Worldschooling Part 2 : Mengenal Mata Angin dalam Perjalanan Menuju Pemancingan Poyotomo, Bintan

Berkunjung ke suatu tempat baru biasanya akan menimbulkan suatu kebingungan bagi kita dalam menentukan arah mata angin. Arah kok rasanya berubah dan tiba-tiba kita bingung dan tidak tahu mana utara, selatan, timur dan barat. Sama juga yang dialami oleh Faris, dia kebingungan ketika sampai di Bintan. “Ke arah mana sih, Ma mobilnya ini? Kalau mataharinya di sebelah kanan mobil berarti kita ke arah mana ya?” tanyanya.

“Ma, kalau di rumah arah timurnya kesana kok sekarang di Bintan arah timurnya jadi berbeda ya?”

“Itu hanya perasaan Faris saja karena arah timur tetap di timur dan tidak pernah pindah ke tempat lain. Ini mungkin terjadi karena kita terbiasa dengan arah di tempat kita sehari-hari.” Saya memberikan penjelasan kepadanya.

Jadilah kami belajar tematik mengenal arah mata angin. Karena masih balita kita bahas dengan cara sederhana saja ya anak-anak hihhi. Siapakah yang tahu apa yang dimaksud dengan arah mata angin?

Mata angin adalah panduan yang dipakai untuk mengetahui dan menentukan suatu arah. Biasanya kita bisa melihat pada peta, navigasi, dan alat untuk menentukan arah yang bernama kompas.

Mata angin sangat membantu kita dalam menentukan kemana kita harus melangkah untuk sampai tujuan yang dituju. Tentunya sangat membantu supaya tidak tersesat ketika menuju suatu tempat.

Mata angin memiliki arah pokok sebanyak empat, mata angin pokok inilah yang digunakan dalam standar pembuatan alat bantu penunjuk arah. Seperti peta, kompas, dan alat bantu lainnya. Empat nama arah mata angin pokok tersebut yaitu:

Utara
Timur
Selatan
Barat

Ke-4 arah mata angin tersebut merupakan mata angin pokok yang sudah ditentukan dan dipakai di semua negara di dunia ini. Selain mata angin pokok, ada juga mata angin tengah dan mata angin tambahan. Ayo sama-sama kita cari tahu arah mata angin lainnya. Kita belajar sambil bernyanyi ya, berikut liriknya :

-Timur -Tenggara -Selatan -Barat daya -Barat -Barat laut -Utara -Timur laut

 

 

Mengasah Bakat Visual Spasial

Saya pun sangat sering mengalami hal seperti ini, bingung arah dan membutuhkan waktu yang lumayan juga untuk mereset otak mengenai arah di tempat yang baru. Ini mungkin karena faktor Mama yang lemah dalam kemampuan visual spasial kali ya, itulah mengapa rata-rata perempuan sulit membaca peta haha. Jika mengalami hal seperti itu, kata Papa Faris janganlah bingung, ada beberapa trik yang bisa kita terapkan agar tidak bingung arah jika berkunjung ke daerah yang baru.

Trik 1
Kompas adalah alat untuk menunjukan atau menentukan mata angin. Pada alat ini arah utara sebagai patokan atau arah utama. Makanya sering kita jumpai pada kompas huruf “U” lebih menonjol dalam kompas. Dijaman sekarang pun tersapat aplikasi kompas di smartphone, namun jika kita berada di tempat yang jauh dari sinyal atau listrik akan sulit diterapkan

Trik 2
Patokan kita menentukan arah dengan menggunakan matahari. Jika kita kebetulan tiba di pagi hari, maka matahari bisa dipastikan masih berada di timur. Kalau kita terpaksa berada di hutan atau kebun yang jauh dari matahari, maka kita bisa melihat daun atau tunas dari tumbuhan sebab mereka selalu mencari sinar matahari jadi otomatis tumbuhan cenderung menghadap ke arah timur. Lalu bagaimana cara menentukan posisi arah mata angin yang lainnya?

∼Memposisikan Badan Menghadap Matahari
Kita menghadapkan badan kita ke arah matahari dengan merentangkan tangan. Tangan kanan kita sekarang akan menunjukkan arah selatan dan tangan kiri akan menunjukkan arah utara.

Kalau posisinya sore hari pun bisa diterapkan, artinya sekarang kita menghadap ke barat karena matahari akan tenggelam ke arah barat.

∼Memposisikan Badan Menghadap Matahari
Rentangkan tangan dan tangan kanan kita akan menunjukkan arah utara dan tangan kiri menunjukkan arah selatan kanan kita akan menunjukkan arah utara dan tangan kiri menunjukkan arah selatan. Mudah juga kan?

Trik 3

Membuat bayangan suatu benda merupakan cara yang sederhana yang biasa dipakai oleh orang zaman dulu sebelum adanya alat untuk menentukan arah. Caranya cukup mudah, yaitu:

Pertama, tancapkan suatu benda secara tegak lurus, dengan panjang benda minimal 30 cm supaya lebih jelas. Setelah tertancap tegak lurus, berikan suatu tanda pada ujung bayangan yang dihasilkan dari benda tersebut. Boleh tanda apa saja, yang penting bisa untuk menandai, bisa semacam tanda silang atau lainnya pada ujung bayangan.Biarkan minimal selama 15 menit, atau sampai ada tanda pergeseran bayangan yang jelas. Jika sudah ada pergeseran bayangan secara jelas, langsung kasih tanda kedua pada bayangan yang sudah mengalami pergeseran.Arah utara akan di dapat dari garis yang tegak lurus dari garis yang sudah diperoleh dari dua titik bayangan yang sudah dibuat tadi.

Trik 4

Mencari arah melalui kelebatan sebuah pohon, metode ini berhubungan dengan efek cahaya matahari di pagi hari. Pada umumnya yang mengarah ke arah timur tumbuh lebih lebat, di banding dengan pohon yang mengarah ke arah barat. Hal ini dikarenakan pohon yang mengarah ke arah timur mendapatkan sinar matahari yang bagus untuk proses fotosintesis.

Trik 5

Mentukan arah melalui tumbuhan lumut, trik ini sangat cocok bagi orang yang kebingungan menentukan arah di tengah lebatnya hutan. Dengan melihat tumbuhan lumut yang tumbuh di batang pohon. Jenis tumbuhan lumut Ploytrichum sp dan Parmelia sp merupakan lumut yang cenderung tumbuh lebih subur di daerah yang kualitas rendah sinar matahari. Daerah yang kualitas sinar mataharinya rendah yaitu arah utara dan selatan. Jadi, jika ingin menggunakan metode ini lihat batang pohon yang ditumbuhi lumut jenis yang sudah disebutkan tadi, lalu perhatikan bagian yang paling banyak ditumbuhi lumut tersebut. Daerah yang paling banyak ditumbuhi lumut tersebut menandakan arah utara dan selatan. Cara ini sebenarnya termasuk cukup kecil kemungkinan kebenarannya. Tapi, jika keadaan darurat bisa manfaatkan metode ini. Dilihat secara materi metode ini cukup masuk akal.

Trik 6

Menentukan arah dengan melihat rasi bintang. Cara ini dilakukan berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan sama Himpunan Astronomi Internasional. Di belahan bumi bagian utara (hemisfer) biasanya melihat rasi bintang berdasarkan pedoman tradisi Yunani. Cara ini tentunya bisa digunakan ketika malam hari yang penuh bintang. Karena untuk mempermudah melihat rasi bintang. Kelemahannya tidak cocok untuk orang yang buta ilmu astronomi. Banyak banget ilmu yang Mama dan Faris dapat dari kegiatan outing kali ini, tunggu cerita Faris yang lainnya ya. Salam  😀 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *