Ketika Anak-Anak harus Dititipkan Kepada Papanya

Ada kalanya seorang Mama membutuhkan waktu untuk rehat sejenak dari aktivitas sehari-harinya. Nah inilah yang saya alami kemarin, alih-alih ingin menghadiri kegiatan offline bersama Blogger Kepri dan Tokopedia Community Batam yang estimasi kegiatannya hanya memakan waktu 3 jam sehingga harus menitipkan anak-anak sekejap kepada Papanya.

Kenapa anak-anak nggak diajak aja, Mak? Mau tidak mau saya harus meninggalkan anak-anak di rumah karena kegiatan ini diadakan di co-working space dan sepertinya tidak cocok rasanya jika saya membawa dua anak balita ke kantor dan tanpa pengawasan.

Hal yang paling dikhawatirkan seorang ibu ketika meninggalkan rumah biasanya adalah anak-anaknya, terutama yang masih balita.
Meskipun suami sudah sering menghandle anak-anak tetapi meninggalkan anak-anak di rumah bersama papanya tetap saja membuat saya was-was.

Bingung kan, Mak? Apalagi, kalau tidak ada support family atau pengasuh yang bisa dimintai tolong untuk mengawasi anak-anak selama kita keluar rumah. Alasan tersebut seringkali membuat kebanyakan ibu-ibu mengurungkan niatnya untuk berkegiatan di luar rumah bahkan hanya sekedar untuk me time sejenak. Padahal sebenarnya, masih ada satu orang yang bisa diandalkan untuk menitipkan anak, yakni Papanya.

Mengapa menitipkan anak pada ayahnya bisa menjadi alternatif ketika ibu mau tidak mau harus keluar rumah? Alasan pertama adalah karena anak-anak sudah familiar dengan sosok ayahnya, jadi tidak akan mengalami kesulitan dalam hal beradaptasi.

Kedua, untuk membangun bonding antara ayah dengan anak. Ketiga, tentu saja pilihan ini u- karena tidak membutuhkan biaya, sebagaimana jika kita menyewa seorang pengasuh atau menitipkan anak ke daycare. Keempat, anak-anak bisa dipastikan berada di tangan yang tepat dan bisa dipercaya, mengurangi kekhawatiran ibu tentang penculikan anak, penganiayaan anak, dan lain sebagainya. The last, supaya para ayah merasakan bagaimana kerepotan seorang ibu ketika mengurus anak-anaknya, sehingga diharapkan bisa menimbulkan rasa empati dan pengertian.

Lalu bagaimana supaya agenda menitipkan anak pada ayahnya ini bisa sukses? Berikut tips menitipkan anak pada ayahnya yang mungkin bisa dipraktekkan

disclaimer ~

1⃣ Lakukan Latihan
Ketika akan menitip anak kepada pengasuh/asisten/ayahnya sebaiknya jangan langsung meninggalkan anak dalam waktu yang lama dengan ayahnya, apalagi jika ayahnya hampir tidak pernah membantu mengurusi anak dalam kesehariannya akibat sibuk bekerja.

2⃣ Sounding Anak
Sebelum ibu meninggalkan anak-anak berikan afirmasi positif. Katakan selama beberapa hari sebelum hari H, bahwa anak akan tinggal di rumah sama ayah, sementara ibu akan pergi. Katakan pula bahwa ibu pasti akan pulang dan tidak pergi meninggalkan anak berlama-lama. Dengan sounding ini, diharapkan anak tak kaget ketika ditinggal pergi ibunya.

3⃣ Persiapkan Kebutuhan Anak
Penting untuk menyiapkan segala kebutuhan anak, seperti pakaian, makanan berat dan cemilan, ASI perah, mainan anak, dan lain sebagainya. Sebab apabila tidak dibantu disiapkan, akan membuat para ayah yang dititipi anak bakal kerepotan. Ayah biasanya kurang tahu dimana mencari barang-barang anaknya dan makanan apa yang disukai anaknya.😄

4⃣ Buat To Do List
Jika akan ditinggal agak lama, misalnya seharian maka buatlah to do list serapi dan sedetail mungkin, yang mengatur waktu makan, waktu bermain, waktu mandi, waktu bermain, bahkan kapan biasanya anak pipis ataupun buang air besar kalau bisa ditulis. Dan apa yang perlu dilakukan ayah apabila kondisi tidak berjalan sesuai rencana. Misalnya ketika anak tidak mau makan, tulis, “Jangan diberi susu dulu, tapi berikan ju buah.” Atau jika anak rewel tidak mau mandi, bisa kita beri saran lewat list tadi. Jadi, do dan don’t list ini disesuaikan dengan karakter anak sehari-hari, sesuai pengalaman ibu.

5⃣ Beritahu Strategi Andalan dalam Meluluhkan Hati Anak

Ini penting agar para ayah bisa merayu anak-anak apabila anak-anak rewel atau ngambek. Ayah harus tahu karakter masing-masing anak sehingga paham bagaimana cara memperlakuk=hhh+vv”an terhadap masing-masing anak.


6⃣ Sempatkan untuk Berkomunikasi

Hal terpenting bagi ibu adalah mengecek kondisi anak-anak dan ayahnya di rumah, seperti menelepon atau mengirimkan pesan pendek. Hal ini penting untuk memberi dukungan kepada ayah bahwa si ayah bisa melakukan tugasnya dengan baik sehingga dapat membangun kepercayaan diri ayah juga. Selain itu dengan berkomunikasi dengan mereka yang di rumah, ibu bisa menghubungi anak-anak.engan demikian anak tidak merasa terlalu lama diabaikan atau tidak diperhatikan oleh ibunya.

7⃣ Bawa Buah Tangan Ketika Pulang

Buah tangan atau oleh-oleh yang dibawa saat pulang ke rumah oleh para ibu bertujuan sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada si ayah karena sudah mau menjaga anak-anak, selama ibu bepergian. Sedangkan bagi anak-anak, buah tangan dari ibu dianggap sebagai bentuk perhatian, bahwa kemanapun ibu mereka pergi, ibu selalu mengingat mereka. Buktinya si ibu pulang membawa oleh-oleh jajanan kesukaan, misalnya.

Sekian,
7 tips menitipkan anak kepada suami dari saya. Semoga bermanfaat untuk para ibu yang terpaksa harus keluar rumah karena kondisi yang mendesak atau tidak yang terduga. Semoga bermanfaat, yah 😍

#day15
#26Feb18
#batam
#3y6m
#1y6m
#SinergiAsadanRasa
#KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *