QOTD : Kunang-Kunang kok Bisa Nyala, Lampunya Darimana ya, Ma?

 

Hari ini kita mempelajari lebih detil tentang hewan kunang-kunang. Entah sudah keberapa kalinya Faris berkata bahwa ia ingin sekali melihat kunang2 ketika malam hari tiba. “Kenapa ya ma kok kunang-kunangnya nggak mau datang ke rumah Faris?”Tanyanya penasaran.

Kunang-kunang sulit sekali ditemukan di Batam mungkin karena kota Batam sudah banyak polusi dari asap pabrik jadi kunang-kunang hanya mau tinggal di lingkungan yang masih bersih dan tenang.

Kunang-kunang, serangga yang dapat mengeluarkan cahaya yang jelas terlihat saat malam hari.

Kunang-kunang adalah serangga yang dapat mengeluarkan cahaya yang jelas terlihat saat malam hari.

Ada banyak kejadian unik yang dapat kita lihat di dunia hewan, salah satunya kelap-kelip kunang-kunang. Teman-teman pernah kepikiran nggak sih berasal darimana cahaya yang dibuat oleh kunang-kunang? Faris penasaran sekali ingin melihat hewan yang satu ini, namun sayang di Batam kita belum bisa menemukan hewan ini.

Fakta Sains :
Menurut ilmuwan, reaksi tersebut melibatkan senyawa kimia yang disebut luciferin. Senyawa ini akan bereaksi terhadap molekul pengirim, dinamai ATP, atau adenosin triphosphate. Hasil dari reaksi itu kemudian digabung dengan oksigen untuk mengubahnya menjadi cahaya.

Saat bereksperimen dengan enzime luciferasi, kimiawan itu menemukan jika transfer elektron tunggal dari oksigen, terjadi di tahap final dari keseluruhan reaksi. Pola inilah yang bisa membuat kunang-kunang bercahaya.
Pembahasan hari ini menambah banyak pengetahuan Faris, diantaranya

1. Ternyata kunang-kunang termasuk kumbang, bukan lalat. Kunang-kunang merupakan hewan nokturnal anggota Lampyridae, sebuah familia serangga dalam urutan kumbang Coleoptera, atau kumbang yang bersayap. Nama familia Lampyridae berasal dari bahasa Yunani “lampein”, yang berarti bersinar, seperti lampu. 

2. Cahaya yang dihasilkan oleh kunang-kunang adalah cahaya paling efisien yang pernah dibuat. Hampir 100 persen dari energi dalam reaksi kimia dipancarkan sebagai cahaya; sebagai perbandingan, bola lampu pijar hanya memancarkan 10 persen dari energi sebagai cahaya, 90 persen lainnya hilang sebagai panas.

3. Kunang-kunang betina itu unik. Betina dari salah satu jenis lain untuk memikat kunang-kunang jantan. Pejantan ini sama sekali tidak curiga kalau si betina akan memakannya.

4. Kunang-Kunang menerangi Bawah Tanah
Banyak larva serangga yang hidup di bawah tanah, bayi kunang-kunang  mengalahkan mereka dengan pembagian”trik rapi”; beberapa spesies memancarkan cahaya yang bawah tanah. Di antara beberapa spesies, bahkan telurnya pun bercahaya. Aneh, bukan? 

5. Menerapkan Diet Aneh

Bertentangan dengan penggambaran di buku cerita bahwa bayi kunang-kunang lucu menggigit pada bunga, larva yang  tinggal di bawah tanah merupakan karnivora dan berpesta pora memangsa siput berlendir, cacing tanah dan keong. Setelah mereka tumbuh, beberapa beralih menjadi kanibalisme dan makan kunang-kunang lain, tetapi sebagian memakan serbuk sari dan nectar, dan beberapa tak makan apa pun sama sekali selama hidup mereka yang pendek.

Referensi :
[1] Buku Monster Alam, Serangga Terbang, Per Christiansen, Elex Media Komputindo.
[2] nationalgeographic.co.id
[3] http://sains.me/mengapa-kunang-kunang-bisa-mengeluarkan-cahaya/

#HijrahParenting
#CeritaHijrah
#CeritaHijrah22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *