Mengenal Geometri melalui Permainan

Hari ini kami belajar matematika, khususnya geometri. Iya geometri hihi, sebenarnya anak-anak juga belum ngeh apa itu geometri. Cuma invitation to play hari ini datang dari Faris yang menganalisa bentuk-bentuk yang menyusun rumahnya. Jadi hasil pengamatan Mama hari ini, Faris melihat bagian dari rumahnya kemudian ia menyimpulkan bahwa rumahnya tersusun atas berbagai macam bentuk.

”Ma, coba deh lihat Faris nemuin persegi panjang di pintu rumah.” kata Faris kepada Mama yang masih asyik dengan pekerjaan domestik.

”Iya, Fa. Terus ada bentuk apalagi dong di dalam rumah ini?” tanya Mama menanggapi bocah yang masih sibuk melakukan pengamatan.

”Kayaknya ada bentuk jajar genjang deh Ma di atas genteng rumah kita. Terus ada juga persegi yang ditumpuk di jendela kamar depan.” Rasanya ingin tertawa ketika mendengar pernyataanya mengenai bentuk persegi yang ditumpuk. Ya Alloh betapa lucunya ia berusaha menggambarkan apa yang ada di dalam pikirannya itu kepada Mama.

Dari situlah akhirnya kita memutuskan untuk membahas mengenai geometri, semoga Allah mudahkan nh emak yang gagap matematika agar bisa memberikan penjelasan dan menjadi fasilitator yang sabar untuk hari ini.

Apa itu Geometri?

Pengertian geometri menurut Wikipedia.org, “Geometri (Yunani Kuno: geo-“bumi”,-metron “pengukuran”) adalah cabang matematika yang bersangkutan dengan pertanyaan bentuk, ukuran, posisi relatif tokoh, dan sifat ruang”.

Sedangkan menurut Prihandoko Antonius C. (2006 : 174) dalam sebuah jurnal mengungkapkan bahwa : geometri merupakan salah satu sistem dalam matematika yang diawali oleh sebuah konsep pangkal, yakni titik. Titik kemudian digunakan untuk membentuk garis dan garis akan menyusun sebuah bidang. Pada bidang akan dapat mengonstruksi macammacam bangun datar dan segi banyak. Segi banyak kemudian dapat dipergunakan untuk menyusun bangun-bangun ruang.

Menurut definisi tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa geometri adalah cabang ilmu matematika yang mempelajari tentang bentuk, ruang, komposisi beserta sifat-sifatnya, ukuran-ukurannya, dan hubungan antara satu dan lainnya.

Mengenalkan Geometri Kepada Anak Usia Dini

Prinsip yang saya pegang ketika memfasilitasi kegiatan belajar anak-anak adalah menanti kesiapan dalam diri anak. Artinya belajar sebagai suatu proses membutuhkan aktifitas baik fisik maupun psikis, selain itu kegiatan belajar pada anak harus disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan mental anak, karena belajar bagi anak harus keluar dari anak itu sendiri. Mungkin metode yang keluarga kami terapkan saat ini cenderung menuju ke arah unscholing sebab meskipun saya membuat lesson plan dan target tetapi proses belajar dalam keluarga kami follow our children.

Anak usia preschool berada pada tahapan pra-operasional kongkrit yaitu tahap persiapan kearah pengorganisasian pekerjaan yang kongkrit dan berpikir intuitif dimana anak mampu mempertimbangkan tentang besar, bentuk dan benda-benda didasarkan pada interpretasi dan pengalamannya (persepsinya sendiri).

Masa Peka Berhitung Pada Anak

Kata mentor montessori saya. Mbak Sarah, apabila anak sudah menunjukan masa peka (kematangan) untuk berhitung, maka orang tua sebagai fasilitator harus tanggap untuk segera memberikan layanan dan bimbingan sehingga kebutuhan anak dapat terpenuhi dan tersalurkan dengan sebaik-baiknya menuju perkembangan kemampuan berhitung yang optimal.

Anak usia preschool adalah masa yang sangat strategis untuk mengenalkan berhitung alias matematika, karena pada tahapan usianya usianya ini mereka sangat peka terhadap rangsangan yang diterima dari lingkungan. Rasa ingin tahunya yang tinggi akan tersalurkan apabila mendapat stimulasi/rangsangan/motivasi yang sesuai dengan perkembangannya. Apabila kegiatan berhitung diberikan melalui berbagai macam permainan tentunya akan lebih efektif karena bermain merupakan wahana belajar anak sesuai dengan minat, kebutuhan dan kemampuannya.

Faris mencoba mengikuti pola dengan meletakkan bentuk geometrinya

Membangun konsep geometri pada anak kami mulai melalui proses belajar mengidentifikasi bentuk-bentuk, menyelidiki bangunan dan memisahkan gambar-gambar biasa seperti segi empat, lingkaran, segitiga. Belajar konsep letak seperti dibawah, di atas, kiri, kanan meletakkan dasar awal memahami geometri. Dan tantangan hari ini, Faris mencoba membuat pola geometri dari berbagai macam bentuk yang sudah ia kenali. Sedangkan Irbad, ia belajar warna dan mengelompokkan bentuk yang sama.

Catatan dari kegiatan hari ini untuk Faris 

  1. Faris semakin berkembang dalam kegiatan mengidentifikasi dan menggolongkan bentuk suatu benda. Ia bahkan mampu menganalisis jenis-jenis bentuk dari suatu benda.
  2. Faris mulai mengkategorikan atribut-atribut yang sama dan berbeda dengan gambar kemudian dibandingkan benda-benda yang berada di ingkungan sekitarnya.
  3. Faris mulai tertarik untuk berkreasi menciptakan sebuah bentuk benda melalui potongan geometri.

Catatan dari kegiatan hari ini untuk Irbad

  1. Irbadh mulai bisa membedakan beberapa warna primer.
  2. Irbadh suka mencoba memasangkan beberapa bentuk geometri yang warnanya sama, artinya ia sedang tertarik memisahkan dan mengelompokkan bentuk yang warnanya sama.
  3. Irbadh tertarik untuk menumpuk beberapa bentuk menjadi sebuah bangunan ala imajinasinya.
  4. Irbadh mulai belajar mengenal beberapa nama bentuk seperti segitiga yaitu bangun yang memiliki tiga sisi,sedangkan jajar genjang adalah segi empat yang sisi-sisinya sepasang sejajar. Persegi panjang adalah jajar genjang yang suatu sudutnya siku-siku. Segi empat adalah suatu jajar genjang yang dua sisinya berurutan sama panjang. Trapesium adalah suatu segi empat yang memiliki tepat sepasang sisi yang sejajar. Lingkaran adalah garis lengkung yang bertemu kedua ujungnya.
menegenal geometri melalui permainan creative patern learning kit

Catatan Untuk Tahapan Kegiatan Belajar Selanjutnya

Pengetahuan mengenai geometri yang harus dikembangkan pada anak preschool antara lain :

  1. Memilih benda menurut warna, bentuk, dan ukurannya.
  2. Mencocokkan benda menurut warna, bentuk, dan ukurannya.
  3. Membandingkan benda menurut ukuran besar, kecil, panjang, lebar, tinggi, dan rendahnya.
  4. Mengukur benda secara sederhana.Mengerti dan menggunakan bahasa ukuran, seperti besar-kecil,tinggi-rendah, dan panjang-pendek.
  5. Menciptakan bentuk dari kepingan geometri.
  6. Menyebut benda-benda yang ada di sekitarnya sesuai dengan bentuk geometri.
  7. Mencontoh bentuk-bentuk geometri.

Ini cerita kami ketika mengenal geometri, kalau teman-teman belajar apa hari ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *