Ma, Kenapa ya Kok Bayangan Bisa Muncul?

menggambar bayangan dino

Hari ini Mama dan Faris berdiskusi tentang bayangan. Faris sangat senang sekali bermain bayangan sejak usianya maih 2 tahun. Menjelang tidur, ia sering sekali mengajak Papanya untuk membuat bentuk bayangan hewan atau benda di tembok kamar menggunakan senter. Saat usianya beranjak 2,5 tahun, ia sangat senang sekali bermain tebak-tebakan bayangan kemudian mencocokkan dengan benda atau gambar utuhnya. Membahas mengenai bayangan sudah bukan hal asing baginya. Tetapi merupakan hal baru bagi Irbadh. Irbadh beberapa hari yang lalu, lari ketakutan karena merasa dikejar oleh bayangannya. Betapa lucunya ia sampai ngos-ngosan lari mencari perlindungan agar tidak nampak bayangan lagi.

Tadi pagi, ketika menemani adiknya bermain, Faris melihat banyak bayangan mainan yang muncul. Dari situlah muncul berbagai pertanyaan an. “Bayangan muncul darimana ya, Ma? Kok pagi-pagi juga muncul bayangan nggak malam-malam aja?”
“Bayangan muncul ketika ada sinar. Bisa karena sinar matahari, sinar senter bahkan sinar lampu di rumah juga dapat menimbulkan bayangan,” begitu penjelasan singkat saya.

Sinar itu ada tiga jenis, yaitu sinar lurus, sinar pantul, dan sinar bias. Namun, hanya sinar lurus lah yang bisa membentuk bayangan. Sinar lurus adalah sinar yang tidak dibelokkan, atau sinar yang langsung mengenai objek. Sedangkan sinar pantul adalah sinar yang dipantulkan oleh suatu permukaan objek, seperti cermin dan kertas. Dan sinar bias adalah sinar yang dibelokkan saat melewati dua medium yang berbeda kerapatannya.

“Nah, kenapa cuma sinar lurus aja yang bisa membentuk bayangan, Ma?” kejar Faris.

“Bayangan terbentuk ketika sinar terhalang oleh suatu objek dan tidak dapat menembus objek tersebut. Misalnya nih, saat matahari menyinari tubuh kita atau benda lainnya, sinarnya terhalang oleh tubuh kita sehingga sinar matahari membentuk bayangan tubuh kita di atas permukaan jalan.

mengamati bayangan di sore hari

Posisi sinar matahari akan menentukan sudut sinar datang dan menentukan panjang suatu bayangan. Jadi jangan heran ya, jika bayangan Faris pada siang hari lebih pendek daripada saat sore hari.

“Kenapa ma? Kok bisa gitu?” pertanyaan yang tak berujung 😂

“Itu karena pada siang hari, matahari berada tepat di atas kepala kita. Saat itu sinar matahari jatuh tegak lurus sehingga hanya menyinari sebagian permukaan bumi. Akibatnya, bayangan yang timbul menjadi pendek. Mudah-mudahan penjelasan Mama nggak salah ya, Nak.

Sedangkan pada sore hari saat matahari akan tenggelam, sinarnya jatuh ke Bumi dari samping atau condong dari barat, sehingga permukaan bumi yang terkena sinarnya lebih luas. Maka bayangan yang timbul menjadi panjang.

Kenapa kok bayang-bayang warnanya hitam, Ma?

Proses kita melihat memanfaatkan cahaya yang mengenai sebuah benda yang kemudian dipantulkan menuju mata kita. Mata sebagai indera penglihat menangkap sinar tersebut dan memprosesnya di dalam otak sebagai bayangan.

Cahaya adalah gelombang elektromagnet yang rentang panjang gelombangnya dapat dilihat oleh mata. Cahaya dalam rentang panjang gelombang tersebut memiliki warna tergantung dari panjang gelombang yang dimiliki oleh partikel cahaya. Misalnya warna biru memiliki panjang gelombang 440 – 495 nm, warna merah memiliki panjang gelombang 640 – 750 nm, dan seterusnya.

Warna dari sebuah benda adalah karakter dari benda tersebut saat menyerap warna. Misalkan ketika warna biru yang diterima mata kita sebenarnya benda tersebut menyerap warna lainnya dan hanya warna biru yang dipantulkan. Lalu bagaimana dengan warna hitam? Warna hitam akan terlihat bila semua cahaya diserap atau bila tidak ada cahaya yang mengenai benda tersebut.

Bayangan dan bayang–bayang adalah dua hal yang berbeda. Bayangan adalah gambar yang kita lihat saat kita bercermin, sedangkan bayang–bayang adalah warna hitam pada suatu permukaan karena cahaya yang terhalang oleh sebuah benda.

Bayang-bayang berwarna hitam terjadi ketika cahaya yang menuju suatu area tertutupi oleh benda sehingga intensitas cahaya yang diterima area tersebut lebih rendah dibandingkan area sekitarnya, atau karena tidak ada cahaya yang mengenainya. Akibatnya intensitas cahaya yang dipantulkan oleh area tersebut dan diterima oleh mata kita pun rendah atau tidak ada, sehingga warnanya menjadi hitam/gelap.

Kenapa kita nggak bisa melihat cahaya di udara?

Sebenarnya kita tidak dapat (secara langsung dan visual) melihat cahaya dalam medium apapun!! Kita hanya bisa melihat cahaya secara tidak langsung.

Cahaya adalah gelombang. Lebih tepatnya, cahaya adalah salah satu bagian darigelombang elektromagnetik. Gelombang elekromagnetik dapat dikelompokkan ke dalam beberapa beberapa jenis, antara lain gelombang radio, gelombang mikro, cahaya tampak (warna-warna dari merah sampai ungu), sinar X dan sinar Gamma.

Seperti juga gelombang lainnya (gelombang pada tali, gelombang suara, gelombang pada permukaan air, dan lain lain), gelombang dapat menjalar, dan untuk tempat yang jauh dari sumbernya, arah penjalaran gelombang tersebut adalah lurus. Arah penjalaran ini biasanya digambarkan dengan garis sinar (walaupun yang dibahas bukan gelombang cahaya, namun istilah garis sinar tetap dipergunakan untuk menyatakan arah rambat gelombang tersebut). Arah penjalaran gelombang yang lurus ini dapat dibelokkan dengan beberapa cara, antara lain melalui pemantulan dan pembiasan.

Kita dapat mengetahui adanya gelombang tersebut bila alat pendeteksi (penangkap) gelombang yang dimiliki (alat deteksi pada tubuh kita untuk gelombang cahaya adalah mata) menerima garis sinar. Mata manusia sebagai alat penangkap gelombang elektromagnetik hanya dapat ‘melihat’ gelombang elektromagnetik dalam daerah cahaya tampak (warna merah sampai ungu). Dengan kata lain, walaupun gelombang radio atau gelombang sinar X adalah gelombang elektromagnetik juga, sama dengan gelombang cahaya tampak, namun mata kita tidak dapat ‘melihat’ gelombang radio maupun sinar X tersebut.

Namun demikian, seperti yang disebutkan di atas, sebenarnya kita tidak dapat melihat secara langsung dan visual gelombang elektromagnetik dalam medium apapun. Yang ‘terlihat’ oleh alat pendeteksi adalah bayangan dari benda yang memantulkan gelombang tersebut, sehingga ada sebagian garis sinar pantul yang terdeteksi, dan bayangan inilah yang kita artikan sebagai ‘melihat’ cahaya tersebut.

Dalam sebuah ruangan yang diterangi oleh lampu, kita dapat melihat benda-benda yang ada di ruangan tersebut (dinding, meja dan kursi dan lainnya) karena ada cahaya yang berasal dari lampu yang dipantulkan oleh benda-benda tersebut dan masuk ke mata kita dan yang terlihat adalah bentuk benda yang memantulkan cahaya tersebut.

Kita seolah-olah dapat ‘melihat’ (berkas) cahaya, bila pada jalannya sinar berkas cahaya tersebut kita taburi dengan partikel yang sangat kecil (misalnya tepung). Cahaya yang terpantul dari tepung dan ditangkap oleh mata akan memberikan informasi keberadaan berkas cahaya tersebut. Hal ini adalah seperti saat kita ‘melihat’ berkas cahaya yang berasal dari lubang udara dan masuk ke dalam ruang gelap. Bila kita menatap langsung ke sumber cahaya (lampu) tersebut, maka kita tetap tidak dapat melihat cahaya tersebut, yang terlihat hanyalah bentuk fisik dari lampu.

Gelombang lain yang tidak terlihat secara visual adalah gelombang suara, sedangkan gelombang pada tali maupun gelombang pada permukaan lain dapat dengan mudah dilihat.[ http://anakbertanya.com/mengapa-cahaya-tidak-terlihat-di-udara/]

Penjelasan lebih detil mengenai bayang-bayang kita lanjutkan di kesempatan selanjutnya😘

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *