Bismillahirrahmanirrahim,

Sebelum masuk materi, ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan terkait adab menuntut ilmu, profil komunitas ibu berkisah dan lain-lain 😊

*Adab Menuntut Ilmu*

Pertama, Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu

Kedua, Rajin berdoa kepada Allah Ta’ala, memohon ilmu yang bermanfaat

Ketiga, Bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu merasa haus ilmu

Keempat, Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah Ta’ala

Kelima, Tidak boleh ‘sombong’ dan tidak boleh ‘malu’ dalam menuntut ilmu

Keenam, Mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan

Ketujuh, Diam ketika pelajaran disampaikan

Kedelapan, Berusaha memahami ilmu yang disampaikan

Kesembilan, Menghafalkan ilmu yang disampaikan

Kesepuluh, Mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan

Kesebelas, Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari

Kedua belas, Berusaha mendakwahkan ilmu

Referensi:
Adab & Akhlak Penuntut Ilmu karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Tema materi sesi ke -2 kali ini adalah:

💐💐manfaat berkisah buat ibu, ayah, anak. Manfaat buat bangsa dan agama💐💐

Buibu shalihah yang dirahmati Allah, Alhamdulillah kita masih diberi usia, kesehatan, waktu, mata yang bisa membaca, jari yang bisa mengetik, otak yang bisa mencerna dan hati yang bisa menerima ilmu, sungguh itu semua merupakan karunia tak terhingga dari Allah Subhanahu Wata’ala sehingga kita bisa bertatap online di kudapan materi pekan ini.

Banyak yang pekan lalu masih sehat kini terbaring sakit, masih lapang kini sempit, maka nikmat sehat dan iman Islam semoga menjadikan kita hamba-hamba yang pandai bersyukur. Karena jika kita bersyukur Allah akan menambah nikmat kita, dan jika kita ingkar maka adzab Allah sangat pedih. Na’udzubillah min dzalik.
Shalallahu ‘ala muhammad wa ‘ala Ali Muhammad. Semoga kita termasuk umatnya yang memperoleh syafaat Rasulullah kelak, bersama beliau termasuk ke golongan umatnya, aamiin.

Sudah ada beberapa pertanyaan yang masuk, akan saya jawab setelah materi dan tugas BDI. Masuk ke materi tema kali ini adalah Manfaat Berkisah bagi Ibu, Ayah, Anak, kemudian bangsa dan agama.
Oh iya.. nanti ada hadiah lencana berkisah yaa buat buibu shalihah yang sudah berhasil mengerjakan BDI ke-1😊 insya Allah akan diberikan setelah materi
Baiklah saya mulai ya.. tema kali ini manfaat berkisah bagi ibu, ayah dan anak.

Saya akan mulai manfaat untuk ibu, kemudian ayah, baru terakhir anak.

Kenapa?

Karena disini isinya ibu2 dan calon ibu😁
Pelaku berkisah adalah ibu, yang dikasih amanah sama Allah, ibu dan ayah, jadi sebenarnya, yg paling harus tahu manfaat berkisah ya ibu dan ayah.

Apa sih manfaatnya buat ibu? Buat ayah?

Jangan sampai di hati dan pikiran kita, hanya terpaku pada : manfaat untuk anak. Plek. Tok.

Kalau begitu, sangat mudah niat kita goyah, sangat rentan semangat kita turun.

Maka, menyadari dengan pasti apa manfaat untuk ibu, akan menjadi motivasi diri yang paling kuat, untuk tetap rutin berkisah kepada anak. Minimal, ketika perkara niat dan semangat sudah beres, soal kendala dari dalam diri selesai. Jadi nanti kita tinggal berproses menghadapi kendala-kendala dari luar diri.

Oiya, sebelumnya saya ingin menyampaikan bahwa materi ini dikutip dari buku karya saya yang berjudul Bahagia Berkisah, yang memiliki hak cipta dilindungi UU dan terdaftar resmi ISBN. Jadi dilarang copas ya. Buku ini atas ijin Allah sudah terjual dari Sumatera sampai Papua. Jadi materi ini silakan disimpan untuk pribadi, lengkapnya silakan lihat di Buku Bahagia Berkisah.

Manfaat berkisah secara umum untuk ibu :
1. Bernilai pahala dari Allah selama berniat lurus
2. Memenuhi kebutuhan mengeluarkan puluhan ribu kata bagi wanita (terapi hati, jiwa dan emosi)
3. Membangun rasa bahagia dan percaya diri pada diri ibu
4. Menyuburkan rasa mencintai anak dan dicintai anak.
5. Sebagai cara memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak.
6. Sebagai cara quality Time dengan anak.
7. Sebagai cara mendidik anak dengan menyenangkan
8. Sebagai cara menasihati anak tanpa menguras emosi ibu.

Sumber : Buku Bahagia Berkisah hal 58
Manfaat bagi ayah
1. Bernilai pahala selama berniat lurus karena Allah
2. Menjaga eksistensi kepemimpinan sosok ayah.
3. Membangun komunikasi aktif dengan anak.
4. Membangun kedekatan emosi batin dengan anak.
5. Sebagai cara quality time dengan anak.
6. Sebagai cara memberikan keteladanan kepada anak.
7. Sebagai sarana memberikan keteladanan kepada anak.
8. Sebagai sarana dalam mendidik dan menasihati anak dengan cara menyenangkan.
Sumber : Buku Bahagia Berkisah hal 65

Manfaat bagi anak :
1. Menggemburkan iman dan meneguhkan hati (Q.S. Hud : 120)
2. Mempertajam akal (Q.S.Yusuf :111)
3. Memberi peringatan mencegah keburukan (Q.S.Al-Qomar : 4)
4. Menanamkan adab perilaku baik.
5. Mengajarkan kebenaran dan kebaikan.
6. Mengasah fitrah kemampuan berbahasa
7. Mengasah minat membaca dan menulis
8. Menanamkan rasa cinta ilmu dan minat belajar.
9. Menanamkan wawasan dan ilmu pengetahuan.
10. Hiburan yang tertanam di jiwa.

Sumber : Al Qur’an. Buku Bahagia Berkisah hal 73-77.

Seperti yang saya sampaikan di pekan pertama pada hasil penelitian ilmiah, bahwa kemajuan suatu bangsa ternyata sangat berpengaruh dari minat baca buku, kebiasaan membacakan cerita kepada anak, dan pendidikan. Ketiga hal ini sangat berkaitan erat dengan berkisah.

Berkisah otomatis mengenalkan anak dengan membaca, merupakan kegiatan bercerita yang bersumber dari ilmu yang paling akurat dan shahih yaitu Al Qur’an, hadits dan siroh. Dan merupakan salah satu metode mendidik anak yang dicontohkan langsung oleh Allah Subhanahu Wata’ala kepada nabi Muhammad lewat Wahyu firman Al Qur’an, dan dicontohkan langsung oleh nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam lewat berkisah kepada para sahabat yang bersumber dari Al Qur’an atau sabda hadits beliau, juga yang tercatat dalam siroh nabawiyah.

Kita ketahui bersama, bagaimana Islam mencapai puncak kejayaannya, dengan kemajuan literasi, karya tulis, perpustakaan, yang melahirkan para ilmuwan cendikiawan muslim yang perannya sangat besar bagi dunia.

Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.”
Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

Masya Allah. Allah berkisah.. nabi Muhammad berkisah.. para ahli ilmu berkisah.. sudahkah ibu rutin berkisah?

Ibunda imam Syafi’i, ibunda imam bukhari, ibunda Muhammad Al Fatih, adalah para ibu biasa, namun karena kegigihannya mendidik anak-anak dengan bekal ilmu, dimana salah satunya dengan berkisah, maka lahirlah anak-anak gemilang yang bermanfaat bagi peradaban.
Bismillah Ya Bu, niatkan karena Allah, untuk ibadah, untuk mendidik anak, soal hasil, itu semata bonus dari Allah. Jika kita melakukan kebaikan maka kebaikan itu akan kembali untuk kita sendiri Aamiin in sya Allah.
Biasakan, membaca ta’awudz, bismillah dan lebih baik lagi berwudhu sebelum berkisah.* Mau nyuapin anak saja kita bismillah ya Bu, mau memberi nutrisi untuk tubuhnya, nah apalagi mau berkisah, mau memberi nutrisi untuk ruh imannya, harusnya bismillahnya lebih khusyuk disertai doa-doa kebaikan dan harapan untuk anak-anak kita tercinta.

Nah, setelah di BDI 1 kita beramal meluruskan niat, minta ijin dan doa suami serta anak, sekarang di BDI 2 saya ingin ibu mencari manfaat khusus berkisah bagi diri ibu sendiri😊

Demikian kudapan materi kali ini. Setelah ditutup oleh mba Sri nanti akan saya jawab pertanyaan dan memberi BDI ya

MasyaAllah…begitu besar ya bu ibu manfaat berkisah ini, smoga paparan materi tdi, bsa semakin menambah semangat kita, untuk lbih giat lgi dlm menggali berbagai kisah2 yg bertebaran di Al qur’an, atau pun kisah2 terbaik yg sdh di hadirkan oleh umat ini, untuk kita kisahkan kpd anak2 kita

Sebelum kita tutup marilah kita beristigfar dulu 3x, marilah kita tutup kudapan ilmu sore ini dg mmbaca kalimatul hamdalah dan do’a kafaratul majlis

Terimakasih atas perhatian ibu-ibu, saya selaku moderator mohon maaf jika ada salah kata atau kalimat yg kurang berkenan dihati ibu2 sekalian. Jika ada kebenaran dtgnya dari Allah, dan jika ada slh dtgnya dr diri saya pribadi, kurang lebihnya mohon maaf, billahitaufik walhidayah, Wassalamualaikum warohmatullahi wa barokatuh🙏🏻😊

Q Indriana :

Mba..kl materi berkisah selain nabi apa ya..
Sy kadang bleng..kl hrs cari2 materi biasanya jd bingung. Kira2 kl berkisah itu berhasil..ukurannya bgmn ya mbak.

A : Ini seringkali ditanyakan berulang
Urutan materi berkisah :
Tauhid pengenalan Allah
Nabi Muhammad dari masa kecil sampai wafat. Panjang dan banyak sekali ini.
Nabi dan Rasul lain.
Kisah orang terdahulu dari Al Qur’an. Seperti Ashabul Kahfi, ashabul ukhdud, dzulqarnain, Qarun, dll.
Kisah para sahabat
Kisah generasi tabi’in tabi’at
Kisah biografi tokoh muslim
Kisah sejarah Islam
banyak sekali bisa mulai dari dalam kandungan sampai Aqil baligh bahkan dewasa tak ada habisnya.
PR nya ibu banyak belajar dari buku, cari buku-buku anak yang bersumber dari Al Qur’an dan hadits, datang ke kajian tafsir, hadits, siroh, dll.
Detailnya nanti di tema media berkisah.
Berkisah berhasil jika ibu niatnya sudah karena Allah, sudah bahagia dan ringan berkisah tanpa beban, anak sudah suka dibacakan atau mendengar kisah, anak merespon positif. Sudah menjadikan berkisah sebagai kegiatan harian rutin.

Q Atik-Bagansiapiapi:

Mba gimana dengan berkisah pada anak berkebutuhan khusus yg susah fokus saat dikisahkan sesuatu, apakah ada cara tertentu agar manfaat-manfaat tersebut tercapai? Makasih

A : Caranya : sabar dan ikhlas. manfaatnya in sya Allah lebih khusus lagi terasa, lebih istimewa karena anaknya saja sudah istimewa, ibunya pun istimewa. Semoga pahalanya dan nilainya lebih istimewa di mata Allah.

Yang perlu fokus disini adalah ibunya. Terus memperbarui niat. Terus cari dan temukan manfaat khusus bagi ibu apa. Apakah jadi makin sabar, makin tersalurkan emosi, makin santai, ajang mesra2an sama anak, dll.

Selalu ta’awudz, basmallah dan berwudhu, selipkan doa harapan. Gunakan selalu komunikasi produktif ala rasulullah, kontak mata, sentuhan fisik, sejajarkan tinggi, berkisah bukan dari lisan tapi dari hati. Saat mendoakan anak sentuh kepala atau dadanya. Berdoa dengan suara lembut di depan anak yang terdengar olehnya. Rutin ruqyah mandiri. Rutin bacakan dan perdengarkan ayat Al Qur’an langsung dari lisan ibu (bukan murotal atau boneka bicara) juga bisa menjadi terapi untuk konsentrasi, fokus, dan pada tingkatan tertinggi, khusyu.

Q Dwi Puji Lestari – Bontang:

Assalaamu’alaikum

Mba mau bertanya,

1. Adakah Tips untuk para ayah agar gemar berkisah mb?
Mayoritas pria kan sedikit bicara hehe

2. Dalam berkisah apakah sebaiknya berurutan (mulai dari ttg akhlak dulu atau bagaimana) atau random saja sesuai kemauan anak?

Jazakillah khoiran

Wa’alaikumsalam warahmatullaah wabarakatuh

A : Tips agar ayah mau berkisah :

Berbagi bahagia berkisah jangan berbagi beban berkisah.

Maksudnya apa?

Ibu dan anak harus rutin dulu berkisah, sampai menikmati, sampai bahagia, sampai asyik dilihatnya sama Ayah. Sampai ayah ikut bahagia juga melihat ibu dan anak saat berkisah, akhirnya ayah ikut berkisah juga, karena ingin merasakan kebahagiaan yang dirasakan ibu dan anak, sampai ayah penasaran, kayanya seru banget sih, lalu ikutan mau merasakan berkisah ke anak.

Dari meminta ijin dan doa ke suami (ayah) otomatis ibu sudah ‘mengenalkan’ berkisah ke ayah. Di BDI ke-2 dan BDI2 selanjutnya, ada poin dimana secara tidak langsung ibu berbagi bahagia berkisah dengan ayah. Semoga dengan begitu ayah mau berkisah.

Dan tidak perlu keukeuh ayah harus berkisah ya Bu. Gurunya ibu. Ayah kepala sekolah. Ada saatnya kepala sekolah turun langsung, saat ayah mau berkisah. Jangan sampai tujuan baik kita mengajak suami berkisah, malah menimbulkan dosa kepada suami karena adab/cara kita yang kurang sesuai.

Batasan tema ada sesuai tahapan usia. Kalau judul dari batasan tema random saja sesuai kemauan anak atau situasi kondisi dan kebutuhan.

Q Hasnawati:

Mba nina mau nanya nih… anak saya fira 3,8 tahun biasa kalo saya ceritain tentang sesuatu harus ada gambarnya. Kalo kebanyakan narasi dia malah g terlalu khusyu mendengar. Atau terkadang sebaliknya. Antara gambar dan narasi harus sama persis. Misal kisah tentang laba laba penyelamat nabi muhammad, dinarasinya tertulis beberapa ekor laba laba, tetapi digambarnya tiga laba laba. Maka dia akan protes bukan beberapa mama tapi tiga laba laba 😊. Jadinya saya kadang kurang konsisten menceritakan, kecuali harus saya eksplorasi dan pahami dulu dengan baik alur ceritanya (tentunya termsuk menyesuaikan dengan gambar).

Pertanyaan saya :

1. Apakah ini hal yang normal

2. Bagaimana trik menyiasatinya selain harus membaca dengan detail terlebih dahulu 🤗?

3. Apakah manfaat berkisah untuk ibu, ayah, bangsa, dan agama harus kita ungkapkan kepada anak ketika berkisah? Jika ya pada bagian mana? Dan harus seperti apa? Langsung atau tersirat?

Jazakillah khair 😍😍

A :
1. Sangat normal. Usia balita sedang tertarik dengan binatang, gambar, warna, suara, kisah masa kecil, alat permainan. Manfaatkan ini agar anak makin tertarik berkisah.

2. Membaca terlebih dahulu sebelum berkisah memang wajib. Bahkan sejak memilihkan membelikan buku untuk anak untuk mengecek dan memastikan buku tsb baik dan aman untuk anak. Mulai dari bahasa kalimatnya, isi kisah apakah bersumber dari Qur’an hadits dan siroh, gambarnya apakah sesuai dan baik, dll. Juga disesuaikan dengan situasi kondisi dan kebutuhan masing2 anak dan ibu yang berbeda.

Seiring berjalan waktu, ibu akan terbiasa dan bisa berpikir cepat untuk eksplorasi menjawab pertanyaan anak, termasuk terus memperbarui ilmu sebagai bekal menjawab pertanyaan anak2 yang kritis2, lucu2 sampai bikin mikir😁

3. Tidak. Itu untuk ditemukan dan dirasakan. Ada BDI nya nanti.

Q Nurlaela :

Kalo misalx berkisah dengan membacakan cerita melalui hp… bagaimana cara menghindarkan anak untuk memainkan hp agar tidak terbiasa… karena saat liat hp maunya dipakai…

Ibu yang baca, dengar atau tonton dulu, baru kemudian bertutur kisah secara langsung kepada anak. Kalo perlu catat poin2 pentingnya. Supaya ibu gak lupa.

Penggunaan screen HP boleh sesekali sebagai selingan. Tapi jangan dijadikan media/alat utama dalam berkisah. Paling aman dari buku atau bertutur langsung. Walaupun digunakan untuk hal kebaikan manfaat, efek screen negatif juga ke anak jika durasinya terlalu lama apalagi jika sudah candu. Seperti agresif, tantrum, sulit mengungkapkan perasaan, keterlambatan perkembangan motorik, bahasa dan sosial, dll.
Durasi anak usia 0-2 th 0 jam (no screen) usia 2-8 th 2 jam per hari (at all HP, tablet, laptop, dll)

Q gesang colinanin :

saya memiliki anak yg sangat logis dan otak kiri. Karena saya masih belajar, saya dulu menggunakan media buku untuk membantu saya bercrtita. Tapi anak saya malah lebih fokus pada bentuk buku itu sendiri. Dia lebih menikmati untuk menumpuk2 dan menghitung buku itu. Dan hanya sebentar saja khusyuk untuk mendengar saya bercerita. Apakah ada saran untuk saya bagaimana cara membuat anak saya tertarik untuk mendengarkan saya? Dan mana yg lbh baik, berkisah menjadi tugas saya atau kami lakukan berdua dng suami? (anak 1, 4yo, lbh dkt dng ayahnya dr pd saya)

Ikuti saja dulu kecenderungannya. Gunakan media alat peraga untuk anak tipe ini. Misal kisah nabi Sulaiman, buat tumpukan buku menjadi istana ratu Bilqis yang akan dipindahkan. Misal kisah tentara abrahah, buat gambar pasukan gajah yang banyak, suruh hitung lalu iringi dengan kisahnya.

Ibu rutinkan berkisah, nanti akan bisa menemukan ide2 spontan karena terbiasa. Tapi tetap, tujuan utama berkisah adalah ibadah dan penanaman iman, jadi fokus saja di situ, jangan terlalu khawatir dengan respon atau hasil sekarang, karena kita tidak tahu kapan, apa dan bagaimana Allah akan memberi bonus manfaat berkisah itu.

Anak 4y baiknya ibu. Ayah terlibat lebih baik. Justru bisa menjadi ajang bonding ibu agar semakin dekat dengan anak.

Q Mia Khanzaria :

Assalamu’alaikum..
Bunda saya mungkin termasuk ini yg blm pernah berkisah kpd anak.
Anak saya usia 20 bulan.
Bagaimana cara saya berkisah kpd ananda usia segitu? Karena minim nya ilmu saya.
Saya biasa nya hanya bacakan ayat 2 Al qur’an, huruf hijaiyah sambil d nyanyikan.

Wa’alaikumsalam,
Supaya mudah dari buku dulu Bu. Buku bantal, buku boardbook (kertas tebal), buku bergambar warna warni, yang bersumber dari Al Qur’an hadits dan siroh.
Ayat Alqu’ran bagus Bu memang utama, setelah itu berkisah misal dari gambar gajah, gajah ciptaan Allah nak, Adel juga ciptaan Allah, mengenalkan tauhid, kalimat dzikir kepada Allah, baru kisah-kisah yang pendek sebatas pengenalan dulu. 20bulan utamakan tauhid.

Q RA Azizah Kadir :

Assalamu’alaikum.Wr.Wb
mbak, afwan yang ingin saya tanyakan untuk menambah minat anak saat ibu berkisah, bolehkah menggunakan media selai buku? Contoh : boneka tangan dll. Terima kasih

A :Wassalamu’alaikum.Wr.b

Boleh.

Q Efi Novianti :

Bagaimana agar suami berperan serta dalam proses berkisah bagi anak? Karena terkadang suami masih acuh dan menganggap berkisah bukan sesuatu yg penting

A :Sama dengan pertanyaan sebelumnya. Berbagi bahagia berkisah bukan berbagi beban berkisah. 😊

Q Assalamualaikum
Saya imroatul Husna :

Putra saya 3th1bln Alhamdulillah suka sama buku Tapi Selama ini buku/cerita yang dia suka buku tentang teknologi, betah sekali sama buku2 spt itu. Kalau berkisah kurang bisa tertarik, mungkin Dari gambarnya, Trs Dari kami (orangtua) mungkin jg Yg gak bisa teknisnya/materinya.

Wa’alaikumsalam

A : Bisa disisipkan tauhid saat membuka buku teknologi. Bahwa Allah yang memberikan otak kepada manusia sehingga bisa membuat alat2 canggih, bahwa Allah menurunkan Al Qur’an sebagai sumber ilmu tertinggi dari segala ilmu. Teknologi buatan manusia pun terinspirasi dari ciptaan Allah, seperti robot meniru manusia. Komputer meniru otak manusia. Mobil meniru kuda/unta. Pesawat meniru burung. Bahkan warna meniru warna ciptaan Allah dari alam dan pelangi. Rasa meniru ciptaan Allah dari manis buah yang beraneka ragam. Dll. Gunakan buku yang disukai sebagai media, sisipkan tauhid. Syukur2 bisa menyisipkan kisah.

Review Kelas Kedua Komunitas Ibu Berkisah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *