​Sebagai ibu rumah tangga dengan 2 anak laki-laki (Faris dan Irbadh), sehari-hari saya mengurus anak-anak dan rumah tangga tanpa bantuan dari pengasuh atau pembantu full time. Banyak sekali yang suka bertanya kepada saya “How do you manage to survive each day?”. Karena jujur saja, saya tidak punya teori-teori atau trik special untuk menjalani rutinitas saya sehari-hari. I just live with it. Tapi disini saya akan mencoba mengurutkan rutinitas harian saya, dan mungkin sedikit sharing beberapa tips untuk mengurangi “drama” di dalam keseharian saya.

Yes, I’m a morning person. Saya sudah terbiasa bangun dan beraktifitas di pagi hari dari jaman saya kuliah, dan ketika masih kerja full time di kantor. Setelah menjadi ibu rumah tangga, saya sempat memanjakan diri dengan bermalas-malasan di pagi hari. Tapi ternyata itu membuat hari saya berantakan.. haha 😂
Jadi saya tetap bangun jam 4.30 pagi untuk sholat Subuh (waktu Indonesia bagian Batam) dan langsung masuk dapur. Saya menyiapkan sarapan dan bekal suami, dan untuk makanan hari itu. Setelah semuanya siap, saya memandikan kedua anak saya sekaligus. Kira-kira jam 5.30 anak-anak bangun, sementara saya menyiapkan air untuk mandi mereka. Sehabis itu saya bermain sebentar bersama sambil menemani mereka sarapan berdua. Sebenarnya Faris sudah bisa makan sendiri tapi dia lebih suka jika makan satu piring bersama dengan adeknya hehe..

Sehabis makan saya memberikan mereka mainan (bisa apa saja, termasuk sensory play) dan membiarkan mereka bermain sendiri. Sementara saya lanjut menyapu, membereskan kamar, buang sampah dan beberes kecil bersama anak-anak. Anggap saja ini kelas bersih-bersih ala kami. Setelah selesai semua lalu saya mandi. Urusan menyapu dan mengepel rumah dahulu kala sebelum saya mempunyai anak kedua saya kerjakan di malam hari, namun semenjak saya memiliki anak kedua standar kebersihan dan kerapian saya turunkan. Yang penting bisa berkegiatan bersama dan stamina terjaga urusan bebersih bisa dikerjakan saat anak-anak tidur. Alhamdulillah, sedari dulu urusan domestik saya yang handle semua maka pahala urusan bebersih rumah bisa saya raih bersama anak-anak 😇✌️

latihan mengepel minimal bekas tumpahan air atau makanan

Setiap malam saya selalu berdoa sama Allah agar besok Allah berikan kemudahan dan kelembutan hati anak-anak agar tidak merusuh. Jadi setiap hari saya harus memastikan urusan dapur selesai dan apabila anak-anak susah disambi maka dengan terpaksa urusan membersihkan rumah saya tunda sampai siang ketika anak-anak tidur. Sekitar jam 10 atau 11 saya menemani Irbadh tidur, sementara Faris masih lanjut bermain sendiri atau terkadang ikut saya ke kamar untuk membaca buku atau flash card, intinya mainan yang tidak kotor dan berisik. Waktu ini juga saya gunakan untuk bersantai sejenak sambil quality time bersama Faris. Jika adeknya sudah bobo barulah saya dan Faris bisa masuk kelas utama hari ini, bisa berupa kegiatan percobaan, pengamatan atau diy.

Rutinitas Siang-Sore
Irbadh biasanya bangun sekitar jam 12 dan biasanya mereka berdua bisa asyik main bersama. Kebetulan Faris cukup mandiri sehingga sudah terbiasa membereskan mainan yang sudah tidak dipakai bermain. Sehabis makan siang adalah waktu istirahat. Adakalanya anak susah disuruh untuk tidur siang, tetapi saya tetap meminta mereka untuk hanya bermain di dalam kamar. Sementara mereka di kamar biasanya saya mulai membersihkan rumah atau menyelesaikan pekerjaan rumah lainnya. Sehabis itu baru saya ikut bermain di kamar sambil beristirahat.

Sekitar jam 4 sore, setelah anak-anak mandi saya mengajak mereka untuk main di luar rumah, bermain sepeda, bermain bola, atau pergi ke taman bersama. Outdoor play ini kami lakukan sampai sekitar jam 5, lalu dilanjutkan dengan makan atau snacksore. Tapi terkadang jika terlalu lelah dan lapar mereka langsung meminta makan malam jadi saya bebaskan saja karena saya memang tidak terlalu strict dengan jam makan.

Rutinitas Malam
Adzan Maghrib adalah waktu untuk kita kembali ke kamar. Diawali dengan sholat Maghrib bersama, lalu dilanjutkan dengan belajar mengaji sampai Isya. Belajar mengaji disini tentunya tanpa paksaan dan tetap dilakukan secara fun dengan bermain sesuai usianya. Sehabis Isya biasanya Irbadh sudah tidur, sementara Faris melanjutkan kegiatan di dalam kamar seperti membaca buku, belajar menulis, dan evaluasi harian bersama papanya. Sebelum tidur kami membereskan mainan di kamar, kemudian bersih-bersih. Sekitar jam 9 malam biasanya Faris sudah tidur dan saat itulah free time saya dimulai.

Bisa dilihat rutinitas saya paling padat memang pagi hari, karena saya sebisa mungkin berusaha menyelesaikan semua pekerjaan rumah di saat masih ada suami, jadi suami bisa membantu untuk mengurus dan bermain bersama anak-anak sementara saya bekerja.

TIPS Untuk Menjalani Keseharian tanpa ART

1. Be flexible and don’t be too hard on yourself. Terkadang kita ingin semua serba terorganisir tetapi namanya kita berhadapan dengan anak-anak yang mood-nya bisa berubah kapan saja, tentunya kita tidak bisa terlalu ketat dengan pengaturan jadwal. Jadi kalau ada pekerjaan yang tidak bisa diselsaikan karena anak-anak seharian cuma ingin peluk-pelukan, ya biarkan saja. Pekerjaan rumah bisa menunggu tetapi quality time bersama anak tetap yang utama. Intinya dahulukan yang bernyawa dulu baru urus benda mati (rumah dan dapur maksud saya).
Turunkan standard kerapihan. Hal ini mungkin susah buat sebagian orang, tetapi jika kita memaksakan untuk menjaga rumah tetap rapi setiap saat tentunya agak mustahil apalagi dengan kondisi ada dua atau tiga balita yang selalu bebas bermain dan berlarian didalam rumah.

2. Buat komitmen dan bagi tugas bersama pasangan. Sebelum memutuskan untuk tidak memakai bantuan asisten, tentunya harus membuat komitmen kerja sama yang baik dengan pasangan, karena kalau pasangan tidak turut andil dalam mengurus anak-anak atau rumah tangga, tentunya akan sangat sulit sekali untuk dijalankan. (tetaplah setia menjadi tempat penitipan anak ya, suamiku ✌️).

3. Amankan rumah dengan mengatur posisi barang-barang. Agar tidak harus mengawasi anak secara terus menerus, kita wajib untuk kids-proofing setiap sudut rumah agar anak-anak tetap aman bermain. Atur peralatan makan anak di rak bawah sehingga mereka bisa ambil sendiri, tetapi amankan barang pecah belah di bagian atas. Atur ruang bermain anak, untuk permainan yang butuh pengawasan bisa diletakkan di rak atas, dan untuk permainan yang aman dan mudah dibereskan serta buku-buku bisa diletakkan di rak bagian bawah sehingga mudah di akses oleh mereka. Jangan lupa untuk mengkategorikan mainan ke dalam kotak-kotak transparan sehingga lebih mudah untuk dicari. Biasanya seminggu sekali saya dan anak-anak menyortir mainan sesuai jenisnya.

4.Pasang pintu atau safety gate untuk akses menuju dapur dan tangga jika rumah anda bertingkat.

5. Ajari anak untuk mandiri. Awalnya mungkin susah mengajari anak untuk mandiri, tetapi jika kita melakukan dengan konsisten lama-lama mereka akan mengerti. Yang paling mudah, ajari mereka untuk makan sendiri dan selalu membereskan mainan setiap selesai bermain, lalu bertahap sesuai dengan perkembangan umurnya.

6.Lakukan food preparation. Untuk urusan memasak, saya biasanya melakukan foodprep setiap weekend atau 3 hari sekali agar tidak terlalu repot dan tidak butuh waktu lama untuk masak. Jadi saya sudah mempersiapkan beberapa masakan yang bisa dimasak sebelumnya (pre-cook) misalnya ayam yang sudah diungkep, ikan yang sudah dimarinade, rendang dll, lalu membersihkan dan memotong-motong sayur. Semuanya saya masukkan kotak atau zipper plastic bag terpisah per menu, lalu dimasukkan ke freezer. Saya sering menggunakan bantuan slow cooker dan kukusan listrik dengan timer untuk menyelesaikan proses memasak.

7.Rutin berolahraga. Mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus anak setiap hari sering bikin kita jadi cepat pegal-pegal. Karena itu saya rutin berolahraga minimal 3x seminggu selama 20 menit. Bisa hanya stretching, pilates, ataupun melakukan beberapa gerakan crossfit yang sesuai dengan kemampuan tubuh kita. Hal ini sangat membantu agar kita tidak mudah lelah.

kelas b

8.Nikmati waktu luang untuk “Me-time”. Saya selalu berusaha menikmati me-time setiap hari walaupun hanya beberapa menit. Bisa disaat anak-anak tidur atau asik bermain sendiri. Jangan terlalu ambisius untuk menyelesaikan semua pekerjaan sehingga lupa beristirahat dan bersantai. Menikmati segelas jus sambil membaca buku atau tontonan yang ringan, hanya sekedar bebas memegang hp untuk chat bersama teman-teman biasanya sudah cukup bagi saya untuk melepaskan penat dan kembali me-recharge energi.

Mungkin ada tips lain yang bisa di share atau ingin berbagi keluh kesah seputar mengurus anak dan rumah tanpa ART?

MANAJEMEN RUMAH TANGGA DENGAN DUA BALITA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *