7 TIPS MENGHADAPI ANAK YANG SUKA BERMAIN PINTU

Adakah yang anaknya sedang hobi membuka tutup pintu seperti anak bungsu saya, Irbadh?

Setiap hari Irbadh sedang suka-sukanya membuka tutup pintu, mulai dari pintu kamar hingga pintu lemari hingga terali pun berusaha ia buka tutup. Yang Mama khawatirkan bukan masalah pintunya yang menjadi rusak tetapi lebih kepada takut terjadi cidera kepada anak-anak.

Setelah berseluncur di laman Ayah Bunda, barulah Mama menyadari rupanya kebiasaan membuka tutup pintu ini efek dari berkembangnya kemampuan motorik dan koordinasi tubuh yang meningkat serta rasa ingin tahu yang besar,sehingga menyebabkan anak senang berekplorasi dan menjelajahi setiap sudut rumah. Salah satu benda yang kerap menarik perhatiannya adalah pintu.

Aktivitas membuka dan menutup pintu memberi sensasi tersendiri bagi Irbadh, anak bayi yang tidak terasa usianya hampir dua tahun. Semakin dicegah, anak akan semakin penasaran. Walaupun sebagai orang tua kita mungkin dilanda rasa khawatir takut tangan kecilnya terjepit, tapi jangan pernah kekang keinginan anak. Dengan stimulasi yang tepat anak pun bisa mendapatkan pengalaman baru tanpa harus membuat Mama Papanya khawatir (sebenarnya ini afirmasi positif atas kepanikan Mama dan sebagian dari do’a semoga terus bersabar menghadapi kejutan dari anak setiap harinya).

1️.Tidak melarang anak. 

Melarang anak sama dengan menahan hasratnya untuk bereksplorasi dalam rangka menuntaskan rasa ingin tahunya. Beri anak kesempatan untuk melakukan apa yang ingin dia lakukan. Lagipula kegiatan menggenggam gagang pintu, menarik serta mendorong otomatis membuat kemampuan motorik kasarnya terlatih. Selain itu kemampuannya untuk melakukan kordinasi antara mata, tangan dan kaki juga dirangsang. Dan saat si kecil berhasil membuka dan menutup pintu sendiri, pasti  harga dirinya meningkat.

2.Tidak berteriak.

Bila tiba-tiba Mama mendapati anak-anak sedang asyik bermain pintu tahan agar tidak berteriak. Sebab teriakan  bisa membuat mereka kaget, panik, merasa bersalah dan takut. Kaget dan panik dapat membuat anak kehilangan kendali, sehingga dia bisa terantuk atau terjepit pintu. Rasa bersalah dan takut justru hanya membuat mereka enggan bereksplorasi.

3.Usahakan untuk mendampinginya.

Cari jarak aman untuk mengawasinya. Aman di sini artinya kita tidak berada terlalu dekat dengan mereka sehingga anak-anak bisa berusaha sendiri, tetapi juga tidak terlalu jauh agar kita dapat segera membantu jika mereka terlihat mau terjepit atau terbentur. Memberi mereka kesempatan untuk mencoba sendiri akan mengasah kemandirian serta rasa percaya dirinya.

4.Pancing anak dengan mengetuk-ngetuk atau memanggil namanya dari balik pintu agar ia menghampiri dan membukanya. Anak akan mencari sumber bunyi dan berusaha menemukannya. Hal ini akan mengasah logika berpikir dan kemampuannya mendengar. Saat ingin menghampiri asal suara yang berada di balik pintu, ia tentu harus berusaha untuk membuka pintu terlebih dahulu. Dari sini anak pun belajar memecahkan masalah. Satu hal yang perlu diperhatikan, jika Mama berada di sisi pintu yang satu, maka pastikan ada orang dewasa lainnya yang menjaga si kecil di sisi lain tempatnya berdiri.

5. Beri contoh membuka dan menutup pintu yang benar dan aman agar dia maupun orang lain tidak terluka. Berdirilah di samping anak, arahkan tangan anak untuk menggenggam pegangan pintu diikuti dengan tangan Mama di atasnya. Lalu, ajak dia untuk melakukan gerakan menarik dan mendorong dengan perlahan. Ingatkan dia untuk tetap fokus, katakan, “Ayo, lihat pintunya. Perhatikan ya, pintunya harus ditarik atau didorong?” Anak-anak perlu dilatih untuk memusatkan perhatiannya pada apa yang sedang dia lakukan.

6. Beri pengaman pada pintu agar aktivitas ini tidak akan membuat anak celaka. Banyak kok alat pengaman yang bisa menahan agar pintu tidak tertutup sempurna saat dibuka atau ditutup. Bahkan sekarang alat pengaman itu banyak dijual di onlineshop, bentuknya pun lucu sehingga menarik perhatian anak-anak. Jadi tidak ada salahnya jika dipasang jauh dari jangkauan anak-anak.

7️.Kunci beberapa pintu menuju ruangan yang berbahaya, seperti pintu gudang, pintu kamar mandi, pintu dapur, pintu lemari. Ruangan yang belum atau jarang didatangi akan memancing rasa ingin tahu. Akibatnya, keinginan anak-anak ke sana pun besar.  Akan sangat berbahaya kalau mereka tanpa sengaja memasuki ruangan-ruangan tersebut dan terjebak di dalamnya, terpleset di kamar mandi atau memegang benda panas yang ada di dapur *knock the wood, jangan sampai ya Mak!

#HijrahParenting
#CeritaHijrah
#CeritaHijrah28

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *