Boneka Hafiz, Media Belajar yang Efektif Bagi Anak Auditori

Siapa sih yang belum tahu boneka Hafiz dan Hafizah?

Sepertinya boneka yang dapat digunakan sebagai media belajar ini sedang booming ya sekarang. Meskipun harganya terbilang mahal namun karena manfaatnya yang luar biasa membuat banyak orang tua berusaha untuk bisa memilikinya. Bahkan, sampai-sampai distributor pun menawarkan cara arisan dengan jangka waktu 5 atau 10 bulan demi mewadahi orang tua yang ingin membeli dengan cara nyicil. Melihat tingginya antusias ibu-ibu yang ingin membeli tetapi terbentur dana kalau beli cash jadilah banyak yang berbondong-bondong ikut arisan Hafidz doll. Ya iyalah mending nyicil, Rp1.300.000 gitu loh. Kantong langsung terasa kempes cuma buat beli mainan 😁 tetapi jika tahu benefitnya mainan edukatif ini worth it sekali untuk dimiliki.

Hafiz Hafizah Talking Doll adalah produk edukasi dari Al-Qolam yang menggunakan teknologi tinggi. Boneka tersebut dapat dihubungkan dengan aplikasi Hafiz-Hafizah di Android yang bisa didownload di Google Play. Bahkan saat ini ada versi juniornya yang harganya satu jutaan. Al Qolam juga mengeluarkan seri terbaru yaitu smart hafiz yang memiliki layar dan modelnya mirip dengan tab. Bahkan promonya ikon anak shaleh ini bisa mengajarkan banyak hal positif kepada anak-anak dengan cara menyenangkan dan tidak membosankan.

Keunggulan Boneka Hafiz Hafizah sebagai berikut:
1. Desain Boneka yang menarik
2. Ada fitur Mp3 player dan bisa digunakan sebagai speaker.
3. Bisa Merekam Suara via USB ke komputer
4. Bisa Upgrade content via USB ke komputer
5. Ada lampu LED yang bisa memancar beraneka warna.
6. Tersedia USB mass storage.
7. Tahan banting dari ketinggian 3 meter (saya sudah membuktikan selama pemakaian 2 tahun alhamdulillah masih awet padahal pernah jatuh beberapa kali saat dipakai bermain oleh anak-anak).

Lalu, ada juga Games/Permainan di boneka tersebut, yaitu permainan kuis tanya jawab, berinteraksi dengan manusia, 15 kata sensor suara, berinteraksi dengan sesama boneka hafiz atau hafizah. Boneka ini juga terintegrasi dengan aplikasi Hafiz Dan Hafizah di Android yang dapat diunduh secara gratis di googleplaystore.

Konten Islaminya tentu sangat bagus loh, ada apa saja sih?
Mulai dari Asmaul Husna, do’a-do’a harian hingga do’a Murottal 30 juz.

konten Hafiz Hafizah Talking Doll

GAYA BELAJAR ANAK AUDITORI

Lalu apa hubungannya dengan boneka Hafiz? Saya punya pengalaman yang ingin saya bagikan kepada Mama di luar sana. Yang mungkin bisa menjadi pertimbangan sebelum Mama memutuskan untuk membeli boneka Hafiz sebagai media belajar ananda di rumah.

Pertama kali saya membeli boneka Hafiz, kurang lebih dua tahun yang lalu. Saya membelikan anak sulung saya boneka ini dengan harapan dapat memberikan banyak benefit yang akan ia dapatkan. Kala itu, saya memutuskan untuk membeli mainan ini secara cash. Kala itu, harga sebuah boneka Hafiz kurang lebih Rp 980.000, bebas ongkos kirim dari Jakarta.

Bagaimana reaksi anak setahun saat dibelikan boneka Hafiz? Seperti pada umumnya anak setahun ketika diberikan mainan baru, Faris mengeksplore mainan ini melalui sentuhan. Beberapa kali jatuh saat dipakai bermain membuat saya memutuskan untuk menyimpan kembali mainan tersebut sampai dengan Faris mampu diberikan kepercayaan memainkan boneka Hafiz ini lagi.

Di usianya yang ke-2 tahun, saya memberikan kepercayaan kembali kepada Faris untuk bermain dan belajar bersama boneka Hafiz. Dan ternyata media belajar ini kurang cocok bagi anak yang memiliki gaya belajar visual seperti Faris. Faris ternyata lebih tertarik dibacakan buku cerita berima bawaan dari boneka Hafiz tersebut. Jadilah Mama sebagai fasilitator belajarnya membacakan kisah-kisah keteladanan yang baik melalui buku tersebut. Kesimpulan saya saat ini, boneka Hafiz kurang cocok digunakan sebagai media belajar bagi anak dengan gaya belajar visual. Mungkin jika media belajar “smart hafiz” sudah ada kala itu maka “smart hafiz” lebih cocok digunakan sebagai media belajar anak dengan gaya belajar visual, seperti Faris.

smart hafiz by al Qolam

Kabar baiknya, ternyata boneka Hafiz ini lebih efektif digunakan sebagai media belajar anak kedua saya, Irbadh. Di usianya sekarang, ia menunjukkan ketertarikan yang sangat kuat kepada boneka Hafiz. Bukan untuk explore sensorynya loh ya, ia sangat fokus ketika mendengar suara yang keluar dari boneka hafiznya. Ketika saya memberikan kepercayaan kepada Irbadh untuk memainkan boneka ini ia nampak sangat excited, berbeda sekali ketika saya memberikan kepada kakaknya dahulu kala.

Irbadh, anak kedua saya ini memiliki gaya belajar auditori. Terkait kemampuan anak dalam menggunakan indera pendengarannya dalam menerima, lalu melanjutkan dan mengolah info ke otak. Anak ini suka belajar sambil bergumam, bersenandung atau mengeraskan suaranya saat melakukan aktivitas apapun. Sangat tertarik mendengarkan alunan nada, suka dan sering bertanya dan tidak suka apabila pertanyaannya tidak dijawab, sehingga ia akan terus bertanya sampai dijawab.

Tipe belajar auditori adalah gaya belajar yang cenderung memanfaatkan pendengaran sehingga proses belajar dilakukan dengan cara menyerap informasi berdasarkan apa yang mereka dengar. Dalam tipe ini, seseorang akan berusaha memusatkan konsentrasi untuk mendengar informasi dan memahaminya. Anak yang belajar dengan tipe auditori cenderung menyerap informasi dengan cara mendengar. Bagi pembelajar auditori, bahasa verbal merupakan bentuk utama pertukaran informasi yang paling mudah dipahami. Mereka akan lebih mudah memahami sesuatu dengan cara mendengar daripada melihat.

CIRI ANAK AUDITORI

Ciri-ciri tipe belajar anak auditori diantaranya sebagai berikut:

1. Lebih mudah mengingat apa yang didengar daripada yang dilihat.
2. Lebih suka dibacakan daripada membaca.
3. Menggerakkan bibir atau mengucapkan tulisan saat membaca.
4. Cenderung mendengar penjelasan daripada melihat gerakan.
5. Merupakan pendengar yang baik dan ulung.
6. Memiliki minat yang tinggi terhadap bunyi, suara, atau musik.
7. Cenderung banyak omong atau terlalu aktif berbicara
8. Cenderung akitf dan senang berdiskusi 9. Kurang tertarik memperhatikan hal baru di sekitarnya
10.Mengalami kesulitan mengikuti petunjuk tertulis.

Jadi, bagi Mama yang hendak membelikan mainan atau media belajar untuk ananda sebaiknya Mama mengenali terlebih dahulu ananda memiliki gaya belajar seperti apa sehingga dapat memberikan benefit yang maksimal juga dalam kegiatan belajarnya. Semoga ulasan ini bermanfaat. 💕

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *