Apa sih fungsi pajak? Kenapa kita harus bayar pajak?

Melihat kondisi negara Indonesia saat ini maka pemerintah berperan untuk mengadakan infrastruktur publik, seperti jalan, jembatan, transportasi masal, dan berbagai fasilitas publik lainnya. Selain itu, pemerintah juga menggunakan pajak untuk pengeluaran sosial seperti program kesehatan BPJS, subsidi pendidikan, dan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun upaya pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajak nyatanya masih terganjal beberapa kendala. Salah satunya adalah masih rendahnya kesadaraan masyarakat akan kewajiban membayar pajak, meskipun sebenarnya regulasi yang dibuat terkait kewajiban membayar pajak sudah sangat jelas.

Atas dasar permasalahan tersebut, maka edukasi kepada masyarakat terkait kewajiban pajak dirasa sangat perlu dilakukan. Yang menjadi dilema selanjutnya adalah saluran apa yang dapat dipilih oleh pemerintah untuk menyampaikan pesan ini. Belajar dari para pegiat dunia periklanan, rupanya pemerintah melakukan edukasi terkait kewajiban membayar pajak melalui berbagai media, baik cetak (koran, majalah, tabloid, billboard), maupun daring dan elektronik (radio dan televisi).

Definisi Iklan

Wright memberikan definisi iklan seperti yang dikutip oleh Alo Liliweri di dalam bukunya Dasar-Dasar Komunikasi Periklanan, “iklan merupakan proses komunikasi yang mempunyai kekuatan yang sangat penting, alat pemasaran yang membantu menjual barang, memberikan  pelayanan, serta gagasan atau ide-ide melalui saluran tertentu dalam bentuk informasi yang persuasif”.

Pada umumnya pemasangan iklan dikenakan biaya oleh pengiklan, namun ada iklan yang tidak kena biaya pemasangan iklan, yakni iklan layanan masyarakat. Pengiklannya biasanya berasal dari lembaga non komersil yang bertujuan menyampaikan informasi untuk kepentingan sosial.

Apa sih Iklan Masyarakat itu?

Iklan layanan masyarakat adalah pesan komunikasi pemasaran untuk kepentingan publik tentang gagasan atau wacana untuk mengubah,memperbaiki atau meningkatkan sikap atau perilaku mereka.
Media massa memberikan ruang dan waktu pada iklan layanan masyarakat secara cuma-cuma. Hal ini sangat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran pasal 33 yang mengatakan bahwa bagi siaran iklan layanan masyarakat wajib diberi porsi sekurang-kurangnya 10 % dari waktu siaran niaga di lembaga penyiaran swasta, dan sekurang-kurangnya 20 menit dalam sehari bagi lembaga penyiaran pemerintah yang disiarkan tersebar sepanjang waktu penyiaran. Hal ini juga sangat sesuai dikarena iklan layanan masyarakat menginformasikan masalah-masalah sosial yang banyak dihadapi masyarakat.

Karena fungsinya untuk menyampaikan informasi atau bahkan propaganda, membuat iklan layanan masyarakat terkesan tidak terlalu diperhatikan. Terkadang, pesan atau informasi yang disampaikan tidak diatur sebaik iklan produk sehingga tidak tersampaikan dengan cara yang disukai masyarakat umum. Media yang digunakan juga cenderung sederhana dan tidak mencakup sasaran komunikasi. Sehingga terkesan tidak ada sosialisasi padahal komunikasi sudah dilakukan namun media yang tidak tepat membuat komunikasi tidak terjadi dengan baik.

Pemilihan media ini tidak bisa disebut sebagai faktor utama komunikasi yang tidak baik. Namun, menjadi salah satunya. Media disini dipengaruhi oleh keberagaman media saat ini dan iklan itu sendiri. Masyarakat saat ini hidup di era yang didominasi oleh teknologi dan digital.

Gerakan Sadar Pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia

Gerakan Sadar Pajak tengah digalakkan oleh Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia. Instansi pemerintah ini terus mempromosikan kesadaran masyarakat Indonesia untuk menunaikan kewajiban mereka sebagai warga negara. Selain melalui media televisi dan radio, juga berupaya mengedukasi secara proaktif dengan menghimbau melalui akun sosial media Ditjen Pajak RI.

Bukan rahasia lagi, akun Twitter Ditjen Pajak RI merupakan media sosial yang paling aktif dan tinggi interaksinya. Akun twitter Ditjen Pajak Republik Indonesia sangat interaktif dan sering mempromosikan gerakan sadar pajak dengan cara yang asyik dan media yang kekinian yaitu melalui social media. Misalnya nih komik Son Goku yang diunggah pada tanggal 24 Agustus 2017.

Pada tanggal 24 Agustus 2017, admin akun Twitter @DitjenPajakRI mengunggah cuitan yang lucu. Dalam cuitan itu, tampak sosok karakter Son Goku yang bertanya apakah kalau awan kinton, kendaraan andalannya dijual bakal kena pajak layaknya mobil dan motor?

Karena di komik si Son Goku sedang bertanya, maka…netizen menjawab “Jawabnya ada di ujung langit. Kita ke sana dengan seorang anak. Anak yang tangkas dan juga pemberaniii. Bahkan netizen ada yang iseng menggabungkan thread twitter itu dengan lagu aslinya.

Admin akun Twitter Ditjen Pajak Republik Indonesia @DitjenPajakRI sering merespon dan membuat cuitan yang ringan dan informatif serta bersahabat di mata para followers.

Melalui sosial media, admin pengelola akun ini berhasil memberikan jawaban kocak terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pengguna Twitter lain. Semoga dengan begini simpati masyarakat untuk taat pajak semakin meningkat. Terutama di kalangan millennials.

Kalau anda sudah memenuhi syarat dan berpenghasilan, maka wajib taat dengan kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia. Ingat, pajak ini dari kita untuk kita juga. Yuk taat pajak!

Promosi Gerakan Sadar Pajak Dengan Cara Asyik dan Kekinian

Satu gagasan untuk “Promosi Gerakan Sadar Pajak Dengan Cara Asyik dan Kekinian

  • Februari 12, 2018 pukul 4:32 pm
    Permalink

    Makasih ya mbk moniqe tulisan nya menyadarkan saya untuk selalu bayar pajak😘

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *