Sebelum berkisah, ayah dan bunda harus memahami terlebih dahulu tentang cerita apa yang hendak disampaikannya, tentu saja disesuaikan dengan karakteristik anak-anak usia dini. Agar dapat bercerita dengan tepat, maka orang tua harus mempertimbangkan materi ceritanya.

Berdasarkan salah satu artikel di kuttab Al Fatih, usia awal sampai dengan 9 tahun, anak-anak sebaiknya dikisahkan materi tentang mencintai binatang. Bisa dimulai dr kisah nabi Yunus dan ikan paus), (kisah nabi Musa dan Ular) dan (kisah nabi Sulaiman dan burung hud-hud). 

Di usia awal sampai dengan 9 tahun, ayah bunda juga bisa berkisah Khusbah dan debitor), (kisah tiga orang yang telah menutup diri pada batu dengan merobohkannya), serta (kisah orang buta, kusta, dan orang botak).

Mulai usia 9 tahun, anak mulai diberikan materi kisah-kisah tentang etika komunikasi/adab. Bisa mulai dr Kisah Nabi Ibrahim bersama Ayahnya), (kisah nabi Yusuf dan seorang wanita), serta (kisah Zulkarnain). 

Diatas usia 9 tahun, kisah-kisah sunnah Nabi, pertama (kisah Abi Hurairah dan Syaitan), kedua (kisah bejana emas) dan ketiga (kisah orang yang membunuh 99 orang). 

Bagaimana Memulai Berkisah? Adakah teknik khusus dalam Berkisah?

Point penting yang harus diperhatikan ketika akan memulai berkisah adalah jangan paksakan ananda untuk mendengarkan cerita jika ia sedang asyik bermain. Ibu dan ayah tidak boleh memaksa, namun boleh untuk membujuk.
Tunggu sampai ananda mencari kegiatan yang baru, maka ibu dan ayah dapat menawarkan kepadanya untuk bercerita.

Batita (bawah tiga tahun) dan balita (bawah lima tahun) senang mendengarkan cerita sambil di pangku dan di dekap dalam pelukan. Lakukanlah hal ini, karena anak biasanya masih bingung dan takut dengan setiap kegiatan baru.

Mendengarkan kisah sambil menikmati sentuhan kasih ibu atau ayah adalah sebuah kombinasi yang sangat sempurna. Selain itu, dengan dipangku anak akan lebih tenang dan mudah berkonsentrasi. Kalau saya dan Faris lebih suka memulai kisah dengan diskusi dan tanya jawab atau cerita berima.

baca juga : Kisah Laba-laba dan Hijrah Rasulullah SAW

Untuk beberapa batita dan balita harus dibantu untuk mulai berkonsentrasi. Caranya? Mulailah bernyanyi lagu-lagu favoritnya. Umumnya anak akan ikut bernyanyi. Nah, kalau anak sudah santai dan ikut bernyanyi, maka cerita dapat segera dimulai. Lembutkan suara ibu dan ayah, supaya ananda terpikat mendengarkan alur cerita. Saya senang menunjukkan gambar yang menarik melalui buku bergambar, atau menggunakan diorama. Untuk anak perempuan biasanya lebih tertarik jika menyimak kisah melalui media boneka untuk membantu si ananda agar dapat membayangkan ceritanya.

Kalau ananda sudah mulai “rewel” atau tidak tertarik dengan cerita, ibu dan ayah boleh bernyanyi kembali, supaya si kecil tidak jenuh. Selama bernyanyi ibu dan ayah boleh bertepuk tangan atau melakukan gerakan-gerakan yang menarik minat si kecil. Setelah itu baru melanjutkan cerita.

Bagi anak yang belum pernah mendengarkan cerita, kadang memang sulit untuk tenang mendengarkan cerita. Ibu dan ayah harus sabar dan tidak boleh putus asa melewati proses ini. Karena setelah kesulitan pasti ada kemudahan, biasanya yang sulit itu di awal jika kita konsisten insyaAllah akan semakin mudah. Begitu si kecil menemukan kenikmatan mendengarkan cerita, ibu dan ayah akan bercerita tanpa gangguan yang berarti.

Oiya ada satu hal penting lagi, sebaiknya matikan televisi, DVD atau VCD jika sedang berkisah supaya si kecil bisa konsentrasi pada ceritanya. Sebab, tayangan di televisi, DVD, atau VCD tetap menarik bagi batita dan balita.

Tayangan tersebut memiliki suara, musik, warna dan gerakan-gerakan yang sangat menarik minat batita dan balita.

SIRAH SAHABAT RASUL AL-QA’QA’ BIN AMR AT-TAMIMI

Faris : “Ma,boleh nggak Faris belajar berkuda?”
Mama : “Bolehlah, sayang. Berkuda kan Sunnah Nabi, dan selain itu Allah menyebutkan ‘kuda perang’ dalam ayat pertama QS. Al-‘Adiyaat”
Faris :” Oh, ada ceritanya juga ya. Faris mau dengar kisah tentang Ksatria berkuda ”
Mama: “Oke.”

Semoga kisah ini bisa memotivasi agar engkau menjadi ksatria pembela Islam yang gigih dan dicintai Allah😇

Faris, kali ini Mama akan bercerita tentang Al-Qa’qa’ bin Amr At-Tamimi

Siapakah Beliau?

Beliau adalah salah seorang sahabat Rasulullah dari Bani Tamim. Ia sangat pemberani dan senantiasa mempersembahkan hidupnya untuk jihad di Jalan Allah. Selain itu, Ia dikenal mencintai kebaikan,jujur,cerdik,suka memuliakan tamu dan hidup bersahaja.

Suatu ketika Rasulullah bertanya padanya “Apa yang engkau persiapkan untuk berjihad?”

Lalu ia menjawab dengan mantap ” Ta’at kepada Allah dan RasulNya serta seekor kuda”.

Al-Qa’qa’ senantiasa berpegang teguh pada Islam meskipun Rasulullah telah wafat. Oleh karena itu Abu Bakar menunjuknya menjadi pemimpin satu peleton pasukan muslimin untuk memerangi murtadin.

Dalam sebuah perang Qadisiyah dengan berani ia menyerang Bahman Jadzuyah,panglima pasukan Persia hingga tersungkur tak berdaya. Ia juga memiliki siasat yang luar biasa dalam menaklukkan pasukan gajah-gajah Persia,hingga takut terhadap kuda-kuda kaum muslimin. Dengan berani, Al-Qa’qa’ mengejar kearah jantung barisan musuh hingga pasukan Persia terpecah belah dan melarikan diri.

Rustum, pemimpin pasukan besar pun tewas oleh pasukan muslimin. Dan akhirnya Persia pun takluk. Puncaknya, Al-Qa’qa’ memimpin pasukan mujarradah yakni pasukan berkuda dalam menaklukkan kota Nahawand. Dan sejarah mencatat perang tersebut sebagai Fathul futuh( penaklukan segala penaklukan),dimana setelahnya Persia tidak mampu untuk berdiri lagi.

Al-Qa’qa’ senantiasa siap menjual dirinya kepada Allah SWT dan mempersembahkan jiwanya untuk membela agamaNya.

Faris: “Faris mau, Ma. Faris mau jadi pejuang Islam, Ma.”

Mama:” MasyaaAllah, Semoga Allah menjaga dan senantiasa mencurahkan pertolongan Nya buat engkau, sayang. ”

📚 Disarikan dari buku 10 Pendekar Rasulullah saw; Ksatria Islam yang Gagah Berani, Penulis Asyraf Muhammad Al-Wahsy.[dari Hijrah Islamic Parenting]

〰🐴✨🐴✨🐴✨🐴✨🐴✨〰

Semoga siroh sahabat Rasulullah menjadi penyemangat Ananda meraih cinta-Nya💚

Ibu Berkisah : SIRAH SAHABAT RASUL AL-QA’QA’ BIN AMR ATAMIMI

2 gagasan untuk “Ibu Berkisah : SIRAH SAHABAT RASUL AL-QA’QA’ BIN AMR ATAMIMI

  • Februari 8, 2018 pukul 1:25 pm
    Permalink

    MasyaaAllah.. orang tua memang harus menyediakan waktu khusus untuk berkisah ya kak…

    Balas
    • Februari 10, 2018 pukul 2:27 pm
      Permalink

      MasyaAllah tabarakallah, lewat kisah nasehat lebih efektif mbaa

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *