Percobaan Telur (Tenggelam, Melayang dan Mengapung)

Hari ini, Faris melakukan percobaan sederhana untuk mempelajari posisi sebuah benda apakah tenggelam, melayang dan mengapung.
Melalui percobaan ini, kita membuktikan peristiwa tenggelam, melayang dan mengapungnya sebuah benda serta apa pengaruh garam yang dicampurkan dalam air terhadap keadaan benda tersebut.

Mama jadi mengingat kembali materi pelajaran jaman Mama masih sekolah hehe.

Catatan :
“Sebuah benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkannya. Sebuah benda yang tenggelam seluruhnya atau sebagian dalam suatu fluida akan mendapatkan gaya angkat ke atas yang sama besar dengan berat fluida yang dipindahkan” (biasa dikenal dengan Hukum Archimedes).

– Jika rapat massa fluida lebih kecil daripada rapat massa telur maka agar telur berada dalam keadaan seimbang, volume zat cair yang dipindahkan harus lebih kecil dari pada volume telur. Artinya tidak seluruhnya berada terendam dalam cairan dengan perkataan lain benda mengapung. Agar benda melayang maka volume zat cair yang dipindahkan harus sama dengan volume telur dan rapat massa cairan sama dengan rapat rapat massa benda. Jika rapat massa benda lebih besar daripada rapat massa fluida, maka benda akan mengalami gaya total ke bawah yang tidak sama dengan nol. Artinya benda akan jatuh tenggelam.

Wah penjelasannya rumit, anak-anak belum ngeh tetapi mereka intinya suka dengan percobaan ini karena telurnya bisa naik turun kalau diberi garam.

Berikut ini alat dan bahan yang harus dipersiapkan untuk percobaan.

Alat :

(1)   3 buah gelas atau wadah bening

(2)   Sendok

(3)   Lap kain.

(4)   Nampan

Bahan :

(1)   3 butir telur,

(2)   Air,

(3)   Garam.

Langkah-langkah :

1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan percobaan.

2) Gelas diberi air, jangan sampai penuh agar pada saat memasukkan telur airnya tidak tumpah dan dialasi dengan nampan agar tidak basah lantainya.

3) Pertama-tama telur dimasukkan dalam gelas yang berisi air tanpa campuran garam kemudian amati yang terjadi.

4) Setelah itu dalam gelas dimasukkan satu sendok garam dan aduk perlahan-lahan sampai merata. Amati keadaan yang terjadi pada telur tersebut.

5) Masukkan tiga sendok garam dan aduk secara perlahan-lahan sampai merata. Amati keadaan yang terjadi pada telur tersebut.

6) Catat hasil pengamatan yang telah dilakukan.

7) Setelah selesai melakukan percobaan bersihkan dan rapikan alat dan bahan sisa kegiatan tersebut.

Kesimpulan

a) Benda tenggelam karena massa jenis telur > massa jenis air.

b) Benda melayang karena massa jenis telur = massa jenis air.

c) Benda terapung karena massa jenis telur  < massa jenis air.

d) Garam berfungsi untuk memperbesar massa jenis air dengan begitu semakin banyak garam yang diberikan maka semakin besar pula massa jenis airnya.

Melalui percobaan ini kita dapat melihat jika telur mentah dimasukkan ke air tawar pastinya akan tenggelam. Untuk membuatnya mengapung, kita dapat menambahkan garam ke dalam air. Disini Faris lagi-lagi excited, bukan karena ngerti tapi karena kegirangan nyendokin garam dan memasukkan ke dalam gelas berisi air.

Ya Faris belum tahu bahwa massa jenis air tawar lebih kecil dari dari massa jenis telur mentah, jadi telur akan tenggelam ketika dimasukkan ke dalam air tawar, setelah air tawar dikasih garam, massa jenisnya akan lebih besar dari telur mentah sehingga telur bisa terapung.

Nah, muncul pertanyaan baru dari Faris. “Berarti ini kaya kapal yang mengapung di laut ya Ma?”

” Iya, sama Faris, ” kata Mama. ” Kalau kapal di laut bisa mengapung itu karena ketika kapal meluncur maka ia akan mendorong air dan air akan mendorong balik yang menyebabkan dorongan ke atas. Semakin banyak air yang didorong semakin besar pula daya dorongnya ke atas. Lambung kapal yang berongga membuat berat jenisnya – beratnya- lebih kecil dari berat air sehingga kapal terus masuk ke air hingga beratnya sesuai dengan daya dorong air hingga beratnya sesuai dengan daya dorong air akhirnya kapal itu dapat mengapung.

Masih penasaran nggak teman-teman? Yuk ikuti percobaan ini untuk membuktikannya 😊

#CeritaHijrah
#30CeritaHijrah
#CeritaHijrah17

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *