QOTD : Ma, kalau malaikat itu laki-laki apa perempuan?

Buibu pernah nggak sih ditanya sama anaknya bab malaikat? Faris, di usianya yang menginjak empat tahun ini punya sederet pertanyaan yang menurut saya lebih dulit dibandingkan soal ujian sekolah hehe. Setelah bertanya tentang penciptaan malaikat yang berasal dari cahaya, hari ini Faris punya pertanyaan kejutan buat Mama yaitu berkaitan dengan jenis kelamin malaikat. adakah yang bisa kasih saya contekan buat jawab pertanyaan Faris hihihi…

Berikut ini landasan menjawab pertanyaan Faris yaitu berdasarkan buku I’tiqad Ahlussunnah para malaikat tidak disifati laki-laki atau perempuan. Kalau perempuan karena Allah meniadakan sifat perempuan tersebut dalam firman-Nya : ” Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu ? kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung jawaban ” (Az-Zukhkruf : 19). Dalam firman lain : ” Apakah Kami ciptakan malaikat-malaikat itu perempuan sementara mereka menyaksikannya ” (As-Soffaat : 150).

Sementara sifat laki-laki karena tidak ada nash ( dalil ) yang menyebutkannya. Al-Hulaimy menyebutkan dalam buku ” Minhaj ” dan Faunawi dalam ringkasannya : ” Mungkin ada yang mengatakan bahwa Ashabul A’rof adalah Malaikat yang mencintai penduduk surga dan menangisi penduduk neraka. Hal ini sangat jauh sekali karena dua sebab. Pertama : firman Allah : ” Dan diatas Ashabul A’rof ada para pemuda “.  Para pemuda adalah laki-laki yang berakal sementara malaikat tidak ada terbagi menjadi laki-laki atau perempuan. Kedua : Allah telah memberitahu tentang kondisi mereka ingin sekali masuk surga. Padahal malaikat tidak terhalangi untuk memasuki surga. Bagaimana menjadi penghalang dengan orang-orang yang menginginkannya, sementara keinginan itu sendiri adalah merupakan suatu siksaan baginya. Dan tidak ada waktu itu siksaan bagi malaikat. Selesai dinukil oleh Suyuthi dalam buku ” Al-Habaik hal : 88 “.

 

Iman Kepada Malaikat dan Gambaran Al-Qur’an Atas Malaikat

Seorang Muslim yang beriman kepada malaikat-malaikat Allah maka ia meyakini bahwa mereka merupakan makhluk Allah yang paling mulia, hamba-hamba Allah yang dimuliakan. Mereka diciptakan darinur  (cahaya), sedangkan manusia diciptakan dari tanah kering seperti tembikar dan jin diciptakan dari nyala api. Beriman bahwasanya Allah telah memberi mereka tugas-tugas, dan mereka pun melaksanakannya. Di antara para malaikat itu ada yang bertugas menjaga manusia dan ada juga yang bertugas mencatat amal perbuatannya. Ada pula yang bertugas mengurus surga dan segala kenikmatan yang ada di dalamnya, ada pula yang mengurus neraka dengan segala azab yang ada padanya, dan ada pula yang tugasnya hanya bertasbih menyucikan dan memuji Allah sepanjang siang dan malam, tidak pernah jemu.

“Mereka selalu bertasbih malam dan siang hari tiada henti-hentinya”. (Al-Anbiya’: 20).

Seorang muslim jugawajib berkeyakinan bahwa Allah telah memberika kelebihan kepada sebagian di antara mereka, maka diantara mereka ada para malaikatmuqarrabun (yang didekatkan kepadaNya) seperti malaikat Jibril, Mika’il dan Israfil, sedangkan yang lainnya berada pada deretan berikutnya.

Keyakinan yang demikian itu dimiliki oleh seorang muslim berkat hidayah Allah kepadanya. Perintah Allah agar beriman kepada para malaikat dan informasi dariNya tentang mereka, seperti tertera dalam FirmanNya, “Dan barangsiapa yang kafir(tidak beriman) kepada Allah, malaikat-malaikatNya, rasul-rasulNya dan Hari Kemudian, maka sungguh orang itu telah sesat sejauh-jauhnya” (An-Nisa: 136).

Dan FirmanNya,

“Barangsiapa yang menjadi musuh bagi Allah, malaikat-malaikatNya, rasul-rasulNya, Jibril dan Mika’il, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.”(Al-Baqarah: 98).[4]

Beriman kepada para malaikat adalah salah satu rukun iman.

Pokok iman ini terdapat di dalam Al-Qur’an. “… akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi,…”(Al-Baqarah: 177).

“Rasul telah beriman kepada al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasulNya.”(Al-Baqqrah: 285)

Maka kita wajib beriman kepada para malaikat, dan bahwasanya mereka adalah makhluk dari makhluk-makhluk Allah. Mereka berada di alam ghaib, yang tidak dapat kita lihat, Allah menciptakan mereka dari cahaya.

“Malaikat diciptakan dari cahaya dan jin diciptakan dari nyala api, sedangkan manusia diciptakan dari apa yang telah disifatkan kepada kalian.” (HR. Muslim no.2996).[5]

Para malaikat ada beberapa bagian, yang di antaranya adalah:

Malaikat penjaga manusia (al-Hafazhah). Mereka ialah para malaikat yang Allah Subhanahu Wata’ala tugaskan untuk menjaga anak cucu Adam dan menjaga amal perbuatan mereka. Setiap manusia memiliki empat orang malaikat yang menjaganya, malam dan siang hari. Dua malaikat menjaganya, seorang di sebelah kanannya dan seorang lagi di sebelah kirinya. Yang disebelah kanannya menulis kebaikannya, dan yang disebelah kirinya menulis keburukannya.

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qaaf:18)

Dan dua orang lagi di depan dan dibelakangnya, yang menjaganya dari kezhaliman terhadap dirinya, dan itu selama Allah menetapkan bahwa ia masih tetap hidup.

“Bagi Manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka, dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.”(Ar-Ra’d:11).

Para malaikat melindunginya dari bahaya-bahaya, dan tatkala ajalnyatelah tiba para malaikat itu membiarkannya, maka apa yang telah Allah tetapkan untuknya pasti akan menimpanya. Dan kita beriman kepada ini, dan jika kita imani maka kita seharusnya malu terhadap malaikat yang mulia, sehingga kita tidak melakukan amal perbuatan yang buruk, dan tidak berbicara dengan ucapan yang batil; karena semua itu akan dituliskan untuk kita.[6]

Malaikat adalah alam ghaib. Allah menciptakan mereka dari cahaya, Allah menjadikan mereka selalu taat dan tunduk kepadaNya. Masing-masing dari mereka memiliki tugas yang Allah khususkan untuknya.

Allah Berfirman :” Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat.”(Fathir:1).

Mengenal Nama-Nama Malaikat 

Diantara tugas mereka yang kita ketahui adalah:

Pertama, Jibril: Ditugaskan mengemban wahyu, ia menyampaikan dari Allah kepada Rasul.

Kedua, Israfil: Peniup sangkakala, disanping itu ia adalah salah satu malaikat pemikul Arasy.

Ketiga, Mika’il: Yang ditugaskan mengurusi hujan dan tumbuhan-tumbuhan.

Ketiga malaikat-malaikat ini bertugas mengurusi kehidupan. Jibril bertugas menyampaikan wahyu yang mengandung kehidupan hati. Mika’il pembagi hujan dan tumbuh-tumbuhan yang merupakan kehidupan bumi dan Israfil peniup sangkakala yang menghidupkan orang-orang pada Hari Kebangkitan.[7]

Oleh karena itu Nabi bertawasul denganrububiyah Allah terhadap mereka pada doa iftitah dalam shalat malam. Nabi membaca,

“Ya Allah Rabb Jibril, Mika’il dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Engkau yang menjatuhkan hukum (untuk memutuskan) apa yang mereka (orang kristen dan yahudi  pertentangkan. Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan izin dariMu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki.”(HR. Muslim).[8]

Inilah doa yang Nabi ucapkan padaqiyamul lail dengan bertawasul denganrububiyah Allah terhadap mereka.

Kita juga mengetahui bahwa diantara malaikat ada yang tugasnya mencabut nyawa manusia atau mencabut nyawa setiap pemilik nyawa. Mereka adalah malaikat maut dan teman-temannya, dan tidak perlu diberi nama Izrail, karena tidak ada dalil shahih dari Nabi yang menyatakan bahwa namanya adalah Izrail.

Firman Allah Ta’ala :

“Sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.”(Al-An’am: 61).

Juga Firman Allah Ta’ala:

“Katakanlah,’Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu.” (As-Sajdah:11).

Firman Allah,

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya.” (Az-Zumar: 42).

Tidak ada pertentangan di antara ketiga ayat di atas, karena malaikat mencabut nyawa; jika malaikat maut mencabut nyawa dari jasad, maka di sisinya ada malaikat-malaikat lain. Jika yang bersangkutan adalah termasuk penduduk surga maka para malaikat tersebut membawa minyak wangi dan kafan dari surga. Mereka mengambil ruh yang baik tersebut dan meletakkannya di kafan tersebut lalu mereka naik membawanya kepada Allah, kemudian Allah berfirman, “Catatlah kitab hambaKu di Illiyin (tempat tinggi dalam surga) dan kembalikanlah ke bumi.” Lalu ruh tersebut kembali ke jassadya menghadapi ujian; siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Dan siapa Nabimu? Jika mayit tersebut bukan Mukmin -naudzubillah-maka malaikat maut turun diiringi malaikat dengan minyak busuk dan kafan dari Neraka. Mereka mengambil nyawanya dan meletakkannya di kafan tersebut, kemudian membawanya naik ke langit, akan tetapi pintu langit ditutup dihadapannya dan ia pun dicampakkan di bumi. Firman Allah Ta’ala :

“Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka seolah-olah ia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.”(Al-Hajj: 31).

Kemudian Allah berfriman, “Tulislah kitab hambaKu di Sijjin.”[9] Semoga Allah memberi kita keselamatan.

Para malaikat tersebut bertugas mengambil nyawa dari malaikat maut jika dia telah mencabutnya, malaikat mautlah yang secara langsung mencabut nyawa, jadi tidak ada pertentangan dan yang memerintahkan adalah Allah. Jadi pada hakikatnya Allah-lah yang mewafatkan.

Di antara mereka terdapat malaikat-malaikat yang berkeliling di muka bumi mencari halaqah-halaqah dzikir, jika mereka menemukan halaqah dzikir dan ilmu, maka mereka pun ikut duduk.[10]

Ada pula malaikat-malaikat yang mencatat amal manusia,

“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah), dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(Al-Infithar: 10-12).

Salah seorang sahabat dan murid Imam Ahmad datang menjenguk Imam Ahmadrahimahullah yang sedang sakit, dia melihat Imam Ahmad merintih karena sakit, dia berkata, “Wahai Abu Abdullah, kamu merintih sedangkan Thawus berkata,’Sesungguhnya malaikat menulis sampai rintihan orang sakit, Karena Allah berfirman,

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qaaf:18).

Ada pula malaikat yang ruku’ dan sujud kepada Allah di langit, Nabi bersabda,

“Langit berderit dan ia memang pantas untuk berderit; tidak ada tempat yang lebarnya empat jari darinya, kecuali padanya terdapat malaikat yang berdiri, atau ruku’ atau sujud kepada Allah.”[11]

Langit dengan keluasannya penuh dengan para malaikat tersebut.[12]

Oleh karena itu Rasulullah Sholallahu’alaihi Wassallam menjelaskan tentang Baitul Makmur yang beliau lewati pada waktu Mi’raj. Beliau bersabda tentangnya,

“ia dikelilingi (atau beliau bersabda, ia dimasuki) tujuh puluh ribu malaikat setiap harinya kemudian mereka tidak kembali lagi kepadanya, karena itu adalah hari terakhir bagi mereka.[13]

Maknanya adalah bahwa setiap hari Baitul Makmur[14] dikunjungi oleh tujuh puluh ribu malaikat selain yang mengunjunginya kemarin, mereka tidak kembali kepadanya selama-lamanya, datang malaikat yang lain selain mereka. ini menunjukkan banyaknya jumlah malaikat. Oleh karena itu Allah berfirman,

“Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.”(Al-Muddatstsir: 31)

Ada pula malaikat yang menjaga surga dan menjaga neraka.

Penjaga neraka namanya Malik. Penduduk neraka berkata,

“Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.” (Az-Zukhruf:77).

Yakni hendaknya Dia mematikan dan membinasakan kami. Mereka memohon kepada Allah agar mematikan mereka, karena mereka berada dalam azab yang tak tertahankan. Malik Menjawab,

“Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci kepada kebenaran itu.” (Az-Zukhruf: 78).

Yang penting, kita wajib beriman kepada malaikat.

Bagaimana beriman kepada malaikat?

Beriman bahwa mereka adalah alam ghaib yang tidak terlihat, dan terkadang terlihat, hanya saja pada dasarnya mereka adalah alam ghaib yang diciptakan dari cahaya. Mereka ditugaskan dengan apa yang Allah bebankan kepada mereka, mereka patuh kepada Allah secara total,

“Dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang di perintahkan.” (At-Tahrim: 6).

C.      Kisah-kisah Shahih Tentang Malaikat

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang menggembalakan kambing milik keluarga Halimah binti Abi Dzuaib dari Kabilah as Sa’diyah, tiba-tiba beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangi dua malaikat, lalu keduanya membelah dada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengeluarkan bagian yang kotor dari hatinya. Peristiwa ini telah dijelaskan oleh Anas bin Malik dalam hadits shahih yang diriwayatkan Imam Muslim.

Juga telah dijelaskan sendiri oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Ketika aku sedang berada di belakang rumah bersama saudaraku (saudara angkat) menggembalakan anak kambing, tiba-tiba aku didatangi dua orang lelaki-mereka mengenakan baju putih- dengan membawa baskom yang terbuat dari emas penuh dengan es. Kedua orang itu menangkapku, lalu membedah perutku. Keduanya mengeluarkan hatiku dan membedahnya, lalu mereka mengeluarkan gumpalan hitam darinya dan membuangnya. Kemudian keduanya membersihkan dan menyucikan hatiku dengan air itu sampai bersih”.(HR.Muslim)[15]

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad disebutkan :

“…… keduanya lalu bersegera mendekati dan memegangiku. Kemudian aku ditelentangkan, kemudian membedah perutku. Kedua malaikat itu mengeluarkan hati dari tempatnya dan membedahnya. Selanjutnya mereka mengeluarkan dua gumpalan darah hitam darinya ……”.[16]

Dari dua riwayat di atas dapat diketahui, peristiwa pembedahan dada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah benar-benar terjadi.

Dan Malaikat bisa saja menjelma menyerupai seorang laki-laki, seperti yang pernah terjadi pada malaikat Jibril tatkala Allah mengutusnya kepada Maryam. Jibril menjelma menjadi seorang manusia yang sempurna. Demikian pula ketika ketika Jibril datang kepada Nabi Sholallahu’alaihi Wassallam, sewaktu beliau sedang duduk ditengah-tengah para sahabatnya. Jibril datang dengan bentuk seorang lelaki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat tanda-tanda dia baru saja melakukan perjalanan jauh, namun tidak seorang pun yang mengenalinya. Jibril duduk dengan Nabi Sholallahu’alaihi Wassallam, menyandarkan kedua lututnya ke lutut Nabi, dan meletakan kedua telapak tangannya di atas paha Nabi. Ia bertanya kepada Nabi Sholallahu’alaihi Wassallam tentang Islam, iman, ihsan, hari kiamat, dan tanda-tandanya, setelah tidak disitu lagi, barulah Nabi Sholallahu’alaihi Wassallam menjelaskan kepada para sahabatnya. “Itu adalah Jibril yang datang untuk mengajarkan kalian tentang agama kalian.”(HR.Muslim).[17]

Berbicara tentang Jibril tentu akan semakin membuktikan ketidak-berdayaan logika manusia. Allah ﷻ mengabarkan bahwa para malaikat ada yang memiliki dua sayap, tiga, empat, atau lebih. Sedangkan akal manusia hanya mampu menggambarkan mereka dengan dua sayap saja, di kiri dan di kanan. Bagaimana kalau tiga sayap? Bagaimana kalau empat? Apatah lagi 600 sayap seperti Jibril. Rasulullah ﷺ bersabda,

Dari Ibnu Mas’ud radhialahu ‘anhu,

“Muhammad ﷺ melihat Jibril (dalam wujud aslinya pen.). Ia memiliki 600 sayap yang menutupi langit.” (HR. An-Nasa-i).[18]

Ibunda Aisyah radhiallahu ‘anha pernah bertanya kepada kekasihnya, Rasulullah ﷺ tentang dua ayat di dalam Alquran. Yakni ayat dalam surat:

“Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.” (QS. At-Takwir: 23).

Dan surat:

“Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tingga

*Nama-nama khusus sebagian malaikat yang ada di dalam dalil yang shahih.*

*⑴ JIBRIL*
Allah berfirman:
ﻗُﻞْ ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﺪُﻭًّﺍ ﻟِﺠِﺒْﺮِﻳﻞَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻧَﺰَّﻟَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻠْﺒِﻚَ ﺑِﺈِﺫْﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ
“Katakanlah: ‘Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril maka sesungguhnya dia telah menurunkan wahyu ke dalam hatimu dengan izin Allah.” (Al-Baqarah 97)

*⑵ MIKAIL*
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
ﻣَﻦ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﺪُﻭًّﺍ ﻟِّﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﻠَﺎﺋِﻜَﺘِﻪِ ﻭَﺭُﺳُﻠِﻪ ِﻭَﺟِﺒْﺮِﻳﻞَ ﻭَﻣِﻴﻜَﺎﻝَ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺪُﻭٌّ ﻟِّﻠْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ
“Barangsiapa yang menjadi musuh bagi Allah, malaikat-malaikatNya, Rasul-rasulNya, Jibril dan juga Mikail maka sesungguhnya Allah adalah musuh bagi orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah 98)

*⑶ ISRAFIL*
Di dalam sebuah hadits, diantara do’a iftitah yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam ketika shalat malam adalah:
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺭَﺏَّ ﺟﺒْﺮَﺍﺋِﻴﻞَ ﻭَﻣِﻴﻜَﺎﺋِﻴﻞَ ﻭَﺇِﺳْﺮَﺍﻓِﻴﻞَ ﻓَﺎﻃِﺮَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻷَﺭْﺽِ ﻋَﺎﻟِﻢَ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﺎﺩَﺓِ ﺃَﻧْﺖَ ﺗَﺤْﻜُﻢُ ﺑَﻴْﻦَ ﻋِﺒَﺎﺩِﻙَ ﻓِﻴﻤَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻓِﻴﻪِ ﻳَﺨْﺘَﻠِﻔُﻮﻥَ . ﺍﻫْﺪِﻧِﻲ ﻟِﻤَﺎ ﺍﺧْﺘُﻠِﻒَ ﻓِﻴﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻚَ ﺇِﻧَّﻚَ ﺗَﻬْﺪِي مَنْ تَشَاءُ إِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻁٍ ﻣُﺴْﺘَﻘِﻴﻢٍ
“Ya Allah Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil yang telah menciptakan langit dan juga mengetahui yang ghaib maupun yang kelihatan. Engkau menghukumi diantara hamba-hambaMu di dalam apa yang mereka perselisihkan. Maka tunjukilah aku yang benar di dalam apa yang diperselisihkan dengan izinMu, sesungguhnya Engkau memberikan petunjuk orang-orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.” (HR. Muslim)

*⑷ MALIK*
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
ﻭَﻧَﺎﺩَﻭْﺍ ﻳَﺎ ﻣَﺎﻟِﻚُ ﻟِﻴَﻘْﺾِ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺭَﺑُّﻚَ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﻣَﺎﻛِﺜُﻮﻥَ
“Mereka (penduduk neraka) memanggil: ‘Wahai Malik, hendaklah Rabbmu mematikan kami.’ Maka Malik berkata: ‘Sesungguhnya kalian akan tetap tinggal’.”(Az-Zukhruf 77)

*⑸ MUNKAR* &
*⑹ NAKIR*
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
ﺇِﺫَﺍ ﻗُﺒِﺮَ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖُ ﺃَﻭْ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺃَﺗَﺎﻩُ ﻣَﻠَﻜَﺎﻥِ ﺃَﺳْﻮَﺩَﺍﻥِ ﺃَﺯْﺭَﻗَﺎﻥِ ﻳُﻘَﺎﻝُ ﻷَﺣَﺪِﻫِﻤَﺎ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮُ ﻭَﺍﻵﺧَﺮ ﺍﻟﻨَّﻜِﻴﺮُ
“Apabila seorang mayyit atau salah seorang diantara kalian dikuburkan maka akan didatangi 2 orang malaikat yang hitam, yang biru. Dinamakan yang pertama adalah Munkar dan yang lain An-Nakir.” (HR. Tirmidzi)

*⑺ HARUT* &
*⑻ MARUT*
ﻭَﻣَﺎ ﻛَﻔَﺮَ ﺳُﻠَﻴْﻤَﺎﻥُ ﻭَﻟَٰﻜِﻦَّ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻳُﻌَﻠِّﻤُﻮﻥَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺍﻟﺴِّﺤْﺮَ ﻭَﻣَﺎ ﺃُﻧﺰِﻝَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤَﻠَﻜَﻴْﻦِ ﺑِﺒَﺎﺑِﻞَ ﻫَﺎﺭُﻭﺕَ ﻭَﻣَﺎﺭُﻭﺕَ ۚ
“Dan tidaklah Sulaiman kafir, akan tetapi syaithan-syaithanlah yang kafir. Mereka mengajarkan manusia sihir dan apa yang telah diturunkan kepada 2 orang malaikat di Babil yang bernama Harut dan juga Marut.” (Al-Baqarah 102)

*⑼ AR-RA’D*
Di dalam sebuah hadits datang orang-orang Yahudi kepada Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam. Kemudian mereka berkata:
ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺎ ﺍﻟْﻘَﺎﺳِﻢَ ﺃَﺧْﺒِﺮْﻧَﺎ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺮَّﻋْﺪُ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ؟
“Wahai Abul Qāsim (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam), kabarkanlah kepada kami tentang Ra’d, apakah itu?”
Maka Beliau shallallahu ‘alayhi wa sallam mengatakan:
ﻣَﻠَﻚٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔِ ﻣُﻮَﻛَﻞٌ ﺑِﺎﻟﺴَّﺤَﺎﺏَ ﻣَﻌَﻪُ ﻣَﺨَﺎﺭِﻳﻖُ ﻣِﻦْ ﻧَّﺎﺭٍ ﻳَﺴُﻮﻕُ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﺴَﺤَﺎﺏَ ﺣَﻴْﺚُ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠﻪ
“Seorang malaikat di antara malaikat-malaikat yang diberi tugas untuk menggiring awan, bersamanya alat yang terbuat dari api untuk menggiring awan tersebut sesuai dengan kehendak Allah.” (HR. Tirmidzi)

*Di antara nama-nama malaikat yang masyhur di kalangan kaum Muslimin akan tetapi tidak berdasarkan dalil yang shahih.*

*⑴ IZRAIL* nama dari malaikat pencabut nyawa.
Tidak ada dalil yang shahih bahwa Izrail adalah nama dari malaikat pencabut nyawa.
Allah di dalam Al-Quran dan Nabi di dalam hadits yang shahih hanya menggunakan istilah “Malakul Maut” (malaikat kematian).
Allah berfirman:
ﻗُﻞْ ﻳَﺘَﻮَﻓَّﺎﻛُﻢْ ﻣَﻠَﻚُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻭُﻛِّﻞَ ﺑِﻜُﻢْ ﺛُﻢَّ ﺇِﻟﻰ ﺭَﺑِّﻜُﻢْ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ
“Katakanlah Malakul Maut (malaikat kematian) yang ditugaskan kepada kalian akan mewafatkan kalian kemudian kalian akan dikembalikan kepada Rabb kalian.” (As-Sajdah 11)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
ﺃُﺭْﺳِﻞَ ﻣَﻠَﻚُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ ﺇِﻟَﻰ ﻣُﻮﺳَﻰ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺟَﺎﺀَﻩُ ﺻَﻜَّﻪُ ﻓَﺮَﺟَﻊَ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻪِ
“Diutus Malakul Maut kepada Musa, maka ketika malaikat tersebut mendatangi Musa, Nabi Musa menamparnya. Maka kembalilah malaikat tersebut kepada Rabbnya.” (HR. Bukhari Muslim)

*⑵ RIDHWAN*, sebagai nama dari seorang malaikat penjaga surga.
Tidak ada dalil yang shahih bahwa Ridhwan adalah malaikat penjaga surga.
Allah di dalam Al-Quran dan Nabi di dalam hadits yang shahih hanya menggunakan istilah “Penjaga”, tanpa menyebut nama.
Allah berfirman:
ﻭَﺳِﻴﻖَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﺗَّﻘَﻮْﺍ ﺭَﺑَّﻬُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺯُﻣَﺮًﺍ ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﺟَﺎﺀُﻭﻫَﺎ ﻭَﻓُﺘِﺤَﺖْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺑُﻬَﺎ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻟَﻬُﻢْ ﺧَﺰَﻧَﺘُﻬَﺎ ﺳَﻠَﺎﻡٌ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻃِﺒْﺘُﻢْ ﻓَﺎﺩْﺧُﻠُﻮﻫَﺎ ﺧَﺎﻟِﺪِﻳﻦَ
“Dan digiring orang-orang yang bertaqwa kepada Rabb mereka ke surga dalam keadaan berkelompok-kelompok sehingga ketika mereka mendatanginya dan dibuka pintu-pintu surga dan berkatalah para penjaga surga kepada mereka: ‘Keselamatan atas kalian, kalian telah baik maka masuklah kalian ke dalam surga kekal selamanya’.” (Az-Zumar 73)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
ﺁﺗِﻲ ﺑَﺎﺏَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻓَﺄَﺳْﺘﻔْﺘِﺢُ ، ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﺨَﺎﺯِﻥُ : ﻣَﻦْ ﺃَﻧْﺖَ؟ ﻓَﺄَﻗُﻮﻝُ : ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ، ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ : ﺑِﻚَ ﺃُﻣِﺮْﺕُ ﻟَﺎ ﺃَﻓْﺘَﺢُ ﻟِﺄَﺣَﺪٍ ﻗَﺒْﻠَﻚَ
“Aku akan mendatangi pintu surga pada hari kiamat. Maka aku meminta dibukakan, maka berkatalah Penjaga: ‘Siapakah engkau?’. Maka aku berkata: ‘Muhammad’. Maka dia berkata: ‘Denganmulah aku diperintah, aku tidak membukanya untuk seorangpun sebelummu’.” (HR. Muslim)

 

 

referensi :

[1] Buku Anak Bertanya, Anda Kelabakan, Kumpulan Pertanyaan Anak Islam yang Anda Bingung Menjawabnya, Layla TM.

[2] Materi Shirah Ibu Berkisah

[3]https://islamqa.info/id/96306

 

 

 

#day49
#01April2018
#Batam
#3y8m
#1y7m
#KelasPortofolioAnakbyGPA
#GriyaPortofolioAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PekaAkanUnikAnak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *