Belajar Komposisi Warna dengan Bubble Wrap Painting

Belakangan anak-anak sudah mulai tertarik melukis dengan berbagai warna dan alat gambar. Mulai dari melukis dengan kuas, lego, sayuran, daun sampai tangan dan kakipun ikut dipakai sebagai alat melukis. Awalnya mereka biasa saja terhadap kegiatan messy play ini, namun lama-lama akhirnya pun tertarik juga. Ketertarikan pada lukisan pun beragam, terkadang anak-anak menyukai tekstur dari sebuah lukisan sehingga mereka membuat lukisan timbul. Hari ini anak-anak belajar komposisi warna yang menurut saya cukup eye catching, meskipun warna lukisannya didominasi oleh warna kesukaan mereka masing-masing hihi.

Tahukah teman? Ternyata kata mentor Faris ketika mengikuti kelas melukis batu, sesungguhnya melukis itu hanya membutuhkan sedikit persentasi dari bakat. Teknik melukis sebenarnya bisa dipelajari oleh siapapun meski seseorang tidak memiliki bakat melukis sama sekali. Bahkan bakat ini pun beragam. Ada yang berbakat dalam meniru bentuk, ada yang bakatnya membuat bentuk, ada yang bakatnya dalam komposisi warna. Sering kali ketika saya perhatikan rupanya hasil lukisan anak-anak menarik sekali, meskipun bentuk objeknya tak karuan atau bahkan secara teknik mungkin kurang proporsional. Lukisan-lukisan mereka lebih menonjolkan komposisi warna yang menarik sehingga bentuk apa yang mereka tuangkan di kertas justru menjadi hal yang tidak  saya pedulikan lagi. Jadi buat teman-teman yang belum tertarik untuk bermain warna maka teruslah berlatih untuk mengembangkan ide dan imajinasi kalian. Siapa sangka kan akan menghasilkan sebuah karya nantinya.

Anak-anak saat ini sedang senang-senangnya bermain dan mengeksplor warna menggunakan cat akrilik. Selain mudah penggunaannya dalam berbagai media, cat akrilik adalah pilihan yang tepat untuk menghasilkan lukisan yang hidup dengan harga yang lebih murah. Melukis dengan cat akrilik adalah kegiatan asyik yang dapat dijadikan ide main bersama dengan anak-anak, selain mudah dan murah serta tentunya dapat menghasilkan lukisan teman-teman. Melukis bagi anak usia dini juga dapat dijadikan sebagai media belajar mengenal berbagai macam warna.

Baca juga : Invitation To Play : Melukis dengan Cat Acrylic

Ide melukis kali ini, kami menggunakan popping bubble wrap. Kebetulan kemarin paket buku bacaan Faris baru saja datang dan menghasilkan sampah bubble wrap. Bubble wrap tentu sangat menggoda untuk dimainkan oleh anak-anak (dan orang dewasa hihi)! Bubble wrap bisa digunakan untuk membuat project ide main bersama anak-anak dan seluruh keluarga pun dapat berpartisipasi untuk menghabiskan waktu bersama. Simak proyek lukisan bubble wrap karya anak-anak sore ini.

Apa Saja Yang Perlu Disiapkan?

  • Cat akrilik.

Ada berbagai macam pilihan merek cat akrilik dalam berbagai bentuk. Ketika membeli cat akrilik lebih baik memilih merek yang sedikit mahal. Cat akrilik yang murah kurang pekat, sehingga kita justru harus mengecat dua sampai tiga lapisan untuk mendapatkan warna yang diingikan seperti yang dihasilkan cat mahal dalam satu kali lapis saja. Kami menggunakan merk Pentel, Giotto atau Lyra.

Untuk memulainya, belilah warna-warna dasar: putih titanium, hitam mars, biru ultramarine, merah-alizarin crimson, dan kuning jingga. Kebanyakan warna cat yang Anda perlukan bisa dihasilkan dari kombinasi beberapa warna dasar tersebut. Untuk pemula belilah cat dalam bentuk tube karena bisa dibeli dalam jumlah sedikit. Untuk kwalitas, tidak ada perbedaan antara cat dalam tube atau toples.

  • Bubble Wrap

Untuk menghasilkan berbagai macam bentuk lukisan kita bisa memotong bubble wrap dalam berbagai macam bentuk misalnya bentuk bunga, segitiga, lingkaran, daun, bintang atau apa saja tergantung konsep lukisan yang akan kita buat. Berhubung Faris dan Irbadh kali ini masih trial jadi Mama bebaskan saja mereka berkreasi sesuai dengan imajinasi mereka. Pun juga dalam urusan memilih warna, Mama menyerahkan sepenuhnya kepada mereka.

  • Palet.

Untuk mencampur cat, dan menyimpan cat di antara jeda waktu melukis maka kita memerlukan tempat. Jika ingin berhemat, penggantinya bisa berupa piring plastik atau kertas bisa digunakan sebagai pengganti palet. Apapun itu asal bentuknya lebar, datar, dan bersih bisa digunakan sebagai palet. Karena cat akrilik dapat mengering dengan cepat maka banyak disarankan membeli palet stay-wet yaitu palet yang menjaga kelembapan cat agar lebih lama basah. Palet ini merupakan kombinasi spons basah dan kertas stay-wet yang membuat cat basah lebih lama bahkan bisa digunakan selama beberapa minggu dalam sekali pemakaian.

  • Media lukis.

Ada beberapa macam media yang ada, tapi yang paling umum digunakan dalam melukis dengan cat aklirik adalah papan kanvas, kertas gambar atau kayu karena sifat cat akrilik yang tebal dan berat. Disarankan jangan mengunakan media yang licin, berminyak, atau terlalu berpori. Untuk pemula gunakan kertas gambar dan nantinya pindahkan ke kanvas atau kayu setelah sudah mahir.

  • Tambahan.

Perlengkapan tambahan dalam kegiatan melukis antara lain beberapa mangkuk untuk wadah air, lap, botol semprot, dan sabun untuk membersihkan tangan dan kaki setelah bermain cat. Karena cat akrilik terkenal cepat mengering, jadi kita dapat menyemprot lukisan/palet sesekali untuk menjaga agar cat tetap lembap. Anak-anak juga bisa menggunakan celemek atau mengenakan baju jelek saat melukis untuk menghindari noda cat akrilik mengotori baju. Gunakan kertas koran bekas di atas meja agar tidak banyak noda cat yang berceceran.

Setelah semua alat dan bahan disiapkan maka kita dapat lanjut memulai kegiatan melukis. Pilihlah lokasi yang nyaman. Susun tempat melukis pada ruangan yang mendapat banyak cahaya matahari. Manfaat kegiatan ini anak-anak dapat menuangkan imajinasi mereka dan melatih koordinasi dan kontrol antara tangan dan mata. Mama juga bisa mengenalkan warna dan menciptakan warna baru. Selain itu dapat mengembangkan kemampuan berbahasanya seperti kata bubble wrap.

Belajar Komposisi Warna

Padu padan warna bisa memberi kesan keindahan. Anak-anak bebas bermain dengan menggunakan berbagai kombinasi warna untuk menciptakan kesan sesuai selera masing-masing. Namun, dalam memadukan warna tentu ada aturan yang sebaiknya dipahami sehingga hasil yang diperoleh pas dengan keinginan.

Dalam kombinasi warna apapun ada beberapa hal yang harus kita perhatikan karena tidak semua warna serasi dan cocok untuk dipadukan. Kecuali bila letak warna yang dikombinasi tersebut berada pada lingkaran warna tepat berhadapan atau berseberangan.

Hmmm…agar lebih mudah dalam bermain kombinasi warna berikut ini saya lampirkan beberapa skema warna yang saya dapat dari Pinerest. Yuk belajar mengenai kombinasi warna lagi.

source : Pinterest

• Skema warna Analog, merupakan kombinasi warna-warna bersebelahan atau berdekatan dalam lingkaran warna. Kombinasi ini menciptakan keselarasan karena perpindahan antar satu warna dengan warna lain berlangsung dengan halus, tidak terlalu kontras. Misalnya, kuning, kuning jingga, dan jingga.

• Skema warna Monokromatik, yaitu komposisi yang berasal dari satu warna dengan intensitas yang berbeda. Kombinasi ini menciptakan suasana sesuai dengan persepsi warna dasar yang digunakan. Misalnya, merah, merah muda, dan merah tua/merah gelap.

• Skema warna Komplementer, adalah kombinasi warna-warna yang tepat berseberangan dalam lingkaran warna. Perpaduan warna-warna komplementer memiliki kekuatan warna yang berimbang dan saling melengkapi, bersifat kontras dan menghidupkan suasana. Contohnya, merah dengan hijau, kuning dengan ungu, atau biru dengan oranye.

• Skema Triad, adalah tiga warna yang memiliki jarak yang sama antar masing-msing dalam lingkaran warna. Yang termasuk skema warna triad diantaranya yaitu oranye, hijau, dan ungu. Tiga warna primer merah, biru, serta kuning juga termasuk kedalam kelompok warna triad. Warna-warna tersebut memiliki intensitas yang sama kuatnya.

• Skema warna Tetrad adalah komposisi empat warna yang memiliki jarak sama satu sama lain dalam lingkaran warna. Contohnya, merah, oranye-kuning, hijau, dan biru-ungu.

Nah, kini kita bisa dengan mudah dalam mengkombinasikan warna untuk mendapatkan kesan sesuai keinginan.

 

 

referensi: http://edupaint.com/warna/roda-warna/1484-skema-warna-untuk-kombinasi-warna-yang-tepat.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *