Cerita di Balik Rumah Organik Trenggalek

rumahorganik_trenggalek sebenarnya hanyalah lahan sempit di teras dan loteng rumah Mama alias Utinya anak-anak yang disulap menjadi kebun buah dan sayur bahkan kolam ikan. Kami sekeluarga punya hobi memelihara ikan dan bercocok tanam sehingga untuk menyalurkan hobi tersebut pada lantai 2 rumah sempit sengaja dibuatkan space untuk pelihara ikan dan bercocok tanam secara hidroponik. Kolam ikan dibuat dengan ukuran 2 x 3 m, bagian atapnya terbuka dengan pengaman menggunakan pagar tralis besi di bagian pinggir kolam. Pada kolam ikan tersebut kami mencoba memelihara ikan lele, bibitnya dibeli di pasar dengan ukuran jari. Dalam tiga bulan alhamdulillah kami mengambil hasilnya, lumayan beberapa hari tidak perlu membeli ikan bahkan sebagian dijual dan dibagikan kepada tetangga. Untuk sayuran seperti kangkung, bayam, cabai rawit di ruang terbuka lainnya masih di lantai 2.

Berbekal ilmu dari beberapa grup belajar di facebook dan melalui proses trial and error mengenai cara bertani di lahan sempit akhirnya kami menemukan formula yang pas yaitu aquaponik. Bersyukur sekali banyak informasi mengenai cara menanam sayur yang ternyata bervariasi dan sangat menarik. Bertani dengan cara hidroponik memang sudah sejak lama dikenal dan banyak yang sudah mempraktekannya, baik untuk sekedar hobi atau secara komersial. Seperti halnya sayur mayur yang dijual di setiap supermarket itu juga ditanam secara hidroponik dan merupakan sayuran organik yang bebas bahan pestisida. Bertani sistem hidroponik yaitu bertani tanpa menggunakan media tanah. Media hidroponik yang digunakan bisa berupa sekam bakar, krikil, pasir kali (sungai), sabut kelapa, rock wool, dengan sistem pemupukan berbeda dengan bertani biasa, yaitu menggunakan larutan nutrisi yang dicampurkan ke dalam air.. dimana larutan nutrisi tersebut adalah pupuk yang mengandung unsur hara makro dan mikro. Ada banyak model hidroponik.

 

Dari Hidroponik ke Aquaponik

Aquaponik, nah sistem inilah yang pada saat ini kami anggap paling menarik karena ide dari suami saya yang senang sekali memelihara ikan lele dan pernah melihat sekilas mengenai sistem aquaponik. Jadilah kami mencoba bertanam dengan sistem ini dengan harapan hasil kebun kami bisa benar-benar organik karena menggunakan unsur hara dari kotoran ikan tersebut. Sistem aquaponik adalah bagian dari hidroponik, hanya bedanya larutan nutrisi yang diberikan untuk tanaman adalah limbah atau kotoran ikan yang kaya akan unsur hara makro dan mikro.

Menurut para pakar, aquaponik merupakan sistem perpaduan antara beternak ikan dengan bercocok tanam, dimana limbah ikan dimanfaatkan untuk nutrisi tanaman, dan air sirkulasi kualitasnya akan lebih baik dari sebelumnya untuk pertumbuhan ikan karena sudah terfilter oleh akar-akar tanaman dalam sistem aquaponik. Hal ini saling menguntungkan bagi ikan dan tanaman, termasuk kita bukan? Kita beri makan ikan selanjutnya ikan memberi pupuk nutrisi untuk bahan makananan tanaman sayuran, kemudian akar tanaman sayuran memfilter/membersihkan air untuk hidup ikan. Sistem aquaponik yang kami pilih adalah sistem aliran atas.

Proses aquaponik menurut referensi yang kami pelajari adalah :

Air kotor dari kolam => masuk Bio Filter/proses penguraian amoniak kotoran ikan oleh mikroba => Air Terfilter mengandung unsur hara yang siap diserap oleh akar tanaman => Pompa Air mengirim air ke sistem aquaponik => Air masuk sistem Aquaponik sebagai nutrisi tanaman => Air kembali ke kolam sudah terfilter oleh biofilter dan akar tanaman aquaponik.

Fungsi biofilter adalah tempat mengurai amoniak (kotoran ikan) oleh mikroba menjadi pupuk nutrisi yang dapat diserap oleh tanaman. Tanpa melalui biofilter, maka tanaman tidak akan dapat menyerap makanan dan akibatnya tanaman akan kurus dan tidak baik pertumbuhannya. Selain itu yang tidak kalah pentingnya, yaitu tanaman harus mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Sistem aquaponik sudah kami praktekan sejak pertengahan tahun 2017, jadilah kami rombak ulang sistem pipa PVC di rumah agar aliran air dari dan menuju kolam ikan menjadi lancar. Bagi yang tertarik menanam dengan sistem aquaponik dianjurkan menanam tanaman sayuran, sebab tanaman sayuran akarnya suka digenagi air seperti kangkung, bayam, sawi hijau atau caisim.

Selain menanam sayuran, rumah organik trenggalek juga mencoba menanam buah seperti melon dan strawberry melalui mediatanah. Mungkin ini sekilas profil dari rumah organik trenggalek. Semoga kebun rintisan ini bisa semakin berkembang dan bermanfaat bagi orang banyak. Yuk, konsumsi buah dan sayur organik demi hidup yang lebih sehat.  😉

 

🐟🐟 Apa itu aquaponik?? 🐟🐟 Sistem aquaponik lele memang belum banyak yang menerapkannya. Sistem ini memadukan metode budidaya ikan lele dengan memanfaatkan nutrisi yang diperoleh dari air kolam lele untuk disalurkan menjadi media tanam bagi tanaman. Sistem aquaponik lele ini sebenarnya yang paling sering diterapkan pada model-model aquaponik, hal ini karena ikan lele menghasilkan kotoran dan sisa-sisa makanan yang jumlahnya lebih banyak, sehingga bisa dimanfaatkan untuk nutrisi bagi tanaman. Bagi anda yang punya hobi berkebun dan memelihara ikan punya kolam lele sekaligus bisa untuk budidaya tanaman, tentu sangatlah menyenangkan dan menjadi kepuasan tersendiri. Lalu bagaimana caranya dalam sistem aquaponik lele ini? Yuk main ke rumah organik trenggalek.. ☺

A post shared by Rumah Organik Trenggalek (@rumahorganik_trenggalek) on

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *