Belajar Sains : Walking Rainbow bersama Little Scientist

Mengajak balita membuat semacam percobaan sains itu kenyataannya penuh tantangan. Tahu kenapa? Karena biasanya bagi anak-anak yang belum tau esensi melakukan percobaan ini itu masih cuek belum mau mengikuti arahan.

Nah, sebelum mengajak anak-anak untuk melakukan percobaan sebaiknya orang tua menumbuhkan minat belajar dan ketertarikan terhadap berbagai macam fenomena atau peristiwa sehari-hari di rumah yang berkaitan dengan sains. Kalau anak-anak sudah tertarik pasti akan sangat excited setiap kita mengajaknya untuk bereskperimen sekaligus mencari tahu jawaban atas segudang pertanyaan yang muncul dalam benak mereka.

Kalau anak-anak sudah tertarik, dapat dipastikan akan ikut heboh pegang ini itu he he. Hari ini, saya dan anak-anak memulai petualangan di dapur dengan benda cair paling hebat sedunia. Siapa yang tau benda apakah itu?
AIR. Coba teman-teman perhatikan permukaan air yang tenang, nampaknya tidak ada sesuatu yang istimewa. Namun, teman-teman perlu tahu ternyata air mempunyai banyak keajaiban. Percobaan sains hari ini sangat sederhana dan tidak terlalu merepotkan,kita akan belajar tentang salah satu sifat air yakni mampu meresap ke dalam celah yang kecil. Peristiwa ini disebut kapilaritas. Apa itu Kapilaritas?
Melalui percobaan hari ini kita akan belajar tentang cara membuktikan sifat air yang mampu meresap ke dalam celah-celah kecil dengan bahan-bahan yang sederhana terlebih dahulu. Kalau dalam bahasa Inggris, kegiatan percobaan ini istilahnya kurang lebih “Walking Water” yah. Bersama dengan Iittle scientist di grup Hijrah Parenting Islamic, Faris dan Irbadh semangat melakukan percobaannya. Yuk ikuti kegiatan kami hari ini.

Berikut ini adalah alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan percobaan ini

Alat dan bahan:
1. Botol Kaca yang bening dan transparan.
2. Pewarna makanan (3 warna dasar: biru, kuning, dan merah).
3. Sendok untuk mengaduk.
4. Air.
5. Tisu dapur/tisu makan.

Hari 1, jam 16.00 sore

Prosedur:
1. Siapkan 6 buah botol kaca kosong, jejerkan.
2. Isi 3 botol dengan air dan pewarna makanan, dan 3 botol lainnya dibiarkan kosong:
– Gelas 1 isi dengan air 80 ml dan beberapa tetes pewarna merah.
– Gelas 2 dibiarkan kosong.
– Gelas 3 isi dengan 80 ml air dan beberapa tetes pewarna kuning.
– Gelas 4 dibiarkan kosong.
– Gelas 5 isi dengan 80 ml air dan beberapa tetes pewarna biru.
– Gelas 6 dibiarkan kosong.
3. Ambil 6 buah tisu makan, lipat dan sesuaikan (potong) panjangnya dengan panjang gelas. Ambil tisu secukupnya ya, cintai bumi 😍
4. Susun tisu seperti pada gambar.
5. Amati perubahan pada tisu dan air dalam gelas.

Apa Yang Terjadi?

Hari 1, jam 19.00 malam

Lalu apakah yang terjadi? Beberapa jam kemudian airnya seolah ‘berjalan’ karena tisunya berubah warna. Lebih tepatnya sih karena tisunya menyerap air yang diberi pewarna ya. Nah kalau dibiarkan sampai besok (ditinggal tidur dulu ya, nggak perlu dipelototi terus-terusan hi hi), kelihatan deh ada warna-warna baru selain merah, kuning, dan biru. Warna apakah itu?

Hari 2, jam 10:00 pagi

Saat warna merah dan kuning bertemu, campuran warnanya menjadi orange. Kuning dan biru bertemu menjadi hijau. Biru dan merah bertemu menjadi ungu. Jadi seperti pelangi deh! Cantik cantik cantik warnanya!

Mengapa Begitu?

Percobaan ini bisa jadi cara asyik untuk mengenalkan konsep warna dasar ke anak. Trus kok tisunya bisa jadi berwarna ya? Dan kok gelas ke 2, 4, dan 6 yang tadinya kosong jadi ada airnya? Karena tisunya menyerap air sehingga air ‘berpindah’ dari gelas satu ke gelas yang lain. Kalau istilah yang lebih ilmiahnya, karena kapilaritas air. Kapilaritas adalah fenomena naik atau turunnya zat cair dalam suatu pipa kapiler. Kalau di percobaan ini, naik turunnya air dalam ‘pipa kapiler’nya di tisu makan.

Untuk anak balita jelaskan sesederhana mungkin aja sesuai pemahamannya. Karena Faris sudah lebih paham dibandingkan adiknya, maka saya menjelaskan istilah Kapilaritas kepadanya. Faris jadi tahu oh ternyata zat cair itu bisa meresap ke dalam celah-celah yang kecil.
Terus Faris balik bertanya kepada saya, “Oh jadi saya kaya air hujan yang meresap ke dalam tanah ya, Ma? ”
Percobaan ini hanya untuk membuktikan bahwa air dapat meresap ke dalam celah-celah yang kecil. Celah kecil ini terdapat pada semua tumbuhan. Percobaan ini juga bisa dilakukan melalui media lain yang unik seperti daun sawi putih,karena sawi memiliki celah yang lebih besar daripada tanaman lain, sehingga air dapat lebih mudah dan cepat meresap dari bagian bawah hingga ke atas.

kalau Irbadh, melihat tisunya jadi warna-warni aja sudah excited banget sambil belajar menyebutkan setiap warnanya.

Fakta Unik :

🍥Air adalah satu-satunya zat di alam ini yang terdapat dalam tiga wujud sekaligus,yakni wujud padat dalam bentuk es, cair dalam bentuk air, dan gas dalam betuk uap air.

🍥3/4 bagian bumi kita terdiri atas air. 97% dari air tersebut berupa air laut, dan sisanya 3% berupa air tawar. 75% dari air tawar tersebut berbentuk es di kutub. Betapa sedikitnya air yang dapat kita minum. Jadi, sayangilah air.

🍥Satu pohon berumur enam tahun hanya bisa menghasilkan dua bungkus tisu saja sebanyak 40 lembar. Sementara satu pohon itu menghasilkan oksigen untuk menghidupi tiga orang.

Referensi :

[1] Dapur, Laboratorium yang Heboh, A Muzi Marpaung.

[2] Bumi Sumber Daya Kita, DK Wardhani, Tiga Ananda.

20 thoughts on “Belajar Sains : Walking Rainbow bersama Little Scientist

  1. Kalau di sekolah anak-anak peristiwa kapilaritas ini dijelaskan menggunakan sayur.
    Jadi nanti daun sayur tersebut akan berubah warna ((ini mungkin kaitannya dengan fotosintesis dan penyerapan zat makanan dalam tumbuhan yaa…))

    Alhamdulillah,
    Hana jadi sayang dengan tanaman…karena punya tanggung jawab untuk menyiraminya.

  2. Wah seru banget mainannya anak2 pasti seneng.
    ortu jg bisa ngajarin anak ttg sains.
    Btw sedih ya dengan fakta pohonnya itu, moga makin banyak program2 csr perusahaan yg melakukan rebosiasi dan budidaya pohon TFS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *