Saya bukanlah orang yang romantis, tidak pandai merangkai kata yang indah. Begitupula suami, jauh lebih tidak romantis daripada saya. Kami memang bukan tipikal pasangan romantis yang saling mengumbar kata cinta melalui puisi atau lagu atau apapun itu. Bahkan mengucapkannya pun jarang, bisa dihitung jari 😅

Tapi jika sedang berjauhan jangan ditanya, sehari saja rasanya seperti puluhan tahun lamanya (lebay dikit boleh dong). Justru jika sedang berjauhan kami mendadak bisa romantis. Seperti biasanya, ketika ada salah satu dari kami yang mendadak romantis, biasanya akan saling menggoda satu sama lain. Tumben mungkin begitu 😜

Tak apalah walau tanpa kata, yang penting ada pelukan dan ciuman penuh cinta. Hahahaha….. Namun, apapun itu, bagi saya, beliau tetaplah sesosok laki-laki mulia yang hadir mendampingi saya dalam kondisi yang terbaik.

Potensi kekuatan diri suami yang menonjol adalah keikhlasannya untuk menerima saya apa adanya, tanpa menuntut apapun dan mencintai saya dengan tulus. Bagi saya, beliau adalah sumber kekuatan saya. Beliau lah yang selalu hadir di kala saya berduka, menguatkan kala diri sedang rapuh. Kehadirannya saja sudah cukup membuat saya mampu menjalani apa yang harus saya jalani.

Beliau juga bak gembok dan kunci dengan saya, kami saling melengkapi satu sama lain sesuai dengan kelebihan dan kekurangan kami masing-masing. Potensi lain yang saya banggakan dari suami saya adalah kemampuannya untuk menjadi pemimpin, kepala keluarga yang selalu tenang dan dapat diandalkan pada situasi apapun.

Baca juga : Mengenal Potensi Diri : Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Beliau juga manajer keuangan yang handal, jauh lebih handal daripada saya. Di saat saya sering malas menulis cashflow anggaran keluarga, maka dia yang rajin setiap hari menuliskannya di catatan pribadinya. Apalagi urusan hitung-menghitung cepat, tidak perlu buka kalkulator lagi tinggal nanya sama yang di sebelah saya ga butuh lama langsung keluar jawabannya hahaha…

Dan satu hal yang menjadikan kami saling cocok satu sama lain adalah kesigapannya untuk “beraksi” atas apa yang saya rencanakan. Ya, saya adalah seorang good planner yang memble kalau harus merealisasikan semua rencana yang disusun. Berkebalikan dengan suami yang lebih nyaman dalam beraksi daripada membuat berbagai rencana 😂

#day2
#13Feb18
#batam
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta

Mengenal Dirimu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *