Worldschooling Part 1 : Belajar Matematika

Assallamualaykum teman-teman, alhamdulillah kemarin Faris ikut Papa berdinas ke Tanjung Pinang. Senangnya Faris dan Irbadh bisa ngikut jalan-jalan sambil belajar banyak hal tentunya. Ceritanya kami berangkat dari Batam menggunakan speedboat Oceana melalui pelabuhan Punggur dengan jadwal pemberangkatan pukul 10.00 WIB. Dengan sedikit terburu-buru dan packing seadanya jadilah kami berangkat, bismillahirrahmanirrahim.
Saya dan rombongan kantor suami tiba di Pelabuhan pukul 09.50 WIB. Kemudian kami lanjut membeli tiket kapal dan masuk ke kapal karena sebentar lagi kapal akan berangkat.

Perjalanan kami alhamdulillah berjalan lancar, cuaca pun mendukung. Meskipun anak-anak baru sembuh dari flu dan masih sedikit meler alhamdulillah mereka tidak rewel selama perjalanan. Empat puluh menit perjalanan laut terasa singkat karena keceriaan anak-anak. Saya dan Shabrina, teman kantor suami ngobrol sampai kemana mana sampai-sampai tidak sadar speedboat sudah sampai Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Setelah turun dari kapal dan berjalan menuju gerbang keluar pelabuhan kami sudah dijemput oleh mobil hotel CK Tanjung Pinang, tempat kami menginap. Biaya setiap penjemputan Rp 120.000,- yang menurut saya masih worth it jika dipakai untuk penjemputan rombongan keluarga atau wisatawan dengan jumlah rombongan banyak sebab satu mobil muat hingga 12 penumpang.

Menginap di Hotel CK Tanjung Pinang

Pukul 12.30 kami sampai di hotel CK Tanjung Pinang, hotel bintang empat yang terletak di RH Fisabilillah KM.8 No.10, Batu IX, Tanjungpinang, Tanjungpinang, Kepulauan Riau 29125

Hotel berkapasitas 260 kamar ini, menawarkan pilihan bervariasi, termasuk Presidential Suite. Tipe kamar lainnya seperti Superior, Deluxe, Deluxe Balcony, Premier, Suite, dan Executive Suite pun dapat dipilih sesuai dengan budget Harga kamar di hotel ini mulai dari Rp 888.888,- per malam sudah termasuk sarapan untuk dua orang. Selain kamar, hotel juga dilengkapi fasilitas 20 ruang pertemuan, satu ballroom berkapasitas 3.000 orang yang cocok digunakan berbagai event seperti weeding party, seminar atau kegiatan rapat oleh instasi pemerintah maupun swasta.

Selain itu ada juga fasilitas pendukung seperti Soleil Restaurant, Oasis Coffee Bar, Valiant Music Lounge, Solitaire Fitness Centre, Aquatic Swimming Pool, SPA & Massage serta KTV.

Fasilitas-fasilitas tersebut juga dilengkapi dengan layanan seperti Airport Transfer Service (on request), Room Service 24 jam juga koneksi internet nirkabel gratis (Free Wifi).

Bangunan lobi hotel ini begitu megah dan mengusung tema classic. Terlihat dari interior dan pemilihan furniture yang begitu elegan. Terdapat beberapa kursi besar yang dapat digunakan untuk bersantai dan ngobrol bersama. Kolam renang hotel ini ada dua untuk anak – anak dan dewasa. Kolam khusus untuk anak-anak dilengkapi dengan arena bermain berupa seluncuran, mini wall climbing hingga ayunan jadi anak-anak bisa puas berenang disini.  Itulah sekilas hotel tempat kami menginap. Penasaran? Kalau berkunjung ke Tanjung Pinang, hotel ini boleh dicoba  🙂 

Mengenal Angka lewat Permainan

Bermain bersama anak adalah cara terbaik untuk membantunya belajar. Flashcard dan aneka worksheet akan membuat anak seusia Faris dan Irbadh jenuh. Itulah sebabnya mengapa permainan mencari angka atau huruf bisa dijadikan alternatif mengenalkan angka dan menumbuhkan minat belajar sesuai dengan keterampilan anak usia dini. Selain menjalin kelekatan, belajar pun dilakukan secara fun! Meskipun hari ini kami sedang outing, tetapi kesempatan belajar ada dimana saja loh. Penasaran Faris belajar apa saja? Teman-teman harus mencoba ide bermain ini ya!

1. Belajar mengklarifikasi Angka Melalui Tombol Panel Lift
Mengurutkan angka adalah cara lama, tetapi bisa diandalkan keampuhannya untuk melatih anak mengurutkan angka. Jadi, ketika Mama dan anak-anak hendak menuju kamar hotel tempat kami menginap Faris diberikan kepercayaan untuk menekan tombol panel di sisi pintu lift. Mungkin terlihat ribet dan lama pastinya tetapi inilah proses belajar. Melalui tombol panel lift Faris bisa menyentuh dan mengurutkan serta menyebutkan angka kecil sampai terbesar. Ia pun mulai memahami kuantitas lewat banyaknya lantai yang ia lewati dalam perjalanan menuju ke kamar. Misalnya ketika ia menekan tombol angka 6, maka sebanyak 5 lantai akan ia lewati sebelum sampai di lantai 6.

2.Belajar dari Nomor Kamar dan Nomor Telepon
Buat anak lebih akrab dengan angka lewat aktifitas mencari nomor kamar dan memencet tombol telepon. Caranya, minta anak-anak mencocokkan angka yang tertera di kunci kamar hotel dengan angka yang ditempel di depan kamar. Anak-anak heboh sendiri mencari angka 6, kebetulan nomor kamar kami unik 666.  Lumayanlah untuk pemanasan mengenal angka 6. Kemudian Mama menulis nomor handphone Mama dan meminta anak-anak menelpon Mama. Kebetulan sekali tema lesson plan minggu ini adalah mengenal alat telekomunikasi dan anak-anak diajak untuk belajar adab berbicara melalui telepon. Tak perlu lama-lama. yang penting anak-anak bisa belajar mengenal angka lewat nomor kamar dan nomor telepon. Atau, bisa juga ketika Mama akan menelpon Uti maka anak-anak diminta untuk menyambungkan nomornya. Tentu di bawah pengawasan Mama. Cara ini lumayan mengasyikan karena akan membuat anak lebih mengenal angka.

3. Belajar dari Benda di Sekitar Kita
Ajak anak-anak mengamati sekitar dan cobalah cari bentuk-bentuk yang akan diperkenalkan. Perkenalkan pada anak bentuk bujur sangkar, segitiga, lingkaran dan aneka bentuk lainnya. Mereka pasti senang diperkenalkan dengan bentuk-bentuk ini. Misalnya televisi yang berbentuk persegi panjang, toilet yang berbentuk lonjong atau gelas yang berbentuk lingkaran. Kemudian ajak mereka menggambar dan menirukan bentuk-bentuk itu meski belum sempurna.

Melalui kegiatan ini anak-anak menjadi lebih akrab dengan matematika sebab matematika ada di sekitar kita. Di rumah, di kantor, di pasar, di super market, di hotel, bahkan di tubuh kita. Dunia nyata, kehidupan sehari-hari dan lingkungan di sekitar kita adalah sumber belajar matematika. Menanamkan suatu konsep matematika sebaiknya tidak diawali dengan woro-woro layaknya Mama masih di bangku sekolah sekian tahun silam. Dimana Mama sebagai siswa diberikan sebuah materi pelajaran hari ini dan dilanjutkan contoh soal dan latihan. Sepertinya cara jadul itu belum memberikan efek positif dalam diri Mama yang pada dasarnya memang tidak menyukai matematika bahkan menganggap matematika sebagai momok. Melalui pengalaman belajar yang kaku seperti itu menyadarkan Mama bahwa anak-anak perlu dihadapkan pada suatu masalah atau fenomena yang kontekstual.

Seperti hari ini, anak-anak saya minta untuk mengamati, menanyakan hal-hal terkait fenomena atau masalah dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Kemudian mengolah informasi tersebut untuk memecahkan masalah atau mengkonstruksi suatu konsep matematika berdasarkan informasi yang telah didapat dan diolahnya. Terakhir, mereka dapat mengkomunikasikannya baik secara lisan maupun tertulis. Mau tau keseruan pejalanan kami yang lainnya? Jangan lupa tetap ikuti kelanjutan cerita perjalanan worldschooling kami ya. 

4 thoughts on “Worldschooling Part 1 : Belajar Matematika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *