aku laba-laba

Berkisah adalah metode pengajaran Allah Subhanahu Wata’ala dan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Sepertiga Al Qur’an berisi kisah. Firman Allah Subhanahu wata’ala dalam Al Qur’an lewat wahyu yang disampaikan melalui malaikat Jibril kepada nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Menurut Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhu, di dalam surat Yusuf ayat 3 diturunkan berkenaan dengan para sahabat yang suatu ketika berkata, “Wahai Rasulullah, alangkah baiknya jika sesekali engkau menceritakan sebuah kisah kepada kami.”(HR. Ibnu Jarir)

“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui. (Q.S. Yusuf : 3)Masya Allah.. Allah pun berkisah.. Nabi Muhammad berkisah jua..
bagaimana dengan Mama?
Sudahkah berkisah untuk anak kita hari ini? Bismillah..

Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad
Pergi berhijrah dari Makkah ke Madinah
Untuk menyelamatkan
Islam dari kekejaman
Di tengah malam berjalan
Ditemani Abu Bakardi Gua Tsur bersembunyi
Musuh-musuhnya mencari
Turunlah mukjizat Nabi
Laba-laba melindungi
Nabi sampai di Madinah
Disambut dengan meriah
Seluruh mukmin bersyukurHati merasa gembira
Nabi sampai di Madinah
Disambut dengan meriah
Seluruh mukmin bersyukur
Hati merasa gembira

Itu adalah lirik lagu yang Mama senandungkan sesaat sebelum memulai untuk berkisah kepada anak-anak hari ini. Hari ini Mama akan berkisah tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW dan hewan laba-laba. Penasaran? Laba-laba menjadi makhluk yang memiliki torehan sejarah tersendiri dalam risalah Islam. Peristiwa tersebut diabadikan dalam Alquran, tepatnya di surah at-Taubah ayat 40. Anak-anak selalu excited jika diajak membaca kisah apalagi kisah yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Mama senang membacakan kisah kepada anak-anak tidak saat mereka akan tidur, kenapa? Bukankah sebelum tidur adalah waktu yang baik dalam memasukkan nilai-nilai positif kepada anak? Iya betul, tetapi Mama punya alasan khusus kenapa tidak memprioritaskan untuk berkisah saat akan tidur. Alasannya anak sulung Mama, si tukang negosiasi ini jika dibacakan kisah jelang bed-time bukannya menjadi kisah pengantar tidur tetapi kisah itu berubah menjadi bahan diskusi yang sangat panjang. Alih-alih mengantarkan anak tidur, yang ada malah anak jadi tidur kemalaman gara-gara diskusi panjang yang tak berujung haha… 😂

Baiklah, anak-anak sudah siap menyimak sambil membolak balikan buku dan mainan karet berbentuk laba-laba di dalam genggaman tangannya.

Dikisahkan Allah memerintahkan Rasulullah SaW untuk hijrah dari kota Makkah ke kota Madinah untuk menyelamatkan Islam dari kekejaman.Baru satu kalimat terucap, Faris sudah angkat tangan ijin bertanya, “hijrah itu apa sih, Ma?”

“Hijrah itu artinya pindah,”Mama berusaha menjelaskan dengan kalimat yang sederhana agar mudah dipahami oleh Faris. Tidak berhenti disini saja, pertanyaan masih berlanjut.
“Oh artinya pindah yah, Ma. Kenapa Rasulullah pindah ke Madinah ya Ma, kenapa kok nggak tinggal di Makkah aja?”Faris masih mengejar saya dengan pertanyaan borongannya.

“Nabi Muhammad pindah ke Madinah karena adanya tekanan dan siksaan dari kafir Quraisy terhadap umat Islam yang semakin keras. Bukan hanya kaum Muslimin yang lemah, para sahabat dan keluarga Rasulullah SAW. pun menjadi sasaran kekejaman kaum Quraisy.”sambil berusaha tenang Mama melanjutkan kisah ini.

“Rasulullah hijrahnya pagi, siang atau malam ya, Ma?”pertanyaan ini membuat saya sejenak berpikir kembali sambil izin minum air putih terlebih dahulu sembari saya membaca rujukan hadistnya lagi agar tidak salah ucap.

“Diriwayatkan malam hari, Faris.”Mama berusaha menjelaskan kemudian melanjutkan kisahnya.

Malam hari yang dingin dan menusuk sampai ke sumsum terdalam, di luar rumah sekelompok orang-orang Quraisy dengan pedang dan tombak tampak seperti tentara yang sedang patroli mengitari rumah yang di tempati Rasulullah SAW bersama Abu Bakar r.a dan Ali bin Abu Thalib r.a. Orang-orang Quraisy sedang patroli mengepung rumah Rasulullah SAW, mereka telah berencana akan menangkap bahkan akan membunuh Rasulullah SAW tetapi mereka masih menunggu komando dari pimpinan mereka Abu Jahal.Sementara di dalam rumah, Ali bin Abi Thalib r.a berbaring di atas tempat tidur Rasulullah sesuai dengan perintah Rasulullah. Ali menggantikan Rasulullah malam itu di tempat tidur dan memakai selimut yang biasa digunakan Rasulullah. Rasulullah bersama Abu Bakar bersiap ke luar rumah yang dijaga ketat oleh tentara Quraisy. Saat Rasulullah dan Abu Bakar keluar dari rumah, Allah Azza wa Jalla membuat para tentara Quraisy tertidur pulas dan Rasulullah pun bisa pergi dengan selamat.Malam semakin larut dan dingin semakin bertambah, Rasulullah dan Abu Bakar berjalan menapaki padang pasir kota Makkah menuju arah selatan untuk hijrah ke Madinah. Sementara di rumah Rasulullah, para tentara Quraisy terbangun dan telah mendapat komando untuk membunuh Rasulullah. Ketika masuk ke dalam kamar Rasulullah mereka girang melihat masih ada orang yang berbaring di tempat tidur, namun ketika selimut diangkat ternyata mereka hanya mendapati Ali yang sedang tidur. Tentara Quraisy bingung dan pimpinan mereka marah, lalu tentara Quraisy melakukan pengejaran.

Nabi Muhamad SAW bersama Abu Bakar kemudian bersembunyi ke dalam gua Tsur. Kaum Quraisy pun segera mengejarnya.Untuk mengelabui kaum Quraisy, Allah SWT kemudian mengutus sepasang burung merpati untuk bersarang dan bertelur di dekat mulut gua Tsur. Allah SWT juga mengutus seekor laba-laba kecil untuk membuat jaring besar di mulut gua. Kaum Quraisy yang mengejar Nabi Muhamad pun tidak jadi masuk ke dalam Gua Tsur.Mereka berpikir, tak mungkin Nabi Muhammad bersembunyi ke dalam gua. Jika ada orang masuk ke dalam gua itu, tentu sarang laba-laba dan burung merpati di depan mulut gua itu akan rusak. Laba-laba dan burung merpatinya juga tentu akan pergi dari sana.

Di Kota Makkah para pembesar Quraisy telah mendapatkan informasi tentang adanya tiga orang di tengah padang pasir yang berjalan menuju selatan. Para pembesar Quraisy mengadakan sayembara bagi siapa yang dapat menangkap Nabi Muhammad akan diberikan hadiah seratus ekor unta betina.

Tersebutlah seseorang bernama Suraqah bin Malik yang sangat berhasrat menangkap Rasulullah seorang diri. Suraqah mengatakan bahwa tiga orang di tengah gurun itu bukanlah Muhammad untuk mengelabui orang lain agar dia bisa mendapatkan hadiah seratus ekor unta seorang diri.Suraqah kemudian memacu kudanya menuju selatan untuk mengejar Rasulullah, tepat sekali, Suraqah menemukan Rasulullah di tengah padang pasir, di benaknya telah ia bayangkan akan mendapat hadiah yang dijanjikan oleh Abu Jahal pimpinan kafir Quraisy. Suraqah memacu kudanya semakin cepat, tapi apa yang terjadi? beberapa kali kudanya tersungkur dan kakinya kaku. Suraqah terus memacu kudanya yang terus tersungkur sampai dekat dengan rombongan Rasulullah. Ketika sudah sangat dekat dengan Rasulullah kudanya kembali tersungkur. Suraqah mengambil panah, akan tetapi Suraqah tidak bisa bisa membidik Rasulullah karena tangannya tiba-tiba kaku.

Akhirnya Suraqah menyerah dan berteriak, “Kalian boleh mengambil hartaku, akan tetapi tolong bebaskan kekakuan tubuhku ini, dan aku akan menghalangi setiap orang yang mengejar kalian.”Rasulullah menjawab “Aku tidak butuh hartamu, tapi tolong kau halangi orang yang mengejar kami.””Baiklah”jawab Suraqah. Rasulullah kemudian berdo’a ke Allah dan tubuh Suraqah serta kudanya kembali sehat dan bebas dari kaku. Setelah bebas Suraqah menyatakan keimanannya dan berjanji akan menyuruh semua orang yang mengejar Rasulullah untuk menghentikan pengejaran. Atas perintah Rasulullah waktu itu Abu Bakar menuliskan sebuah perjanjian diatas tulang dan memberikannya pada Suraqah.Rasulullah berjalan selama tujuh hari berturut-turut. Selama tujuh hari terus-menerus rombongan Rasulullah SAW berjalan, di bawah panas membara musim kemarau dan berjalan lagi sepanjang malam mengarungi dinginnya badai padang pasir dengan perasaan kuatir. Hanya karena adanya iman kepada Allah SWT membuat hati dan perasaan mereka terasa lebih aman.Ketika sudah memasuki daerah kabilah, Banu Sahm, datang pula Buraida (kepala kabilah) itu menyambut mereka, barulah perasaan kuatir dalam hatinya mulai hilang. Jarak mereka dengan Yatsrib (sebelum menjadi Al Madinah) kini sudah dekat.

“Kenapa kok dulu Madinah disebut Yatsrib, Ma? Oh ternyata nama kota bisa berubah ubah ya? “sela Faris menanggapi cerita Mama. Mama sudah menduga pasti Faris bertanya alasannya apa, “Setelah 10 tahun berada di Yatsrib, Nabi mengubah namanya menjadi al-Madînah. Al-Madînah artinya kota.””Oh jadi dulu Yatsrib bukan kota ya Ma, tapi itu desa. “Mama iyain aja deh,”Iya nanti kita pelajarin lagi tentang sejarahnya bagaimana ya Faris. “Lanjut kisah, selama mereka dalam perjalanan yang sungguh meletihkan itu, berita-berita tentang hijrah Rasulullah dan sahabatnya yang akan menyusul kawan-kawan yang lain, sudah tersiar di Yatsrib. Penduduk kota ini sudah mengetahui, betapa kedua orang ini mengalami kekerasan dari Quraisy yang terus-menerus memburu mereka. Oleh karena itu semua kaum Muslimin tetap tinggal di tempat itu menantikan kedatangan Rasulullah dengan hati penuh rindu ingin melihatnya, ingin mendengarkan tutur katanya. Banyak di antara mereka itu yang belum pernah melihatnya, meskipun sudah mendengar tentang keadaannya dan mengetahui pesona bahasanya serta keteguhan pendiriannya. Semua itu membuat mereka rindu sekali ingin bertemu, ingin melihatnya.

Rombongan Rasulullah sampai di sebuah desa bernama Quba, disana Rasulullah dan rombongan beristirahat, Rasulullah kemudian mendirikan Masjid Quba, di Quba inilah Ali bin Abi Thalib datang menyusul perjalan hijrah ke Madinah (Yatsrib).Setelah tinggal di Quba selama empat hari, Rasulullah melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampailah rasulullah di Yatsrib (Madinah). Hari itu adalah hari Jum’at.

Rasulullah berada di Madinah selama lebih kurang sepuluh tahun, dan kembali ke Makkah setelah penaklukkan Makkah oleh kaum Muslimin (Fathu Makkah). Rasulullah tidak dendam kepada orang-orang yang dulu mengusir dan membencinya bahkan akan membunuhnya. Rasulullah membebaskan mereka tanpa adanya kekerasan sedikitpun yang diterima oleh warga Makkah, kelembutan Rasulullah ini membuat penduduk Makkah berbondong-bondong masuk Islam dan mengimani ajaran islam yang dibawa Rasulullah.

👑Hikmah dari kisah ini adalah bahwa dalam setiap amal/tujuan/cita-cita yang baik pastilah ada ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan. Ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan itu insyaAllah akan terlewati bila kita bersungguh-sungguh dalam berusaha dan disertai iman dan keihlasan.

“Sama kaya laba-laba kan ya Ma. Padahal hewannya kecil ya Ma, tapi nggak capek bikin sarang lagi terus ntar kena angin rusak tapi nggak nyerah tapi terus bikin sarang lagi. Faris juga ah, Faris mau berusaha belajar lagi kalau belum bisa, ” itu kesimpulan Faris.

Alhamdulillah bi ni’matimushaalihat di usianya sekarang Faris sudah mampu menerima dan berkomunikasi dua arah, mampu menceritakan kembali meskipun belum runtut dan mengambil sebuah kesimpulan dari sebuah kisah. Ini kisah kami hari ini, apa kisah teman-teman hari ini? Yuk kita jalan-jalan ke rumah Mama Thole mungkin disana ada kisah yang lebih menarik lagi 😘

Referensi :

[1] Seri Halo Balita Kisah dalam Al-Quran : Gua Tsur oleh Indrayani Mallo Penerbit: Pelangi Mizan, Tahun Terbit: September 2014.
[2] Al Qolam
[3] Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW dan Kisah Ajaib Lainnya oleh Astri Dama Penerbit Qibla, Tahun Terbit: November 2016.
[4]http://www.ebookanak.com/kisah/kisah-25-nabi-dan-rasul/nabi-muhammad-dan-sarang-laba-laba/

Kisah Laba-Laba dan Hijrah Rasulullah SAW
Tag pada:                            

6 gagasan untuk “Kisah Laba-Laba dan Hijrah Rasulullah SAW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *