Berkunjung ke Habibie Festival Technology and Innovation for People (Lihat, Sentuh, dan Rasakan Teknologi Terbaru untuk Masa Depan yang Lebih Baik)

Ketika ditanya bu Yani, guru kelasnya di kelas taman bermain muslim, “Faris kalau sudah besar cita-citanya mau jadi apa sih?” Ia langsung menjawab dengan semangat berapi-api, “Faris mau jadi pilot.”

Beberapa hari belakangan Faris, sedang penasaran sekali dengan roda dan sayap pesawat. Banyak hal yang ingin ia ketahui, seperti apa fungsi dari roda pesawat, apa pesawat bisa mendarat di air sampai bagaimana cara kerja pilot ketika mengemudikan pesawat.

Kebetulan sejak tanggal satu Maret kemarin, di Batam diadakan festival Habibie. Festival yang diadakan selama tiga hari ini merupakan bentuk apresiasi Bapak B.J Habibie terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Saya percaya anak-anak bisa mengumpulkan lebih banyak informasi ketika ia belajar dengan menggunakan seluruh indranya. Salah satu caranya dengan mengunjungi Festival Habibie, maka dari itu saya dan suami mengajak anak-anak berkunjung kesana

Habibie Festival mengangkat tema Technology and Innovation for People (Lihat, Sentuh, dan Rasakan Teknologi Terbaru untuk Masa Depan yang Lebih Baik). Ada banyak perusahaan, start up dan komunitas yang meramaikan festival dengan beragam aktivitas di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Seluruh acara harian di Bekraf Habibie Festival 2018 akan dikemas dengan edutainment dalam tema-tema antara lain connectivity, mobile life, innovation nation, women in tech, makers land, dan Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematic (STEAM).

Rangkaian acara yang berlangsung antara lain :

1. Coding for Kids Demo
2. StartUp Indonesia yang Mendunia
3. DIY Wood Workshop
4. Maker Exhibition
5. Bekraf Food Startup
6. Bekraf Startups and Partners Booths
7. Maker in Education
8. Key Opinion Leader Campaign Pesawat R80
9. Thinking, Create, Solve Workshop
10. Workshop Wooden Crates, Honeycomb Shelves, & Rustic Cutting Board (DIY Wood Workshop)

komunitas pecinta gundam bandai

Melihat Replika Pesawat R-80 dari Dekat

Saya dan suami, menemani anak-anak belajar tentang transportasi. Di sana, mereka gembira bisa berlarian sambil menyentuh pesawat. Anak-anak berharap bisa menaiki pesawat yang dipajang, tetapi saya menjelaskan kalau ini hanya display saja dan kita harus berhati-hati. Sempat terjadi sedikit insiden, Faris hampir saja menjatuhkan replika pesawat R80 ketika Mama sedang mengambil foto. Alhamdulillah masih sempat tertangkap tangan Mama hiks.

Pesawat R80 buatan PT Regio Aviasi Industri (RAI) juga dipamerkan dalam Bekraf Habibie Festival di Radisson Golf & Convention Centre.

Produsen pesawat R80 adalah PT Regio Aviasi Industri (RAI), sebuah perusahaan yang didirikan mantan Presiden BJ Habibie bersama putranya, Ilham Habibie. RAI bertindak sebagai produsennya dari tahap desain, produksi, sertifikasi sampai assembly.

Pesawat ini resmi masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) seiring sudah diterbitannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang Proyek Strategis Nasional. Lampiran Perpres tersebut mencantumkan 248 proyek yang masuk program Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, dan salah satunya pesawat R80.
R80 program pesawat terbang industri buatan Indonesia.

Pesawat R80 mampu mengangkut 80-90 penumpang. Pesawat ini juga memiliki desain kokpit yang modern dan menjamin kenyamanan penumpang selama mengudara.

Pesawat ini memiliki dimensi panjang 32,3 meter dengan lebar sayap 30,5 meter dan tinggi 8,5 meter. 

Pesawat R80 mampu melesat hingga 330 knots atau sekitar 611 km per jam. Sedangkan kecepatan ekonomisnya mencapai 290 knots atau sekitar 537 km per jam. Dalam sekali terbang, pesawat ini mampu menjangkau 1.480 km. 

Pesawat R80 dibuat dengan tujuan untuk mempermudah konektivitas dari satu tempat ke tempat lain di negara yang memiliki banyak gugusan pulau dan kepulauan. Pesawat ini juga dilengkapi dengan teknologi fly by wire, yaitu sebuah sistem kendali yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah. Jadi teknologi pengendalian semua kontrol menggunakan komputer.

Sedikitnya sudah ada beberapa maskapai penerbangan yang tertarik dan memesan pesawat ini.

 

Pameran Start Up dan UKM Anak Negeri

Selain didukung BEKRAF, sejumlah perusahaan nasional terkemuka ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Habibie Festival, di antaranya PT Telkomsel, Bank Mandiri, PGN com, Pollux Properties, Montigo Resorts, Bank Indonesia, Indonesia Economic Forum dan banyak lainnya. Festival tahun ini mampu menyedot atensi masyarakat berbagai kalangan untuk datang dan menjadi saksi atas beragam pencapaian IPTEK dan inovasi khususnya di kota Batam.

workshop brotherwood

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)
adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf.

Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

Finger Fast, 3D Printing
minuman probiotik dan honemade kombucha soap

Belajar Sejarah Pemerintahan Kota Batam

Hubungan antara Bapak BJ Habibie dan Batam dimulai saat beliau ditunjuk untuk memimpin pembangunan kota Batam oleh Presiden Suharto, dan ditugasi untuk mengembangkan kota pulau ini yang berada di selatan Singapura ini.

Beliaulah yang menginisiasi pembangunan kota Batam menjadi kota industri. Dari tahun 1978 sampai dengan 1998, beliau memimpin Batam Industrial Development Authority (BIDA) yang lebih dikenal sebagai BPK FTZ Batam. Tahun 1998, BJ Habibie digantikan oleh adiknya, Fanny Habibie.

Pembangunan Jembatan Trans Barelang oleh Putra Putri Terbaik Bangsa Indonesia

Pembangunan jembatan ini diprakarsai oleh B.J Habibie yang merupakan Ketua Otorita Batam pada periode tahun 1978 sampai dengan 1998. Jembatan ini dibangun untuk memfasilitasi pulau-pulau tersebut untuk mendukung wilayah industri di Kepulauan Riau khususnya Pulau Batam dan sekitarnya.

Jembatan ini menjadi simbol Pulau Batam dan merupakan situs wisata yang populer. Ada pula yang menyebutnya Jembatan Habibie karena beliaulah yang mengawasi proyek pembangunannya.

Nama Jembatan Barelang yang diberikan oleh masyarakat setempat ternyata lebih popular ketimbang nama aslinya, yaitu Jembatan Fisabilillah. Nama “Barelang” oleh masyarakat diambil dari nama-nama pulau yang dihubungkan oleh jembatan tersebut; Batam, Rempang, dan Galang. Jembatan Barelang memiliki nama lain, Jembatan Habibie atau Jembatan satu.

sejarah singkat pembangunan jembatan barelang

#HijrahParenting
#30CeritaHijrah
#CeritaHijrah04

12 thoughts on “Berkunjung ke Habibie Festival Technology and Innovation for People (Lihat, Sentuh, dan Rasakan Teknologi Terbaru untuk Masa Depan yang Lebih Baik)

  1. Keren banget. Kyknya festival serupa pernah diadain di Jkt ya, eh lupa2 inget.
    Anak2 pasti senneg banget ya mbak diajakin ke festival kyk gtu, nambah wawasan dan pengetahuan, dan pastinya nambah motivasi anak spy makin rajin belajarnya spy jd sepinter Pak Habibi 😀

  2. Festivalnya keren. Pasti membuat pengunjung jadi ikutan berpikir kreatif, termasuk anak-anak. Kapan ya festival kayak gini diadain di daerah? 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *