DEMO MASAK STEAM GLUTEN FREE SWISS ROLL BERSAMA PAK WIED (HEALTHY LIFE ANTARA PILIHAN ATAU KEBUTUHAN)

Sabtu, 16 Desember 2017 – Komunitas Indonesia Sehat Sejahtera (KISS) Batam bersama Pasar Sehat Batam mengadakan kelas demo memasak “Steam Gluten Free Swiss Roll” bersama dengan Bapak Wied Harr Apriadji. Siapa sih yang belum kenal dengan Pak Wied, sapaan akrab beliau?

Bapak Wied Harry adalah seorang penulis bidang nutrisi dan makanan sehat alami, serta menjadi food stylistprofesional. Pengalamannya selama puluhan tahun di bidang kuliner sudah menghasilkan banyak buku. Spesialnya menu-menu yang diajarkan beliau selain enak, dijamin sehat dan alami.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari launching Pasar Sehat, Bazar dan Fun Flea Market yang diadakan bulan November kemarin. Rencananya, ke depan akan diagendakan rutin setiap bulan.
Bergabung di dalam komunitas ini rasanya seperti angin segar bagi saya dan keluarga, karena saya jadi merasa punya teman dan keluarga baru yang punya visi dan misi sama. Yaitu ingin memulai hidup lebih sehat dan juga untuk memperkenalkan cara hidup sehat kepada masyarakat dengan makan-makanan organik.

Makanan sehat yang dimaksud, misalnya sayuran yang ditanam tanpa menggunakan bahan kimia saat penanaman. Untuk pengolahannya pun diusahakan masih dalam bentuk aslinya atau sedekat mungkin dengan bentuk aslinya.

Pak Wied menjelaskan pengetahuan dasar cake

Back to topic, kegiatan demo masak pagi ini dibuka oleh Pak Wied dengan pengetahuan dasar mengenai jenis-jenis cake, apa beda spongecake (bolu) – biasa maupun genoa/genois, chiffon cake, cotton cake, angel food cake, butter cake, bluder/brudel.

Kemudian apa saja dasar-dasar dalam membuat cake, bahan utama cake, tips sukses membuat cake yang enak, sehat dan alami bahkan dijelaskan juga mengenai panduan menghitung laba dan harga jual jika ingin mulai berbinis. Pak Wied menyampaikan, “Saya ingin ibu-ibu sekalian memahami dulu dasar-dasar pembuatan suatu makanan dan bahan-bahan apa yang dibutuhkan serta manfaat dari semua makanan yang kita asup.”
Beliau tidak ingin ibu-ibu hanya sekedar tahu resep dan takarannya saja. Bahan-bahan apa saja yang digunakan dalam proses membuat cake juga harus diperhatikan. Sebisa mungkin kita menggunakan bahan yang alami, bukan pabrikan.

menyiapkan adonan warna untuk motif
membuat motif swiss roll

Pasti banyak pertanyaan yang muncul di benak peserta yang baru akan hijrah ke makanan yang lebih sehat. Enak nggak sih kalau cakenya dibuat dari tepung non terigu? Terus pewarnanya pakai apa? Nggak menarik dong kalau dijual? Terus kalau misalnya dijual berapa harga jualnya? Ada yang beli nggak ya?

Saya jadi ingat dengan cake kekinian yang sedang menjamur di Indonesia, sebut saya X yang cakenya kempus-kempus terasa legit dan bertabur coklat dan keju yang banyak, belum filling cream yang meleleh saat digigit, plus warnanya yang gonjreng-gonjreng. Apa kabar perut? Iya sih memang enak di mulut tapi itu semua tidak ramah di perut 😂
Terus masih mau ngasih ke anak? Kalau saya sih nggak. Daripada malah repot setelahnya, dijaminlah banyak keluhan yang timbul setelahnya.

Saya sadar diri dan sadar alarm tubuh saja. Biar dikata kuper atau nggak gaul saya udah nggak mau lagi coba-coba jajan yang aneh-aneh, yang kita nggak tahu makanan itu dibuat dari apa.
Pernah nggak sih kita ngerasa pusing saat makan makanan yang terlalu manis? Atau tenggorokan gatal dan perih sesaat setelah makan gorengan? Itu semua alarm tubuh yang sudah dibuat sepaket sama Allah dalam tubuh kita. Betapa canggihnya tubuh ini bekerja maka sayangilah, jangan dizhalimi lagi dengan asupan makanan yang salah. Bukankah Islam sudah menjelaskan makanlah makanan yang halal dan toyib, jadi renungkan kembali apakah makanan kita itu sudah thoyyib? Kebanyakan dari kita hanya memperhatikan sisi halalnya saja, tetapi tidak thoyyib-nya. Makanan kita hampir seluruhnya dihasilkan oleh industri. Hampir semua industri kapitalis itu tidak thoyyib, baik visi maupun prosesnya. Hasil industri meracuni diri kita dan anak-anak kita dengan makanan-makanan yg tidak thoyyib. Kalau belum yuk mari kita memulai untuk hidup lebih sehat lagi. Setiap orang memiliki standar kesehatan yang berbeda-beda tetapi tidak ada salahnya mencoba untuk lebih baik. Karena bukankah lebih baik menjaga kesehatan daripada mengobatinya 😍

Setelah para peserta memahami esensi itu, tibalah saatnya mengeksekusi bahan-bahan. Sebelumnya bahan dasar ditimbang satu persatu sesuai dengan resep, kemudian siapkan loyang dan diberikan alas kertas yang telah dioles dengan minyak kelapa.

persiapan bahan-bahan

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengocok telur dan gula. Telur yang dipakai boleh telur ayam atau jika alergi bisa diganti dengan telur bebek. Gula yang dipakai adalah gula kastor yang digrinder sendiri kemudian tepung yang dipakai adalah tepung organik yang sudah dimodifikasi takarannya. Diusahakan semua bahannya dari pasar lokal dan bukan pabrikan. Untuk filling atau isiannya pun homemade, dibuat sendiri dari bahan-bahan alami seperti tape, kelapa yang digiling, kurma, bubuk raw choco, gula aren dll.

Membuat adonannya pun harus satu resep satu resep, tidak bisa masal. Karena bahannya alami sehingga harus segera dieksekusi. Setelah proses pengocokan telur dilanjutkan dengan proses memasukan tepungnya. Kemudian dilanjutkan dengan memasukan lemak dan pewarna alaminya dari tumbukan sayur pakcoy, wortel, buah naga, buah bit, kunyit, dll.

ini snack dan lunchnya

Setelah proses pencampuran hingga menjadi adonan selesai, adonan harus cepat dimasukkan ke dalam oven atau kukusan. Karena tanpa menggunakan bahan tambahan adonan akan cepat turun.
Pak Wied menjelaskan dengan sangat detil tips dan triknya agar kue yang kita buat sukses secara rasa enak dan menul-menul cantik tampilannya. Ternyata tanpa menggunakan bahan tambahan makanan apapun bisa juga menghasilkan kudapan yang enak dan tentu saja sehat.

Mengikuti kelas memasak ini membuat pikiran saya lebih terbuka lagi. Ibu-ibu adalah benteng terakhir keluarga yang menentukan apakah makanan yang kita konsumsi sehari-hari halal dan thoyyib ataukah tidak. Bukankah makanan itu akan masuk ke dalam tubuh kita, menjadi darah dan daging kita, bahkan juga akan kita wariskan menjadi bagian dari anak cucu kita. Apakah kita mau mewariskan keburukan pada anak cucu kita?

tada! cantik kan healthy cakenya
sesi foto bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *