Salam Ibu Profesional,

—Batam, Minggu (21/01/18) Ibu Profesional Batam melaunching Rumah Belajar untuk mendukung peningkatan kualitas diri melalui berbagai passion masing-masing. Bersamaan dengan event tersebut, Ibu Profesional juga mengadakan workshop basic fotografi yang dipandu oleh Mbak Yayuk Wulan yang notabene dikenal sebagai seorang blogger dan juga member kompakers Batam. Bertempat di Tea Box Coffe, Sukajadi acara ini dimulai pukul 09.00 hingga pukul. 12.00 WIB.

Acara hari ini dibuka dengan kegiatan registrasi ulang peserta yang tentunya juga merupakan member Ibu Profesional Batam. Kemudian, dipandu oleh Mbak Evy sebagai mc, kegiatan hari ini diawali dengan bacaan ayat suci Al Quran bersama Mbak Resha Nesia.

Leader Ibu Profesional Batam, Mbak Erli Oktania dalam sambutannya menyatakan bahwa melalui Rumah Belajar yang ada di Ibu Profesional Batam, Insitut Ibu Profesional berharap bisa menjadi tempat yang nyaman layaknya sebuah rumah bagi para Ibu Profesional yang berada di Batam. Dengan adanya berbagai Rumah Belajar yang ada di Ibu Profesional Batam juga bertujuan agar dapat meningkatkan potensi yang dimiliki oleh para Ibu sehingga membawa manfaat bagi banyak orang nantinya.

Sebelum acara inti, Ustadzah Afifatun Nisa, Lc memberikan tausiah kepada para Ibu Profesional agar tetap semangat mengejar ilmu. Kewajiban menuntut ilmu itu dari lahir sampai menutup mata. Meskipun sebagai Ibu dan segudang aktifitas baik domestik maupun publik, kita harus tetap menyempatkan diri menghadiri majelis ilmu. Meskipun suasana. sangat riuh oleh tingkah polah anak-anak tetapi tidak mengurangi semangat Ibu Profesional untuk menyimak kajian ini. Ustadzah Afifatun pun berkisah melalui sosok istri Rasulullah SAW yakni Zainab binti Jahsy Radhiallahu anhu.

Zainab radhiyallahu ‘anha adalah seorang wanita shalihah, bertakwa dan tulus imannya, hal itu dinyatakan sendiri oleh Sayyidah Aisyah tatkala berkata, “Aku tidak melihat seorangpun yang lebih baik diennya dari Zainab, lebih bertakwa kepada Allah, dan paling jujur perkataannya, paling banyak menyambung silaturrahim, dan paling banyak shadaqah, paling bersungguh-sungguh dalam beramal dengan jalan shadaqah dan taqarrub kepada Allah.

Beliau radhiyallahu ‘anha adalah seorang wanita yang mulia dan baik. Beliau bekerja dengan kedua tangannya, beliau menyamak kulit dan menyedekahkannya di jalan Allah yakni beliau bagi-bagikan kepada orang­-orang miskin.
Mengambil hikmah dari kisah istri Rasulullah SAW, diharapkan semoga para Ibu bisa meneladani sifat dan akhlaknya sehingga meninggikan derajatnya juga.
Kemudian menginjak inti acara yakni Launching Rumah Belajar, melalui sambutannya Mbak Intan Sulistyorini selaku manager offline menyatakan Rumah Belajar Ibu Profesional Batam resmi dilauching hari ini.

Apa saja sih Rumah Belajar yang berada di bawah naungan Ibu Profesional Batam? Rumah Belajar yang diresmikan diantaranya Rumbel Alquran, Rumbel Menulis, Rumbel Craft, Rumbel Menjahit, Rumbel Memasak dan Rumbel Bisnis.
Setelah sesi foto dan peresmian melalui koordinator masing-masing Rumah Belajar, tibalah saatnya kegiatan workshop basic photography dimulai.

Tema yang diusung dalam workshop ini adalah salah satu genre dari stilllife photography yaitu “food photography”. Makanan adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Sedangkan food photography dalam pengertian sederhana adalah teknik memotret makanan menjadi lebih menggoda sehingga membuat orang yang melihat foto makanan menjadi tertarik, tertarik untuk mencoba makanan atau minuman yang ada di dalam foto.
Mbak Yayuk Wulan menjelaskan terlebih dahulu teori dasar-dasar dan teknik dalam foood photography.

Hal-hal penting dalam food photography antara lain sebagai berikut:

1.Konsep

konsep adalah elemen yang penting untuk membuat foto itu tampak “bernyawa”. Tantangan terberatnya adalah bagaimana membuat objek makanan sebagai benda mati bisa terlihat menggiurkan. Dengan memikirkan konsep sebelum mengatur segalanya, kita menjadi tahu mau dibawa kemana objek foto kita. Konsep ibarat kerangka dasar tema dalam sebuah pemotretan yang akan memudahkan kita menentukan properti pendukung, menentukan lighting, menentukan styling dan komposisi, serta menjadi acuan mengenai apa yang hendak disampaikan kepada audience.

2. Lighting

Pastikan saat memotret kita punya cahaya yang cukup. Tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap. Boleh saja sebenarnya di tempat yang agak gelap tetapi nanti fotonya bertema stillife. Tapi untuk kita yang baru belajar apalagi untuk foto produk atau makanan yang dijual sarannya pakai cahaya yang cukup. Karena kebanyakan orang akan lebih tertarik dengan sesuatu yg jernih, cerah, berwarna. Jam yang punya cahaya bagus buat motret pagi antara jam 6-9 pagi, saat cahaya masih soft.

3. Komposisi

Secara teori, komposisi adalah sebuah cara untuk memanfaatkan dan mengisi ruang kosong agar foto lebih dinamis dan bervolume. Sederhananya diartikan sebagai keseimbangan. Dalam Food Photography ada istilah repeat. Peletakan objek untuk menyeimbangkan objek lain. Pengulangan dapat berupa benda yang sama, atau warna yang sama, bisa juga tidak ada kesamaan namun ada ikatan dengan konsep yang ingin diciptakan.

4. Props dan styling

Properti pendukung objek utama. Bisa apa aja yang kita punya. Misal kita mau memfoto gorengan ya properti yang dipakai sendok, sambal mungkin, teh/kopi dalam gelas. Gunakan properti tambahan sebagai alas atau background, misalnya garnish, talenan, vas bunga, piring-piring cantik, karung goni. Bisa juga memakai kertas kado bermotif sebagai alas makanan atau latar dinding. Apa saja bisa jadi aksen untuk foto makanan. Bahkan anak kita yang sedang memegang piring makanan juga boleh. Tapi, jangan terlalu ramai. Styling atau penataan, usahakan produk/objek biasanya kita sebut POI (point of interest) harus selalu terlihat paling menonjol dimanapun tempatnya.

5. Angle foto

Angle foto ini ada banyak tapi fokus ke objek biasanya pakai eye level atau sejajar dengan mata kita. Food photography bisanya menggunakan eye level ini. Karena kalau foto makanan pastinya akan keliatan banyak dan enak di foto pakai angle ini. Satu lagi yang sering dipakai juga bird eye. Namanya burung pasti liatnya dari atas. Fotonya disebut flatlay. Makanan tertentu juga cocok kalau difoto model flatlay ini.

6. Edit

Edit itu pasti, tapi edit yg nggak berlebihan. Senatural mungkin lebih baik. Sebuah foto harus siap edit. Maksudnya foto aslinya udah harus bagus. Seperti kue rasanya harus sudah enak jadi mau dihias bentuk apapun tetap enak. Editor yg dipakai biasanya VSCO, Snapseed, dan PicsArt.

Mbak Yayuk mempraktekkan cara menyusun properti sebelum mengambil foto

Setelah menjelaskan materinya, Mbak Yayuk Wulan langsung memberi contoh bagaimana caranya menentukan tema dan konsep foto, mengatur properti sampai dengan proses memotret makanan. Semua peserta pun mencoba mengambil foto satu persatu kemudian dikomentari langsung hasilnya oleh Mbak Yayuk Wulan. Memang belajar memotret itu perlu latihan dan kebiasaan.

ini hasil jepretan saya!

Ah, tidak terasa waktu menunjukkan pukul 12.00, tibalah di penghujung acara tidak lupa kami berfoto bersama-sama. Sampai berjumpa di event Ibu Profesional Batam selanjutnya ya 😘

Launching Rumah Belajar Ibu Profesional Batam dan Workshop Food Photography

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *