Faris Belajar Menanam Kangkung

Kali ini, Faris belajar menanam sayuran. Kangkung menjadi pilihan sayur yang akan coba ditanam olehnya. melihat batang kangkung yang menumpuk jadilah ia mencoba untuk menanamnya kembali. Kangkung adalah sayuran yang mudah dikembangkan bahkan bisa ditanam di halaman rumah. Untuk mendapatkan bibit kangkung juga tergolong mudah, apalagi kalau hanya untuk skala pakai sendiri cukup gunakan sisa potongan akar kangkung dari pasar dan tanam dalam pot, tidak perlu secara khusus memesan bibit kangkung berupa biji hehe lumayan irit.

Berikut ini cara menanam kangung dari potongan akar :

Maksud potongan akar disini adalah sisa sayur kangkung yang kita beli dari pasar, bagian batang bawah hingga akar tentu tidak ikut disayur atapi dibuang ke tempat sampah. Sisa potongan ini bisa ditanam kembali dan menghasilkan tanaman kangkung baru dan bisa dikembang biakkan bahkan untuk memproduksi bibit biji kangkung sakalipun.

Tips Agar Potongan Batang Akar Kangkung Tumbuh Cepat dan Baik:

  1. Sisakan potongan batang kurang lebih sepanjang 5cm.
  2. Isi pot tanaman dengan campuran pasir dan humus ditambah sedikit kompos bila ada.
  3. Tutup bagian potongan kangkung dengan plastik ikat dengan karet.
  4. Tanam batang tersebut hingga seluruh bagian putih (akar dan pangkal batang) tertutup tanah.
  5. Siram pot dengan air hingga kelembaban 60%

Ciri lembab 60% adalah tanah terlihat basah tapi kalau pot diangkat tidak ada tetesan air. Toleransi tanaman kangkung terhadap air cukup tinggi, jadi walaupun terjadi genangan dalam pot biasanya kangkung darat tumbuh dengan baik, asalkan bagian sayatan batang tidak terendam air. Untuk itu diperlukan menutup bagian sayatan dengan plastik yang diikat karet. Ini point pentingnya, berdasarkan percobaan menanam minggu lalu, ada bagian dari batang yang busuk karena terendam air.

Umur 2 minggu masa sejak tanam, sudah bisa diberikan pemupukan pertama. Pupuk yang digunakan cukup NPK saja, beri dengan cara ditabur di sekitar permukaan tanah media tanam. Selain NPK kita juga bisa memberi urea. Pengendalian hama tanaman kankung cukup dengan manual saja, musuh/ hama utama tanaman kangkung hanya belalang. Kalau kita menanamnya di halaman rumah belalang cukup terkendali karena jarang sekali ada belalang di halaman rumah.

Jika ingin memelihara kangkung sebagai cikal pembibitan maka sebaiknya semprot juga tanaman dengan zat buah, bisa dibeli di toko pupuk pertanian. Biarkan saja kangkung tersebut hingga berbunga dan berbuah, panen buah setelah berwarna kekuningan dan ambil bijinya untuk dijadikan bibit. Bibit biji kangkung ini pun bisa dijual baik secara online maupun offline.

Perintah Mengamati Tumbuh-Tumbuhan

{فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَى طَعَامِهِ (24) أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا (25) ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا (26) فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا (27) وَعِنَبًا وَقَضْبًا (28) وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا (29) وَحَدَائِقَ غُلْبًا (30) وَفَاكِهَةً وَأَبًّا (31) مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ} [عبس: 24 – 32]

Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. [‘Abasa: 24-32]

{أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الْأَرْضِ كَمْ أَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ (7) إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ}[الشعراء: 7، 8]

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah, dan kebanyakan mereka tidak beriman. [Asy-Syu’araa’: 7-8]

Melalui kegiatan menanam sayur ini, Faris belajar mengambil hikmah dari penciptaan dedaunan, jika kita memperhatikan sehelai daun muncul dari tangkai-tangkai yang memanjang itu rasanya membuat kagum semua orang yang melihatnya. Ada daun yang tebal, ada yang memanjang dan lebar dan ada pula yang tipis. Daun yang tebal itu terajut dari rajutan-rajutan yang rapi dan menakjubkan. Apabila manusia berusaha membuat seperti itu dengan tangan mereka niscaya mereka tidak akan mampu menyelesaikan satu daun saja bahkan selama satu tahun penuh, manusia pasti membutuhkan alat, keterampilan-keterampilan dan ramuan-ramuan yang tidak akan mungkin mereka temukan. Akan tetapi Allah Yang Maha Mencipta lagi Maha Mengetahui menciptakannya hanya dalam beberapa hari saja kemudian memenuhi bumi ini, lembah dan gunung, telah dipenuhi dengan berbagai macam dedaunan. Semua itu Allah ciptakan tanpa alat dan tanpa pembantu, Allah menciptakannya hanya dengan iradah-Nya yang pasti berlaku atas segala sesuatu dan tidak akan terhalang oleh apapun!

“Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.” (QS Yasin: 82)

Coba perhatikan pembuluh tapis yang mengalirkan makanan dan air ke daun, sehingga pohon dapat selalu terpelihara kelangsungan hidupnya dan terjaga kerindangannya. Fungsinya sama seperti urat-urat yang menyebar ke seluruh tubuh manusia yang mengalirkan makanan ke seluruh bagian tubuh.

Kemudian coba perhatikan jaringan tebal yang menopang daun, dengan ketebalan dan kekuatannya dapat menjaga daun agar tidak mudah koyak dan rusak. Kedudukannya seperti otot-otot pada badan hewan. Dapat kita amati kerapiannya, jaringan-jaringan itu memanjang dan melebar sehingga daun tidak mudah robek.

Kemudian jika kita perhatikan Allah Yang Maha Lembut lagi Maha Mengetahui menjadikannya sebagai hiasan bagi pohon dan sebagai pakaian bagi buah dan menjaganya dari kerusakan yang bisa membuatnya cacat. Karena jika pohon tidak memiliki daun maka buahnya akan rusak dan tidak dapat dimanfaatkan.

Kemudian jika kita perhatikan juga bagaimana dedaunan itu diciptakan untuk menjaga buah yang baru tumbuh dari kekeringan. Setelah buah habis daun tetap bertahan untuk menjaga ranting-ranting muda dari panas matahari. Sehingga apabila daun-daun itu berguguran tidaklah membahayakan ranting-ranting tersebut sebab tidak lama kemudian akan berganti dengan daun baru yang lebih segar. Maha suci Allah Pencipta yang paling baik. Yang mengetahui kapan waktunya daun-daun itu berguguran dan kapan waktunya tumbuh kembali. Tidak satupun daun yang tumbuh kecuali dengan izin Allah dan tidak satupun yang gugur kecuali dengan izin-Nya.

Sudah seharusnya manusia menyaksikan banyaknya dedaunan dengan berbagai macam jenisnya, bersama buah-buahnya, ranting dan pohonnya, bertasbih memuji Rabbnya tentu mereka akan melihat satu keindahan yang tiada tara. Mereka pasti dapat melihatnya dari sudut pandang yang lain dan mereka pasti mengetahui bahwa semua itu diciptakan untuk suatu perkara yang sangat agung, tidaklah diciptakan sia-sia begitu saja. Allah berfirman:

“Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.” (QS Ar-Rahman: 6)

An-Najm adalah tetumbuhan yang tidak memiliki batang, yakni tumbuhan yang merambat, adapun asy-syajar adalah tetumbuhan yang memiliki batang. Semuanya sujud kepada Allah dan bertasbih memuji-Nya. Allah berfirman:

“Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS Al-Isra’: 44)

 

Referensi :

Keajaiban-keajaiban Makhluk dalam Pandangan Al Imam Ibnul Qayyim, karya Abul Mundzir Khalil bin Ibrahim Amin (penerjemah: Abu Ihsan Al-Atsari Al-Maidani), penerbit: Darul Haq, cet. 1, Sya’ban 1423 H / Oktober 2002 M, hal. 127-132.

#day46
#29Maret2018
#Batam
#3y8m
#1y7m
#KelasPortofolioAnakbyGPA
#GriyaPortofolioAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PekaAkanUnikAnak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *