Kelas Pertama Komunitas Ibu Berkisah Batch 4

Apasih Komunitas Ibu Berkisah itu?

Komunitas ini didirikan atas dasar kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia. Dimana sebagian ibu belum ‘serius’ melakukan aktivitas berkisah kepada anaknya, khususnya anak balita dan umumnya anak-anak usia SD. Kendalanya, bisa karena kurang ilmu berkisah, bisa karena situasi dan kondisi ibu, anak, ekonomi, lingkungan, dsb. Banyak faktor.

Namun di sisi lain, sebagian sudah banyak yang sadar akan pentingnya berkisah, bahkan ada yang menyebut dengan istilah wajib. Nah, para ibu ini juga diharapkan bukan hanya bisa memberi manfaat kebaikan untuk diri dan anaknya. Lebih baik lagi, jika bisa berbagi ilmu dan pengalaman berkisah kepada ibu lain. Karena ini merupakan PR besar bersama.

Untuk itu, bismillah dengan memohon bimbingan dan ridho Allah, saya ingin mengumpulkan para ibu, lebih baik lagi calon ibu baik yang sudah menikah atau pun belum menikah, untuk saling belajar dan berbagi, saling mengingatkan dan menyemangati, agar anak kita, anak saudara muslim kita, anak tetangga kita, dan anak-anak Indonesia mendapat kisah dari ibunya.

Nah, sampai sini semoga tujuan baik kita sama yaa, seiring sejalan sambil menambah silaturrahim.. insya Allah akan menambah berkah untuk hidup kita Aamiin.

Kelas online ini akan membahas materi dengan tema :

Pekan 1 : Keutamaan Berkisah. Mengapa Berkisah? Motivasi Berkisah

Pekan 2 : Manfaat berkisah. Manfaat bagi ibu, ayah, anak. Manfaat bagi bangsa dan agama.

Pekan 3 : Media Berkisah. Macam-macam sarana prasarana penunjang berkisah.

Pekan 4 : Metode Berkisah. Teknis berkisah. Trik. Tips.

Selanjutnya, masuk program komunitas, saling berbagi kemanfaatan ilmu, sosial dan ekonomi.

Hari ini kami masuk pada tema pertama, Keutamaan Berkisah yang diisi oleh founder Komunitas Ibu Berkisah, mbak Hikmah Yulitasari. Dan dimoderatori oleh mbak asrie biasa dipanggil mba acie, beliau PJ kelas online KIB dari divisi kemanfaatan ilmu KIB.

Sebelum memulai mbak Hikmah membagikan adab menuntut ilmu sebagai pengingat bagi dan kita semua, semoga dengan memperhatikan adab menuntut ilmu, sedikit apapun ilmu yang kita peroleh, bernilai pahala dan membawa banyak keberkahan bagi diri dan keluarga ibu shalihah semua, aamiin.

Sebelum masuk materi, ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan terkait adab menuntut ilmu😊

Adab Menuntut Ilmu

Pertama, Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu

Kedua, Rajin berdoa kepada Allah Ta’ala, memohon ilmu yang bermanfaat

Ketiga, Bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu merasa haus ilmu

Keempat, Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah Ta’ala.

Kelima, Tidak boleh ‘sombong’ dan tidak boleh ‘malu’ dalam menuntut ilmu.

Keenam, Mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan.

Ketujuh , Diam ketika pelajaran disampaikan.

Kedelapan , Berusaha memahami ilmu yang disampaikan.

Kesembilan , Menghafalkan ilmu yang disampaikan.

Kesepuluh , Mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan.

Kesebelas , Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Kedua belas , Berusaha mendakwahkan ilmu.

Referensi:
Adab & Akhlak Penuntut Ilmu karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Maka sesuai petunjuk teknis dan adab menuntut ilmu, mohon kerja sama dan saling mengingatkan di antara kita semua dengan santun, agar selama materi berlangsung off chat dan grup ini memang satu arah. Pertanyaan bisa diajukan ke PK masing-masing.

Materi Pertama

Apa itu berkisah?
Sama kah dengan dongeng?

Silakan cek kamus KBBI.

Berkisah adalah cerita tentang kejadian, riwayat dsb dalam kehidupan seseorang dsb.

Dongeng adalah cerita yang tidak benar2 terjadi. Keperkataan yang bukan-bukan atau tidak benar. Mengatakan yang tidak benar.

Jadi jelas berbeda ya.

Jadi utamakan berkisah kepada anak.

Jadi gak boleh dongeng dong?

Boleh saja selama isi dongengnya ada pesan kebaikan. Namun dongeng hanya sebagai pelengkap bumbu2. Perbanyaklah porsi berkisah.

Sekarang yuk kita bedah dari sisi Al Qur’an, hadits, dan sirah.

Allah Subhanahu Wata’ala banyak menyampaikan firman-Nya kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril, isinya banyak tentang kisah.

Komunitas Ibu Berkisah mengambil lambang logo matahari, sebelas bintang dan bulan berdasarkan asbabun Nuzul (sebab turun ayat) Q.S.Yusuf : 3&4, dst. Itu adalah awal mula Allah berkisah kepada Nabi Muhammad atas permintaan para sahabat pada suatu ketika berkata,

“wahai Rasulullah, alangkah baiknya jika sesekali engkau menceritakan kisah
kepada kami.” (HR.Ibnu Jarir)

Nabi Muhammad mendapat Wahyu di Makkah (yaitu ayat2 makkiyyah sebelum hijrah selama 13 tahun). Sebagian besar kisah. Maka menguatkan bahwa Makkah adalah fase yang banyak kisah. Makkah adalah masa pondasi pembentukan umat. Kisahnya para nabi terdahulu dengan kaum Bani Israel Yahudi, Nasrani, Majusi. Nabi Muhammad diajarkan Allah untuk mengenal terlebih dahulu karakter kaum tsb sebelum bertemu (sebelum hijrah, yang ditemui hanya kaum Arab saja). Sehingga ketika Nabi Muhammad hijrah dan mulai berdakwah secara luas, beliau sudah punya bekal, tahu bagaimana strategi dakwah kepada setiap jenis kaum berdasarkan kisah dalam Al Qur’an.

Maka, mengikuti bagaimana cara Allah mengajarkan Nabi Muhammad. Otomatis juga mengikuti cara nabi Muhammad mengajarkan umatnya, berkisah mengenalkan Allah, Rasulullah dan para nabi sejak dini, merupakan cara terbaik untuk pondasi dasar anak sebelum pergi ke dunia luas mempelajari segala macam ilmu. Agar ketika belajar ilmu apa pun, imannya menjadi benteng. Aman dari penyimpangan akidah dan segala macam pergaulan buruk. Syukur2 bisa menasihati dan menjadi contoh teladan untuk orang lain.

Selanjutnya dari sisi penelitian ilmiah, The Worlds Most Literate Nations (WMLN) merilis daftar peringkat negara dengan tingkat literasi paling tinggi di dunia. Penelitian dilakukan oleh Jhon W Miller, Presiden centrafarm al Connecticut State university, new Britain.

Hasilnya, Finlandia, Norwegia dan Iceland adalah negara dengan tingkat literasi tinggi dan tergolong negara maju dari sisi pendidikan. Ternyata minat baca tinggi dan budaya bercerita kepada anak dilakukan di negara tsb.

David Mclelland seorang pakar psikologi sosial mengungkapkan hasil penelitiannya sebuah teori bahwa cerita atau dongeng anak sebelum tidur sangat mempengaruhi prestasi suatu bangsa. Membandingkan Dua negara terkuat abad 16 yaitu Inggris dan Spanyol. Di Inggris, cerita anak kaya muatan spiritualis dan motivasi untuk maju. Sementara di Spanyol, kaya muatan yang membuat anak terlelap terninabobokan. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi di Inggris lebih tinggi daripada Spanyol.

Kalo asumsinya kita analogikan. Berarti kondisi Indonesia sekarang ‘mungkin’ karena kualitas dongeng kita.

Nah, dongeng saja segitu besar pengaruhnya. Padahal bukan cerita nyata. Apalagi kalo yang disampaikan ke anak adalah kisah. Banyak sekali pesan kebaikan yang memang benar terjadi dan akan terekam di memori anak yang mempengaruhi kehidupannya.

Sejarah mencatat, Muhammad Al Fatih penakluk Konstantinopel adalah penyuka kisah sejarah. Dari sukanya, jadilah ia sebaik-baik pemimpin yang baik yang berhasil menembus benteng konstantinopel.

Berikut pertanyaan yang masuk saat diskusi:

1. Jadi kalo kita mau berkisah ke anak itu contohnya seperti apa? sprti menceritakan kisah2 nabi?
berkisah dengan bercerita sama tidak?

Jawaban:
Betul mba Tuti, kisah nyata, kisah nabi dan rasul, kisah orang2 terdahulu, kisah sejarah nabi Muhammad sejak dalam kandungan sampai wafat, sejarah para pahlawan dsb. Bercerita bersifat umum mba. Cerita bisa fiksi bisa non fiksi. Bisa kisah bisa dongeng. Sementara berkisah itu bercerita hal nyata yang benar terjadi.

2. Mengenai berkisah, saya kadang membacakan nama2 malaikat yg disebutkan atau nama2 rasul. Apakah ini termasuk berkisah?
Krn sy msh menggunakan buku (kami pakai dr perisai quran kids) kdg ktk blm selesai kisah (misal nabi uzair alaihi salam br sampai naik keledai) nah anak sy malah tanya ttg keledainya dan lalu lihat2 hewan yg di bukunya, gmn ya mba? Apakah kisah hrs selesai? Atau sy mgk ada yg keliru menyampaikan?

Jawab:
Iya, namanya menyampaikan berita ilmu dengan cara berkisah. Penjelasannya selanjutnya in sya Allah pada tema teknis berkisah. Salah satu media berkisah adalah buku dan bukan hanya buku, masih banyak media berkisah lain. Insya Allah akan dibahas detail pada tema media berkisah.
Wajar jika anak-anak apalagi usia balita sangat tertarik pada binatang, dan sifat anak mudah teralihkan dengan hal yang menarik hatinya. Namun juga mudah dibentuk untuk satu kebiasaan tertentu.

Berkisah tidak harus sampai selesai. Saat anak bertanya adalah momen emas untuk menjawab pertanyaannya, kaitkan saja jawaban dengan kembali ke kisah atau jika memang tidak berhubungan kaitkan dengan penanaman iman tauhid kepada Allah, misal keledai itu hewan ciptaan Allah nak. Semua hewan dan kita manusia juga ciptaan Allah. Kita harus sayang sama hewan ciptaan Allah.

Jadi tujuan berkisah tetap ada, yaitu penanaman iman dan pesan kebaikan.

Proses berkisah ibu kepada anak adalah pembelajaran seumur hidup, jadi insya Allah tidak ada yang keliru, yang ada terus berproses agar lebih baik dengan cara belajar ilmu berkisah. Nanti di tema2 selanjutnya akan dibahas.

3. Apakah berkisah yg dimaksud harus sampai kepada hikmah dari cerita?

Jawab:
Sebaiknya dan idealnya iya. Tapi tidak harus dalam sekali berkisah.
Maksudnya begini, berkisah adalah proses pembelajaran, proses penanaman iman dan pesan kebaikan. Maka yang namanya proses, ya nikmati saja perjalanannya, yang penting sebagai ibu kita terus berusaha terus belajar lebih baik dalam berkisah setiap harinya. Sikon anak tidak selalu sama dari hari ke hari. Begitu juga sikon ibu. Begitu juga sikon saat berkisah. Maka jika hari ini bisa berkisah sampai selesai, sampai tersampaikan pesan iman dan kebaikan, Alhamdulillah. Dan jika hari ini tidak bisa, karena anak minta dikisahkan yang lain misalnya, anak keburu tidur, buyar ayahnya pulang dsb, tidak apa2. Bisa diulang lagi besok, tawarkan lagi di lain waktu. Anak-anak tidak pernah bosan mendengar kisah yang diulang, apalagi jika sudah punya kisah favorit, bisa ibunya yang bosan 🙁

4. Saya termasuk yang tidak istiqomah berkisah. Anak saya kadang mood kadang nggak. Gimana caranya biar anak betah bercerita sama saya?

Jawab:
Caranya, nanti kerjakan BDI 1 nya dengan serius dan bahagia ya mba😊 lalu praktikan tahap demi tahap BDI2 selanjutnya. Karena bicara betah bercerita, jawabannya panjang bisa 4 pertemuan 😁 intinya, berkisahlah dengan hati, berkisahlah dengan bahagia, agar sampai di hati anak, agar anak juga bahagia.

5. Kisah apa saja yg bisa di sampaikan untuk anak2?
Apakah hanya kisah Nabi saja?

Jawab:
Banyak. Nanti akan dibahas tema berkisah sesuai tahapan usia :
*Kandungan – balita.
*Pra baligh.
*Aqil baligh.
Intinya kalau untuk anak, fokus pada :
1.penanaman iman tauhid kepada Allah;
2.pengenalan nabi Muhammad dan nabi2 lain;
3.adab keseharian.
Dengan isi kisah yang sesuai dengan usianya.

Banyak tema kisahnya, banyak medianya, banyak teknisnya. Berkisah dari Al Qur’an ibarat mengambil kisah dari lautan luas, tidak akan ada habisnya. Asalkan, kita tahu cara ambilnya. Jadi, sebagai ibu memang harus terus belajar agar punya bekal berkisah. Bicara berkisah sangat berkaitan dengan sejarah Islam. Bicara sejarah Islam, sejarah nabi Muhammad deh, Siroh Nabawiyah, wah gak ada habisnya itu. Para ahli siroh, para ahli ilmu tidak pernah kehabisan bahan untuk terus bolak balik mempelajari siroh, selalu menemukan hal baru.

6. Apakah berkisah boleh dengan media buku, maksudnya membacakan buku shiroh gitu, krn ibunya blm hafal byk kisah.

Jawab:
Boleh.

7. Saya sering dimintai mereka tuk dibacakan buku yang sempat saya belikan atas permintaan anak pertama saya yaitu ensiklopedia bocah muslim, apa buku ini termasuk alat bacaan berkisah atau gimana?
Trus kapan sebaiknya waktu yang tepat untuk berkisah.

Jawab:
Bisa umm termasuk media berkisah. Waktu yang tepat adalah saat kondusif. Ibu dan anak yang tahu. Tidak sedang mengantuk hampir terlelap (maksudnya kalau sudah ngantuk lanjut lagi nanti), tidak sedang ingin pipis atau poop. Tidak sedang lapar. Saat anak minta. Ibu berkisah tidak disambi dengan hal lain. Bisa malam sebelum tidur setelah Talaqi ayat quran, bisa siang, bisa di jalan. Yang penting nyaman kondusif.

8. Sampai usia berapa metode berkisah ini bisa kita lakukan ke anak ya bun? Apakah bijak jika berkisah pada 3 anak yang berbeda usia dalam satu waktu? Dan adakah tips khusus bagaimana berkisah menjadi hal yang menarik bagi anak anak?

Jika tema kisahnya sesuai untuk ketiga anak bisa digabung. Yaitu lihat kesesuaian dengan anak yang paling kecil. Jika tema hanya sesuai untuk kakaknya maka bergantian.
Teknis berkisah pertemuan ke-4 ya.

9. Apakah ada rundown berkisah yang dianjurkan. misalnya harus dimulai dari kisah apa terlebih dahulu. Kemudian Referensi buku yang bisa dipakai untuk berkisah yang lengkap dan menarik juga untuk anak2

Jawab:
Ada mba, pada buku bahagia berkisah tulisan saya, ada peta berkisah sebagai petunjuk berkisah sesuai usia. Detailnya nanti kita bahas di pertemuan selanjutnya.
Kalo buku, selama bukunya bersumber dari Al Qur’an, hadits, siroh, in sya Allah bagus. Cari buku yang menyertakan sumber dari quran surat apa, hadits apa, dan daftar pustakanya juga jelas.

10. Apakah berkisah itu dilakukan hanya sebelum anak tidur sebagaimana kita mendongeng?

Jawab
Tidak harus malam hari. Bisa kapan saja saat kondusif.

Notes :
Mana yg lebih utama, rutin berkisah pada anak/keluarga sendiri? Atau rutin berkisah kepada anak/keluarga sekaligus tetangga/umum?
Utama anak sendiri. Jika sudah Istiqomah dan siap Alhamdulillah bisa buat sesi berkisah dengan anak tetangga sekitar agar lebih semangat dan menjadi pahala.

Setelah sesi tanya jawab, ada tugas yang harus dikerjakan selama sepekan dan dikirimkan melalui gform. 💐💐💐💐💐💐💐💐

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *