apakah Mama juga memiliki anak berkemauan kuat? Sesungguhnya Mama-Mama di luar sana sangat beruntung! Mari kita bersyukur, anak berkemauan kuat akan sangat menantang saat mereka masih kecil, akan tetapi akan menjadi pemudi/pemuda yang hebat bila diasuh dengan baik. Itu nasehat dari Kakek saya, beliau mengatakan bahwa anak yang memiliki motivasi yang kuat dan berpendirian teguh, mereka akan berusaha mengejar keinginan mereka dan hampir tak terpengaruh oleh tekanan lingkungannya. Sepanjang orang tuanya tidak berusaha untuk “mematahkan kemauan mereka”, anak berkemauan keras adalah calon pemimpin masa depan.

Jadi tentu saja sebagai orang tua, Mama ingin anak-anak melakukan apa yang orang tuanya minta. Tapi itu bukan karena ia patuh, dalam artian ia akan selalu melakukan semua yang dikatakan oleh orang yang lebih besar darinya. Yang Mama inginkan adalah anak-anak melakukan permintaan orang tuanya karena ia mempercayai orang tuanya, karena ia mengerti bahwa walaupun orang tua mereka tidak selalu menuruti semua keinginannya, tetapi kami peduli padanya. Kami ingin membesarkan seorang anak yang memiliki disiplin diri, berani bertanggung jawab, dan penuh perhatian dan yang paling penting, memilki kemampuan untuk memutuskan siapa yang dapat ia percaya dan kapan ia dapat membiarkan dirinya dipengaruhi oleh orang lain.

Mematahkan kemauan seorang anak akan membuatnya terbuka pada pengaruh orang lain yang sering kali tidak memiliki tujuan yang sama dengannya. Semoga Mama bisa membersamaimu melaksanakan misi hidupmu sesuai fitrah dari Rabb. 😇

Terima kasih Mama Krucils sudah memilih tema bahasa cinta sehingga mengingatkan saya agar tidak lupa untuk terus mencharge tangki cinta kepada anak-anak, mengosongkan gelas, serta merendahkan hati saat berperan sebagai orang tua.

Pentingnya Mengenali Gaya Berkomunikasi Dengan Si Kecil

14 gagasan untuk “Pentingnya Mengenali Gaya Berkomunikasi Dengan Si Kecil

  • Desember 8, 2017 pukul 3:13 pm
    Permalink

    Masyaallah mba, tercerahkan sekali baca ini. Tyt anak kita sama mba, berkemauan keras. Sangat aktif dan teguh pendirian serta cenderung memaksa. Saya nangis baca paragraf yg irbad ga sengaja nendang mata mamanya, lalu minta maaf. Afif jg pernah begini. Meleleh mba.. semoga kita bisa jadi ibu yang hebat untk anak2 kt yg hebat ya mbaa..

    Balas
    • Desember 10, 2017 pukul 2:29 am
      Permalink

      InsyaAllah, semangat Mama Afif semoga para ibu semua diberikan kekuatan dalam mendidik anak-anak sehingga anak yg berkarakter kuat ini bisa mengambil peran dalam peradaban nantinya, aamiin ya Rabb😇

      Balas
    • Desember 8, 2017 pukul 9:04 pm
      Permalink

      sabaro mak, dengan latihan insyaAllah makin naik kelas tingkat kesabarannya. Bersabar karena kita masih menanam, semoga yang kita tuai pun sesuai harapan. Bismillah 😇

      Balas
    • Desember 14, 2017 pukul 5:48 pm
      Permalink

      MasyaAllah tabarakallah 💕

      Balas
  • Desember 14, 2017 pukul 2:21 pm
    Permalink

    detail bgt mb tulisannya.
    cocok dengan nama domainya.
    hihihi
    antaapp..

    Balas
    • Desember 14, 2017 pukul 5:47 pm
      Permalink

      Mudah2an yg baca ga bosen sama tulisan saya wkwk✌️

      Balas
  • Desember 14, 2017 pukul 3:18 pm
    Permalink

    Masyaallah …. terima kah mba Monique … tulisannya sangat informatif dan mencerahkan 😊.,,

    Balas
    • Desember 14, 2017 pukul 5:46 pm
      Permalink

      Terimakasih kembali sudah mampir mba ovy😍

      Balas
    • Desember 20, 2017 pukul 12:26 am
      Permalink

      Sama2 mama krucil,masih harus terus belajar ini. Terimakasih sudah mampir ☺️

      Balas
  • Desember 26, 2017 pukul 3:39 pm
    Permalink

    thankyou for sharing mbaa, bekal ilmu baru untuk calon orangtua seperti saya :*

    Balas
  • Januari 3, 2018 pukul 9:22 am
    Permalink

    Irbad… toss akh. Sama2 lahir sungsangdgn sifat yg dominan sama terutama lembut hatinya. Hehehe. Barakallah mba mf punya titipan luar biasa ❤

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *