Mengamati Bekicot Si Hewan Nokturnal

Bulan ini, Batam memasuki musim hujan. Sudah hampir satu minggu curah hujan disini tinggi. Frekuensi hujan pun lebih sering, anak-anak jadi jarang melakukan pengamatan di luar rumah. Hujan yang turun di Batam bukan hujan biasa seperti di daerah lain yang pernah saya tinggali. Hujan di Batam dipengaruhi oleh angin laut, sehingga terkadang hujan deras disertai badai dan petir yang saling sambar menyambar. Maka dari itu, saya meminta kepada anak-anak untuk bermain dan belajar di dalam rumah saja. Objek pembelajaran kita hari ini adalah hewan bekicot. Sambil belajar dan berdiskusi, saya dan anak-anak mencoba mengumpulkan informasi mengenai hewan ini. Catat dulu disini buat bahan belajar selanjutnya.

Ada Apa Dengan Bekicot? Apa Yang Menarik dari Bekicot?

Bekicot ini hidup di daerah tropis dimana ia tidak memiliki musuh alami. Ia termasuk hewan hermafrodit (memiliki 2 jenis kelamin, jantan dan betina). Bekicot (Achatina fulica) memiliki ciri khas berkaki lebar dan pipih pada bagian ventral tubuhnya, serta bergerak lambat menggunakan kakinya. Ini cuplikan percakapan kita ketika melihat bekicot berjalan lambat di atas rumput.

Faris   : ”Ma, ternyata bekicot punya kaki loh. Tapi lengkt kakinya, kok Allah nggak nyiptain jarinya?”

Mama : ”Allah Sebaik-baik Pembentuk Rupa, Nak. Allah pasti menciptakan bagian tubuh bekicot seperti itu karena ada manfaatnya.”

Faris  : ”Jadi Faris harusnya bilang MasyaAllah ya Ma kalau lihat semua ciptaan Allah?”

Mama : ”Iya, betul. MasyaAllah..”

Bekicot merupakan salah satu hewan nocturnal yaitu hewan yang beraktivitas pada malam hari karena periode aktivitasnya dipengaruhi oleh adanya cahaya, selain itu bekicot hidup di tempat yang lembab dan biasanya pada waktu malam udara dan tanah akan lebih lembab dibandingkan pada waktu siang hari. Selain itu pola aktivitas dan jarak migrasi atau perpindahan bekicot ini dipengaruhi juga oleh panjang dan lebar cangkangnya. Bekicot pada umumnya hidup di tanah dan memakan sisa-sisa tanaman yang membusuk dan tanaman hidup.

FAKTA HEWAN NOKTURNAL

Hewan nocturnal memiliki indera pendengaran, penglihatan dan penciuman yang sangat tajam, yang tentunya diperlukan saat beraktivitas di malam hari yang gelap. Jarak edar adalah sebuah gerakan periodik hewan dari tempat dimana ia telah tinggal ke daerah yang baru dan kemudian melakukan perjalanan kembali ke habitat asli. Hewan ini berpindah tempat ke gunung, sungai, dan padang tanah yang luas. Bekicot adalah hewan yang aktif melakukan aktivitas pada malam hari..

ENSIKLOPEDI

Mollusca merupakan hewan dengan bertubuh lunak. Yang termasuk dalam Phylum Mollusca ini antara lain : siput, tiram, bekicot, cumi-cumi, dan sebagainya. Prinsip tubuhnya bilateral simetris, tidak beruas-ruas, dan mempunyai cangkang dari CaCO3. Tubuh kerang, kepah dan siput biasanya tersimpan di dalam cangkok, sehingga tidak tampak dari luar. Bila keadaan aman, tubuh dijulurkan keluar dan yang tampak pertama kali adalah kakinya, dan kaki tersebut untuk berjalan atau berenang. Antara tubuh dan cangkok terdapat suatu bungkus yang disebut mantel. Diantara mantel dan tubuh terdapat suatu rongga mantel. Biasanya anus terbuka pada rongga tersebut. Sedangkan tubuh cumi-cumi tidak tersimpan dalam cangkok, cangkoknya terdapat dalam tubuh sebagai penguat. Mantel pembungkus alat-alat jerohan (viceral).

Berikut ini hasil Faris membuat papercraft bekicot dari kertas, belajar menggunting pola dan mewarnai hasil guntingannya sedangkan Irbadh belajar menempel kertas sesuai instruksi. Buat teman-teman yang ingin ikut buar papercraft bisa download templatenya disini.

PR selanjutnya, Faris ingin mengamati bagian-bagian dari bekicot dan apa saja manfaat dari hewan bekicot ini. Ikuti terus perjalanan belajar Faris yang lain ya, teman-teman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *