Trial Class : Belajar Menganyam Sederhana

anyaman paling sederhana

Hari ini Faris belajar menganyam dengan media kertas origami. Ini kelas pertama bagi Faris untuk mencoba membuat anyaman yang paling sederhana. Beberapa waktu yang lalu Mama berpikir hendak membuatkan media untuk belajar menganyam dari bahan foam agar lebih mudah dalam proses menganyam dan tentu lebih awet juga. Tetapi sebelum melangkah lebih jauh Mama menawarkan invitation to play menggunakan media kertas terlebih dahulu dan ternyata Faris sangat excited ingin mencoba belajar menganyam sendiri. Mama hanya bertugas menyiapkan media, kemudian membantu menggunting agar ukuran iratan sama.

Ternyata kegiatan belajar menganyam ini lumayan bisa melatih konsentrasi Faris bahkan dia betah duduk berlama-lama hanya sekedar untuk menyelesaikan satu latihan saja. Pencapaian yang besar untuk Faris yang sering terdistraksi oleh iklan-iklan nggak penting kala proses belajar berjalan 😁

Menganyam untuk anak usia balita tidak dilakukan dengan teknik yang komplek, namun masih dalam tahap teknik dasar menganyam sederhana. Menganyam diajarkan dengan sangat sederhana kepada anak-anak balita. Kemampuan menganyam dipercaya dapat mengasah keterampilan motorik halus anak karena menggunakan tangan dan jari-jari demikian juga dengan kordinasi mata. Selain keterampilan motorik halus yang dikembangkan, menganyam juga dapat digunakan sebagai alat untuk melatih logika anak, belajar matematika, dan melatih konsentrasi.

Bahan-bahan menganyam untuk anak usia balita tidak diambil dari tumbuh-tumbuhan berbeda dengan bahan menganyam untuk orang dewasa. Untuk anak usia dini bahan menganyam yang dipilih berdasarkan karakteristik sebagai berikut ; tidak mudah robek, tidak berserat dan tidak tajam. Berdasarkan kriteria tersebut maka pemilihan bahan untuk menganyam bagi anak usia dini banyak menggunakan kertas atau gabus karet (foam) dan bahan lain yang tidak membahayakan anak. Untuk anak yang lebih kecil kertas yang digunakan harus lebih tebal namun tetap lentur dan masih tetap dapat di anyam. Teknik yang dikenalkan pada anak biasanya menggunakan teknik dasar anyaman tunggal dan ganda.

Mama meminta Faris untuk menyusun kertas selang seling, mengangkat kertas yang harus diangkat dan kertas yang tidak harus diangkat. Untuk memudahkan dan menarik minat anak maka warna untuk anyaman dibedakan. Menganyam dengan dua warna berbeda sudah cukup, namun jika ingin dengan berbagai warna lebih disarankan. Tujuannya selain lebih menarik perhatian anak, tetapi juga untuk melatih konsentrasi dengan mencocokkan bagian yang dimasukkan atau yang tidak berdasarkan variasi warna (disesuaikan dengan tingkatan usia).
Jika menggunakan kertas, jenis kertas yang dapat digunakan adalah kertas buffalo, kertas origami atau kertas lain yang berwarna dan agak tebal. Kertas origami dapat digunakan untuk anak yang lebih besar karena lebih tipis. Untuk bahan anyaman yang bisa sering digunakan lebih dari sekali pertemuan sebaiknya menggunakan gabus karet berwarna yang sering digunakan untuk mouse pad.
Iratan lusi dan pakan untuk anak-anak sebaiknya tidak terlalu panjang dan tidak terlalu tipis. Anak belum mampu memegang benda yang terlalu tipis, minimal lebar iratan 1 cm. Untuk memasukkan iratan pakan pada iratan lusi pada anak-anak tidak dituntut untuk benar-benar mengikuti pola. Anak mampu memasukkan iratan pada salah satu lusi merupakan kemampuan dan kemajuan yang dilakukan dengan baik. Mama meminta Faris untuk memasukkan pakan dengan berselang seling, melompati satu-satu lusi, demikian seterusnya. Pelan-pelan Mama memberikan contoh kepada Faris agar ia mau mengikuti dan tidak merasa lelah bahkan bosan

Note : Mama sangat berperan sebagai fasilitator dan motivator untuk mengajak anak menganyam dan membuat anak menyukai kegiatan menganyam.

2 thoughts on “Trial Class : Belajar Menganyam Sederhana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *