Bedah Buku “Agar Sehafal Al-Fatihah” bersama Ibu Profesional Batam

Pagi tadi, Ahad tanggal 11 Maret 2018, Qur’an Learning Centre dan Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Batam menyelenggarakan bedah buku “Agar Sehafal Al-Fatihah”. Acara ini digelar dalam rangka meningkatkan kualitas interaksi dan pemahaman terhadap Al-Qur’an, agar semakin mudah dihafal.

Puluhan muslimah berbusana rapi memadati ruang aula pemko BP Batam. Ibu-ibu dan mahasiswi hadir bersama, meskipun membawa bayi dan anak-anaknya tidak menyurutkan niatnya untuk belajar Al Qur’an bersama.

Sekitar pukul 9 pagi, acara dimulai dengan pembukaan dan tasmi’ Al-Qur’an oleh Hanna Wardatul Jannah, putri dari Mbak Sandi salah seorang member Ibu Profesional Batam.

Setelah sambutan dari Mbak Erli Oktania, leader Ibu Profesional Batam tibalah giliran acara yang dinantikan yaitu sesi bedah buku yang dipandu oleh Ustadzah Afifatun Nisa, Lc.

Al-Qur’an adalah kitab suci yang hingga hari ini masih orisinil, sesuai dengan apa yang Malaikat Jibril sampaikan kepada Nabi Muhammad pertama kali. Tidak ada perubahan sama sekali di dalamnya. Allah menjaga Al-Qur’an, tidak seperti kitab suci Nabi lainnya yang hari ini sudah banyak mengalami perubahan.

Dalam surat al-Ankabut ayat 49 Allah berfirman, “Sebenarnya Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata dalam dada orang-orang yang beriman.” Ayat ini bermakna, bahwa Allah menjaga Al-Qur’an, di dada orang-orang beriman yang menghafalkan Al-Qur’an sampai Allah menghancurkan bumi dan segala isinya (halaman 11). Hal ini dilakukan oleh Muslim generasi awal hingga Muslim hari ini. Sehingga, tidak ada yang bisa mengubah isi Al-Qur’an.

Maka, sebenarnya menghafal Al-Qur’an adalah mudah. “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Al-Qamar: 17). Maksud ayat ini adalah Allah memberi kemudahan kepada orang-orang yang ingin menghafalkan Al-Qur’an. Allah akan memberi pertolongan kepada orang-orang yang berusaha menghafal Al-Qur’an (halaman 13).

Dalam menghafal Al-Qur’an tidak ada batasan umur untuk memulainya. Dari anak-anak hingga orang tua, semua insya Allah bisa menghafal Al-Qur’an. Imam Syafi’i dalam berbagai referensi dikatakan sejak kecil telah menghafal Al-Qur’an, ada yang mengatakan sejak usia 7 tahun, dalam pendapat lain mengatakan pada saat 9 tahun.

Bagi yang belum sempat menghadiri bedah buku ini, berikut kesimpulan materi yang disampaikan oleh narasumber.

Kiat agar menghafal Al-Qur’an semudah menghafal Al-Fatihah

1. Niat Ikhlash dan memahami keutamaan menghafal Al Qur’an.
orang yang belajar menghafal Al-Quran tanpa niat ikhlas maka akan berhenti di tengah jalan. Karena keikhlasan akan memunculkan semangat dan ketahanan seorang muslim dalam menjalankan setiap perintah Allah dengan maksimal.

2. Mujahadah (sungguh-sungguh)
mujahadah semata-mata untuk memantaskan diri di hadapan Allah SWT, agar kita diberi kemudahan dalam menghafal. Jika kita serius dan bersungguh-sungguh maka Allah akan memudahkannya, seperti janji Allah SWT dalam Surat Al – Ankabut ayat 69.
“Kemudahan menghafal itu tidak terkait dengan tingkat kecerdasan. Tapi semata mau atau tidak mau menghafal. Bukan pinter atau tidak pinter “

3. Sabar dan Istiqomah
Dengan mujahadah saja tidak cukup kalau tidak dibarengi dengan sabar dan istiqomah. Sebagian kita membayangkan bahwa istiqomah itu jalannya lurus-lurus saja, tanpa ada godaan.
Padahal istiqomah itu jalannya banyak masalah seperti sibuk, jadwal yang padat dan nyaris tak ada waktu untuk menghafal. Tapi kondisi yang tidak ideal tidak menghalangi orang untuk menghafal.

4. Memperhatikan adab-adab terhadap Al-Qur’an

5. Setiap hari wajib ada waktu yang dikhususkan untuk Al-Qur’an.
Kita harus menetapkan waktu khusus untuk melaksanakannya. Apabila kita sudah menetapkan, berikutnya adalah mematuhi dan konsisten. Lebih-lebih bagi orang yang memiliki banyak aktivitas, tentu hal ini sangat penting untuk diperhatikan. Misalnya, menetapkan satu jam ba’da Subuh, satu jam sebelum Subuh, waktu antara Maghrib dan Isya, pukul 9 sampai 10 pagi dan seterusnya dengan kondisi masing-masing. Tanpa jadwal tetap, berapa pun waktu tidak akan terbagi untuk Al-Quran. Sebab, orang pasti punya banyak kesibukan dan keinginan.

6. Menetapkan target secara eksak atau tidak boleh abstrak

7. Membaca secara utuh halaman/surat yang hendak dihafal

8. Membaca dengan tartil

9. Membaca dengan suara yang lantang

10. Menghafal ayat per ayat halaman atau surat yang hendak dihafal

11. Mengulang surat atau hafalan yang baru dihafal hingga kuat dalam waktu yang berdekatan

12. Memperdengarkan hafalan kepada orang lain

12. Banyak muroja’ah (mengulang) hafalan

13. Menggunakan satu mushaf yang standart

14. Memanfaatkan setiap kesempatan dengan baik, dan tidak kalah dengan rasa jenuh

15. Menjauhi segala hal-hal yang sia-sia, terlebih lagi yang haram

16. Ber’azam (bertekad) : sekali hafal tidak boleh lupa selamanya.

Para akhwat yang hadir tampak khusyuk menyimak satu demi satu tips yang disampaikan. Tiada terasa waktu zhuhur menjelang, ustadzah menutup sesi materinya seraya mengingatkan agar senantiasa berdo’a kepada Allah SWT, memohon untuk dimudahkan dalam menghafal Al-Qur’an.

Untuk menguji pemahaman peserta, ustadzah memberikan challenge kepada para peserta untuk mencoba menghafal surat al Kahfi mulai ayat 28 selama 15menit. Peserta boleh mencari tempat ternyaman dan cara terbaik untuk mencoba memulai menghafal. Waktu berlalu dan tiba saatnya peserta untuk mencoba muroja’ah. Ada tiga peserta yang mencoba muroja’ah, ada yang dapat 11 baris, 7 baris dan 6 baris. Barakallahufiik 😊 Alhamdulillah, jika kita bersungguh-sungguh insyaAllah akan diberikan jalan oleh Allah. Masing-masing peserta mendapatkan dooprize dari panitia dan berkesempatan berfoto bersama narasumber dan leader Ibu Profesional.

Sebelum acara ditutup, tidak lupa berfoto bersama para peserta dan panitia.

Semoga Allah SWT memberkahi kita hari ini dengan interaksi dan kecintaan terhadap ayat-ayat suci Al-Qur’an.

#HijrahParenting
#30CeritaHijrah
#CeritaHijrah05

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *