Tanggung jawab itu apasih, Ma?

tnh

Siang bolong anak, Faris mendadak bertanya kepada Mama. “Ma, tanggung jawab itu apasih?,” mendadak gelagapan Mama ditanya pasal itu. Tak ada angin, tak ada hujan. Tak ada prolog, tak intro kenapa Faris bertanya mengenai tanggung jawab pikir Mama.
Baiklah sambil mengatur napas dan berpikir Mama coba pasang umpan, balik bertanya, “kalau menurut Faris tanggung jawab itu apasih?”
Faris menjawab setengah ragu, “Bertanggung jawab itu kalau Faris ngerusakin mainan adek, Faris harus ganti gitu ya Ma ya?”
Sebelum menjawab pertanyaan yang gampang-gampang susah ini Mama sempatkan crosscheck terlebih dahulu di KBBI.
Berikut Mama ambil definisi dari tanggung jawab dari kbbi (https://kbbi.web.id/tanggungjawab.html) yaitu sebagai berikut :

tang·gung ja·wab n 1 keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya): pemogokan itu menjadi — pemimpin serikat buruh; 2 Huk fungsi menerima pembebanan, sebagai akibat sikap pihak sendiri atau pihak lain;

ber·tang·gung ja·wab v 1 berkewajiban menanggung; memikul tanggung jawab: pemimpin redaksi ~ atas isi majalahnya; 2 menanggung segala sesuatunya (kepada):kabinet ~ kepada Presiden; dia laki-laki yang tidak ~;

Mama pun mencoba memberi penjelasan, “Ya itu salah satu contohnya, bentuk perbuatannya. Kalau tanggung jawab sendiri itu artinya kita harus menanggung. Menanggung segala sesuatu akibat perbuatan kita.”
Kurang lebih begitu penjelasan Mama sambil berdo’a, mudah-mudahan lisan ini tidak salah ucap ya Allah, mudah-mudahan penjelasan Mama bisa diterima dengan baik.

Medidik  anak-anak memang gampang-gampang susah apalagi jika mereka masih  kecil. Anak kadang susah diatur dan  mau menang sendiri, apa yang mereka lakukan  itulah yang dianggap benar, namun tidak semua yang dilakukan anak tepat. Orang tualah yang harus membimbing mereka. Bila anak-anak bersalah orang tua wajib bin harus menyadarkannya. Untuk memberikan perubahan pada anak-anak agar lebih baik memang kadang orang tua memberikan tanggung jawab kepada mereka. Namun di usia yang masing tergolong dini, tentu saja mereka belum mengerti apa yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya.

Melatih tanggung jawab pada anak itulah  tantangan bagi orang tua, sekalipun mereka masih anak-anak namun Mama yakin pelatihan ini akan lebih baik bila dimulai sejak dini. Karena nanti jika anak-anak sudah dewasa dan bersosialisasi dengan masyarakat, akan ada saatnya mereka akan memiliki tanggung jawab terhadap apa yang dibebankan pada mereka.

Oleh karena itu sejak dini Mama merasa perlu melatih dan membimbing anak-anak agar mereka lebih bertanggung jawab. Tentu saja hal ini banyak tantangan dan memerlukan kesabaran.

Mengingat  anak-anak belum bisa berpikir layaknya orang dewasa, jadi yang Mama lakukan adalah pengenalan tanggung jawab dan bagaimana menerapkannya. Bila tanggung jawab anak terhadap lingkungan sekitar dan dirinya tidak ditanamkan sejak kecil, jangan harap kelak anak-anak akan memiliki tanggung jawab saat dewasa.

Orang tua harus membimbing bagaimana membentuk anak  yang bertanggung jawab.  Tidak ada kata nanti dan nanti  untuk membuat anak lebih tanggung jawab. Sejak usia dini pun anak harus diberi tanggung jawab, namun dalam frekuensi yang sangat kecil. Bila banyak orang yang mengganggap anak kecil belum bisa diberi tanggung jawab dan membiarkan si kecil  membuat berantakan mainannya, tapi anggapan ini sangat keliru. Dari hal sekecil itu, dari mainan yang berserakan kita bisa melatih tanggung  jawab pada anak  agar mereka segera merapikan mainan setelah selesai bermain.

Banyak contoh  mudah yang bisa orang tua lakukan agar si kecil terbiasa dengan tanggung jawabnya di rumah. Sebelum mereka membiasakan tanggung jawab di lingkungan dan masyarakat, hal yang paling penting adalah melatih tanggung jawab anak di rumah.

Ketika anak berusia 1 tahun, mereka bisa dilatih tanggung jawab seperti mencuci kaki dan tangan serta menggosok gigi sebelum tidur. Selain itu anak-anak juga bisa diberi tanggung jawab  agar merapikan tempat tidur setelah bangun tidur. Cara ini memang hal yang dianggap sepele oleh orang tua, mereka kadang mengangap bahwa anak kecil terutama ketika umur mereka masih dibawah 5 tahun mereka tidak  bisa dilatih tanggung jawab. Padahal dari hal sekecil itu mereka mampu melakukannya dengan baik jika orang tua  mau melatihnya.
Faris sudah saya biasakan untuk merapikan tempat tidurnya setelah bangun tidur. Kebiasaan ini saya tularkan kepada anak-anak sejak dini karena Mama sendiri memperoleh manfaat yang luar biasa dari pola kedisiplinan yang orang tua Mama terapkan saat Mama masih kecil.

Mama-mama di luar sana pun bisa memberikan beberapa tugas yang setiap hari harus dilakukan oleh anak-anak. Berikan tugas seperti membereskan kamar, memasukkan baju kotor kedalam  tempat baju kotor, memasukkan baju  yang telah disetrika pada almari,  menyiram kebun dan beberapa tugas lainnya yang bisa diberikan pada mereka. Dengan syarat pekerjaan yang berikan adalah pekerjaan yang bisa dilakukan oleh mereka. Jangan memberikan tugas yang tidak bisa dikerjakan  anak-anak, karena justru akan membebani mereka dan membuat mereka takut.

Ada beberapa tips  sebelum anda member tugas agar anak lebih bertanggung jawab:

👑Beri  penjelasan pekerjaan  yang jelas
Jika memberikan tugas pada anak,  usahakan tugas tersebut jelas wujudnya dan jelas instruksinya. Jangan sampai anak  menjadi bingung dengan apa yang Mama instruksikan. Akan lebih baik lagi jika setiap tugas yang Mama berikan disertai sebab akibatnya. Misalnya menyuruh anak mengembalikan mainan setelah mereka bermain, berikan penjelasan bahwa jika mainan tidak dikembalikan pada tempatnya maka nanti saat akan memakai kembali mainan tersebut terselip atau bahkan hilang. Selain itu berikan alasan yang masuk akal dan mudah dimengerti anak, tentu saja alasan yang bermanfaat agar anak semakin bertanggung jawab.

👑Beri tugas yang mampu dikerjakan anak
Nggak mungkin kan Mama memberikan tugas mencuci baju atau memotong rumput kepada balita? Jadi beri pekerjaan atau tugas yang mampu dikerjakan ananda dan jangan sampai membuat mereka tertekan. Jadi buatlah tugas yang sangat menyenangkan untuk ananda

👑Jangan memberikan hukuman pada anak
Sekalipun anak tidak mengerjakan apa yang Mama berikan, jangan memberikan hukuman pada mereka. Hukuman yang orang tua berikan bukan membuat anak menjadi lebih tanggung jawab namun justru akan menimbulkan ketakutan dan rasa dendam pada orang tuanya. Mereka bisa dipastikan akan berontak jika Mama memberikan tugas lainnya. Orang tua bisa memberikan penjelasan dan konsekuensi yang bisa membuat anak berubah pikiran untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Dengan cara demikian anak justru mau mengerjakan apa yang diminta oleh orang tuanya.

👑Berikan pujian pada anak
Sekalipun tugas yang Mama berikan tidak bisa dikerjakan dengan  sempurna namun Mama sebaiknya tetap memberikan pujian bagi mereka. Ananda akan senang dan mengerjakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab ketika Mama memberikan pujian pada ananda.

Nah, ternyata simple kan cara untuk melatih tanggung jawab kepada ananda. Sekalipun mereka masih kecil namun   mendidik anak merupakan tanggung jawab sejak dini adalah hal yang tepat bagi kemandirian ananda 💕

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *