Hm, dari judulnya saja sudah menjadi something interest untuk saya. Kalau diperbolehkan saya akan bercerita sedikit semoga beneran sedikit yah, soalnya saya kalau udah cerita suka panjang😬

Dalam proses pengerjaan Nice Home Work #1 di kelas Matrikulasi Ibu Pofesional ini sesungguhnya saya dalam keadaan pikiran yang carut marut. Tanya kenapa? Saya sedang belajar menata to do list dalam hidup saya. Beberapa hari ini saya seperti de javu dengan tugas-tugas deadline di kantor layaknya pekerja kantoran. Alih-alih ingin mulai menulis, tugas domestik nampaknya mulai melambaikan tangannya, rasanya ingin segera saya selesaikan semua tanggung jawab yang sudah menumpuk akibat tertunda-tunda karena mengutamakan tugas yang lainnya. Saking pusingnya, bahkan saya sampai menonaktifkan handphone saya selama 24jam sembari berharap agar pikiran saya bisa lebih tenang. Alhamdulillah, dengan puasa gadget memang membuat pikiran lebih tenang dan mood saya menjadi lebih baik.

Saya sangat berterima kasih pada tim fasilitator yang memberikan materi secara bertahap,sehingga membuat saya belajar dengan perlahan dan begitu menikmatinya. Betapa tidak, di kelas Matrikulasi minggu pertama ini saya mengemban amanah tugas perdana sebagai koordinator mingguan. Hm, kalau jaman sekolah ya sebelas dua belas dengan sekretaris lah ya. Jadi kerjaannya lumayan banyak dan membutuhkan waktu serta kejelian, disitulah tantangannya.
Kalau dari segi penulisan NHW #1, alhamdulillah saya tidak mengalami kesulitan yang berarti.

Saya sudah terbiasa menulis dalam bentuk draft kapan dan dimana saja, tinggal menunggu waktu yang pas saja untuk finishing. Jika saya benar-benar fokus maka dalam waktu kurang dari dua jam tulisan sudah jadi, tinggal proses edit mengeditnya. Ini cerita indah di balik sebuah tulisan yang apik, jika saya sudah mantap dengan pilihan ide tulisan dan sudah mempersiapkan semuanya di dalam pikiran dan hati saya sehingga membuatnya mengalir begitu saja. Layaknya aliran rasa yang saya buat ini, meskipun tertunda tunda mudah-mudahan bisa mengalir seperti NHW#1 yang sudah saya tulis sebelumnya.

Jujur, ketika saya diamanahi sebagai koordinator mingguan yang memiliki sedemikian tugas membuat saya kelimpungan dan diri ini harus segera menyesuaikan dengan ritme yang baru. Namun, dari sekian tugas yang ada sesungguhnya tugas yang paling berat adalah tugas sabar dan ikhlas karena kelas ini merupakan wadah kami untuk belajar bersama.

Saya banyak belajar mengenai management waktu dan membuat to do list. Dimana kita harus tahu mana prioritas yang harus lebih dulu dikerjakan mana yang bisa ditunda. Hal ini juga membuat saya mudah mengatur waktu kapan belajar, kapan online, kapan offline, kapan mendampingi anak-anak dan kapan me time atau quality time bersama keluarga. Hal-hal sepele sih namun semua itu membuat saya terorganisir dan to do list itu tercatat sendiri ketika jam terbang kita meningkat dengan perlahan.

Dan untuk masalah tugas dan kewajiban-kewajiban saya di Matrikulasi IIP saya juga harus mengerjakannya tepat waktu, agar tidak ada lagi sistem kebut semalam sehingga ilmi yang diserap bisa langsung terikat dan diimplementasikan dalam keseharian.

Selain itu saya harus mendahulukan tugas saya sebagai fasilitator anak-anak dalam belajar. Saya harus memenuhi hak belajar dan bermain mereka dengan cara memfasilitasinya dalam setiap proses belajarnya. Jika tidak maka saya sudah berbuat zalim terhadap mereka karena ini semua sudah menjadi komitmen yang saya pilih.

Intinya saya menikmati semua proses belajar di Matrikulasi IIP termasuk aliran rasa dalam mengerjakan Nice Home Work pertama yang sampai saat ini masih terasa aliran rasanya. Dan alhamdulillah setelah mendapatkan materi adab menuntut ilmu ini pembendaharaan ilmu dan pengalaman saya jadi bertambah. Semoga melalui ikhtiar menjaga adab dapat membawa perubahan yang mengarah kepada kebaikan dan membawa kebermanfaatan. Aamiin.😇

Aliran Rasa Yang Tertunda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *