Oleh Oleh dari Pertukaran Pelajar di Ibu Profesional Semarang-Jepara-Salatiga

Rabu, 04 April 2018, saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi peserta pertukaran pelajar di Institut Ibu Profesional. Alhamdulillah hasil dari penilaian fasil di akhir kelas matrikulasi kemarin saya terpilih untuk jalan-jalan ke pulau seberang, Jawa Tengah, Semarang-Jogja-Salatiga. Rasanya senang sekali seperti bernostalgia kembali pada perjalanan backpacker ke Karimun Jawa dan kota tua Semarang sekian tahun yang lalu, ketika belum ada anak-anak hihi. Mengingat indahnya panorama pulau kecil yang tenang dan pemandangan alamnya yang eksotis. Belum lagi kuliner dengan citarasa khas. Lumpia khas semarang yang ternama, bandeng presto Juwana, tahu gimbal yang sampai saat ini saya masih penasaran gimana cara buatnya hingga menghasilkan tekstur yang pas, dan wingko babat. MasyaAllah ya betapa kaya kuliner negara kita. Hmm.. Yummy.. Nah loh kok jadi ngomongin makanan 😂

Jadi ceritanya, CMSE ini merupakan pengalaman dan kesempatan perdana bagi saya untuk berbagi secara formal dalam WAG kelas matrikulasi lain. Rasanya cukup deg-degan. Tapi alhamdulillah saya merasa beruntung karena sebelumnya saya sudah pernah bertugas mengisi sesi perkenalan di kelas saya sendiri baik secara online maupun offline Jadi lumayan sudah pemanasan. Walaupun ternyata suasananya agak berbeda, beda karakter dan beda yang saya bawakan. Dalam sesi pertukaran pelajar kali ini, saya diminta untuk membagi mimpi saya. Disinilah saya semakin termotivasi dan semangat mengejar cita-cita yang sejak dulu masih menjadi angan.

 

baca juga : Aliran Rasa Matrikukasi Institut Ibu Profesional Batch 5 Batam Kepri

 

Ketika diinvite ke WAG IP SJS terasa sambutan yang sangat hangat, ternyata lumayan banyak juga rentetan pertanyaan dan diskusi datang silih berganti. Banyak sekali pertanyaan yang masuk mulai dari bagaimana harus memulai gaya hidup hijau  alias green lifestyle sampai dengan resep natural homemade soap sampai visi misi keluarga. Ah, rasanya waktu 30 menit yang diberikan kepada saya sangatlah singkat untuk banyak hal.

Uniknya ketika pertama kali sampai di SJS saya langsung ditanya tentang Trenggalek. Fasil SJS bertanya kepada saya karena tergelitik dengan kata “Trenggalek”, iya Trenggalek. Trenggalek itu bukan kota melainkan kabupaten kecil di pesisir selatan Jawa Timur. Kabupaten kecil yang mungkin tidak diketahui banyak orang dan sering ditanya “Trenggalek itu mana”.

Setah berkenalan ibu-ibu sangat excited sekali dengan materi yang saya bawakan. Mulai dari progress project yang maju mundur cantik baru saya mulai dari keluarga saya sendiri terlebih dahulu.

Alhamdulillah teman-teman IIP SJS sangat antusias menerima kedatangan saya disana. Setelah menjawab satu dua pertanyaan rasa deg-degan mulai hilang  berganti dengan semangat untuk berbagi.

Oiya saya juga berbagi resep natural homemadesoap yang sudah saya coba dan akan terus saya perbaiki komposisinya. Saya juga belum bisa membuat video tutorialnya, do’akan segera bisa segera launching yah videonya. Ah, semangat menambah jam terbang 😊

Resep Natural Homemade Soap

🍋Sabun Pepaya🍋

Bahan-Bahan :

40 ml larutan alkali
90 ml air bersih
20 ml minyak zaitun
20 ml minyak kelapa
90 ml jus pepaya murni
8 ml minyak esential sesuai selera

Cara Membuat Sabun Pepaya (Metode Cold Proced)

1.Larutkan alkali dengan air bersih dan dinginkan.
2.Panaskan minyak zaitun dan minyak kelapa dengan suhu 40 derajat celcius lalu campur dengan larutan alkali dan aduk rata.
3.Tambahkan jus pepaya dan minyak esensial dan aduk kembali hingga rata dan mengental.
4.Tuangkan ke dalam cetakan dan diamkan sampai 2 minggu, siap untuk digunakan. Selama proses curing sabun harus disimpan dalam wadah tertutup rapat.

Catatan :
*Wajib memakai timbangan digital agar ukurannya pas.
*Alat-alat yang dipakai harus dipisah dan khusus tidak boleh bercampur dengan alat makan.
*Untuk cetakan bebas bisa pakai apa saja, kardus pun bisa dijadikan cetakan.

☕Resep Sabun Kopi☕

Bahan-Bahan :

400 gram minyak kelapa sawit
300 gram minyak kelapa
300 gram minyak zaitun
290 gram air distilasi /air suling (sy pakai R.O atau cleo)
145 gram NaOH
2 sendok makan kopi bubuk
20 gram peppermint esensial oil

Cara Membuat Sabun Kopi (Metode Hot Process)

1. Masukkan air ke dalam panci ukuran besar dan biarkan sampai mendidih.
2. Campur alkali dengan minyak sambil dipanaskan, lanjutkan dengan mixer/blender adonan hingga menjadi adonan berjejak
3. Masukkan panci kedalam panci besar yang berisi air mendidih tadi dan tutup panci yang berisi adonan sabun supaya bisa tetap panas.
4. Panaskan selama 3 jam dan aduk setiap 30 menit sekali.
*Sesudah 30 menit pertama, jangan aduk adonan dan panaskan kembali supaya gel phase bisa didapatkan. Sesudah mencapai tahap gel phase baru aduk sampai rata dan masukkan kembali ke panci berisi air panas.
5. Tambahkan dengan air supaya lebih mudah diaduk dan tambahkan juga minyak sebagai superfat selagi sabun masih panas dan jangan lupa tambahkan kopi bubuk dan aduk sampai rata.
6. Sesudah suhu menurun, tambahkan dengan esential oil dan aduk kembali sampai rata.
7. Masukkan ke dalam cetakan dan biarkan selama 2 minggu agar sabun set dan air yang terkandung di dalam sabun bisa menguap dengan sempurna.

Oleh-oleh setelah jalan-jalan ke SJS adalah saya semakin memantapkan diri untuk menggagas project Green Family. Ya Allah mudahkanlah jalan menuju kesana. Semoga Allah mempertemukan saya dengan orang yang tepat dan kita bisa bersinergi demi bumi yang lebih hijau, lingkungan yang lebih sehat dan juga generasi yang lebih bersyukur sehingga bisa menjaga bumi titipan Allah ini. 💞

Alhamdulillah di kelas IIP mana saja ternyata sama. Tidak ada yang lebih pintar dari lainnya. Yang ada adalah saling berbagi, saling menginspirasi. Yang ada adalah saling mengingatkan dan menguatkan.Salam Ibu Profesional

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *