Perpustakaan Ramah Anak, ya Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau di Kota Batam

Bermain sambil Belajar di Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau di Kota Batam
Ruang bermain untuk anak-anak di Kota Batam memang masih sangat minim sebagaimana kita ketahui bagaimana sulitnya mencari ruang terbuka atau taman bermain bagi anak-anak. Pemerintah selama ini mungkin alpa memberikan zona bermain untuk anak-anak kita. Padahal dunia anak adalah dunia bermain, suatu pengalaman indah yang tidak mungkin terulang ketika anak-anak memasuki alam dewasa.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau membangun satu perpustakaan yang terletak di pusat kota Batam dan kebetulan berada di dalam komplek Perumahan Kurnia Djaya Alam. Senang sekali rasanya bisa memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar dan bermain tentunya. Perpustakaan ramah anak ini dapat dijadikan alternatif ruang bermain untuk anak-anak loh, terutama anak usia dini. Hal ini mengingat salah satu fungsi penting perpustakaan adalah fungsi rekreasi.
Fungsi rekreasi ini perlu dikembangkan oleh perpustakaan untuk menampilkan wajah perpustakaan yang indah, sejuk, dan bersahabat dengan anak, dalam upaya menumbuhkan minat baca anak-anak sejak dini. Perpustakaan perlu didesain sebagai tempat yang menyenangkan bagi anak-anak dengan memberikan suatu ruang khusus untuk anak-anak. Saat ini Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau yang berada di Batam ini telah memiliki ruang layanan khusus anak-anak. Keberadaan ruang layanan anak ini kurang lebih dapat memenuhi syarat sebagai arena bermain anak yang ideal. Berbagai macam permainan edukasi disediakan sebagai fasilitas bagi anak-anak untuk berekplorasi disediakan disini. Alhamdulillah sarana bermain tersebut dapat membawa manfaat positif bagi perkembangan psikologis anak. Apabila ingin membaca atau meminjam koleksi buku anak-anak, lokasinya di lantai saru bersebelahan dengan ruang bermain anak-anak usia dini. Sedangkan koleksi buku remaja dan dewasa dapat dilihat di lantai dua.
Perpustakaan yang dikelilingi ruang bermain anak yang terbuka untuk umum dapat dijadikan model/percontohan pembangunan perpustakaan yang ideal. Dengan demikian, aspek pengembangan minat baca masyarakat dapat bersatu dengan aspek rekreasi bagi anak-anak. Sementara anak-anak bermain di areal taman bermain, orang tua pun dapat menunggu sambil membaca koran, majalah, atau buku milik perpustakaan. Jadi, ruang bermain ini dapat mengakomodasi beberapa fungsi sekaligus : taman bacaan dan taman bermain. Perpustakaan yang dikemas satu paket dengan taman bermain akan menimbulkan kesan mendalam di hati anak-anak.
Oiya, jika ingin meminjam buku di perpustakaan ini kita dapat mendaftar menjadi anggota perpustakaan terlebih dahulu. Caranya sangat mudah, teman-teman hanya perlu mengisi formulir dan melengkapi ketentuan dengan membawa pas foto ukuran 2×3 sebanyak dua lembar, fotokopi KTP untuk umum dan fotokopi kartu mahasiswa atau pelajar bagi yang masih bersekolah. Mudah bukan? Tidak dipungut biayalagi alias gratis. Ayo main ke perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau di Kota Batam. 🙂

5 Ide Main Anak yang Dapat Dicoba Ketika Berkunjung ke Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau di Perumahan Kurnia Djaya Alam Kota Batam

1. Bermain Puzzle

Sebenarnya anak-anak sudah sering bermain puzzle tetapi selalu saja ada yang berbeda di setiap sesi bermain mereka. Mencocokan bentuk, huruf, angka dan warna pada evamat merupakan ide bermain yang mereka ciptakan sendiri ketika bertemu dengan teman-temannya. Kalau biasanya di rumah, Faris dan Irbadh bermain puzzle bagian-bagian tubuh disini mereka membuat ide bermain yang berbeda. Selain itu, disini anak-anak bisa bermain sensory play melalui permainan mencocokan bentuk.

2. Meronce Kalung

Ini nih aktivitas kesukaan Faris dan Irbadh. Kalo dipikir-pikir, ngapain sih anak kecil diajarin meronce. Salah-salah tar dimakan manik-maniknya. Duh, serem. Tapi, semua permainan anak kan memang harus dalam pengawasan orangtua, sekalipun itu cuma main playdoh. Meronce tuh bisa dengan apa aja loh.Kebetulan di ruang bermain ini disediakan banyak manik-manik berbahan kayu jadilah anak-anak penasaran mencoba memasukkan manik-manik ke dalam tali, lagi-lagi tanpa instruksi dari Mama. Tujuan dari kegiatan ini adalah melatih kemampuan motorik anak dalam memegang benda yang kecil. Dan juga melatih konsentrasi serta kesabaran anak. Anak-anak kan mudah banget teralihkan ya.. Dan level kesabarannya masih rendah. Pengalaman saya main bersama Faris dan Irbadh membawa kesan yang berbeda terhadap karakter yang berbeda juga. Faris baru-baru ini saja mau meronce sendiri tanpa distraksi, sedangkan Irbadh di usianya yang masih belum 2 tahun bisa anteng dan penuh strategic kalo lagi meronce. Ketika susah enggak bisa-bisa masukin manik-manik ke benang, dia tetep calm down. Trus setelah berhasil, dia bakal sumringah bahagia. Dengan catatan, enggak lagi ngantuk. Kalo kita apresiasi keberhasilan anak, dia pasti bakal makin semangat untuk melanjutkan aktivitasnya.

3.Bermain Keseimbangan dengan Miniatur Jungkat Jungkit

Jungkat-jungkit adalah salah satu contoh aplikasi keseimbangan benda. Faris senang sekali menemukan miniatur jungkat-jungkit dan melakukan beberapa percobaan untuk menguji dengan apa yang pernah ia baca mengenai gaya sederhana yang dapat membantu pekerjaan sehari-hari. Ia mencoba memberikan beban di bagian papan jungkat jungkit dimana berat batang berada di tengah-tengah yang berguna sebagai penumpu batang jungkat jungkit. Jika papan jungkat-jungkit tersebut diberikan beban balok yang sama apakah yang terjadi. Kemudian ia menyimpulkan jika berat balok yang berbeda dan posisi balok tersebut dengan poros. Lalu bagaimana apabila menjauhi poros agar dapat dicapai sebuah keseimbangan.

4. Menyusun Balok dengan Pola 

Melalui permainan ini, Irbadh senang sekali belajar mengenali warna primer dan menyusun sesuai dengan bentuknya. Sedangkan Faris belajar mengkategorikan sesuai dengan ukurannya, mulai dari ukuran yang pendek hingga yang paling tinggi. Sebetulnya banyak sekali variasi permainan balok yang disediakan di ruang bermain ini, namun permainan dengan pola lebih disukai oleh anak-anak.

5. Rancang Bangun 

Rancang bangun alias bongkar pasang bagi anak usia dini berfungsi untuk memperkuat genggaman jari dan tangan anak, meningkatkan koordinasi mata dan tangan juga mendidik anak mempelajari perbedaan bentuk geometri. Mendorong anak untuk berteman dan bekerja sama (includer and harmony). Anak-anak dapat belajar untuk berkreasi membuat bermacam-macam objek seperti rumah atau alat-alat transportasi. Mereka dapat mengembangkan kemampuan kata-kata ketika mereka mencoba mengambarkan ukuran, bentuk dan posisi. Faris dapat mengembangkan kemampuan matematik melalui pengelompokan, penambahan, pengurangan. Melalui kegiatan bermain balok, anak-anak dapat mengetahui bahwa balok jika tidak seimbang akan jatuh, anak belajar tentang keseimbangan dan gravitasi. Belajar geometri dari mainan balok akan meningkatkan stimulasi intelektual.
 

Buat teman-teman yang ada di Batam, hayuk berkunjung ke perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau yang ada di Batam. Sampai jumpa pada kesempatan bermain selanjutnya ya…

 

#day75
#27April2018
#Batam
#3y8m
#1y7m
#KelasPortofolioAnakbyGPA
#GriyaPortofolioAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PekaAkanUnikAnak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *