Memahami (Bakat) Diri Dahulu, Memandu (Bakat) Anak Kemudian

Sudahkah anda mengetahui bakat dan potensi diri apa saja yang anda miliki? Itu pertanyaan besar dari penugasan ke-53 kelas Pendampingan Portofolio Anak bersama Mbak Andita. Sebelmnya perlu kita sadari terlebih dahulu bahwa setiap orang pasti memiliki bakat dan potensinya masing-masing sebagai anugerah yang Allah berikan.

Bakat dan potensi diri merupakan sarana untuk meraih kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat. Keduanya merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam menjalani kehidupan ini. Semua orang memilikinya walau dengan kadar yang berbeda-beda. Melalui kedua unsur inilah akan membentuk peran hidup seseorang. Apakah seseorang itu akan menjadi dokter, pengusaha, tentara, dai, guru, atau bahkan satu orang bisa menjalankan beberapa profesi sekaligus.

Potensi

Pada dasarnya setiap orang memiliki potensi yang terdiri dari empat bagian yaitu; Fisik, Emosional, Intelektual dan Spiritual.

a. Potensi Spiritual / Ruhiyah yaitu potensi untuk beriman kepada Allah Swt. Potensi ini mendorong manusia mendekatkan diri kepada Allah Swt serta tunduk kepada perintah dan larangan-Nya.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari suami mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “ Betul(Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. QS. Al-A’raaf (Tempat tertinggi) 7 : 172.      

Untuk menguatkan potensi ini hendaklah manusia mau mendalami ilmu agama, memperbanyak ibadah dan bersikap ikhlas semata-mata karena Allah SWT.

b. Potensi Fisik yaitu berupa kelengkapan anggota badan beserta panca indera. Dengan potensi ini manusia mampu melakukan aktifitas fisik seperti berjalan, mengangkat beban, maupun pekerjaan fisik lain.Untuk menguatkan fisik ini dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan dengan     mengkonsumsi makanan yang bergizi, olahraga dan istirahat yang cukup.

c. Potensi Emosional yaitu berupa perasaan. Melaui potensi ini manusia dapat memahami perasaan orang lain, simpati, kasihan dan sebagainya. Untuk melatih potensi ini dapat dilakukan dengan cara melakukan interaksi dengan banyak orang. Melalui cara ini, kita dapat mengetahui ragam karakter manusia dan memahami emosi atau perasaan orang lain.

d. Potensi Intelektual yaitu potensi berupa kemampuan berpikir atau dengan kata lain memiliki akal. Dengan potensi ini banyak sekali kemajuan yang kini bisa kita nikmati terutama bermacam temuan di bidang teknologi. Untuk menguatkan potensi ini yang perlu dilakukan adalah belajar dengan serius dan memfokus pada bidang-bidang yang di kuasai atau yang digemari.

Bakat

“ …Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaan-Nya masing-masing…” (QS. Al-Isra [17]: 84)

Setiap orang telah diberikan bakatnya masing-masing. Ini artinya bahwa Allah telah merancang seseorang dalam hidupnya untuk melakukan pekerjaan tertentu atau mengambil peran tertentu sesuai bakat atau talenta yang dimilikinya. Jika seseorang mampu mengembangkan bakat atau talentanya, maka sukses besarlah yang akan diraihnya.

Kita sering memaknai bakat sebagai sesuatu kelebihan yang dimiliki setiap orang. Ada orang yang berbakat di bidang olahraga, seni, akademik maupun yang lainnya. Bakat inilah yang akan mengarahkan seseorang kepada suatu profesi tertentu. Semua orang pada dasarnya memiliki bakat, seandainya ia tidak dapat melakukan pekerjaan yang baik boleh jadi ia tidak bekerja sesuai dengan bakatnya.

Lalu apakah yang dimaksudkan dengan bakat itu sendiri? definisi bakat sebagai berikut:

Menurut Efriyani Djuwita dalam bukunya Memilih & Mencari Kerja Sesuai dengan Bakat dan Kepribadian, secara garis besar dapat disimpulkan:

Bakat adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempelajari suatu pengetahuan, keahlian atau dapat memecahkan masalah pada situasi tertentu. Bakat merpakan anugrah/talenta yang dimiliki seseorang. Sifat dasar, kepandaian, pembawaan yang muncul sejak lahir. Misalnya bakat menyanyi, bakat kesenian.

Menurut Ustad Harry Santosa dalam bukunya, disebutkan sebagai Fitrah Bakat yang meliputi Talent, Passion & Strength. Setiap anak adalah unik dan memiliki sifat bawaan masing-masing yang kemudian akan berkembang menjadi karakternya. Dengan karakternya, akan berkembang bakat yang akan menjadi misi hidup yang spesifik untuk bisa berperan dalam peradaban.

Bakat itu ada dua sumber, dari panca indera (ada 15 aktifitas) 15 bakat tersebut yang selama ini mdah dilihat sehingga dulu kalau tidak bisa melakukan 15 aktifitas tersebut maka dianggap tidak berbakat. Bakat yang bersumber pada panca indera yang ada dalam diri saya yang ‘gue’ banget antara lain:

  1. Menari, sejak kecil saya sudah jatuh cinta dengan aktivitas seni yang satu ini. Bahkan sejak duduk di bangku sekolah dasar saya aktif mengikuti kelas menari tradisional dan saya terus menari hingga saya lulus SMA. Perubahan dalam hidup saya membuat saya memutuskan untuk meninggalkan dunia tari padahal sampai detik ini pun saya masih suka menari  meskipun hanya di dalam rumah saja bukan untuk pementasan hihi.
  2. Memasak, ketertarikan saya terhadap dunia memasak terutama baking atau membuat desert dimulai ketika saya masih kuliah. Senang mencoba berbagai resep baru dan mengikuti cooking class merupakan tempat saya mengekspresikan diri. Saat ini,saya ingin fokus belajar memasak sehat dan simple tanpa banyak proses pengolahan karena kebutuhan akan hidup yang lebih berkualitas dan sehat tentunya.
  3. Memelihara Lingkungan, sebenarnya bakat ini muncul karena pembiasaan diri yang dilakukan oleh Papa saya dan berlanjut sampai saat ini. Inilah motivasi saya untuk mendalami dan mengembangkan bakat ini.
  4. Bercocok Tanam, bicara soal bercocok tanam pada dasarnya saya telaten mengurusi tanaman apalagi bisa dikonsumsi sendiri. Mungkin karena latar belakang tersebut yang membuat saya ingin menekuni kembali hobi yang sudah lama terkubur dalam-dalam. Kini waktunya saya bangkit  demi mewujudkan mimpi-mimpi yang belum tercapai.

Mengidentifikasi Bakat dan Peran Dalam Diri melalui Pandu 45

Apakah PANDU 45 itu?

Pand 45 adalah panduan untuk melihat kekuatan dengan beragam aktifitas. Dibuat oleh Pak Dodik Mariyanto dan Bunda Septi Peni Wulandani. Di dalamnya ada 34 tema bakat (bahasa bakat) yang bisa dijadikan acuan untuk identifikasi. Sedangkan ASESSMENT ST30 yang dibuat oleh Ir. Abah Rama Royani sebagai alat untuk mengetahui potensi kekuatan diri. Di dalamnya ada 30 bakat terkait peran.

Pada Pandu 45, 34 Tema Bakat itu merupakan kata sifat yang disebut BAKAT.  Sedangkan ST30 atau 30 streght typology itu kata benda yaitu PERAN.

Dari indikator yang tertulis pada pandu 45 dan ST 30 halaman 6-13, saya memilih tema bakat dan peran yang paling pas atau cocok dengan apa yang saya rasakan dalam kehidupan sehari-hari selama ini. Saya juga memasukkan faktor penting pada hal yang saya BISA dan SUKAI.  Hal tersebut saya ambil dari hasil  beragam kegiatan yang pernah saya lakukan sebelumnya.

Baca Juga : Menuju Bunda Produktif Rejeki Itu Pasti Kemuliaan Yang Dicari

Saya mudah bergaul dan akrab dengan orang baru. Banyak yang bilang saya orangnya rame, apalagi kalau sudah kenal hal kecil pun bisa jadi bahan obrolan. Saya senang membantu orang lain. Saya senang berbicara menjelaskan sesuatu kepada orang lain. Saya bahagia melihat orang lain bisa sukses. Saya senang bicara di depan umum menjelaskan atau mengajarkan sesuatu. Saat bekerja dulu, setiap hari saya berinteraksi dan senang melayani banyak orang. Saya suka belajar hal baru dan mudah mempelajari sesuatu. Fokus dan disiplin apabila mengerjakan sesuatu. Saya senang menulis untuk mengeluarkan banyak ide di kepala.

 

Dan berikut ini bakat,hasil identifikasi saya berdasarkan PANDU 45:

  1. Achiever, melihat dari definisi potensi kekuatan achiever, saya merasa hal ini adalah saya banget. Karena saya memiliki kepribadian Sanguinis dimana saya sangat kinestetik, terlalu aktif, tidak bisa diam, dan baterai saya selalu full. Tidak hanya saya yang menyadari hal ini, namun juga teman-teman saya. Karena hal ini saya meyakini bahwa salah satu peran saya adalah explorer. Karena saya pribadi memang tipikal surveyor yang suka sekali diajak survey. 
  2. Activator, saya tipikal orang yang tidak sabaran sehingga seringkali saya melakukan tindakan gegabah karena terlalu tidak sabaran. Tentunya hal ini harus dikendalikan. Sehingga dengan berbagai pengalaman dan juga berbagai tindakan gegabah yang merugikan saya, saya pun belajar untuk lebih berhati-hati dalam bertindak. Walaupun sifat tidak sabaran saya masih tetap ada.
  3. Connectedness, ketika saya mengalami suatu momen seringkali saya menghubungkannya dengan apa yang pernah saya lihat ataupun baca. Lalu kemudian saya mencoba membuat pola dari kejadian tersebut dan mencoba menarik benang merahnya untuk mendapatkan kesimpulan dari sesuatu.
  4. Context, salah satu bentuk kecintaan saya terhadap sejarah adalah dengan mempelajari budaya dan kearifan lokal, mengunjungi daerah baru dan juga mengunjungi museum. Saya selalu terkagum dengan cagar alam karena hal tersebut adalah salah satu kecerdasan dan kecanggihan lokal di masa lalu.
  5. Learner, saya rasa semua orang terlahir sebagai seorang pembelajar, termasuk saya. Saya juga suka belajar. Semua hal itu menyenangkan. Selain itu saya juga suka mempelajari hal-hal baru seperti pertanian, parenting, pendidikan, blogging dan hal lainnya. Namun seringkali hal ini membuat saya jadi hanya sekedar tahu. Namun bagaimanapun saya harus tetap belajar apapun yang ingin saya ketahui.

5 peran dominan hasil identifikasi ST30,

  1. Arranger, karena saya sangat senang mengorganisir sesuatu maka saya memberi ruang pada bakat arranger dengan menjadi administrator yang baik di grup Rumah Belajar Trenggalek dan event wisuda Matrikulasi Batch 5 Ibu Profesional Batam Kepri.
  2. Educator, semenjak mempunyai anak saya jadi suka dan tertarik sekali mempelajari dunia anak kecil. Karena suka main dengan anak kecil, saya sempat kepikiran untuk menjadi guru TK. Saya meyakini bahwa saya bisa menjadi seorang educator. Tapi saya hanya ingin menjadi guru TK, karena saya suka bermain. Apalagi anak TK dunianya adalah belajar sambil bermain. Hal tersebut sangat menyenangkan. Saya memberikan ruang untuk bakat ini dengan menjadi fasilitator homeeducation anak-anak saya terlebih dahulu.
  3. Creator, mungkin bakat ini ada sejak saya masih kecil hanya saja kurang kaya wawasan dan kaya kegiatan sehingga kurang berkembang hanya setengah-setengah saja. Saya senang menuangkan ide dalam bentuk tulisan atau ide grafis, semoga ada masih ada kesempatan untuk belajar menuju digital mommy. Saya memberikan ruang bakat ini dengan mengikuti komunitas literasi dan menulis secara rutin rekam jejak harian anak-anak.
  4. Journalist, saya suka sekali menulis karena menulis adalah salah satu cara saya untuk menumpahkan segala rasa. Untuk suatu hal yang sifatnya pribadi terutama yang berkaitan dengan emosi, biasanya saya tulis di note pribadi saya. Setelah itu saya akan merasa lega karena ternyata menulis adalah salah satu cara untuk terapi jiwa. Saat ini saya kembali ngeblog setelah sekian lama mati suri. Sehingga saya memberanikan untuk membeli domain dan hosting. Blog tersebut akan saya isi dengan tulisan yang berkaitan dengan parenting (rekam jejak harian anak-anak) dan pendidikan. Dan saat ini saya sedang berusaha istiqomah untuk menulis di blog. Karena saya percaya bahwa salah satu cara untuk mengedukasi masyarakat secara tidak langsung adalah melalui tulisan.
  5. Synthesizer, untuk bakat peran ini sebenarnya tidak terlalu dominan dalam diri saya. Saya memang suka mengkait-kaitkan antara suatu teori dengan teori lainnya atau mengkaitkan teori dengan kondisi di lapangan. Dan melihat peran yang cocok adalah salah satunya menjadi peneliti. Semenjak nyemplung di perkulihan S2, dosen-dosen biasanya sering melibatkan mahasiswa untuk penelitian. Dan semenjak itu saya jadi suka meneliti, khususnya yang berkaitan dengan kontrak. Sehingga dari secuil pengalaman saya tersebut, saya seringkali mencoba untuk menarik benang merah, misalkan ”gimana caranya untuk mengurangi sampah”. Oh ternyata harus memperbaiki ini dan itu, bukan ini dan itu. Yah misalnya begitu lah. Saat ini saya berusaha memberikan ruang untuk bakat ini dengan membersamai anak-anak melakukab pengamatan dengan objek penelitiannya adalah apa saja yang ditemukan oleh anak saya dalam kegiatan bermainnya. Saya sangat senang membersamai mereka melakukan pengamatan, kenapa keong meninggalkan rumahnya atau kok bisa sih laba-laba melepaskan kulitnya dan menggantung terbalik pada benang sutranya hihi.

Alhamdulillah, dari  hasil identifikasi bakat dan peran yang saya tulis di atas, mempunyai banyak kecocokan. Kebetulan pada gambar hasil identifikasi, saya tuliskan berdampingan. Sehingga mudah terlihat persamaan antara 5 BAKAT dan  5 PERAN.

Semoga ini pertanda baik, untuk bisa lebih jelas lagi mengetahui perangkat unik kekuatan diri saya. Aamiin

Setelah menelusuri bakat dan potensi peran yang kita miliki, pernahkah muncul dalam pikiran kita, lalu apa yang harus saya lakukan? Bisa jadi, kita sudah mulai mengenal dan memahami diri. Namun untuk dapat menebar kebermanfaatan, cukupkah hanya dengan mengidentifikasi diri? Perlu ada proses lanjutan, yaitu mengembangkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *