Bermain Konstruktif Bersama GigoToys

faris membuat camera

Bermain konstruktif adalah kegiatan yang menggunakan berbagai benda yang ada  untuk menciptakan suatu hasil karya tertentu, seperti menggambar menciptakan sesuatu dari lilin mainan (play dough), menggunting dan menempel kertas atau kain, menyusun atau melipat plastik menjadi bentuk tertentu. Kegiatan bermain konstruktif merangsang kreativitas dan daya imajinasi anak. Mama berharap anak-anak membayangkan bentuk yang akan dibuat, bernilai seni sehingga hasilnya pun enak dilihat. Permainan konstruktif membantu anak menjadi kreatif sehingga anak yang kreatif itu akan mampu dan menjadi lancar berpikir, fleksibel dalam berpikir, orisinil (asli) dalam berpikir, elaborasi, imaginatif, senang menjajaki lingkungannya, banyak mengajukan pertanyaan, mempunyai rasa ingin tahu yang kuat, suka melakukan eksperimen, suka menerima rangsangan baru, berminat melakukan banyak hal, serta tidak mudah merasa bosan.

bermain lilin mainan (playdough)

Para ahli mengatakan bahwa dunia anak adalah bermain. Bermain terungkap dalam berbagai bentuk bila anak sedang beraktifitas. Saat bermain seorang anak memperoleh banyak hal, bukan hanya kesenangan dan yang lebih penting bagi anak adalah makna bermain bukan hasil akhirnya. Enaknya bersekolah di rumah, anak-anak bisa fleksibel saat bermain dan tidak memikirkan target yang akan dicapai sehingga ia mampu bereksperimen.
Bermain merupakan suatu aktivitas yang langsung dan spontan. Bermain dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang digunakan untuk berbagai tujuan yang menyenangkan.

Menurut Roger, Cosby S. dan Janet K. Sawyers (1995) setiap anak ingin selalu bermain, sebab dengan bermain anak merasa rileks, senang dan tidak tertekan. Di mananapun, dalam kondisi apapun, anak akan berusaha mencari sesuatu untuk dapat dijadikan mainan.

Bermain membawa harapan tentang dunia yang memberikan kegembiraan, memungkinkan anak berkhayal tentang  sesuatu atau seseorang. Bermain juga merupakan tuntutan dan kebutuhan yang esensial bagi anak karena melalui bermain anak  dapat memuaskan tuntutan dan kebutuhan perkembangan dimensi motorik, kognitif, kreativitas, bahasa, emosi, sosial, , nilai dan sikap hidup.
Bermain dilakukan dengan perasaan senang, sukarela dan imajinatif. Anak senang bermain karena melalui bermain anak memperoleh suatu cara untuk mengetahui dan mencoba melakukan sesuatu dengan benda yang ada di sekitarnya. Dengan demikian fungsi bermain tidak saja dapat meningkatkan perkembangan kognitif dan sosial, tetapi juga perkembangan bahasa, disiplin, perkembangan moral, kreativitas, dan perkembangan fisik anak.

bermain susun balok

Bermain juga merupakan kebutuhan yang sangat mutlak bagi perkembangan anak.  Lingkungan dan orangtua, sudah seharusnya memfasilitasi kebutuhan anak dengan menyediakan berbagai permianan yang dapat mendukung perkembangan anak.  Tentu saja permainan dan alat bermainnya tersebut bukanlah suatu yang harus bernilai ekonomi tinggi atau mahal, tetapi  apapun dapat dijadikan alat bermain.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bermain konstruktif :

✅   Anak perlu diberikan kesempatan untuk mau melakukannya. Mengingat setiap anak adalah unik maka sangat besar kemungkinannya pada anak yang tidak menyukai bermain konstruktif , maka tugas orang tua sebagai fasilitator adalah dengan sabar membuat invitation to play yang menarik dan mengiringi anak agar mau melakukannya.

✅   Mengingat perkembangan kognitif anak berada pada tahap praoperasional dengan ciri egosentris maka sangat dimungkinkan hasil karya anak bila ditinjau dari bentuknya akan sangat kurang atau tidak sesuai dengan tema yang ia sebutkan, misalnya bangunan yang dibentuk dari balok–balok disebut oleh anak sebagai roket, padahal bentuknya sama sekali tidak sesuai maka kita harus menanggapinya secara positif dan anak tidak patut disalahkan, yang penting anak menikmati kegiatannya dan merasa puas serta bahagia karena jerih payahnya dihargai oleh orang lain.

Irbadh membuat kereta api ala-ala

✅   Ada anak yang unggul dalam kegiatan bermain yang satu tapi kurang unggul dalam kegiatan bermain lainnya.
Tujuan diberikan permainan ini adalah untuk pengembangan aspek-aspek kepribadian anak, di antaranya untuk mengetahui dan merangsang kreativitas anak dalam mereproduksi bentuk bangunan yang bersifat konstruktif sesuai dengan imajinasinya.

Manfaat utama dari permainan konstruksi adalah melatih kemampuan ingatan anak. Setiap kali anak melakukan permainan konstruktif, maka otak anak diaktifkan kembali untuk mengingat. Semakin banyak anak diberikan permainan ini, semakin banyak pula latihan mengingat pada anak dan kemampuan ingatan anak menjadi terlatih dengan baik. Misal anak yang tinggal di pesantren mereka sering diberi tugas hafalan. Ini artinya mereka sering mendapat latihan mengingat, hingga ingatan mereka menjadi terlatih dan mudah mengingat sesuatu.

Untuk mengembangkan kognitif anak dapat menggunakan metode yang mampu menggerakkan anak agar menumbuhkan berfikir. Metode dalam melatih ingatan dengan memberikan permainan konstruktif dikenal dengan sebutan metode rekonstruksi. Kepada anak diperlihatkan berbagai obyek yang tersusun dengan cara tertentu. Setelah itu, urutan tersebut dibongkar dan anak harus menyusun kembali. Melalui permainan ini anak dapat berekspresi dan berkreasi dengan benda-benda yang beraneka ragam bentuknya sesuai dengan yang diingatnya. Permainan seperti ini penting karena merupakan latihan bagi kemampuan ingatan anak dan mampu mendorong anak mencari dan menemukan jawabannya, memikirkan kembali, membangun kembali , dan menemukan hubungan-hubungan baru

Kegiatan dalam bermain konstruktif membantu anak menjadi kreatif

Bermain konstrukstif terjadi ketika anak-anak melibatkan diri dalam suatu kreasi atau konstruksi suatu produk atau suatu pemecahan masalah ciptaan sendiri. Semakin berkembang imajinasinya, maka ia akan semakin kreatif dalam mencipta sesuatu dari permainan ini anak pun belajar mengenali sebatas mana kemampuannya dan melatih keterampilan tangannya. Main balok termasuk jenis bermain konstruktif, yaitu membuat/memanipulasi objek/benda menjadi sesuatu bentuk atau benda baru yang mungkin berbeda sama sekali dari bentuk asalnya. Namun, kemampuan anak untuk bisa membuat sesuatu bentuk, misal menyusun balok-balok menjadi sebuah menara atau istana, berlangsung secara bertahap. Permainan ini berkaitan erat dengan kemampuan intelektual dan koordinasi motorik.

Faris mencoba membuat skuter

Di awal usia batita, kala menyusun balok, Faris belum bisa menentukan mau berbuat apa dari balok-balok tersebut. Yang ia  tahu hanyalah menyusunnya tanpa mengerti maknanya. Awalnya ia masih pada tahap sensori motor, Faris  baru belajar keseimbangan atau menyeimbangkan balok-balok yang ia susun. Jadi, tak masalah bila anak yang berusia setahun seperti Irbadh menyusun balok-baloknya tak beraturan, semisal yang kecil di bawah dan yang besar di atas, karena anak memang belum menangkap konsep keteraturan dan urutan, merekapun belum bisa membedakan balok besar dan kecil atau benda mana yang harus disusun lebih dulu.

Barulah di usia 2-2,5 tahun, Faris mulai mengenal konsep besar-kecil, hingga  anak bisa diajarkan untuk menyusun secara berurutan, dari yang besar di bagian bawah hingga ke atas makin mengecil. Selanjutnya, di atas usia 3 tahun, seiring kemampuan kognitifnya yang berkembang, ia  mulai tahu akan membuat apa dengan balok-balok tersebut, seperti gedung, jembatan, rumah, dan lainnya. Jadi, Faris  tak lagi asal-asalan mengkonstruksikan sesuatu, tapi sudah memakai proses berpikir. Seperti hari ini Faris dan Irbadh bermain gigo engineer tools by gigotoys. Gigo toys menawarkan set tools dengan berbagai tema dan tahapan usia anak. Berbahan plastik yang kuat dan aman bagi anak-anak, mainan ini cocok untuk dimainkan oleh anak-anak berumur di atas satu tahun. Jika ingin melihat beberapa variasinya bisa langsung ke websitenya.

Di Indonesia, Gigo belum dijual bebas di semua toko mainan. Adapun yang menjual masih secara online, kalau punya kesempatan pergi ke Singapore/Malaysia bolehlah beli disana. Tetapi kalau tidak mau repot beli secara online pun bisa di mainankreatif.com

Di dalam tool kitsnya juga dilengkapi dengan buku panduan agar anak bisa lebih terarah dan mengikuti petunjuk saat ia ingin mengkontruksikan berbagai model benda misalnya mobil, skuter, sepeda, excavator dll. Dipandu dengan intruksi yang sederhana sehingga memudahkan orang tua juga dalam mendampingi anak-anak bermain konstruktif. Pada dasarnya kita sebagai orang tua harus terus memberikan apresiasi kepada anak-anak dalam mewujudkan apa yang ada di pikirannya 😍

35 thoughts on “Bermain Konstruktif Bersama GigoToys

  1. Mbak moniq mau tanya kalau untuk anak perempuan 1 tahun, permainan konstruktifnya berupa apa ya? Apakah sama dengan balok juga? Tapi mungkin imajinasinya nanti yang beda dengan pemikiran anak laki-laki

  2. Kalau untuk 1+ perempuan bisa dicoba mainan susun donat dari ukuran kecil ke besar n sebaliknya, bermain balok bebas sambil belajar warna, play dough sambil main masak2an bisa dicetak bentuk2 sambil belajar bentuk, macam2 mba. Mungkin next sy coba tulis ya mba ide main untuk anak 1+ 😍

  3. Ilmu baaru nihh
    Sebelumnya terima kasih utk sharing artikelnya ya Mbak
    Jadi bisa tau tentang mainan anak Gigo Toys ini pasti bikin anak seneng dan imajinasi, serta motoriknya bakalan terangsang sekali,
    TFS lagi ya mbak
    Salam kenal dari Bumi Jember
    👻🙌🙋🙏😍👼👸😂

    1. Sile meluncur ke websitenya mbaa, harga dan manfaatnya sebanding kok. Kalau mau hemat beli yang second aja hehe. Kaya saya ini beli mainannya second dr singapore, harganya jauh dari barunya tapi worth it banget

  4. Keren permainan konstruktif untuk anak ternyata ada orientasinya juga ya. Pas banget juga buat melejitkan bakat anak. Terimakasih buat sharingnya yang bermanfaat mbak

  5. Tergabung di IIP manakah mba?
    Saya Fasil Bandung.

    Senang rasanya kalau ada mainan yang bisa memfasilitasi imaji anak.
    Bukan sekedar mainan satu arah yang melenakan.

  6. Anakku hobi banget main yang kayak gini. Yang dibikin juga macam-macam meskipun kadang jauh dari bentuk aslinya. Pokoknya didukung terus aja lah imajinasinya 😄

  7. Mau buat playdoh sendiri di rumah aku masih ogah-ogahan, mbak. Tapi lihat maanfaatnya yg bagus banget untuk perkembangan anak kok rasanya sayang banget melewatkannya.

  8. Terus terang baru kali ini dengar mainan gigotoys. Lengkap banget ulasannya mba. Menambah wawasan saya tentang ilmu parenting, secara ilmu parenting saya masih nol besar hehehe. Terima kasih sudah sharing yaa..

  9. anakku juga suka main susun balok dan playdoh mba…
    terima kasih untuk ide permainannya yang lain karna aku belom pernah coba mungkin setelah ini mau dicoba biar anakku gk bosen juga hihi

  10. Thx ya mba Moniq udah nulis artikel ini. Aku lagi bingung bgt, anak umur 2th udah mulai frustasi kalo di rumah terus. Sempat kubeliin mainan tp dia cepet bgt bosen.

    Mungkin yg ginian bisa dicoba.

  11. Memang orangtua sebagai fasilitator kudu mengerti dan memahami kebutuhan bermain anak sesuai dengan masanya.
    Sering imajinasi anak-anak yang tak tertangkap oleh kita, misal saat menusun balok dalam bentuk tertentu, kadang ibunya salah menebak dia sedang bikin apa.
    Dari penjelasan si anak, baru ibu manggut-manggut ngerti maksudnya, dari sini kita bisa kasih masukan ke anak bagaimana agar ide dan imajinasinya bisa ditangkap maksudnya oleh orang lain.
    Dengan cara yang halus ya tentunya, karena sifat egosentris anak usia dini yang masih cukup besar.

    Hapyy be a mom… 🙂

Tinggalkan Balasan ke andyhardiyanti Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *