Siapa yang Suka Main Trampolin

Bermain di luar ruangan itu sangat penting buat anak-anak. Anak akan lebih mampu mengembangkan kemampuan sosial dan motoriknya.

Bermain di luar ruangan juga bisa membuat anak-anak mudah bersosialisasi ketika bertemu lingkungan baru. Fungsi social skill-nya juga berkembang karena anak-anak bertemu dengan orang lain. Selain itu, anak-anak akan terbiasa bergerak. Tangan dan kaki, utamanya, yang paling banyak digunakan untuk beraktivitas.

Anak-anak pasti senang melompat-lompat apalagi kalau di tempat yang empuk seperti kasur atau trampolin. Begitu juga dengan Faris dan Irbadh. Mereka sangat senang lompat akhir-akhir ini apalagi ketika bermain di Engku Putri kemarin mereka disuguhi permainan trampolin. Siapa yang tahan godaan? Jadilah mereka menyewa 10 ribu rupiah per anak, boleh dimainkan sepuasnya. Tetapi spesial untuk Irbadh difree kan oleh omnya karena dia masih anak bawang haha. Meskipun menyenangkan dan dapat jadi rekomendasi aktivitas fisik bagi anak, namun menurut saya ada beberapa hal yang perlu tetap diperhatikan oleh para orang tua.

Salah satunya adalah memastikan satu trampolin digunakan untuk satu anak. Bermain trampoline secara bersama-sama dapat membahayakan. Risiko cedera bisa sangat besar. Pengawasan dari orangtua sangat dibutuhkan jika anak sedang bermain trampolin.

Selain itu, anak yang bermain trampolin diusahakan berusia di atas enam tahun.  “Kenapa enam tahun? Sebab anak sudah punya koordinasi yang baik setelah lima hingga enam tahun. Kalaupun di bawah usia itu bisa dilatih dengan baik tapi dengan pengawasan ekstra.

Berhubung Faris dan Irbadh masih balita, Mama harus memastikan bahwa mereka tidak melakukan gerakan berbahaya. Gerakan yang umum dilakukan adalah melompat atau bouncing. Papa pun mengawasi dengan ketat agar anak-anak tidak melompat dengan gaya salto karena sangat berbahaya. Pastikan pula anak tidak menggunakan sepatu atau pakaian yang mengandung benda yang runcing. Hal ini dapat melukai dirinya sendiri saat asyik melompat.

Satu lagi catatan yang harus diperhatikan ketika bermain trampolin adalah posisi trampolin. Usahakan trampolin berada di atas tanah yang rata. Saat mengizinkan anak bermain trampolin, pastikan di sekitar trampolin ada pengaman yang menjaga anak tetap aman meski terjatuh di dekat pinggiran trampolin. Trampolin harus jauh dari selokan, pagar, atau kolam renang.
Jadi jangan terlalu khawatir ya Mom sehingga tidak mengizinkan anak-anak untuk bereksplorasi. Satu yang pasti, ketika anak-anak bermain apapun kita harus tetap mengawasi mereka.

#HijrahParenting
#CeritaHijrah
#Cerita Hijrah13

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *